Category: Kepulauan Talaud

KNPI Talaud: Konsolidasi Kebangsaan, NKRI Harga Mati

Pengurus KNPI Kabupaten Talaud usai dilantik, foto bersama Bupati Sri Wahyumi Manalip (Foto Suluttoday.com)

Pengurus KNPI Kabupaten Talaud usai dilantik, foto bersama Bupati Sri Wahyumi Manalip (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Setelah dilantik Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jackson Kumaat, SE.,SH, Senin (28/11/2016), Yaya Alotia, SE, selaku Ketua DPD KNPI Kepulauan Talaud dalam sambutannya dihadapan Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip, DPP KNPI, pengurus KNPI Sulut serta ratusan pemuda menegaskan sikap pemuda perbatasan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Ancaman atas keutuhan NKRI terus dirongrong kelompok asing, sehingga pentingnya kita pemuda yang tergabung dalam KNPI Talaud mengambil sikap tegas mewujudkan konsolidasi kebangsaan demi NKRI jaya. Ingat, NKRI harga mati bagi kami pemuda perbatasan,” ujar Yaya.

Tidak hanya itu, Ketua KNPI Talaud periode 2016-2019 ini menyampaikan pandangannya bahwa pemuda Talaud akan berkomitmen dan mau berkontribusi aktif dalam pembangunan Talaud. Yaya mengajak seluruh komponen pemuda Talaud agar benar-benar menjadi agen perubah, bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong proses perubahan di bumi Porodisa.

DPP KNPI, pengurus KNPI Sulawesi Utara dan pengurus KNPI Kabupaten Kota seSulut yang ikut hadir dalam pelantikan (Foto Suluttoday.com)

DPP KNPI, pengurus KNPI Sulawesi Utara dan pengurus KNPI Kabupaten/Kota se-Sulut yang ikut hadir dalam pelantikan (Foto Suluttoday.com)

”Kita pemuda adalah generasi penerus bangsa, wajib hukumnya kita menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Talaud sebagai daerah perbatasan yang melingkupi Kecamatan Miangas, dan berdekatan dengan Philipina akan terus menumbuhkan kesadaran nasionalisme agar kita mencintai tanah air kita Indonesia. Pemuda Talaud adalah ujung tombak pembangunan, mari kita serius dan konsisten menjadi agen perubah untuk memajukan daerah Talaud tercinta,” papar Yaya tegas. (*/Amas)

Dapat Penghargaan, Tindi: Selamat Bupati Talaud Atas Penganugerahan Gelar Kehormatan

Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip saat memakai pakaian adat Solo (Foto Ist)

Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip saat memakai pakaian adat Solo (Foto Ist)

MANADO – Melalui kebijakan yang tidak merugikan eksistensi budaya dan adat, maka kiprah Bupati di bumi Porodisa, yakni Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip akhirnya mendapat kehormatan dari Keraton Solo. Penghargaan kali ini begitu luar biasa, dimana Bupati cantik dan cerdas yang akrab disapa SWM ini mendapat gelar sebagai Kanjeng Mas Tumenggung.

Menanggapi hal itu, putra Talaud, dan pegiat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut), Jim Robert Tindi ikut memberikan ucapan selamat. Menurut Tindi, pemberian gelar tersebut bukanlah main-main, melainkan melalui tahapan pertimbangan yang matang, sehingga dirinya sebagai putra Talaud mengaku berbangga atas penghargaan tersebut.

”Kami mengucapkan selamat atas penganugerahan gelar Kehormatan dari Keraton Solo kepada Bupati Kepaluan Talaud sebagai Kanjeng Mas Tumenggung Sri Wahyumi Maria Manalip Puspaningtyas (Marambe Sinangian Ratun Taroda Porodisa). Ini merupakan kebanggan kita warga Porodisa, karena bukan penunjukkan asal-asalan, tapi berdasarkan pertimbangan matang,” ujar Tindi, pada Suluttoday.com, Minggu (1/5/2016).

Untuk diketahui, pengukuhan gelar Kanjeng Mas Tumenggung dari Keraton Kesultanan Solo merupakan suatu kehormatan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, sehingga penyebutan terhadap Bupati Talaud bisa menjadi Sri Wahyumi Maria Manalip, Puspaningtyas. Melalui penganugerahan tersebut Bupati Talaud tercatat sebagai keluarga besar keraton kesutanan dan bertanggung jawab untuk mempersatukan Nusantara, menumbuh kembangkan nilai nilai budaya dan selalu berkominikasi dengan kesultanan. (Amas)

Marambe Sinangiang Ratun Taroda Pimpin Manduru’u Ton’na di Talaud

Pesta Adat Tulude (Foto Suluttoday.com)

Pesta Adat Tulude (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi budaya Nusa Utara, Sri Wahyuni Maria Manalip, SE, selaku Bupati Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hal ini terlihat dalam gelaran pesta Adat Tulude yang dipimpin langsung Sri, Jumat (5/2/2016). Acara Adat Tulude atau dikenal dengan Mandurughu ton’na, berlangsung meriah

Dimana sebagian besar warga Talud yang hadir begitu antusias, melalui sambutannya Sri menyampaikan pentingnya pesta Adat Tulude dan seluruh spirit yang menjadi bagian penting dalam kegiatan historis ini diaktualisasikan masyarakat.

