Category: Minahasa Selatan

AMTI Nilai RML – Harum Pasangan Paripurna For Minsel

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

AMURANG – Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang tak lama lagi dilaksanakan mulai mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Menurut Tommy Turangan SH, tokoh muda Minahasa Selatan bahwa ada beberapa figur calon Bupati dan Wakil Bupati Minsel yang layak diusung masyarakat.

Turangan menyebutkan sosok Ramoy Markus Luntingan (RML) dan Ir Harits Andre Umboh M.Si (Harum) merupakan dua figur yang layak memimpin daerah Minsel. Aktivis LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) itu menilai selain tipe pemimpin yang memiliki pengalaman memimpin Minsel dan sosok politisi yang berpengalaman.

”Kami menilai sosok Ramoy Markus Luntungan dan Ir Harits Andre Umboh M.Si memiliki potensi luar biasa dalam memimpin Kabupaten Minsel. Kedua figur ini serasi jika dipasangkan menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Minsel, dimana RML telah berpengalaman menjadi Kepala Daerah, kemudian Harum yang adalah memiliki pengalaman menjadi mantan anggota DPRD Kabupaten Minsel. Kami yakin Minsel akan lebih maju kalau masyarakat memilih mereka bedua,” ujar Turangan yang merupakan Ketua Umum AMTI ini.

Tak hanya itu, Turangan juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak salah memilih pemimpin Minsel kedepannya. ”Kondisi Minsel hari ini sudah bisa kita lihat sendiri perkembangannya, sehingga jika kita mengaharapkan Minsel maju kedepan lebih baik lagi, maka harusnya masyarakat tidak salah memilih figur pimpin kedepannya,” tukas Tommy menutup. (Amas Mahmud)

Naik Turun Harga BBM, Pedagang Minsel ‘Teriak’

Meriam Sumolang (Foto Suluttoday.com)

Meriam Sumolang (Foto Suluttoday.com)

AMURANG – Naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini ternyata membawa dampak bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pihak pelaku bisnis. Meriam Sumolang misalnya, cie cantik ini yang bertoko di jalan raya Amurang (Minsel) – Manado, tepatnya desa Ranomea merasakan langsung dampak tersebut, omset U.D Veronica nama toko dari cie berkulit putih ini menurun drastis.

“Memang sangat terasa, akibat kenaikan BBM saat ini, kalo biasa omset di toko sekitaran 5-6 juta rupiah,ini berapa hari belakangan ini 2 juta saja tidak sampe,” ungkap cica sapaan akrabnya kepada suluttoday.com, Sabtu (4/4/2015).

Lanjut dijelaskannya, Ia berharap semakin hari akan ada penyesuaian lagi dan kondisi ekonomi pasar akan kembali normal. ”Yah mudah-mudahan aja lama-lama masyarakat akan terbiasa dengan kenaikan harga BBM, dan otomatis kenaikan semua harga barang, termasuk sembako yang saya jual,” tutupnya. (Vian)

Terkesan Mubasir, Pembangunan MCK Segera Diresmikan

Bangunan MCK (Foto Suluttoday.com)

Bangunan MCK (Foto Suluttoday.com)

AMURAN – Pembangunan daerah Minahasa Selatan makin nampak terlihat dengan beberapa perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah Minahasa Selatan lewat Bupati Tetty Paruntu. Perubahan tersebut nampaknya tidak semua dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat Minahasa Selatan, hal ini dapat dilihat dari beberapa pembangunan yang telah rampung pengerjaannya, akan tetapi belum diresmikan oleh Bupati.

Salah satunya adalah Pembangunan MCK/WC Umum di desa Tumpaan jaga 1, tepatnya dipesisir pantai Tumpaan. Maksud baik pemerintah ini seakan Mubasir karena pembangunan WC umum yang sudah selesai pengerjaannya 4 bulan lalu belum bisa dipergunakan.
Menurut salah satu warga, bangunan tersebut bisa digunakan jika telah diresmikan oleh Bupati. ”Itu bangunan nanti boleh digunakan kalo bupati so resmikan, musti bupati yang lebe dulu akang,” ungkap Noldi Sumarauw warga desa Tumpaan.

Sangat disayangkan jika sampai saat ini belum bisa digunakan karena disekitar situ adalah tempat/Objek Pariwisata. ”Seharusnya dapat dipergunakan, karena pante ini sudah banyak dikunjungi turis local yang ingin berlibur disana,” ujar Henry Worotitjan salah satu pengunjung pante Tumpaan.

Sekedar diketahui, harapan besar dari masyarakat agar bangunan WC umum dapat degera diresmikan oleh Ibu Bupati Tetty Paruntu dalam waktu dekat, karena sangat membantu warga Nelayan dan Pengunjung Pante Tumpaan. (**/Amas Mahmud)

CEP-FER Saingan Terberat RML, SFT dan AGK Kuda Hitam

Para calon Kepala Daerah Minsel yang disurvey (Foto Ist)

Para calon Kepala Daerah Minsel yang disurvey (Foto Ist)

AMURANG – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akan digelar pada 9 Desember 2015. Meskipun masih terhitung 9 bulan lagi, namun data Lembaga Survei dan Observasi Independen berkelas nasional, Indoresearch Public Care (IPC), merilis ada 33 nama Putra-putri terbaik, kini digadang-gadang untuk maju merebut kursi Top Eksekutif yang berkedudukan di Kota “Dodol” Amurang. Persaingan ketat pun diprediksi bakal terjadi dalam pertarungan politik di Pemilukada Minsel.

