Category: Travel

Asyik, Inilah Cara Karyawan di Salah Satu Perusahaan Melakukan Liburan

Ilustrasi, kapal yang digunakan ketika liburan (Foto Ist)

Ilustrasi, kapal yang digunakan ketika liburan (Foto Ist)

JAKARTA – Berbagai cara orang melakukan Libur Akhir Tahun memang menjadi idaman bagi karyawan sebuah perusahaan. Biasanya, karyawan mengambil cuti untuk liburan bersama keluarga atau sahabat.

Namun, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furnitur dan beragam produk rumah, Bertch Cabinet punya kegiatan liburan untuk karyawannya. Bertch Cabinet akan mengajak karyawannya berlibur naik kapal pesiar.

Dikutip dari situs Travel and Leisure, pendiri Bertch Cabinet, Gary Bertch mengatakan rencana liburan tersebut diambil lantaran perusahaannya telah mencapai target yang direncanakan. Perjalanan liburan tersebut adalah bagian dari insentif untuk karyawan pada tahun 2016.

Kami punya empat pesawat carter yang akan terbang langsung ke Miami pada hari Minggu dan tinggal di sebuah hotel bintang lima yang bagus. Kemudian pada hari Senin, kami akan pergi dari hotel ke pelabuhan naik bus dan naik ke kapal,” kata Bertch.

Karyawan Bertch Cabinet akan meninggalkan lokasi perusahaan di Waterloo, Iowa, pada Minggu, 8 Januari 2017. Adapun, 800 karyawan itu akan diajak menuju Karibia selama satu minggu termasuk berhenti di Cozumel, Meksiko.

Perjalanan menuju Karibia ini adalah janji perusahaan Bertch Cabinet kepada karyawan pada awal tahun 2016. Perusahaan menantang karyawan untuk memenuhi target dan menawarkan perjalanan kapal pesiar sebagai insentif.

“Kami hanya mencoba untuk mendapatkan semua orang kita lebih sedikit bersemangat untuk mencapai berbagai tujuan, baik tujuan berorientasi pelanggan dan tujuan keuangan,” jelas Garry dikutip dari wcfcourier.com.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1977, mulai rutin menawarkan liburan musim dingin kepada karyawannya pada tahun 1989 ketika mereka mencapai target tahunan. Namun, terakhir kali perusahaan ini mampu memberikan karyawannya berlibur adalah pada tahun 2005.(*/ST)

Menpar Arief Yahya Ingatkan 3A di Labuan Bajo

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Hingar bingar Tour de Flores sudah berakhir Senin malam, 23 Mei 2016, kemarin. Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan delapan bupati di Flores yang dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, untuk percepatan Badan Otoritas Pariwisata-nya (BOP).

“Tugas utamanya, memastikan dan mengawal konsep 3A sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama,” ujar Arief Yahya.

Yang dimaksud 3A itu adalah Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal Atraksi, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, kehebatan NTT dengan ikon Komodo. Termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Komodo, Rinca, Wae Rebo sampai ke Ende yang punya danau Kelimutu, Alor, Larantuka, dan semua potensi wisata yang ada di pulau eksotik itu.

“Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!” tutur Arief Yahya.

Soal Akses, Arief Yahya juga sudah mendapatkan komitmen dari Menhub Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara.

“Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat. Soal Amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut. Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup. Dan untuk membangunnya butuh waktu.

Belum lagi kelengkapan untuk convention, conference, meeting, dan expo, yang bisa menjadi harus ada untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik. Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu?.

“Dua-duanya harus dimulai secara paralel! Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan)? Karena di tiga tempat inilah yang paling siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” papar Arief Yahya.

Karena itulah, Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung. Satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat di proses, hanya dalam tiga bulan. Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana.

“Bupati dan Gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” kata Arief Yahya.

Lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektar. Ini sudah diserahkan lagi 757 hektar di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung.

“Dan sekarang gubernur menyiapkan lahan lagi 1000 hektar di Bangka untuk KEK. Ini bisa menjadi pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi,” kata Arief Yahya.

Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya. Akhirnya, Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara TDF 2016 itu.

Gubernur NTT, 8 Bupati, ISSI, para sponsor, media dan masyarakat luas yang welcome dengan sport tourism ini. Secara khusus dia juga berterima kasih pada PT Telkom yang secara khusus membantu menyediakan akses informasi di 6 media center di 6 kota dari start hingga finish.

Menpar juga mendapat laporan, di Larantuka, Telkom memfasilitasi para pelajar dengan wifi corner berkecepatan 100 Mbps sehingga memudahkan mereka mengakses internet dan mempublikasikan keindahan kotanya. Akses internet mobile dari Telkomsel berupa layanan 4G LTE di Larantuka dan Labuhan Bajo.

l”Makin banyak yang up load ke media sosial, makin membuat TDF 2016 nge-hits, makin memperkenalkan Flores dan promosi Komodo Labuan Bajo yang mendunia!” ungkap Arief Yahya mengapresiasi PT Telkom.(*)

Wah Mantap, Fremantle Sailing Club Bakal Merapat ke Banyuwangi

Ilustrasi, Fremantle Sailing club (Foto Ist)

Ilustrasi, Fremantle Sailing club (Foto Ist)

BANYUWANGI – Keputusan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III melalui anak perusahaan Pelindo Properti Indonesia (PPI) mendahulukan pengembangan pelabuhan wisata Marina Banyuwangi di Jawa Timur mulai berdampak positif. Gara-gara itu, puluhan yacht yang tergabung dalam Fremantle Sailing Club di Australia Barat bakal berlabuh di Kabupaten Banyuwangi pada 2017 mendatang. Rombongan Fremantle Yacht Rally itu dijadwalkan berangkat dari Australia Barat pada 22 Mei 2017.

“Info yang disampaikan ke kami memang seperti itu. Puluhan kapal Fremantle Yacht Rally akan berlabuh di Banyuwangi seiring dengan pembangunan dermaga kapal pesiar di Pantai Boom,” papar Konsulat Jenderal RI di Perth, Australia, Ade Padmo Sarwono, Selasa (24/5/2016).

Indonesia pun langsung bersiap-siap menyambut tamu-tamu istimewa tadi. Maklum, Fremantle Yacht Rally adalah ajang tur kapal layar bersejarah. Sejak pertama kali digelar pada 1981, puluhan yacht yang membawa ratusan wisatawan tak pernah absen mengeksplore beragam wisata bahari di berbagai negara. Dan saat sandar di suatu negara, biasanya komunitas ini tak segan menghabiskan ratusan US dolar per hari untuk keperluan belanjanya.

“Kabarnya akan ada sekitar 60 yacht yang akan ikut dalam Fremantle Yacht Rally 2017. Bila setiap kapal akan diisi lima orang, ditambah lagi kehadiran keluarga yang menyusul menggunakan pesawat, aka nada sekitar 600 orang yang akan berkunjung ke Banyuwangi,” sambung Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

Dari paparan Anas, lenght of stay para wisatawan dari Negeri Kanguru itu tidaklah singkat. Ratusan wisatawan istimewa itu dijadwalkan akan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya di Banyuwangi dalam waktu yang cukup lama. Jadwal yang sudah disusun, rombongan Fremantle Yacht Rally itu akan menginap sekitar dua minggu di Banyuwangi.

”Silahkan hitung sendiri berapa devisa yang bisa kita dapat,” tambah Anas.

Soal ini, Anas pantas sumringah. Dari data 2014 saja, pengeluaran wisatawan yacht rata-rata USD 150 per orang/hari. Bisa dibayangkan jika sekitar 600 wisatawan yacht tersebut menginap selama 14 hari di Banyuwangi. Akan ada perputaran uang USD 1.260.000 sebagai akibat kegiatan ekonomi dari aktivitas terkait.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun turut menikmati dampak dari akitivitas yang dilakukan di Boom Marina Banyuwangi, tidak lain adalah dari pungutan pajak baik pajak tidak langsung maupun pajak langsung. Tingginya potensi penerimaan devisa tadi akhirnya memicu Pelindo Properti Indonesia (PPI) untuk bekerja lebih cepat lagi.

