Category: Sulut

Fantastik, Kolintang Kreatif Luncurkan Lagu ”Torang P4H4M”

Gilang dan Taufik (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tim kreatif di Kota Manado yang sudah lama tumbuh menjaga eksistensinya, mengambil bagian untuk melakukan pendidikan politik. Diantaranya seperti yang dilakukan Kolintang Kreatif, Gilang Ramadan Hiola, Taufik Nento bersama tim. Mereka meluncurkan karya seni inovatif, lagu dengan judul ‘’Torang P4h4m’’. Jangan lupa ujung kanan Nomor Urut 4.

Sejumlah narasi edukatif terselip disana. Menurut Gilang saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (22/10/2020), eksisnya kreatif anak muda di Sulawesi Utara, khususnya di Manado perlu diapresiasi. Dalam momentum Pilkada Serentak 2020, seperti di Kota Manado ada hajatan Pilwako lahirnya karya kreatif harus mendukung proses pendidikan politik.

‘’Alhamdulillah lagu yang diluncurkan Tim Kolintang Kreatif ini menitipkan sejumlah pesan penting. Terlebih tentang kampanye politik yang edukatif. Bahwa Pilwako Manado bukan soal bagi-bagi sembako, berupa beras, atau bagi-bagi uang. Menghentikan propaganda isu SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan). Melainkan, masyarakat diberitahukan untuk memilih pasangan calon Wali Kota Manado yang mejual visi misi membangun Kota Manado,’’ ujar Gilang.

Karya-karya terbaik sebelumnya telah diluncurkan Gilang bersama rekan-rekannya. Mereka kebanyakan adalah anak-anak muda kreatif yang dimiliki warga Kota Manado. Dalam sejumlah lirik, lagi yang dinyanyikan Gilang dan Taufik menyampaikan pentingnya masyarakat dilindungi dari isu-isu yang memecah-belah persatuan masyarakat Kota Manado.

Jauhkan isu yang bersifat dengki dan saling iri. Disampaikan pula pilihan terhadap PAHAM (Paula Harley Manado) yang merupakan Paslon Wali Kota Manado Nomor Urut 4, diusung Partai NasDem, Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Lanjut Gilang, kenapa Paula Harley ditonjolkan karena dinilai sebagai figur yang dari visi misinya mencerminkan perubahan untuk Manado.

‘’Ayo cari pemimpin yang cerdas. Bukan yang berbagi beras. Kenapa Ibu Paula dan Bang Ai Mangindaan ditonjolkan dalam lagu, karena mereka tokoh kunci yang kami nilai mampu membawa perubahan untuk Kota Manado. Mereka yang punya kemampuan memimpin. Selain itu, pesan dari lagu ini ialah politik jangan membawa isu agama yang berpotensi merusak kerukunan di Kota Manado. Para elit politik, tokoh masyarakat, semua kalangan, termasuk aktivis pemuda diminta berpartisipasi mencegah isu-isu politik yang merusak persatuan masyarakat. Pilwako Manado mesti menjadi ajak konsolidasi demokrasi. Jangan tumbuh kembangkan isu-isu yang tidak produktif untuk membangun demokrasi,’’ kata Gilang menutup.

Sekedar diketahui, lagu tersebut menggambarkan secara esensial siapa sosok Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene – Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan, yang merupkan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado. Kedua pasangan calon Wali Kota Manado ini digambarkan menjadi pemimpin ideal. Yang memiliki gagasan perubahan, pembaharuan, santun, mempunyai pengalaman kepemimpinan. Rekam jejak Paula Harley, begitu Julyeta Runtuwene serta Harley Mangindaan akrab disapa dalam kontribusi pembangunan di Manado tak perlu diragukan lagi. Mereka telah memberi bukti, bukan sekedar janji.

Bagi peminat seni dan masyarakat yang mau mengakses lagi tersebut, silahkan dapatkan disini YouTobe Torang P4H4M.

(*/Amas)

Jual Program Paula Harley, Relawan Badak Naik Turun Rumah Warga

Reggie Ruru pahamkan masyarakat Winangun (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Berbagai metode kampanye politik dilakukan di Pilkada Serentak 2020. Hal itu juga kita amati di Pilwako Manado 2020, dimana seperti yang dilakuan Tim Relawan BADAK SIAAP Winangun yang bekerja untuk memenangkan Paslon Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) dan Dr. Harley Alfredo Benfica Mangindaan atau yang akrab disapa Harley Paula optimis menang. Dengan melakukan cara-cara yang serius.

