Category: Minahasa Tenggara

Perayaan HUT Desa Liwutung Mitra, Ini Pesan Gubernur Olly Dondokambey

Dr. Jemmy Kumendong, M.Si membacakan sambutan Gubernur Olly (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, SE saat menyampaikan sambutan seperti yang dibacakan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr. Jemmy Kumendong, M.Si, Kamis (15/2/2018) pada acara Ibadah Syukur HUT Desa Liwutung ke-184 Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut memberikan partisipasi dalam pembangunan di Sulawesi Utara, terlebih yang terlahir dari Desa Liwutung. Gubernur Olly pun berharap agar Desa Tiwutung makin berkembang kedepannya.

“Banyak kontribusi positif dan pengabdian yang dibaktikan oleh komponen masyarakat dalam mengisi ruang pembangunan di daerah ini. Secara khusus dalam percepatan pembangunan di Minahasa Tenggara yang semakin maju, mandiri, dinamis, sejahtera dan hebat,” ungkapnya.

Peran serta komponen masyarakat, tambah Gubernur Olly merupakan kunci kemajuan. Kemudian, kebersamaan masyarakat Desa Liwutung wajib terus dipelihara secara baik.

“Seluruh elemen masyarakat desa Liwutung senantiasa menjunjung tinggi kebersamaan, kekompakan yang terbingkai dalam ikatan kekeluargaan dan semangat membangun yang tinggi,” bebernya.

Oleh karena itu, Kumendong mengingatkan pentingnya fungsi pengawasan dan pembinaan serta kontrol sosial di masyarakat. Hal itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga satuan masyarakat yang lebih luas.

“Jaga terus harmonisasi kehidupan yang rukun dan damai, sebagai suatu sumbangsih terkendalinya stabilitas keamanan daerah,” ujar Gubernur Olly.

Gubernur Olly mengajak masyarakat Desa Liwutung untuk mendukung suksesnya pembangunan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan ketahanan pangan.

“Marilah kita memanfaatkan lahan tidur bahkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, mengoptimalkan tugas dan fungsi kelompok tani, meningkatan kemampuan sumberdaya petani, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian serta menjaga kelestarian lingkungan,” kata Olly.

Selain itu, Plt Bupati Mitra Ronald Kandoli mengapresiasi perhatian Pemprov Sulut terhadap pembangunan Mitra. (*/Redaksi)

Walau di Guyur Hujan, Ribuan Siswa Siswi Turut Serta Pada Parade Drum Band Pawai Pembangunan

Kemeriahan Pameran Pembangunan Minsel (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ribuan peserta gerak jalan dan parade Drum Band pada kegiatan Pawai Pembangunan, yang dilaksanakan Jumat (18/8/2017), dalam rangkaian kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-72 di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Pawai Pembangunan yang diikuti oleh seluruh unsur SKPD, Sekolah, Kecamatan serta Kelurahan dan Desa ini mengambil lokasi start di Gedung DPRD Minahasa Selatan menyusuri Jalan Trans Sulawesi kemudian finish di Lapangan Kantor Bupati Minsel.

Selanjutnya, Pawai Pembangunan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Selatan Christiany Euginia Paruntu,SE, didampingi segenap unsur Forkopimda Kabupaten Minahasa Selatan. Euforia kemerdekaan tampak terpancar membahana dalam pekikan kata ‘Merdeka’ serta kemasan nyanyian lagu-lagu kebangsaan.

Terpantau ratusan personil Polres Minahasa Selatan didukung perkuatan dari Dishub dan Sat Pol PP tergelar melaksanakan kegiatan pengamanan pada hajatan akbar Pawai Pembangunan ini.(Friska)

Sumendap: Jaga Wibawa GMIM, UKIT Tidak Boleh Mati, Yayasan Diminta Ambil Sikap Tegas

Ketua alumni UKIT yang juga Bupati Mitra James Sumendap saat mengikuti pertemuan di Kantor Sinode GMIM (Foto Suluttoday.com)

MITRA, Suluttoday.com – Ketua Alumni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), James Sumendap diundang khusus hadir dalam pertemuan yang digelar Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, terkait penyelesaian persoalan Universitas Keristen Indonesia Tomohon (UKIT), Kamis (10/8/2017). Sumendap yang ditemui setelah pertemuan tersebut, memintakan kepada pihak yayasan selaku pengelola untuk bersikap tegas dan bijaksana memperhatikan persoalan di perguruan tinggi kebanggaan GMIM tersebut.