Warga saat mempertonton tarian Adat Tulude (Foto Suluttoday.com)

Warga saat mempertonton tarian Adat Tulude (Foto Suluttoday.com)

”Mari kita terus lestarikan dan jaga warisan budaya leluhur kita, pesat Adat Tulude bukan sekedar kegiatan seremonial. Namun lebihnya, semangat dibalik itu semua adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan. Penghargaan kita terhadap karya peninggalan para pendahulu, dapat diamalkan dalam tiap aktivitas kita, agar semangat untuk terus membangun daerah Kepulauan Talaud, tetap kita pelihara,” ucap Sri.

Tariat Adat Tulude sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Tariat Adat Tulude sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Bupati perempuan yang dikenal ‘pemberani’ ini menjaga seluruh elemen masyarakat Talaud untuk menjaga kerukunan. Sri juga menitipkan pesan tentang perlunya saling menghargaai perbedaan dalam bingkai torang samua basudara. (Amas)

GERAK Sulut Desak Kejati Ungkap Dugaan Korupsi di PD ASDP Talaud

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

Jim Robert Tindi saat bersama Menteri Tenagakerja belum lama ini (Foto Ist)

MANADO – Perhatian LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengungkap adanya dugaan tindakan korupsi yang merugikan negara kian gencar dilakukan LSM yang dipimpin Jim Robert Tindi ini. Putra Talaud yang dikenal begitu akrab dimedia massa tersebut saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (2/11/2015) mengaku ada dugaan korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) di Kabupaten Taladu Sulut.

”GERAK endus ada korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP di Kabupaten Talaud. Pasalnya perusahaan Daerah ini mendapat suntikan dana APBN dgn nilai fantastis untuk 2 Kapal ini Negara menggelontorkan Uang 13 Miliar, sementara Perusahaan ini malah di Pihak ke-3 kan oleh Pemkab dalam hal ini PD ASDP,” tutur Tindi.

Ditambahkannya lagi, terkait dana penyertaan dari APBD Kabupaten Talaud yang sampai saat ini Perusahaan Daerah ASDP ini tak memberi penghasilan buat PAD Talaud bahkan cenderung merugi. ”GERAK Sulut Mendesak Kejati Sulawesi Utara agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini,” tegas Tindi. (Amas)

Tindi: Panwas Talaud Segera Usut Pejabat ‘Membegal UU Pilkada’

Jim Robert Tindi

Jim Robert Tindi

MANADO – Jelang Pilkada 9 Desember 2015 nanti, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai mencium adanya aroma curang yang di lakukan oknum-oknum tertentu untuk memuluskan jagoannya, antara lain terjadi di Kabupaten Talaud, pada apel PNS yang bertempat di Kantor Bupati Talaud.

Dimana terjadi, oknum Asisten I Talaud LB (Lukas) dengan lancang menyerukan agar PNS mengikuti warna Pimpinan/Bupati bagi dia wajib hukumnya aparat taat pada Bupati. Menyikapi hal tersebut, GERAK mendesak agar Panwas Talaud segera Memeriksa oknum pejabat tersebut, kalau terbukti bersalah segera di copot atau segera di pecat saja. Karena hal ini jelas-jelas merupakan tindakan yang bertentangan dengan kaidah hukum.

”Kami GERAK Sulut mendesak Panwas Talaud menindak tegas oknum PNS atau pejabat di daerah Talaud yang berani melakukan politisasi terhadap kewenangannya. Oknum pejabat tersebut kalau terbukti, segera dicopot dari jabatannya kemudian diberikan sanksi berat sebagai abdi negara yang semestinya bertindak netral, bukan menjadi tim kampanye salah satu kandidat. Bagaimana pun, apa yang dilakukan pejabat daerah ditengah Apel PNS Kabupaten Talaud ini mencoreng nama baik pemerintah daerah dan wibawa PNS itu sendiri, hal ini tak boleh dibiarkan. Sekali lagi, Panwas Talaud segera usut pejebat ‘membegal’ UU Pilkda,” tukas Jim Robert Tindi, Direktur Eksekutif GERAK Sulut. (Amas Mahmud)

iklan1