Gerakan simpatik mereka lakukan untuk menarik masyarakat. Menurut mereka, agar bisa jatuh hati pada paslon Paula-Harley 4 Manado tidak harus dengan membawa bekal sembako beras atau uang. Dengan modal visi dan misi PAHAM (Paula Harley Manado), pola komunikasi ini dilakukan di Kelurahan Winangun, dengan naik turun rumah warga.

Hal tersebut disampaikan Reggie Ruru, ayah anak semata wayang Evthiago, kendati hanya sendiri dia percaya diri tampil mensosialisasikan keunggulan program merakyat Paslon nomor urut 4 di Pilwako Manado 9 Desember 2020 nanti. Tidak harus ribut-ribut, Ruru warga Winangun ini lebih memilih mendekati masyarakat dengan senyum dan salam persaudaraan. Soal apakah warga yang dikunjungi secara langsung di rumah menerima program PAHAM atau tidak, Ruru mengatakan yang terpenting kerja tulus saja.

“Kita hanya menjual produk kita (PAHAM), enak ngga enaknya biar mereka (masyarakat) yang tentukan. Yang penting tulus aja dulu. Kegiatan naik turun rumah kita lakukan rutin,” ujar Reggie Ruru, Selasa (20/10/2020) yang bekerja di salah satu perusahaan finance manado.

Gerakan Pahamkan masyarakat dilakukan rutin (Foto Istimewa)

Selain itum pendekatan door to door atau naik turun rumah warga menurut suami tercinta Novita Suawa, cukup efektif karena pesan program PAHAM diterima langsung dan tidak banyak orang berkumpul dan tentunya bisa mentaati protokol kesehatan Covid19. Sasarannya pun tidak pilih-pilih, baik itu warga yang bekerja tukang bangunan, sopir, ojek, ibu rumah tangga yang penting warga kota Manado. Ada target berapa warga yang akan dikunjungi, Reggie Ruru menjawab, sampai aturan melarang tidak bisa lagi.

(*/Redaksi)

Soal Pinjaman PEN, Wali Kota Vicky Lumentut Menunggu Sikap DPRD Manado

Dr. GS Vicky Lumentut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dinamika di DPRD Manado akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian masyarakat. Hingga Jumat (16/10/2020) kemarin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado belum juga membahas KUA PPAS Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020.

Seperti diketahui, bahwa belum tercapainya pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado disebabkan keingginan sebagian personil banggar untuk mengeluarkan anggaran PEN 300 Milyar dari draft KUA PPAS APBD Perubahan.

Terkait dengan masuknya anggaran PEN dalam postur APBD Perubahan Kota Manado Tahun 2020, Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut saat berdiskusi dengan Komunitas Siap Bersatu Pria/Kaum Bapa GMIM yang terdiri dari pimpinan dan anggota P/KB Jemaat dan Wilayah di kawasan Malalayang pada Sabtu 17/10 menjelaskan posisi awal hingga proses pengembalian pinjaman dana PEN.

“Saya telah berdiskusi dengan pihak manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), salah satu BUMN pada Kementrian Keuangan yang mendapat mandat mengelola stimulus pinjaman investasi daerah pada sekitar pertengahan tahun. Pihak PT SMI saat berdiskusi menjelaskan dananya PEN yang mereka kelola terbatas, tidak semua kabupaten kota bisa dapat. Saya ajukan permintaan kalau Manado bisa dapat, mereka minta segera masukkan,” ujar Wali Kota Manado yang pernah memimpin APEKSI tersebut.

Ditambahkannya lagi, dirinya menjelaskan harus bicara dengan DPRD lagi. Tapi PT SMI menjelaskan, kali ini kebijakan nasional Pak Presiden karena situasi yang mendesak, pemulihan ekonomi tanpa ada persetujuan DPRD bisa diambil, tinggal kabupaten/kota atau provinsi laporkan saja yang diminta bantuan/pinjaman. Tidak perlu ada persetujuan lebih dahulu dapat diajukan, nanti mereka setuju, nanti laporkan ke DPRD.

“Saya kemudian mengajukan jumlah 300 M dengan 258 Milyar untuk menyeimbangkan postur APBD yang sempat pincang dan yang hilang terpangkas akibat refocusing dan relokasi anggaran. Kemudian sisanya diperuntukkan bagi dana-dana yang harus kita cari untuk lansia, THL, dan lain-lain. Itulah yang kami masukkan ke APBD Perubahan. Ketika dimasukkan ke DPRD, dana ini masih diproses di Jakarta administrasinya,” tutur Vicky Lumentut yang juga Ketua Partai NasDem Kota Manado itu.

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 yang telah diperbarui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2020, tambah Vicky Lumentut, posisi Pemerintah hanya memberitahukan ke DPRD paling lambat 5 (lima) hari setelah pengajuan permohonan ke PT SMI.

