Category: Minahasa Tenggara

Program KB Khusus Pria Terus Meningkat di Mitra

Kepala DPPKB Mitra, Maya Daming

Ratahan, Suluttoday.com – Kurang lebih sekitar 50 pria yang tersebar di 12 kecamatan mengikuti program Metode Operasi Pria (MOP) yang digalakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

“MOP ini adalah metode KB untuk pria dalam rangka mencegah kehamilan secara permanen. Bahasa medisnya ialah Vasektomi atau operasi kecil khusus laki-laki yang juga biasa disebut sterilisasi,” jelas Kepala DPPKB Maya Daming,¬†Kamis (05/12/2019).

Lanjut dikatakan Daming, data yang masuk sampai saat ini, warga Kecamatan Touluaan dan Touluaan Selatan menjadi partisipan terbanyak dalam metode KB pria ini. Lagi dikatakan, rata-rata yang mengikuti program MOP ini adalah pria yang umurnya diatas 40 tahun.

“Jadi, bagi para pria yang berpartisipasi mengikuti program ini, kami pihak dinas memfasilitasi dengan membawa para peserta ke provinsi atau kita koordinasikan untuk tim medis turun langsung. Peserta MOP ini juga ditangani langsung dokter spesialis,” kata Daming.

Ditambahkannya, pihak DPPKB rutin melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kepada kader-kader yang tersebar di 12 kecamatan untuk terus menginformasikan program KB khusus pria ke masyarakat. (Hengly Langoy)

LPJ Dandes 11 Desa Hampir Rampung, Umboh Ingatkan Harus Sesuai RAB

Camat Pasan, Selvie Umboh

Pasan, Suluttoday.com – Laporan pertanggung jawaban penggunaan dana desa (Dandes) tahap dua untuk tahun anggaran 2019 hampir 100 persen rampung di 11 desa yang ada di Kecamatan Pasan, Minahasa Tenggara (Mitra).

Diungkapkan Camat Pasan Selvie Umboh, sembilan desa sementara berproses dalam rangka permintaan pencairan dandes tahap tiga. Disisi lain, dua desa lainnya masih dalam penyelesaian pekerjaan tahap dua sekaligus perampungan laporan pertanggung jawaban.

“Pencairan dandes tahap tiga sementara proses pemindah bukuan dari rekening daerah ke rekening desa. Sedangkan untuk Desa Towuntu Barat serta Liwutung Dua masih sementara menyelesaikan pekerjaan tahap dua yakni drainase tertutup dan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL), yang masing-masingnya masuk dalam tahap dua,” ungkap Umboh, Kamis (05/12/2019).

Umboh menambahkan pihaknya terus melakukan monitoring ke desa-desa terkait pengelolaan dandes. Selain itu, disetiap rapat atau pertemuan, dirinya selalu mengingatkan juga menghimbau kepada Hukum tua dan jajarannya terkait pengelolaan dana desa harus sesuai mekanisme.

“Saya selalu mengingatkan, untuk pengelolaan dandes harus sesuai rencana anggaran biaya atau RAB, jangan melenceng. Selain itu, menjadi tanggung jawab Kumtua sebagai pengguna anggaran untuk mengawasi jajarannya disetiap proses pekerjaan dandes serta ikut juga berpartisipasi dalam rangka keterbukaan informasi,” tutup Umboh. (Hengly Langoy)

Pemberdayaan Masyarakat Masuk Prioritas Program Dandes Tombatu Dua Barat

Audi Ngantung

Tombatu Utara, Suluttoday.com – Beberapa program tengah dicanangkan Pemerintah Desa Tombatu Dua Barat, Kecamatan Tombatu Utara, Minahasa Tenggara (Mitra). Selain pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat masuk prioritas dalam perubahan anggaran dana desa tahap tiga.

Hukum Tua Desa Tombatu Dua Barat, Audi Ngantung menerangkan pasca kepemimpinanya sebagai hukum tua, ada program dan mata anggaran yang mengalami perubahan.

“Penimbunan lapangan anggarannya kita geser ke program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan bagi PKK dan Karang Taruna,” jelas Ngantung kepada wartawan, Rabu (04/12/2019).

Menurut Ngantung, perubahan ini untuk menghindari keterlambatan dalam proses pekerjaan penimbunan. Namun begitu, pihaknya menargetkan semua selesai tepat waktu dan tidak terjadi keterlambatan, mengingat tengah memasuki penghujung tahun anggaran 2019.

“Mempertimbangan soal waktu yang tidak akan mungkin programnya dapat diselesaikan, maka disepakati digeser ke kegiatan pemberdayaan,” tukasnya.

Ngantung mengatakan, pada tahap tiga ada juga kegiatan fisik yang akan dilakukan. Diantaranya pembuatan irigasi sepanjang 70 meter di jaga 1 dan jaga 3, serta pembuatan plat deker dengan panjang kurang lebih 70-an meter.

“Kami berupaya sebelum mengakhiri bulan Desember ini, semua pekerjaan telah tuntas,” kata Ngantung sembari mengungkapkan total anggaran tahap tiga senilai Rp. 315 juta.

