Category: Travel

Menikmati “Sunrise” di Puncak Langaneng

Teluk dan Kota Tahuna terlihat begitu indah dari Puncak Langaneng. Nampak puncak Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaroi terlihat di kejauhan.

Teluk dan Kota Tahuna terlihat begitu indah dari Puncak Langaneng. Nampak puncak Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaroi terlihat di kejauhan.

SulutToday.com – Belum lengkaplah jika sedang berada di Tahuna, dan tidak menyempatkan diri ke Puncak Langaneng. Di salah satu titik tertinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini, Anda bisa menyaksikan Teluk dan Kota Tahuna dengan sangat leluasa dan tentu indah.

Bukan hanya itu dari puncak ini juga, kontur Gunung Api Awu terlihat begitu jelas. Dan yang lebih mempesona, tentunya puncak “the real volcano” Gunung Api Baca Selengkapnya

Lembeh Menjadi Salah Satu Tempat Diving Pilihan Miss Scuba International 2011

Acara #wegohangout

Acara #wegohangout

Jakarta – Diving saat traveling akan lebih seru kalau tahu spot dive yang diinginkan. Miss Scuba Internasional 2011, Dayu Hatmanti berbagi informasi ragam spot diving di Indonesia.

Ditemui detikTravel pada acara #WegoHangout, Minggu (23/6/2013) sore, Dayu Hatmanti berkata ada beberapa alasan yang membuat hobi menyelam menjadi mahal. Tapi menurutnya masalah ini masih bisa diakali.

“Pertama-tama kita harus Baca Selengkapnya

Peggy Melati Sukma: “Manado Selalu Menggetarkan Hati Saya”

Peggy Melati Sukma

Peggy Melati Sukma

Manado – Siapa yang tidak kenal artis dan presenter Peggy Melati Sukma, wanita yang identik dengan istilah “pusing”, cerewet dan heboh dalam setiap sinetron yang dibintanginya, dan ternyata berjiwa sosial. Artis yang kini telah berjilbab itu bercerita tentang pengalamannya mengunjungi Ibukota Sulawesi Utara.

Berikut penuturannya tentang Manado dalam sebuah wawancara eksklusif dengan wartawan SulutToday.com, usai mengikuti dialoguim religiusitas kota dan pluralisme di Islamic Center, Jumat (14/6/2013) kemarin.

 

 

Sudah berapa kali mbak Peggy mengunjungi Manado?

“Bisa dikatakan sering, ini bukan kali pertama saya mendatangi Manado, karena dalam perjalanan karir di dunia hiburan saya sering berkunjung ke kota-kota besar di seluruh Indonesia, namun kalau ditanya kesan berada di kota ini, hati saya selalu bergetar oleh karena keindahan kota ini,” akunya sambil tersenyum.

Hal apa yang mampu menggetarkan hati mbak Peggy?

“Apa yang menggetarkan hati saya adalah setiap kali mau mendarat di kota ini, dari udara saya bisa melihat alam yang luar biasa, lautan dengan pulau-pulau yang mengagumkan berpadu dengan kota dan pegunungan, itu seperti sebuah obat rindu yang teramat luar biasa, saya bangga mengatakan Indonesia begitu indah,” tuturnya dengan antusias.

Selain yang tadi, hal-hal apa yang sangat berkesan di kota ini menurut mbak?

“Saya pikir Manado adalah kota yang riang ya, dengan keramahan masyarakatnya yang terbuka dan penuh dengan senyuman, mudah menyapa dan mudah akrab. Hal itu terlihat setiap kali turun dari pesawat, dimana orang-orang melambaikan tangan dan bergembira. Itu merupakan denyut daripada kota ini.” kenangnya.

Bagaimana dengan suasana kotanya sendiri mbak?
“Seperti yang saya bilang, banyak hal luar biasa di kota ini, suasana kota yang hangat dan terutama banyak tempat makannya, benar-benar khas, apalagi kulinernya.” katanya.

Berbicara soal kuliner, apa menu favorit mbak Peggy?
“Wah, kalau ditanya soal kuliner, saya sangat suka makanan di Manado, walaupun tinggal di Jakarta namun saya sering mencari makanan asal Manado. Saya sangat suka dengan abon cakalang dan dabu-dabu roa, rasanya beda dan memang enak, saya selalu merindukan menu itu,” ujarnya yang tidak bisa berhenti tersenyum.

Beberapa hari berada di Manado, Peggy tengah melakukan kegiatan sosial, salah satunya menghadiri kegiatan kepemudaan yang membahas tentang pluralisme dan religiusitas kota. Dalam kegiatan tersebut, Peggy menjadi salah satu narasumber. Ia juga menyempatkan berbagi cerita soal perjalanan imannya yang nantinya akan dikupas lebih jauh oleh redaksi.