”Hasil survei Pra Pemilukada, tahap pertama program Minsel Mencari Pemimpin, yang terjaring ada 33 Figur. Namun, hanya ada 10 nama yang diusulkan lebih dari 17 orang atau memperoleh respon publik di atas 1% dari total 1.700 responden,” tutur Stanly F. Mewengkang, Koordinator Regional Indoresearch Public Care (IPC) Sulawesi Utara, pada Senin (23/3/2015) kemarin.

Survey yang dilakukan selama 3 bulan sejak Desember 2014 lalu, menerapkan teknik Multistage Random Sampling dan dievaluasi secara sistematis melalui terapan check guarantee langsung di lapangan terhadap 30 persen dari semua data responden. ”Sedangkan partisipasi responden penduduk asli Minsel, rata-rata berusia 18 hingga 65 tahun, diantaranya berprofesi Buruh/Tani, Pedagang Pasar, Ibu-ibu Rumah Tangga, Tukang Ojek, Sopir, Siswa/Mahasiswa dan Karyawan Swasta,” ujarnya. Lebih lanjut ditambahkan Jeffrey C. Tumbel, Koordinator Area IPC Kabupaten Minsel.

Tak dapat dipungkiri Figur Christiany E. Paruntu (CEP), Petahana Bupati Minsel masih laris manis dan lebih familiar dibanding kandidat lain. Karena itu tak heran, bila namanya menempati posisi teratas hasil survey. Sementara pesaing terberatnya, Srikandi Minsel yang berkiprah sebagai Anggota Deprov Sulut, Felly E. Runtuwene (FER), menempel ketat di posisi kedua. Selanjutnya, pada posisi ketiga ditempati mantan Bupati Minsel, Ramoy M. Luntungan (RML). Diikuti posisi keempat Wakil Bupati Minsel, Sonny F. Tandayu (SFT), kemudian posisi kelima ditempati mantan Plt. Bupati Minsel, sekarang menjabat Kadis Diknas Provinsi Sulut, Asiano G. Kawatu (AGK). Keenam ditempati mantan Anggota Dekab Minsel, Andry H. Umboh (AHU), di posisi ketujuh Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson A.W. Kumaat (JAWK). Posisi kedelapan ditempati Anggota Deprov Sulut, Frangky D. Wongkar (FDW), disusul posisi kesembilan, juga Anggota Deprov Sulut, Juddy F. Moniaga (JFM) dan kesepuluh ditempati mantan Wakil Bupati Minsel, Ventje Tuela (VT).

Inilah sejumlah nama yang masuk data untuk survey IPC (Foto Ist)

Inilah sejumlah nama yang masuk data untuk survey IPC (Foto Ist)

”Karena 10 besar hasil survei kali ini didominasi oleh Figur Politisi, maka pertarungan politik pasti seru dan persaingan ketat bakal terjadi. CEP – FER saingan terberat, RML, SFT dan AGK kuda hitam. Sedangkan, pasangan tepat sebagai pendulang suara tangguh masing-masing ada AHU, JAWK, FDW, JFM dan VT,” ungkap Tumbel yang juga Aktivis Pemuda dan Pembina Remaja GMIM di Minsel.

Ditegaskan Direktur Riset dan Operasional IPC, DR. Afendy A. Nugroho, ”Indoresearch Public Care (IPC) atau sebelumnya bernama Foundation Public Care (FPC), pada tahun 2010 lalu, telah berkontribusi menyukseskan Pemilukada Minsel, yang dimenangkan pasangan PANTAS (Paruntu – Tandayu Sukses). Namun harus ditegaskan, bahwa IPC adalah Lembaga Survei dan Observasi Independen, yang tidak berafiliasi dengan parpol ataupun kandidat tertentu. Meski demikian, hasil survei, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan referensi maupun rekomendasi parpol dalam mengusung pasangan calon di Pemilukada nanti. Karena itu, kami selalu bersikap profesional berdasarkan prinsip ideal IPC yang mengedepankan koordinasi dan komunikasi dalam menyampaikan data riil, yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan serta kelemahan, dan menyampaikan kiat-kiat untuk meningkatkan kemajuan dari keunggulan serta kekuatan yang ada berdasarkan data survei. Pada tahap kedua dan survei selanjutnya, kami akan mempublikasikan kriteria dimensional bersifat keterkenalan (Popularitas), ketersukaan dan keterpilihan (Elektabilitas) dari 33 nama figur tersebut, sesuai hasil survei Indoresearch Public Care (IPC),” pungkasnya. (**/Amas Mahmud)

iklan1