Category: Sulut

Daerah Aman, Bagi Kansil Sulut Adalah Miniatur Indonesia

kansil-komisi-viii-suluttoday

Wagub Sulut Djouhari Kansil menerima kunjungan anggota Komisi VIII DPR-RI

MANADO – Sulawesi Utara adalah Provinsi yang dikenal sebagai salah satu daerah teraman di Indonesia. “Hal itu dikarenakan rasa kebersamaan dan persaudaraan ditengah-tengah pluralitas kehibupan beragama selama ini,” kata Wakil Gubernur Djouhari Kansil, saat menerima kunjungan kerja 9 anggota tim Komisi VIII DPR-RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi H Mahrus Munir, di ruang Ex WOC Jumat (13/12/2013) kemarin.

Komisi VIII adalah komisi yang membidangi masalah agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penanggulangan bencana, badan aman zakat nasional serta wakaf Indonesia.

“Meskipun kondisi Sulut sangat majemuk baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat. Realitas keberagaman ini patut disyukuri sebagai anugerah, sehingga masyarakat senantiasa hidup rukun, saling menghargai dan menghormati perbedaan,” ujar Kansil.

Menurut Kansil, stabilitas keamanan daerah yang terkendali membuat berdampak positif pada geliat ekonomi di Sulut.

“Rasa kebersamaan dan persaudaraan ini telah menjadi perekat dari kemajemukan sebagai pemersatu dan garansi positif bagi berlangsungnya dinamika ekonomi dan pembangunan di daerah ini. Karena itu Kansil menambahkan soal kerukunan ini menjadikan Sulut sebagai Indonesia mini.

Sependapat dengan Kansil, Mahrus Munir berbicara soal kerukunan beragama. “Sulut luar biasa, dan tentunya menjadi kebanggaan kita bersama,” kata Munir.

Pada kesempatan itu, Wagub meminta Komisi VIII mendesak BNPB untuk segera merealisasikan laporan permintaan bantuan penanggulangan bencana dari Pemprov Sulut, karena akibat bencana tersebut cukup banyak kerugian yang diderita warga.

 

 

(hps/rar)

 

Persiapan Iven Internasional WCRC di Sulut Terus Dimatangkan

wcrc-manado-sulut-rampangileyMANADO – Berbagai persiapan untuk menggelar World Coral Reef Conference (WCRC) terus dilakukan. Provinsi Sulut pada Bulan Mei 2014 mendatang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan iveninternasional tersebut.

Rapat perdana bersama Panitia Daerah (Panda) telah dilakukan di ruang Ex WOC, Kamis (12/12/2013), dipimpin langsung oleh Deputy I Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kemenko Kesra RI Willem Rampangiley.

“Pertemuan perdana ini, selain memantau sekaligus mendengar kesiapan panitia daerah terkait dengan penyelenggaraan acara itu sendiri, apa yang menjadi kendala dan kita akan mendapat konfirmasi serta kegiatan apa saja yang akan digelar nanti,” kata Rampangiley.

“Terpilihnya daerah Bumi Nyiur Melambai untuk menggelar WCRC merupakan gagasan dari Bapak Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang,” ujarnya.

Perwira Bintang Dua ini menyebutkan, yang menjadi sasaran kegiatan ini, tidak lain untuk memberi manfaat yang besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini, disamping masyarakat ikut pula menikmatinya. Sementara tujuannya bukan hanya Sulut, tetapi nasional dan global internasional peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Menurut Rapangiley, ada tiga hal yang akan dibahas dalam WCRC nanti, yaitu ketahanan pangan, kelestarian lingungan serta bisnis yang rama lingkungan. “Tema dari kegiatan ini yaitu Terumbuh karang untuk keberlangsungan perikanan,” kunci perwira yang murah senyum.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Ronald Sorongan, menyebutkan untuk persiapan WCRC 2014 pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi baik yang dilakukan Pak Gubernur sendiri, mapun pantia daerah baik di iven nasional maupun iven internasional.

“Sudah berkoordinasi dengan panitia nasional,” kata Sorongan. Bahkan selama dua bulan terakhir ini, panitia nasional sering mengunjungi daerah ini untuk mengadakan pengecekan lokasi dan agenda acara bersama dukungan personil panitia daerah.