Di akhir wawancara, Peggy menyempatkan diri berfoto dengan tim redaksi SulutToday.com. (ran)
Editor : Randy Rorimpandey

 

Kiat Mengatasi Rasa Bosan Dalam Pesawat

Suasana dalam pesawat

Suasana dalam pesawat

SulutToday.com – Untuk Anda yang sering traveling dengan maskapai low cost carrier (LCC), berikut tips untuk mengatasi rasa bosan selama dalam penerbangan. Berbeda dengan maskapai full service, maskapai LCC yang merupakan maskapai bugdet rendah, tidak menyediakan berbagai hiburan selama penerbangan.

Jadi bisa dibayangkan perjalanan di udara misalnya satu jam, tanpa makanan maupun hiburan televisi maupun sekadar musik. Bisa jadi selama di udara, Anda akan merasa kebosanan.

Nah, untuk menyiasatinya, bawalah berbagai benda berikut untuk menemani Anda selama di perjalanan udara. Jika Anda sering bepergian, pastikan benda-benda ini Anda taruh dalam tas khusus.

Kecuali makanan dan minuman, jangan keluarkan benda-benda ini walau Anda tak sedang bepergian. Jadi sewaktu-waktu Anda akan naik pesawat, Anda cukup mengambil tas tersebut.

Penutup mata. Benda ini penting jika Anda berniat tidur selama perjalanan. Pilih penutup mata berwarna hitam agar cahaya
benar-benar tak masuk dan Anda bisa tidur dengan lelap.

Bantal tiup. Kini sudah banyak dijual bantal untuk penyangga leher selama tidur dalam posisi duduk. Belilah model bantal tiup,
sehingga saat tidak digunakan, bantal tak menyita ruangan.

Buku. Bawa buku atau bacaan lainnya. Pilih bacaan ringan seperti novel maupun komik. Pastikan buku tersebut bisa
Anda baca secara menyicil dan tak habis hanya dalam satu jam membaca.

Jaket. Daripada Anda merasa kedinginan selama di pesawat, bekali diri Anda dengan jaket. Jika Anda merasa jaket
terlalu berat untuk dibawa, bisa juga sweater atau selimut dari kain pantai ataupun pasmina.

Permainanan. Bawalah aneka permainan untuk mengisi waktu. Bisa saja permainan tradisional seperti buku puzzle,
buku teka-teki silang, ataupun sudoku.

Pilihan lain adalah permainan elektronik seperti konsol permainan ataupun tablet. Pastikan alat-alat elektronik tersebut tak bersinyal
dan mati selama lepas landas dan mendarat.

Pemutar musik. Pemutar musik seperti MP3 player bisa menjadi pilihan mengisi waktu di pesawat. Selain alat tersebut tak bersinyal,
headphone dari MP3 player bisa berfungsi untuk penutup telinga selama tidur.

Botol minuman. Untuk penerbangan domestik, membawa air mineral kemasan dalam botol bisa wajib Anda bawa. Sebab, di dalam pesawat, tubuh mudah kekurangan cairan. Jadi, sebaiknya rutinlah minum air putih selama di pesawat.

Makanan ringan. Bawalah aneka makanan ringan seperti kacang manis. Pilih camilan bernutrisi. Anda bisa juga membawa buah seperti apel dan pisang.

Permen. Permen berguna untuk meredakan mabuk selama perjalanan. Selain itu, mengunyah permen saat lepas landas bisa mengurangi tekanan pada telinga.

Obat. Obat sakit kepala ataupun obat anti mabok bisa menjadi pilihan obat-obatan yang Anda bawa saat penerbangan.

 

 

Sumber : Kompas

Editor : Randy Rorimpandey

 

 

Cagar Bahasa Minahasa di Kampung Jawa

111232_jatonTondano – Di sebuah dataran tinggi Tondano, terselip pemukiman yang disebut warga sebagai Kampung Jawa. Para pemukimnya mengenakan beskap dan blangkon dalam acara adatnya, namun mereka tidak berbahasa Jawa, tapi Minahasa.

Maklum saja Kampung Jawa yang sudah berusia hampir 200 tahun ini berada di Minahasa. Persisnya tidak jauh dari Danau Tondano, Tondano, Sulawesi Utara. Mereka menegaskan identitas etnisnya sebagai Jawa Tondano alias Jaton.

Lantas mengapa berbeda dengan banyak komunitas lain keturunan Jawa di luar Jawa yang berbahasa Jawa dalam pergaulannya seperti Jawa Deli di Sumut? Bahkan para keturunan Jawa yang berada di Suriname, Belanda dan Cape Town, Afrika Selatan, masih fasih berbahasa Jawa.

“Nenek-nenek moyang kami yang dibuang ke mari oleh kolonial Belanda, spontan Baca Selengkapnya

iklan1