Direktur Utama Pelindo Properti Indonesia (PPI), Prasetyo, berani menggaransi bahwa infrastruktur inti dalam penyelenggaraan tur kapal layar Fremantle tersebut bisa selesai pada Februari 2017.

“Untuk pelabuhannya, kita tinggal tunggu hasil studi oceanografi dan amdal yang dalam tiga bulan ke depan akan selesai. Saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur di darat,” ujar Prasetyo.

Sekedar gambaran, PPI adalah anak perusahaan BUMN pelabuhan PT Pelindo III yang diberi tugas untuk mengerjakan pembangunan dermaga kapal pesiar di Pantai Boom. Pantai Marina yang kelak akan dinamakan Gili Wangi itu juga akan menjadi marina pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan pariwisata bahari.

“Pelabuhan ini akan dilengkapi dengan technopark. Kita kebut terus,” urai Prasetyo.

Selain terintegrasi dengan technopark, katanya, pelabuhan marina di Banyuwangi ini digadang-gadang untuk menjadi marina terbesar di Indonesia. “Untuk VIP akan bisa menampung 40 yacht, sedangkan untuk umum bisa sampai 300 yacht,” kata Prasetyo.

Menpar Arief Yahya menyambut gembira kabar baik dari Australia Barat itu. Dia berharap marina atau pelabuhan untuk menambatkan perahu pesiar atau yacht itu segera selesai, agar momentum ini tidak hilang. Dia tahu, atraksi di Banyuwangi berkelas dunia semua, sehingga makin pede untuk menerima wisman yang berbasis bahari.

“Saya semakin yakin, CEO commitment itu nomor satu akan mempengaruhi maju tidaknya pariwisata di daerah. Banyuwangi sudah membuktikan itu, Banyuwangi bisa dijadikan tempat belajar yang konkret,” jelas Arief Yahya.(*/Amas)

Berjalan Sukses, Sampai Jumpa di Tour de Flores 2017

Tour de Flores (Foto Ist)

Tour de Flores (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Para pemangku event Tour de Flores 2016 sepakat, balap sepeda internasional yang menyusuri dari ujung timur Larantuka sampai Labuan Bajo itu bakal dilanjutkan seri-2 tahun depan. Menpar Arief Yahya, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur NTT Frans Lebu Raya sudah satu kata, 2017 harus dibuat lebih rapi, lebih besar, dan lebih sempurna lagi.

“Sampai jumpa di TDF 2017,” kata Menpar Arief Yahya dalam press conference di Kantor Bupati Manggarai Barat itu.

Begitupun para sponsor, James Riyadi Lippo Group, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia yang berada di lokasi finish etape akhir itu. Mereka setuju melanjutkan event yang menyita perhatian banyak masyarakat itu.

“Kita buat Flores semakin terkenal di dunia dari olahraga TDF yang sudah kita bangun bersama ini,” ucap James Riyadi semangat.

Gubernur Frans juga memohon kepada dua kementerian itu untuk kembali memprogramkan TDF di 2017. Dia sudah merencanakan untuk menggunakan jalur yang tahun ini dilalui. Baru tahun 2018 nanti dia mengusulkan untuk melewati jalur utara, menyusuri pantai Flores. “Saat ini jalannya masih belum bagus, dalam dua tahun ini biar diperbaiki. Kalau soal pemandangan, pantai utara sangat indah,” jelas Frans Lebu Raya.

Dia menjelaskan, TDF 2016 ini adalah gagasan besar. Biasanya ide besar selalu menimbulkan polemik. Apalagi ini direncanakan hanya dalam waktu 6 bulan.

“Tetapi akhirnya, semua bisa mengerti, semua mendukung, dan akhirnya sukses,” ungkap Frans, yang berjanji setelah ini akan melakukan evaluasi 2016 dan membangun komitmen untuk 2017.