Kegiatan ini sudah ada beberapa narasumber termasuk partisipan yang bersedia ikut dalam iven ini. Sedangkan Sekretariat panitia di Bappeda Sulut.

 

(hps/rr)

Wagub Sidak, 4 SKDP Terima “Kado” Akhir Tahun

Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil tengah melakukan sidak.

Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil tengah melakukan sidak.

MANADO – Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Karo Umum Femmy Suluh dan Karo Perlengkapan Edwin Kindangen melakukan sidak Empat SKPD Pemprov yang berada di Kantor Gubernur Sulut, Rabu (11/12/2013) kemarin.

Empat SKPD itu adalah BKPMR, Sekretariat Korpri, UPTD Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika (UPTD Dishub) serta BPMPD.

Selain memeriksa daftar hadir pegawai Wagub juga memeriksa kebersihan kantor. Di Sekretariat Korpri Kansil minta agar Janny Lukas selaku Kasek Korpri membuat surat panggilan terhadap pegawai yang sudah beberapa waktu lamanya tidak masuk kantor untuk diberikan pembinaan, demikian halnya di UPTD Dishub Wagub mendapati daftar hadir pegawai siang dan sore telah ditandatangani pegawai, padahal waktu masih menunjukan pukul 10.00 wita.

Saat ditanya, kenapa baru jam begini absensi pegawai sudah di tandatangani, salah satu pejabat Eselon IV berinisial MT dengan tanpa malu mejawab karena lift di kantor gubernur sering macet dan kalau mau naik tangga hanya beking capek (basuar).

“Pak Wagub, biar torang so tandatangan tu absen mar torang masih ada di kantor,” kata MT.

Menerima jawaban tersebut, Kansil langsung mencoret daftar hadir pegawai khusus siang dan sore hari. “Kalau mau jadi pejabat harus belajar sopan santun,” tegas Kansil.

Selain daftar hadir, Wagub juga menyoroti soal kebersihan di kantor yang dipimpin Jhon F Rembet yang kebetulan tidak berada ditempat saat sidak berlangsung.

“Kantor ini sangat kotor karena tidak ada tempat sampah, sehingga sampah-sampah tersebut hanya di taruh di sudut-sudut ruangan”, kata Kansil sembari memerintahkan pegawai yang hadir untuk segera mengangkat sampah-sampah tersebut.

Akhirnya ke-empat SKPD tersebut mendapat kado akhir tahun dari Wagub untuk segera melakukan kerja bakti mengangkat semua sampah yang ada di samping kiri-kanan dan depan kantor mereka.

Kansil juga telah memeriksa ruang rapat yang sedang dibangun di kantor Gubernur yang saat ini sudah masuk pada tahap finishing.

Sebelumnya Kansil telah melakukan sidak di pembangunan gedung baru Dinas Pariwisata Sulut yang terletak di Kelurahan Wanea Lingk IV Manado.

 

(hps/rr)

Realisasi Anggaran November 2013 SKPD Pemprov Baru 65 Persen

DSC_0229MANADO – Rapat Pimpinan Tim Evaluasi Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) per 30 November 2013 dengan Pagu Anggaran sekitar Rp. 2,276 Triliun lebih realisasinya baru mencapai Rp. 1,475 Triliun atau sekitar 65 persen. Capaian itu belum terhitung 20 SKPD.

Hal itu terungkap pada Rapim TEPPA yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil di ruang kerjanya, Selasa (10/12) kemarin.

Dari hasil evaluasi tersebut, ada sekitar Enam SKPD mendapat Rapor merah yaitu Biro Kesra, Biro Organisasi, Sekretariat Korpri, Sekretariat DPRD, Diknas dan Dinas ESDM.

Dari Enam SKPD tersebut hanya Biro Organisasi yang mampu memberi klarisikasi data kepada Wagub melalui Karo Jemmy Ringkuangan, alasannya sudah dimasukkan, namun datanya belum ter-input dalam rapim kali ini.

Begitu pula dengan Sekretariat DPRD tidak ada wakilnya, sementara Diknas Sulut mendapat catatan khusus dari orang nomor dua di Sulut, agar setiap hari harus memasukan laporan realisasi penyerapan anggaran di kantor gubernur, karena dari 270 kegiatan yang ada 140 kegiatan masuk dalam zona merah.