“Bagi saya harus ada sikap tegas dan cepat serta berani yang harus diambil oleh pihak yayasan, dalam rangka menyelesaikan persoalan ini. Kalau sudah ada keputusan yang diambil berarti itu yang dilaksanakan,” katanya.

Menurutnya, semakin berlarut-larutnya permasalan UKIT tanpa ada titik temu dan penyelesaian yang cepat serta tegas dari pihak yayasan, dapat berdampak buruk terhadap GMIM pada umumnya. Dikatakannya, semua pihak dapat mengutamakan kepentingan bersama berkaitan dengan penyelesaian permasalahan UKIT.

“Hormati mekanismenya demi kewibawaan dan nama baik gereja. Soal siapa yang menganggap diri benar, biarlah itu menjadi bagian dari proses administrasi yang berlaku. Harus melihat kepentingan bersama, jangan hanya dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan orang tertentu,” tegas Sumenadap yang juga Bupati Minahasa Tenggara ini.

Sumendap pun meminta semua pihak agar bersama-sama membangun UKIT, dan mengesampingkan egoisme masing-masing kelompok yang berada di dalam universitas tersebut.

“UKIT tidak boleh mati karena kepentingan oknum-oknum tertentu. UKIT harus diselamatkan. Kita semua cinta almamater kita, kita semua cinta UKIT,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan pembekuan sementara UKIT oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Sumendap meminta agar pihak kementerian dapat mempertimbangkan nasib para mahasiswa yang sedang melaksanakan studi di universitas tersebut.

“Menristek juga jangan mengorbankan anak-anak mahasiswa yang tidak punya salah. Kementerian harus melihat sisi positifnya, apalagi saat ini ada 3.000 mahasiswa yang ada di UKIT,” katanya.

Ia pun meminta agar pihak kementerian harus bertanggung jawab terhadap nasib ribuan mahasiswa tersebut, dengan dibekukannya UKIT, dimana menurutnya negara harus memberikan solusi yang baik tanpa harus mengorbankan nasib para mahasiswa.

“Dimana nawa cita dari Jokowi? jika kemudian anak-anak mahasiswa ini harus dikorbankan dengan pembekuan yang diberlakukan oleh Kemenristek,” katanya.

Menurut Sumendap, jika pihak Kementerian tetap pada keputusannya membekukan sampai menutup UKIT, maka pemerintah wajib menyiapkan fasilitas pendidikan untuk menampung para mahasiswa tersebut. “Jika memang ini harus ditutup oleh kementerian, maka pemerintah harus menyiapkan penggantinya untuk menampung ribuan mahasiswa ini,” tandasnya.(jemmy k)

Hebat, Realisasi Dandes Mitra Capai 90 Persen

Proyek pembangunan dari Dana Desa (Foto Suluttoday.com)

MITRA, Suluttoday.com – Getarannya hingga pelosok Negeri, cahayanya hinggga lembah yang dalam, itulah program dana desa yang adalah bagian Nawacita dimana membangun negeri dari pinggiran. Penggunaan dana desa tahun 2017 di Minahasa Tenggara (Mitra) sudah berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari serapan dana desa yang cukup besar. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Minahasa Tenggara Drs Joutje Wawointana, penyerapan dana desa mencapai 90 persen.

”Memang telah disampaikan kepada Camat dan Hukum Tua agar dipacu supaya para hukum tua secepatnya memasukan LPJ,” kata Wawointana, Senin (17/7/2017).

Penggunaan dana desa kata Wawointana telah tercantum dalam APBDes setiap tahunnya. Dan semua telah menerapkan Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes). Dengan pola ini, semua program yang akan dilakukan oleh masing-masing desa telah masuk dalam program.

”Jadi penggunaan dana desa tersebut untuk pembangunan fisik, pemberdayaan, penyelenggara pemerintah desa dan pembinaan. Besaran penggunaan dana tersebut sesuai dengan kondisi masing-masing desa,” terang Wawointana.

Wawointana meminta para hukum tua untuk merampungkan LPJ pada bulan Juli ini, agar dana desa tahap dua pada Agustus nanti bisa diusulkan permintaan dana ke pemerintah pusat.

