Category: Minahasa Tenggara

Pemkab Mitra Segera Lakukan Perbaikan Jalan Soputan dan Kebun Raya

Rommy Ole

Ratahan, Suluttoday.com – Pengembangan objek pariwisata menjadi salah satu program prioritas Bupati James Sumendap pada tahun 2020. Komitmen JS sapaan akrab Bupati dua periode ini ditunjukan dengan perbaikan infrastruktur.

Menurut Rommy Ole selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), setidaknya ada dua lokasi yang akan segera dilakukan perbaikan jalan diantaranya jalan ke Gunung Soputan serta jalan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.

“Pemkab Mitra melalui Dinas PU-PR telah menganggarkan 11,3 miliar untuk peningkatan jalan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri di Ratatotok, serta 6,8 miliar untuk peningkatan jalan Soputan di Silian Raya,” ungkap Rommy, kepada sejumlah wartawan, Rabu (05/02/2020).

“Ini untuk menunjang program Bupati James Sumendap dalam pengembangan objek pariwisata yang ada di Minahasa Tenggara,” tambahnya.

Lanjut Rommy, tahun 2020 ini pihaknya dengan segera akan mulai proses perbaikan jalan di dua lokasi tersebut. “Saat ini sudah pada tahap perencanaan, dan tahun ini segera kita kerjakan,” terangnya. (Egi)

RSUD Mitra Sehat Dipacu, Sumendap Janjikan 20 Juta Perbulan Bagi Dokter Spesialis

Ratahan, Suluttoday.com – Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat, Bupati James Sumendap SH, terus memacu pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mitra Sehat. Ditargetkan, tahun 2021 sudah beroperasi penuh bahkan normal seperti rumah sakit pada umumnya.

Ini disampaikan Sumendap kala kunjungan sekaligus memantau kesiapan RSUD Mitra Sehat yang berlokasi di Kecamatan Pasan, Rabu (05/02/2020).

“Semaksimal mungkin kita percepat pengoperasiannya dan targetnya tahun depan telah beroperasi penuh. Kita juga tengah sementara mempersiapkan tenaga dokter spesialis yang terdiri dari dua dokter ahli penyakit dalam, dua dokter ahli kandungan, dua dokter ahli anak, dan dua dokter ahli THT,” tegas Sumendap.

Lagi menurut Sumendap, pihaknya akan melakukan perekrutan tenaga kesehatan dalam hal dokter spesialis dengan perjanjian kontrak kerja, dan akan memberikan honor sebesar 20 juta per bulan. “Upaya ini kita lakukan guna pelayanan kesehatan yang semakin prima kepada seluruh masyarakat Minahasa Tenggara,” katanya.

Hadir dalam kunjungan itu Ketua DPRD Mitra Marty Ole, Plh Sekretaris Daerah David Lalandos, Kadis Kesehatan dr Helny Ratuliu, Dirut RSUD Mitra Sehat dr Luci Mewengkang, sejumlah anggota dewan, para asisten dan jajaran Pemkab Mitra. (Egi)

Diduga Penipuan, Lansia di Touluaan Dijanjikan Dapat Bantuan Ratu Naomi Dari Belanda

Rudolf Rondonuwu

Touluaan, Suluttoday.com – Sejumlah warga lanjut usia (Lansia) di Desa Lobu Dua, Kecamatan Touluaan, Minahasa Tenggara (Mitra), beberapa hari ini tengah disibukan dengan mengurus surat keterangan domisili dan dokumen pendukung lainnya dalam rangka kelengkapan persyaratan administrasi untuk memperoleh bantuan.

Pemerintah desa yang penasaran dengan adanya program bantuan bagi lansia ini, kemudian berinisiatif mencari informasi asal muasal bantuan yang dimaksud. Hasilnya, menurut pengakuan sejumlah lansia, mereka sendiri tidak tahu karena informasinya hanya dari mulut ke mulut.

“Bantuan tersebut tidak ada dalam program pemerintah. Dugaan sementara para lansia ini hanya diiming-imingi kemudian dimintakan biaya administrasi mulai dari 10 ribu hingga 30 ribu per orang. Artinya, kemungkinan ini modus penipuan,” beber Hukum Tua Desa Lobu Dua, Des Palembatas, kepada wartawan, Rabu (05/02/2020).

Palembatas menuturkan, dari hasil penelusuran pihaknya, informasi bantuan untuk lansia ini berasal dari Ratu Naomi asal Belanda yang nantinya akan dicairkan melalui bank dunia.

“Kejadian ini wajib diwaspadai. Semua pihak diharapkan untuk terlibat menelusurinya. Kalau benar pemberian bantuan ini adalah modus penipuan, tentu selaku pemerintah berharap dan menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya supaya tidak ada satu pun dari para lansia dirugikan,” harapnya.

Camat Touluaan, Rudolf Rondonuwu, juga membenarkan informasi adanya pemberian bantuan bagi kaum lansia. Hanya saja menurut Rondonuwu, sejauh ini belum ada informasi resmi jenis bantuan yang dimaksud. “Dari mana asalnya dan seperti apa programnya, kami masih mendalami. Untuk sementara info yang kami peroleh bantuan itu datang dari Ratu Naomi asal Belanda dan akan direalisasikan melalui bank dunia,” ungkap Rondonuwu.