“Berdasarkan regulasi, baik dalam Peraturan Pemerintah maupun ketentuan teknis dalam Peraturan Menteri Keuangan atau PMK, koordinasi dengan DPRD tidak harus dengan persetujuan. Cukup dilaporkan. Tapi niat baik saya dan menghargai kelembagaan DPRD, usulan tersebut dimasukkan dalam APBD Perubahan dan laporkan, supaya mereka (anggota DPRD) tahu. Mungkin karena proses ini bersamaan dengan kontestasi politik, banyak yang ikut memberi sudut pandang politis. Padahal Provinsi Sulut juga ikut mengajukan 1.2 Trilyun dana PEN,” kata Wali Kota murah senyum itu.

Tak hanya itu, Wali Kota Manado visioner itu mengaku tidak tahu bagaimana Anggota di DPRD Manado seperti mengulur waktu, diputar-putar, digoreng-goreng, dipikirnya ada sesuatu yang akan diambil Wali Kota disitu, padahal upaya ke SMI merupakan terobosan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah Kota Manado terhadap program dan kegiatan. Wali Kota mendoronh dan telah mencontohkan sikap transparan dalam prosedur yang dilaluinya.

“Anda buka dan cari tahu isinya. Tapi pihak DPRD bersikeras kalau tidak mau bahas kalau PEN tidak dikeluarkan. Nah kalau saya keluarkan itu, berarti THL yang 60M tidak ada dana. Lansia juga yang mau dibutuhkan akan ada masalah, termasuk dana duka, dan insentif rohaniwan. Sampai kemarin, mereka masih terus meminta supaya PEN itu dicabut dari rancangan. Saya bilang boleh, tapi karena saya sampaikan resmi, maka respons sikapnya jangan hanya mengajukan pendapat pribadi, harus dijawab secara resmi kelembagaan kalau benar dana ini ditolak dalam penerimaan daerah pada APBD Perubahan 2020. Sikap resmi DPRD bahwa dana ini ditolak, saya tunggu supaya saya bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Vicky Lumentut.

Administrasi Pemerintahan kita harus dibangun secara baik, lanjut Vicky Lumentut, dan harus dalam kerangka formal, jangan verbal.

“Saya masih menunggu karena sampai hari ini belum ada sikap resmi penolakan secara tertulis. Tetapi dalam praktiknya dengan belum dibahas ada indikasi penolakan. Kita tunggu saja sikap kelembagaan DPRD Kota Manado,” kata GSVL, Wali Kota Manado 2 periode itu.

Khusus kepada para THL yang bekerja di 53 Perangkat Daerah, Wali Kota GSVL menyampaikan permohonan maaf karena pembayaran honor masih tertunda.

“Saya mohon maaf kepada THL kalau pembayaran honor mereka masih tertunda karena kita belum dapatkan legitimasi untuk menyalurkan itu. Sampaikan salam dan hormat saya untuk mereka, titip juga pesan dan mohon dukungan doanya karena sampai hari ini saya masih berjuang untuk itu;” jelas GSVL menutup.

(*/Amas)

Program BST di Desa Kolongan Minahasa Lahirkan Polemik, Hukum Tua Tuai Protes

Bobby Tumbel (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah pusat telah merancang dan memastikan agar program kerakyatan berjalan dengan baik sampai ke pelosok Desa. Hal itu terpotret seperti harapan Presiden Ir. Joko Widodo pada program Bantuan Sosial Tunai (BST). Sayangnya, di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terlebih di Desa Kolongan Kecamatan Kombi penyaluran BST dinilai menyalahi ketentuan.

Program yang menurut Bobby Tumbel, warga Desa Kolongan diperuntukkan bagi masyarakat yang layak menerima malah dalam temuan mereka tidak seperti itu jadinya. Pemerintah Desa disebutnya harus mengerti prioritas BST yang dikucurkan saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) patut diberikan kepada masyarakat terdampak. Ada janda dan duda yang terabaikan, tidak disentuh pemerintah Desa dalam penyaluran BST.

”Diduga ada penyelewenangan dana Covid-19 yang dilakukan oknum Hukum Tua dan Sekdes. Harusnya para janda dan duda terima BST, tapi yang terjadi di Desa Kolongan malah mereka tidak tersentuh bantuan tersebut. Tentu kami masyarakat sangat kecewa dengan perlakukan seperti ada. Ada semacam diskriminasi dilakukan pemerintah Desa, kami meminta agar pemangku kepentingan segera menelusuri hal ini. Program yang sangat luar biasa dari Presiden Jokowi, haruslah dijalankan dengan baik pemerintah dibawahnya,” ujar Boby.