Disisi lain, dirinya menambahkan, pihaknya siap mensukseskan program siskamling sebagaimana arahan Bupati James Semendap. “Pos jaga sudah kita dirikan sekaligus membuat jadwal untuk melakukan jaga malam. Demikian juga untuk lomba lampu hias menyambut Natal kami pun sangat siap,” tutupnya. (Hengly Langoy)

Lewat Program Bupati Sumendap 90 Warga Lansia Dapat Bantuan 165 Juta

Kepala Dinas Sosial Mitra, Franky Wowor, S.Sos

Ratahan, Suluttoday.com – Sebanyak 90 orang lanjut usia (Lansia) tersebar di 12 kecamatan yang ada di kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mendapat bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bantuan tersebut berupa kucuran dana sebesar 165 juta rupiah, terbagi dalam program Lansia LU untuk 60 warga dengan rincian Rp 1.250.000 per orang dan 30 warga masuk kategori program Lansia Family Sport yang nantinya menerima 3 juta rupiah per lansia.

Diungkapkan Kepala Dinas Sosial Mitra, Franky Wowor S.Sos, pemberian tunjangan bagi para lansia ini merupakan program Bupati James Sumendap SH yang diimplementasikan dalam bentuk usulan ke Kemensos RI dan mendapat respon positif dari kementerian terkait.

“Ini merupakan program bapak bupati James Sumendap yang sangat peduli dan perhatian terhadap warga lansia di Mitra,” ungkap Wowor, Rabu (04/12/2019).

Wowor menerangkan, penerima tunjangan bagi lansia ini merupukan hasil verifikasi dari Dinsos Mitra, diusulkan, kemudian dari pihak kementerian terkait mengeluarkan surat keputusan (SK). Ia juga menambahkan, pemberian tunjangan lewat program Lansia LU terbagi dua semester atau tiap enam bulan. Dimana pada semester pertama telah direalisasikan dengan jumlah dan nilai yang sama. Artinya, dalam satu tahun para lansia dua kali menerima tunjangan.

“Untuk tahap dua Lansia LU telah dan sementara disalurkan. Untuk penerima yang masuk kategori Lansia Family Sport ditargetkan sebelum tanggal 18 Desember semuanya telah tersalur. Penyerahannya sendiri akan dilakukan pendamping lansia yang diawasi langsung oleh Dinsos Mitra,” terang Wowor. (Hengly Langoy)

Penerapan Seragam Bebas Rapi Tuai Pro Kontra di Masyarakat

Ratahan, Suluttoday.com – Terobosan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melalui penerapan pakaian sekolah bebas rapih setiap hari selasa menimbulkan bermacam reaksi dari masyarakat dan hangat diperbincangkan di dunia maya.

Tak ayal, niat baik Bupati James Sumendap SH yang dikenal banyak melahirkan ide dan gagasan baru diberbagai sektor ini, ternyata menuai pro dan kontrak dikalangan masyarakat secara khusus warga netizen.

Bagaimana tidak, saat kebijakan ini pertama kali diterapkan diseluruh sekolah baik SD dan SMP pada Selasa (03/12/2019), warga net secara masif bereaksi dengan berbagai cuitan nyinyir di sosial media facebook.

Beragam komentar miring pun ditulis warga net yang pada intinya meminta penerapan seragam sekolah bebas rapih dikaji kembali karena bertolak belakang dengan aturan tentang pakaian seragam sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud, serta dapat menimbulkan dampak negatif yaitu kesenjangan sosial.

Disamping itu, banyak juga warga net lainnya sepakat dan mendukung program brilian JS sapaan akrab bupati Mitra dua periode. Bahkan lewat cuit-cuitan, warga mengapresiasi Pemkab yang mau merubah sistem lama yang monoton yang secara psikologis penerapan pakaian bebas rapih ke sekolah dapat membuat otak anak didik makin kreatif.

Sementara itu, terkait pro kontra yang muncul, Bupati James Sumendap angkat suara. Sang gladiator pun dengan tegas mengatakan, bahwa hanya orang bodoh yang tidak setuju dengan pemberlakukan pakaian bebas rapi bagi anak sekolah pada setiap hari selasa. 

“Hanya orang bodoh dan kurang wawasan yang setuju. Tulis itu,” kata James Sumendap melaui pesan singkatnya via WhatApp grup, Selasa (03/12/2019).

Senada dengan itu, tokoh pemuda Mitra, Noldy Pangkarego, ikut memberikan tanggapannya soal pro kontra yang bermunculan di medsos. Menurut wakil ketua bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD KNPI Mitra, warga masyarakat tidak harus menguras energi berlebihan hanya karena membahas masalah tersebut.

“Seharusnya publik tidak perlu terlalu mempersoalkan. Mengapa? Karna yang perlu disoal bukan seragam apa yang digunakan tapi bagaimana kualitas pendidikan terus ditingkatkan agar semakin baik kedepan, sehingga melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang handal, berkualitas dan siap bersaing dalam era teknologi yang semakin maju,” sebut Pengkerego.

Lanjut, ketua IWO Mitra ini pun menambahkan, seragam apapun yang akan digunakan siswa siswi SD, SMP dan bahkan setingkat SMA/SMK, tidak akan menentukan kualitas dari para pelajar itu sendiri.

“Yang terpenting, bagaimana kita secara bersama mengawal peningkatan kualitas dan pelayanan pendidikan bagi anak-anak di seluruh sekolah yang ada di Minahasa Tenggara, termasuk soal ketersedian infrastruktur dan tenaga pendidik,” tutup Pangkerego. (Hengly Langoy)

iklan1