Category: Kotamobagu

Perangi Narkoba, BNN Sulut Gelar FGD Bersama Warga Kotamubagu

Tim BNNP Sulut setelah melakukan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

Tim BNNP Sulut setelah melakukan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

BOLMONG – Intensitas tugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memerangi baha narkoba serta melakukan sosialisasi pada masyarakat agar mengindari narkoba terus dilakukan. Senin (7/12/2015) siang tadi, bertempat di Kotamubagu Sulut BNN Sulut menggelar Focus Group Discussion (FGD), terkait Kebijakan P4GN di Sekolah.

Bertempat di Kantor BNK Kotamobagu sukses menggelar FGD. Dengan menghadirkan tiga Narasumber, diantaranya, Drs. A. Syukur Arfa (Kepala BNK Kotamobagu), Melkias Tuwankotta, SE, Kasie Pencegaha, dan Fanly Lengkong Staf Bidang P2M dengan jumlah peserta sekitar 20 orang yang terdiri dari guru, perwakilan BBRP sekolah di Kotamobagu.

Kegiatan ini bertujuan agar para guru dapat menerapkan kebijakan P4GN dilingkungan pendidikan. Dalam forum diskusi seorang peserta menanyakan kenapa dia lebih sering melihat BNN melakukan upaya pencegahan daripada pemberantasan.

Melkias menjawab bahwa upaya pencegahan perlu dilakukan agar masyarakat Indonesia yang bukan pecandu yang jumlahnya jauh lebih banyak untuk sama-sama menolak menyalahgunakan narkoba.

”Mari kita hindari narkoba, dengan demikian jumlah permintaan narkoba di Indonesia akan menurun sehingga peredarannya akan semakin berkurang. BNN juga kerap melakukan tindakan pemberantasan, hanya saja dalam melakukannya pihak BNN lebih hati-hati dalam memberikan informasi,” ujar Melkias.

Sementara itu, seorang peserta bertanya kenapa mereka kerap mendapat materi tentang pentingnya peranan guru dalam upaya mencegah peanyalahgunaan narkoba pada anak, padahal anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan orangtua.

Langsung memberikan respon, menurut Melkias bahwa guru mrpkn orangtua anak di sekolah sehingga perlu di sosialisasikan tentang bahaya narkoba. BNN juga mengadakan sosialisasi kepada keluarga, bahkan kepada ibu hamil.

”Oleh karena itu dalam upaya pencegahan diperlukan kerjasama antara orangtua dan pihak sekolah. Jika pihak sekolah ingin mengadakan sosialisasi kepada orangtua atau siswa, BNN siap melakukannya,” tutur Melkias. (Amas)

Politisi Vs Birokrat di Pertarungan Kongres PSSI Kotamobagu

Hun Mokoagow Anggota Exco PSSI Sulut (Foto Suluttoday.com)

Hun Mokoagow Anggota Exco PSSI Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Asosiasi PSSI Kota Kotamobagu terjadi kekosongan kursi ketua Askot sejak bulan Oktober 2014 lalu. Anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Sulut, Hun Mokoagow membenarkan hal tersebut. Hun mengatakan, persiapan kongres mulai dijalani dengan dipimpin mantan Sekum Askot PSSI Kotamobagu, Tony Ponongoa yang kini dipercayakan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua.

”Tony diberikan kewenangan oleh Asprov untuk menggelar kongres pemilihan ketua askot yang baru,” ungkap Hun Mokoagow, Selasa (3/3/2015).

Dijelaskan, sebanyak 33 perkumpulan sepakbola di wilayah Kotamobagu sebagai penentu dalam kongres pemilihan tanggal 10 Maret 2015 pekan depan, minus Bintang Muda Matali (BMM) yang sudah menjadi klub anggota asprov. Pun menjelang kongres, informasi beredar terdapat empat bakal calon ketua yang diusung dalam pertarungan memperebutkan kursi ketua askot. Adalah Benny Ramdhani, Medi Makalalag, Hun Mokoagow dan Hasman Bahansubu.

”Ini berarti ada dua orang politisi dan dua birokrat yang akan bertarung dalam kongres,” cetus seorang pelaku sepakbola di wilayah Kotamobagu. Kongres pemilihan ketua asosiasi PSSI Kotamobagu saat ini telah memasuki tahapan pelaksanaan kongres. Plt ketua Tony Ponongoa mengimbau batas waktu pengajuan bakal calon ketua tanggal 5 Maret, dan pelaksanaan kongres pada 10 Maret di Sekretariat KONI Kotamobagu. (nyp/don)

Uso: Selamat Datang Panglima Besar Jenderal Soedirman

M. Sarip (Foto Suluttoday.com)

M. Sarip (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Terkait dengan keberadaan Mr. 101 alias M. Sarip yang menurut penuturan warga Mr. 101 tidak lain adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman. Saat tim Suluttoday.com menelusuri jejak dan informasi yang disampaikan warga bahwa di wilayah Sulawesi Utara ini terdapat di salah satu Kabupaten sosok Mr. 101 yang berusia 115 tahun itu diketahui mengasingkan diri selama 51 tahun di Sulawesi Utara.

Kepada salah satu warga membenarkan kalau M. Sarip merupakan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Bahkan dirinya meyakini kalau saatnya semua publik di Indonesia, bahkan di dunia Internasional juga ikut menyambut kehadiran Mr 101 tersebut.

”Inilah saatnya anak Bangsa tahu bahkan sampai Dunia Internasional tahu, kalau beliau Bapak Panglima Besar Jenderal Soedirman saat ini masih hidup dan tetap sehat bugar karena Ridho Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Beliau Sang Pendiri Republik Indonesia dan penggagas Sang Saka Merah Merah Putih sampai saat ini masih Setia, Tulus dan Ikhlas mengawal Bangsa dan Negara Kita Tanah Air Tercinta guna terwujudnya Negara Multi Super Power Indonesia di Dunia. Selamat datang Bapak Panglima Besar Jenderal Soedirman,” ujar Uso saat diwawancarai.

Sekilas bahasa bijak yang dikutip Uso dari Mr 101 ”Padi intan yang kutanam dihalamanku telah merukuk, tujuh hari lagi menguning”. (Ady/Amas)

iklan1