Karo Pembangunan Farly Kotambunan, selaku Kepala Sekretariat Tim EPPA menambahkan, pada jumat pekan depan kembali akan digelar rapat evaluasi percepatan penyelesaian administrasi atau penyelesaian SPJ serta pada 20 Desember 2013 nanti Wagub kembali akan menggelar Rapim Tim EPPA khusus akan mengevaluasi penyerapan anggaran yang berasal dari APBD dan APBN. Ikut mendampingi Wagub Kaban BPKBMD Praseno Hadi.

 

(hps/ar)

Pemprov Jamin Bahan Pokok dan BBM Cukup Tersedia

Wakil Gubernur Djouhari Kansil melakukan sidak di Pasar Segar Paal 2.

Wakil Gubernur Djouhari Kansil melakukan sidak di Pasar Segar Paal 2.

MANADO – Jelang hari Natal 2013, ketersediaan bahan kebutuhan pokok (sembako) serta bahan bakar minyak (BBM) Gas Elpiji, premium dan solar cukup tersedia di pasaran. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil.

Kansil pada Selasa (10/12/2013) kemarin melakukan sidak di Pasar Segar Paal Dua, PT Sinar Pratama Cemerlang selaku stasiun pengisian dan pengangkutan buld elpiji (SPPBE) di kairagi, SPBU Ring Road, Terminal Malalayang serta Super Market Gelael Mega Mas.

“Prinsipnya, sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat menjelang natal di daerah ini stoknya sangat banyak dan cukup tersedia,” kata Kansil.

Saat ini di pasaran harga daging ayam ras berkisar Rp 25 ribu/ekor, sedangkan di super market berkisar Rp 32 ribu – Rp 37 ribu/ekor, daging babi kupas Rp 65 ribu/kg, daging babi lapis Rp 54/kg, telur dari Rp 1200 – 1500/butir, beras superwin Rp 9500/kg, cabe merah Rp 52-54 ribu/kg, tomat Rp 12 ribu/kg, kentang Rp 14 ribu/kg, migor curah Rp 7 ribu/kg, bawang merah 42 ribu/kg, bawang putih Rp 16 ribu/kg.

Kansil juga menyebutkan, gas elpiji setiap hari masuk di sulut sekitar 80-100 metrik ton, hal itu sesuai kebutuhan masyarakat per hari mencapai 80-90 metrik ton, sedangkan kuota pertahun kebutuhan elpiji mencapai 33 ribu ton.

Sementara di terminal Malalayang, Kansil mendapat pengeluhan warga, karena operasional terminal menurun menjelang natal. Hal itu lebih disebabkan banyaknya taxi gelap yang beroperasi diterminal bayangan di sekitar terminal malalayang, jelas Kepala urusan Teknis Terminal malalayang Ramon Tambingon.

Karena itu Tambingon berharap kiranya Pemprov dapat berkoordinasi dengan Polda Sulut untuk menindak tegas taxi gelap yang ada. “Bahkan yang lebih memiriskan trayek jurusan Manado-Modoinding gulung tikar karena sudah tidak ada penumpang di terminal, sehingga jalur ini menjadi sepi,” ujar Tambingon.

Kepada Tambingon, Kansil juga minta agar setiap hari mengawasi kendaraan bus yang ada termasuk damri untuk tetap menjaga kebersihan serta kelengkapan kendaraan seperti kotak obat P3K, hal ini menjaga kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi. “Pemprov waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan Polda Sulut untuk mengatasi operasional dari taxi gelap yang ada,” ujar Kansil.

Dalam sidak tersebut baik Disperindag dan Dinas DKP telah melakukan pemeriksaan mesin SPBU dan pemerikasan ikan cakalang fufu dengan alat pemerikasaan ternyata ikan cakalang fufu tidak berformalin di supermarket, begitu pun dengan meteran di SPBU masih akurat.

Ikut mendampingi Wagub Kepala Perwakilan Bank Indonesa Sulut Luckhtor E Tapiheru, Asisten Ekbang Sanny Parengkuan, Kadis Perindag Olvie Ateng, Kadis Tamben Marly Gumalag, Kadis DKP Ronald Sorongan serta Karo Perekonomian Linda Watania.
(hps/rar)

 

iklan1