Ditambahkan Rondonuwu, adapun pihak-pihak yang mengkoordiner dokumen administrasi penerima bantuan adalah pengurus lansia yang ada di desa. “Sudah kami tanyakan. Mereka sendiri mengaku hanya menindaklanjuti informasi dari pimpinan lansia kabupaten,” katanya.

Menindaklanjuti informasi yang diperoleh, Rondonuwu langsung melakukan koordinasi dengan Camat Tombatu Timur. “Karena pengurus lansia kabupaten yang dimaksud berasal dari wilayah Tombatu Timur, kami kemudian berkoordinasi dan meminta Camat setempat dapat membantu mendapatkan info lebih jelas terkait program tersebut,” ujarnya lagi.

Diketahui, sejauh ini ada tiga desa di Touluaan disibukan dengan pengurusan syarat penerima bantuan bagi kaum lansia. Masing-masing Desa Lobu Atas, Lobu Dua dan Ranoketang Atas. “Persyaratan yang diminta kepada lansia yakni scan surat keterangan domisi, kartu keluarga (KK) dan KTP,” tutup Rondonuwu. (Egi)

Proyek Pelebaran Jalan Soekarno, Dinas PU Mitra Siapkan 2 Miliar Lebih

Rommy Ole

Ratahan, Suluttoday.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), merencanakan akan melakukan proyek pelebaran jalan lingkar Ratahan atau biasa disebut ring road tepatnya jalan Soekarno.

Kepala Dinas PU, Rommy Ole, mengatakan, tahun ini pihaknya akan mulai lakukan pelebaran jalan dari arah Tosuraya Barat, lingkungan V sampai sebelum jembatan.

“Saat ini sudah pada tahap perencanaan dan tahun ini segera kita kerjakan,” kata Rommy, Rabu (05/02/2020).

Lanjut Rommy menerangkan, pelebaran akan dilakukan di dua sisi jalan. Selain itu, ada juga pembuatan tanggul sampai perataan struktur jalan yang agak menanjak di area dekat jembatan yang nanti perataannya akan menyesuaikan dengan kontur tanah.

“Dan untuk anggarannya, kita siapkan sekitar 2 miliar lebih. Anggaran tersebut juga sudah termasuk pembebasan tanah seperti halnya lahan yang di Tosuraya Barat, lingkungan V, tepat pada tikungan jalan masuk ring road,” terang Rommy. (Egi)

Ini Alasan Pemkab Mitra Putus Kerjasama Dengan BPJS

David Lalandos

Ratahan, Suluttoday.com – Menanggapi keluhan dari berbagai kalangan dan juga masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) angkat bicara terkait tidak dilanjutkannya kerjasama dengan pihak BPJS.

Dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda), David Lalandos, kalau di Mitra warga kategori miskin jumlahnya berkisar di angka 40-an ribu. Dari jumlah penduduk sekitar 117 ribuan terdapat 70-an ribu yang kategorinya bukan miskin seperti ASN, TNI/Polri, pensiunan, karyawan swasta, pengusaha, dan lain-lain. Masyarakat kategori ini sebagian sudah secara otomatis menjadi peserta BPJS karena iurannya langsung di potong dari gaji yang diterima. Tapi ada juga sebagian karena kesadaran pribadi mendaftar menjadi peserta BPJS Mandiri.

“Namun ada masyarakat bukan miskin ini, mungkin sekitar 40-an ribu waktu itu, sama sekali belum menjadi peserta BPJS dengan berbagai alasan. Maka, atas dasar kemanusiaan dan menjadi kebijakan Bupati James Sumendap, pada tahun 2017 semua warga yang kategori bukan miskin tersebut didaftarkan Pemkab Mitra sebagai peserta BPJS Jamkesda yang penganggarannya dibijaksanai di APBD bersama DPRD sampai tahun 2019,” jelas Lalandos via WhatsApp, Rabu (05/02/2020).

Lanjut, Lalandos menerangkan, di akhir tahun 2019 pemerintah kemudian menerbitkan Perpres 75 tahun 2019 yang salah satu isinya menaikkan Iuran BPJS disemua tingkatan termasuk Jamkesmas dan Jamkesda. Dimana, dari Rp.25.500 menjadi Rp.42.000 atau 82 persen.

“Disinilah letak permasalahannya yang menyebabkan Pemkab Mitra tidak melanjutkan kerjasama dengan BPJS bagi sebagian masyarakat kategori bukan miskin ini. Sebab, anggaran yang sebelumnya sudah di alokasikan dalam APBD sebesar 16 miliar tidak cukup karena kenaikan Iuran tersebut,” bebernya.

Lalandos pun mengatakan, Pemkab Mitra saat ini tengah mencari alternatif, skema atau solusi yang tepat agar bisa mengakomodir pelayanan kesehatan bagi warga yang masuk pada kategori bukan miskin ini. Diantaranya menjajaki kerjasama langsung dengan Rumah Sakit, mengoperasionalkan RSUD dan meningkatkan pelayanan disemua Puskesmas yang ada di Minahasa Tenggara. (Egi)

iklan1