Postingan Facebook Tati Korompis (Foto Istimewa)

Di tempat terpisah, terpantau warga Kolongan Minahasa, Tati Korompis melalui Akun Facebooknya membeberkan bahwa kuat dugaan terjadinya penyaluran bantuan BST yang tidak tepat sasaran. Padahal mereka bukan bagian dari sasaran BST disalurkan, hal itulah yang menuai kejanggalan. Dirinya malah terabaikan, tidak mendapatkan BST.

”Istri Hukum Tua, istri Sekdes, suami PNS boleh terima BST. Sedangkan ada yang janda, ada yang duda, bahkan ada Bapak yang Lansia urus istri stroke sudah puluhan tahun tidak pernah menerima BST dan BLT. Saya sendiri, rumahnya sederhana yang biasanya hanya memarkir 1 motor untuk dipakai kepentingan ojek, ini boleh jadi alasan tidak diberikan BST. Padahal, ada pasangan prangkat yang punya rumah besar mobil dan motor, malah terima bantuan. Tentunya sebagai masyarakat saya merasa kecewa dengan ketidakadilan ini,” kata Korompis, sebagaimana dikutip dalam Wal Facebooknya, Sabtu (17/10/2020).

Sejumlah nama-nama penerima yang seharusnya tidak memperoleh BST juga ikut diposting Tati Korompis di Akun Facebook. Terpantau beberapa postingan komentar, dukungan, rasa simpati terhadapi kejadian tersebut pun mencuat. Beberapa tokoh masyarakat yang sempat dimintai tanggapan, menyayangkan dan memberi kritik pedas terhadap oknum Hukum Tua yang dinilai sangat tidak adil.

(*/Amas)

Gencar Konsolidasi, AARS Targetkan Manado ‘Zona Merah’

Andrei Angouw ketika memberi arahan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (16/10/2020), hadir unsur DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diantaranya Wakil Ketua Lucky Senduk dan Wakil Sekretaris Novie Lumowa, Pengurus DPC Stien Kambey, Nona Jeane Laluyan, Hengky Kawalo, Kiky Franklin Tamara, Jimmy Gosal dan Ketua PAC Wanea Rio Dondokambey, Andrei Angouw, calon Wali Kota Manado yang diusung PDI Perjuangan menyemangati para ‘kader Banteng’ di Kota Manado.

Bertempat di Ranting Wenang Selatan ikut hadir Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan dr. Roland Roeroe dan Tonny Rawung. Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) terus melakukan konsolidasi internal guna memanaskan mesin PDI Perjuangan hingga di tingkat ranting.

AA-RS didampingi sejumlah pengurus DPD PDI-Perjuangan Sulut dan DPC PDI-Perjuangan Manado melakukan konsolidasi internal di 3 titik yakni Ranting Tikala Kumaraka, Ranting Teling Bawah dan Ranting Wenang Selatan Kecamatan Wenang Manado.

“Manado harus dimerahkan. Kita bekerja berjuang dan selalu kompak, karena di Pilkada 2020 ini PDI Perjuangan Sulut akan tegak lurus. Ayo buat Manado menjadi zona merah, Partai Merah (PDI Perjuangan) harus menang di Manado, kemudian menang juga di Pilgub Sulut,” ujar Andrei.

Selain itu, konsolidasi internal ini diisi dengan pembekalan dari DPD melalui Lucky Senduk dan Novie Lumowa. Sasarannya mendorong dan membakar semangat serta memotivasi kader, anggota dan simpatisan PDI Perjuangan di akar rumput.

Pada kesempatan tersebut, kader, anggota dan simpatisan PDI Perjuangan akar rumput diminta untuk solid bergerak. Satukan tekad memenangkan pertarungan politik 9 Desember untuk kemenangan Olly Dondokambey- Steven OE Kandouw (ODSK) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Nomor Urut 3, dan Walikota dan Wakil Walikota Manado Andrei Angouw- Ricahard Sualang (AARS) Nomor Urut 1.

Tidak hanya itu, AA-RS menyampaikan berbagai strategi dan kerja-kerja politik yang harus dilakukan keduanya. Selain itu, AA-RS juga menyampaikan beberapa program kepada peserta konsolidasi internal, jika dipercayakan masyarakat untuk memimpin Kota Manado kedepan.

Untuk diketahui, peserta konsolidasi internal PDI-Perjuangan pun menyatakan komitmen kuat untuk melakukan kerja politik menjalankan amanah partai secara solid dan gotong royong meraih kemenangan. Rapat konsolidasi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan.

(*/Amas)

iklan1