Papan proyek pembangunan (Foto Suluttoday.com)

”Jika sekitar 70 desa telah memasukan LPJ dana desa, maka Pemkab sudah bisa usul permintaan dana desa tahap dua,” jelas Wawointana.

Diketaui pada tahun 2017 ini, Pemkab Minahasa Tenggara telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp103 miliar yang ditransfer langsung Pemerintah Pusat ke kas daerah. Dengan runcian masing masing desa menerima sekitar Rp 400 juta lebih untuk tahap pertama dan tahap kedua nanti berjumlah Rp.300 juta lebih sehingga total setiap desa akan menerima dandes tahun 2017 ini berjumlah Rp.700 juta lebih. (Jemmy k )

Menuju Swasembada Beras, Pemkab Mitra & TNI Kerjasama Cetak Sawah Baru

Bupati Mitra saat berada di lokasi Cetak Sawah (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, SH mencanangkan cetak sawah baru Minahasa Tenggara tahun 2017 di perkebunan Lolos Desa Esandom Kecamatan Tombatu Timur dengan luas Luas Cetak Sawah 25 hektar. Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Sabar Simanjuntak S.IP,Msc.

Hadir pula pada kegiatan tersebut Ka. OPS korem 131 Santiago Letkol TNI Musa David Hasibuan,S.IP,M.AB perwira penghubung Mitra Mayor F Kalalo, Kadis pertanian Ir Elly Sangian,ME Camat Tombatu Timur Jan Wawointana,SE, Kapolsek dan Danramil Tombatu, hukum tua Esandom Robby Rumbay, serta para petani. Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap dalam sambutannya mengatakan program pencetakan sawah merupakan program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan.

Dikatakannya juga lewat program pencetakan sawah ini para petani bisa termotivasi untuk kembali ke sawah karena beras merupakan salah satu ketahanan pangan kita. Jadi program pemerintah dalam hal ini presiden yang bekerjasama dengan TNI angkatan darat diharapkan dapat mensuport para petani lewat cetak ini. Selain itu bupati juga berharap agar lahan cetak sawah ini jangan dialihfungsikan jika dialihfungsikan akan berurusan dengan penegak hukum.

Ucapan terimakasih disampaikan bupati kepada pemerintah pusat juga Danrem 131 Santiago yang telah melaksanakan pencetakan sawah di Mitra. Danrem 131 Santiago.Simanjutak dalam sambutan mengatakan

“Kehadiran pihak TNI dalam pencetakan sawah, untuk mendampingi pihak dinas pertanian dan pemerintah mitra dalam hal ini bupati mitra, sekaligus juga mengawal program cetak sawah yang ada. Agar ada percepatan program cetak sawah dimana program tersebut adalah program dari pemerintah pusat. Ini juga menyangkut nawacita dari presiden dimana pembangunannya dimulai dari pinggiran dan dilanjutkan ke perkotaan”.

Danrem juga berharap pengerjaan cetak sawah dapat dipercepat agar bisa segera digunakan untuk menanam padi. Mudah-mudahan dua minggu pengerjaan cetak sawah ini sudah selesai. Mudah-mudahan juga pada tahun depan lahan cetak sawah di mitra bisa lebih luas. Tahun depan bila perlu jangan lagi 100 hektar, harus bisa jadi 300 hektar agar pencapaian target lebih mudah. Danrem berharap setelah sawahnya dicetak agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan usai program ini berjalan lahannya sudah tidak lagi dimanfaatkan untuk menanam padi.

Sementara Kadis Pertanian Mitra Ir Elly Sangkan melaporkan “cetak sawah baru thn 2017. Mitra mendapat alokasi lahan 100 hektar. Rincianya Desa Esandom 25,4 hektar, Molompar 2 Utara 17 hektar, Toundanow 30,33 hektar, Lobu 27,63 hektar.” Percetakan sawah ini untuk memantapkan swasembada beras dan menunjang program pemerintah dalam rangka swasembada pangan. Di mitra pada 2017 ini akan tercetak sawah seluas 3290 hektar. Bupati memberikan perhatian serius terhadap bidang pertanian Lewat program dan bantuan baik bibit alsintan (alat pertanian),pembangunan infrastruktur penunjang pertanian berupa jalan perkebunan, embung,saluran irigasi dan masih banyak lagi, guna mensejahterakan petani di mitra. Swasembada beras di Sulut Mitra berada diurutan ke dua setelah bolmong.(Jemmy k)

iklan1