“Manfaat buat daerah sangat besar. Jalan-jalan yang dilalui menjadi mulus sepanjang 661 kilometer. TDF juga memberikan motivasi masyarakat Flores, terutama anak-anak muda untuk maju. Optimisme dan semangatnya semakin tinggi. Manfaatnya tidak langsung dirasakan sekarang. Bali itu masa lalu, sudah kuat pariwisatanya. Lombok NTB itu masa kini! NTT itu masa depan!” jelasnya.

Frans juga mengingatkan kepada warganya tentang kebersihan. Sampai tiga kali Frans menyebut: bersih, bersih, bersih! Wisatawan tidak mau melihat yang jorok-jorok.

“Pak Menko Maritim sempat mengingatkan, agar senyum!” tuturnya.

Menpar Arief Yahya menyebut ada tiga sukses di Tour de Flores 2016 ini. Pertama, sukses pelaksanaan, yang merupakan gabungan antara sport (olahraga) dan tourism (pariwisata). Kedua, sukses membuat Flores terkenal di seluruh dunia. Dalam seminggu terakhir selalu menjadi trending topic di media sosial.

“Ketiga, sukses menjadi hiburan rakyat, pesta rakyat, seluruh masyarakat hadir di selanjang race yang dilalui balap sepeda ini,” ungkap Arief Yahya.

Tiga sukses itu merupakan modal untuk menggelar event yang sama di tahun 2017. Memang ada satu dua kekurangan, entah itu soal koordinasi maupun pelaksanaan teknis di lapangan. Pengalaman ini bisa dijadikan bahan untuk perbaikan dan penyempurnaan di pelaksanaan tahun depan.

“Sport tourism seperti ini adalah cara cerdas, cara pintar, untuk mempopulerkan destinasi pariwisata Flores,” tandasnya.

Suasana panas di titik finish, yang persis di depan halaman Kantor Bupati Manggarai Barat itu tidak membuat warga beranjak dari pembatas. Mereka yang memakai payung pun rela untuk menyimpan alat berteduh dari terik matahari itu.

“Ini menjadi semacam pesta rakyat, jadi dalam suasana apapun, mereka terhibur,” kata Arief Yahya.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mensupport kegiatan ini. “Tour de Flores memang tidak dirasakan sekarang. Saya pengalaman dengan Sail Komodo, begitu selesai dibangun lapangan terbang dan sekarang sudah punya rumah sakit internasional. Sekarang Labuan Bajo menjadi seperti sekarang,” ucap Agustinus.

Chairmen TDF 2016, Primus D mengajak semua audience untuk bertepuk tangan, sebagai rasa syukur atas berakhirnya event ini. “Dari 100 pembalap sepeda yang ikut start, sekitar 70 an atlet yang sukses sampai di garis finish. Kita sudah menorehkan sejarah baru dengan event internasional pertama di NTT,” ucap Primus.

Dia menyebut, tidak mudah menyelenggarakan TDF 2016 ini. Pengurus ISSI, Raja Sapta Okto Hari menjelaskan, event seperti ini hanya bisa dijalankan oleh orang yang sudah berpengalaman. “Tetapi kami bisa menjalankan dengan baik, dari start di Larantuka sampai finish di Labuan Bajo,” papar Primus.(*/Amas)

Liburan Hari Raya, Ayo Siapkan Sejak Sekarang

Paket wisata (Foto Ist)

Paket wisata (Foto Ist)

JAKARTA – Setelah liburan panjang Isra Miraj dan Kenaikan Isa Al Masih, awal Mei 2016 lalu, masyarakat Indonesia akan menghadapi liburan panjang Lebaran atau hari raya Idul Fitri. Siap-siap, industri pariwisata bakal kebanjiran wisatawan nusantara (wisnus) yang bergerak cepat dalam dua minggu.

“Saya yakin, industri sudah mulai buat paket-paket wisata,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Dari hotel, transportasi lokal, restoran, handicraft, sampai ke destinasi di darrah-daerah sudah mulai bersiap paket. Dengan online system, mungkin sudah banyak yang sold out, karena orang modern selalu membuat perencanaan panjang jauh hari sebelumnya.

