Category: Sulut

Sekprov: SKPD Wajib Miliki IKU

Sekretaris Provinsi Sulut S R Mokodongan (tengah) dalam sebuah pertemuan di ruang rapat Ex WOC.

Sekretaris Provinsi Sulut S R Mokodongan (tengah) ketika memimpin pertemuan di ruang rapat Ex WOC.

MANADO – Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Siswa R Mokodongan mengatakan bahwa pentingnya setiap SKPD di lingkungan Pemprov Sulut memiliki indikator kinerja utama (IKU). Hal itu disampaikan Sekprov kepada para Sekretaris dan pejabat yang membidangi perencanaan dinas, badan dan kantor dilingkungan pemprov sulut, Selasa (8/10), di ruang rapat Ex WOC.

Tujuan dari pada IKU adalah Untuk mengukur keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran organisasi.

“Indikator tersebut merupakan strategi dari suatu organisasi untuk bisa mengukur sejauhmana keberhasilan yang telah dicapai melalui tujuan dan sasaran dari organisasi itu sendiri yaitu Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD),” kata Mokodongan.

Ia kemudian memintakan agar tahun depan Biro Organisasi bisa memilih satu SKPD untuk menjadi contoh dalam penerapan IKU tersebut.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pula setiap SKPD wajib menyusun dan menetapkan IKU sesuai dengan perencanaan strategis SKPD masing-masing,” tambahnya. (hps)

 

Editor : Randy

 

 

Nonton Balapan Roda Sapi Digelar di Minahasa Utara

Balapan Roda Sapi

Balapan Roda Sapi

MINAHASA UTARA,  – Kalau di Madura ada karapan sapi, maka di Minahasa Utara ada balapan roda sapi. Yang membedakan dari kedua lomba ini, adalah tempat berdirinya joki.

Di Minahasa Utara joki berdiri di atas sebuah gerobak yang punya dua buah roda dari kayu yang ditarik oleh dua ekor sapi, seperti yang terlihat pada balapan roda sapi yang digelar di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (5/10/2013).

“Lokasi balapan ini namanya Mega Kapuk, tanah ini milik Olly Dondokambey yang dia izinkan untuk digunakan menggelar lomba yang sudah menjadi tradisi di sini,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Tanah lapang hijau yang sangat luas itu memang terletak tidak jauh dari rumah Baca Selengkapnya

Obyek Wisata Kaki Dian di Minahasa Utara Tidak Terawat

Menara Kaki Dian

Menara Kaki Dian

MINAHASA UTARA, – Menara Kaki Dian, salah satu obyek wisata religi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, terlihat tidak terawat dan terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal menara itu merupakan bangunan replika Kaki Dian tertinggi di dunia.

“Banyak sekali sampah dan di sana sini terlihat coretan yang mengotori dan mengurangi keindahan bangunan ini,” ujar Iker, salah satu pengunjung dari Manado, Minggu (6/10/2013).

Selain sampah dan coretan yang mengganggu, lokasi wisata yang terletak di perbukitan Gunung Klabat pada ketinggian sekitar 600 meter tersebut juga tidak tersedia toilet. Dua buah toilet yang ada ter Baca Selengkapnya

Kaum Waria di Sulut Tuntut Perda Khusus

Ilustrasi Waria

Ilustrasi Waria

MANADO, — Kaum transjender atau yang populer dengan istilah wanita pria (waria) yang berada di Sulawesi Utara menuntut pemberlakuan peraturan daerah (perda) khusus yang mengatur persoalan kesetaraan jender. Perda ini diharapkan bisa mengakomodasi potensi yang mereka miliki.

“Kami sering dipandang sebelah mata sehingga keberadaan kami kadang tidak dianggap. Padahal, kami memiliki potensi yang tidak kalah dengan kaum lainnya,” ujar Kesia, salah satu waria, Senin (7/10/2013).

Hal itu mengemuka dalam acara Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang bekerja sama dengan Yayasan Baramuli Sulut dan Ikatan Penata Rias Perancang Entertain yang diselenggarakan di Aula Sekretariat DPD Perwakilan Sulut di Manado.

Kesia mengusulkan agar anggota DPD, Aryanthi Baramuli, yang hadir pada kegiatan itu, bisa mengambil inisiatif untuk Baca Selengkapnya

Kansil: Jumlah Warga Miskin di Sulut Meningkat

Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil

Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil

MANADO – Provinsi Sulawesi Utara saat ini memiliki sekitar 184,40 ribu jiwa warga miskin, atau mencapai 7,88 % per Maret 2013, dibandingkan dengan data pada tahun 2012, naik 0,24 % (dari 7,64 %).

Berdasarkan data dari BPS Sulut, kenaikan tersebut terjadi di daerah pedesaan (0,71 %), sedangkan didaerah perkotaan mengalami penurunan 0,32 %. hal itu menunjukan belum meratanya strategi penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Utara. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil, saat membuka Rakorev Penanggulangan kemiskinan yang diikuti para Wakil Bupati/Wakil Walikota se- Sulut, di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Senin (7/10/2013).

“Memang secara tren tingkat kemiskinan di Provinsi Sulut, masih menunjukan penurunan sejak 2007 dan jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional, kita masih relatif rendah,” ujar Kansil.

Lanjutnya, “hal ini jangan sampai membuat kita lengah ataupun tidak berbuat apa-apa, apalagi di usia Provinsi yang sudah 49 Tahun dan menghadapi Tahun 2014 yang merupakan Tahun emas, Tahun Politik dan Tahun Mega Proyek,” tegasnya.

Menurut Wagub, Dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Sulut, setidaknya ada empat strategi khusus (Quadruple Track Strategy) yaitu Pro Poor, pro Job, Pro Growt, Pro Environment.

“Program-program itu telah dilaksanakan melalui empat strategi tersebut yang dibiayai baik oleh APBN maupun APBD, antara lain BLSM, Program Raskin, PKH, Jamkesmas, Bea Siswa Miskin lewat dana Bos dan Bosda, termasuk bantuan biaya Pendidikan bagi Dokter di daerah perbatasan. Selain itu Pemprov telah bekerjasama dengan LSM Habitat For Humanity untuk melaksanakan rehabilitasi rumah tidak layak huni,” ujarnya. (hps)

Editor : Randy

iklan1