“Masyarakat juga sudah mulai pintar membuat skedul liburan bersama keluarga,” kata Menpar.

Begitu pun Maskapai berbiaya murah (LCC) seperti PT Citilink Indonesia. Perusahaan plat merah itu akan mengerahkan armada cadangan berupa dua pesawat Boeing 737-500 dari lima pesawat cadangan yang dimiliki Citilink Indonesia untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang saat libur Lebaran 2016.

“Citilink Indonesia akan mengajukan izin extra fight minimal 136 penerbangan tambahan dan 34.000 kursi ekstra dalam rangka libur Lebaran 2016. Adapun rute-rute penerbangan yang ditambah adalah rute pulang pergi dengan kota asal Jakarta menuju ke kota-kota tujuan yang terkenal padat penumpang seperti Yogyakarta, Medan, Padang, dan Denpasar, karena selain berlebaran, mereka juga akan berwisata,” kata Presiden & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta.

Albert Burhan menjelaskan, penerbangan tambahan ini, katanya, mulai berlaku pada puncak arus mudik Lebaran, yaitu dari tanggal 2 – 14 Juli 2016. Dengan rencana pengajuan penerbangan tambahan tersebut, maka Citilink akan terbang 245 kali dalam sehari atau naik sekitar 5 persen dibandingkan hari biasa sejumlah 234 penerbangan.

Adapun rute Jakarta – Padang yang biasanya terbang empat kali sehari (dua penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan dua penerbangan dariBandara Halim Perdanakusumah Jakarta), akan bertambah dua penerbangan ekstra menjadi enam kali penerbangan dalam sehari. Untuk rute Jakarta – Denpasar, dari enam penerbangan sehari (dua dari Bandara Halim Perdanakusumah dan empat dari Bandara Soekarno Hatta), akan bertambah dua penerbangan ekstra menjadi delapan kali penerbangan dalam sehari.

Sementara untuk rute Jakarta-Medan yang biasanya terbang enam kali sehari (empat dari Bandara Soekarno Hatta dan dua dari Bandara Halim Perdanakusuma), akan bertambah satu kali penerbangan menjadi tujuh kali penerbangan sehari. Terakhir, untuk rute Jakarta-Yogyakarta yang biasanya terbang lima kali sehari (satu dari Bandara Soekarno Hatta dan empat dari Bandara Halim Perdanakusuma), akan bertambah dua kali penerbangan menjadi tujuh kali penerbangan sehari.

Albert menambahkan bahwa Citilink memperkirakan lonjakan arus mudik dan arus balik pada Lebaran kali ini, justru dapat terjadi jauh hari sebelum puncak arus mudik, mengingat kondisi angkutan udara pada musim lebaran saat ini. Diperkirakan pada puncak arus mudik akan terjadi lonjakan yang signifikan, itu sebabnya Citilink mengerahkan armada cadangan berupa pesawat B737-500 guna memenuhi permintaan pasar.

“Kami menghimbau agar penumpang selama Lebaran sebaiknya membeli tiket pulang pergi guna memastikan agar tidak kehabisan tiket”, pungkasnya.

Saat ini, total armada Citilink berjumlah 42 pesawat yang terdiri dari Airbus A320 (37 pesawat) dan Boeing 737-500 (5 pesawat). Kementerian Perhubungan mencatat total penumpang selama periode lebaran 2015 adalah sebanyak 17,45 juta penumpang atau berkurang dari periode yang sama tahun 2014 sebanyak 17,73 juta penumpang.

Selain itu, menurut Direktur Komersial Hans Nugroho, Citilink Indonesia juga menawarkan nilai tambah dari boarding pass yang dimiliki penumpang Citilink Indonesia, Adapun keunggulan dari boarding pass Citilink Indonesia adalah diskon hotel, restoran, kemudahan angkutan trasportasi khususnya di Batam (Batam Fast Ferry), dan Medan (angkutan kereta api Railink – dari Bandara Kualanamu menuju Medan atau sebaliknya. (*/Amas)

iklan1