Category: Home

Soal Pajak, Bupati Minsel Perintahkan 17 Camat Berkumpul

AMURANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Selatan, Danny Rindengan melakukan rapat dengan 17 Camat di daerah tersebut usai mengikuti upacara hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10/2014), Atas perintah Bupati Christiany Tetty Paruntu.

Rapat itu untuk mengevaluasi capaian-capaian pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-PP) di pemerintah tingkat kecamatan.

“Ya, saya melakukan rapat ini untuk menindaklanjuti perintah Bupati terkait evaluasi capaian PBB 2014 di Minsel,” kata Rindengan.

Pada ksemepatan itu, Rindengan langsung meminta laporan resmi dari para camat terkait capaian tersebut, sembil mencocokan data penyetoran yang sudah dilakukan oleh para Hukum Tua/Lurah yang ada di setiap masing-masing kecamatan.

Pesan ibu bupati, kalau memang belum capai, camat wajib memotivasi Hukum Tua dan Lurah untuk bisa memaksimalkan penagihan dan penyetoran pajak.

“Karena PBB ini sudah menjadi pajak daerah bukan lagi pajak pusat,” tambah Rindengan.
(sl-bm/rr)

MUI: Sumpah Mubahalah Anas Urbaningrum

090982900_1411613464-a6

JAKARTA Mubahalah alias sumpah kutukan dilontarkan Anas Urbaningrum pasca-vonis 8 tahun penjara yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kepadanya. Hakim menolak untuk menanggapi permintaan terdakwa kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang itu.

Mubahalah diambil dari bahasa Arab, yang berarti saling melaknat. Suatu istilah yang digunakan ketika 2 pihak berselisih dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara dialog atau debat.

Dalam konteks Islam, Mubahalah tercantum dalam Al Quran surat Ali Imron ayat 61. Saat itu di zaman Nabi Muhammad SAW terjadi perselisihan pendapat terkait agama. Namun pada akhirnya mubahalah itu pun tidak pernah terjadi. Pihak yang berselisih memilih untuk tidak jadi melakukan sumpah kutukan karena percaya kepada ucapan Nabi Muhammad SAW.

Terkait kasus Anas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki penilaian sendiri tentang tantangan mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Terlepas dari sumpah mubahalah, Anas Urbaningrum tetap dinyatakan bersalah. Ayah 3 anak itu terbukti menerima pemberian hadiah yang berhubungan dengan jabatannya.

Anas juga dinilai mempengaruhi dan mengatur proyek APBN saat menjadi pejabat di Partai Demokrat. Hakim pun menghukum Anas 8 tahun penjara serta membayar denda sebesar Rp 300 juta. Anas juga harus  membayar uang pengganti Rp 57 miliar dan US $ 5,2 juta. (Mvi/Lip6/Rn)

Anas Urbaningrum Banding Atas Vonis 8 Tahun

061053700_1411692773-MUI-140926

JAKARTA – Anas Urbaningrum dipastikan akan mengajukan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam kasus korupsi gratifikasi atau penerimaan hadiah proyek Hambalang, proyek-proyek lainnya, serta pencucian uang. Anas divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada majelis hakim atau KPK, Mas Anas memutuskan untuk menggunakan haknya untuk melakukan banding,” kata kuasa hukum Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso di Jakarta, ‎Senin (29/9/2014).

Handika mengatakan, pengajuan banding tersebut diharapkan majelis banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta akan memeriksa dan memutuskan lebih benar dan adil. Menurut Handika, banding diajukan lantaran tidak lepas dari pertimbangan hukum yang digunakan majelis untuk menyatakan terbuktinya dakwaan ke-1 subsider dan dakwaan ke-2.

Hal itu dinilai tidak adil dan benar.”Karena menggunakan bukti saksi dan surat yang tidak bernilai sebagai alat bukti. Contoh saksi yang dipakai keterangannya saling kontradiksi, jadi tidak ada persesuaiannya,” ujar Handika.

Sementara KPK sebelumnya sudah memastikan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Tipikor Jakarta terhadap Anas Urbaningrum.”KPK akan melakukan upaya banding terkait vonis terdakwa AU (Anas Urbaningrum) di Pengadilan Tipikor akan banding,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP belum lama ini.

Majelis Hakim PN Tipikor yang diketuai Haswandi menjatuhkan vonis kepada Anas Urbaningrum dengan pidana 8 tahun penjara. Majelis Hakim juga menghukum Anas dengan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

‎Tak cuma itu, Majelis Hakim juga menghukum Anas Urbaningrum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 57.590.330.580 dan US$ 5.261.070. Dengan ketentuan, jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap uang pengganti itu tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Dan apabila tidak ada harta benda untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana 2 tahun penjara.‎ (OF/Lip6/Rn)

Doa Syukur HUT ke-12 Persatuan Pensiunan Bank Sulut

Kantor Pusat Bank Sulut, Jln. Sam Ratulangi 9 Manado

Kantor Pusat Bank Sulut, Jln. Sam Ratulangi 9 Manado

MANADO – Persatuan Pensiunan Bank Sulut (PPBS) Kamis (25/09/2014) jam 11:00 s/d 15:00 Wita merayakan syukuran sederhana pada ulang tahunnya yang ke-12. Acara ini dimulai dengan doa syukur dan makan bersama dilaksanakan di lantai V Gedung Kantor Pusat Bank Sulut Manado.

Sekitar 80 orang pensiunan Bank Sulut hadir beserta keluarganya, ada yang datang dari Gorontalo, Kotamobagu/Bolmong, Kep. Sangihe, Minahasa, Bitung, Manado dan sekitarya.

Diantaranya juga hadir mantan-mantan Direksi dan Komisaris, yakni Andries Rattu (Direktur Pemasaran), Alexius Lembong (Direktur Utama), Ridwan Nggilu (Direktur Pemasaran) dan Jantje Monalu (Komisaris) semuanya terlihat sehat wal-walafiat, cerah ceria dengan semangat kerukunan dan persaudaraan yang harmonis.

Suasana syukuran ulang tahun tambah enjoy, hidup dan dinamis karena dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank Sulut Johanes Ch. Salibana, yang diharapkan akan memberikan sambutan sekaligus kabar gembira buat para pensiunan.

Anggota Direksi Bank Sulut lainnya juga hadir yakni Direktur Umum Felming Harun, Direktur Operasional Judy Koagow, Direktur Kepatuhan Jeffry Salilo, beserta kedua anggota Komisaris masing-masing Alexius Lembong dan Effendy Manappo.

Setelah acara makan siang bersama Jantje Monalu selaku Ketua Panitia HUT Ke-12 PPBS menyampaikan laporannya bahwa setiap bulan (tanggal 25) para pensiunan melakukan pertemuan di tempat ini. Pertemuan ini dimaksudkan untuk lebih menghayati arti pentingnya kebersamaan, kepedulian, merasa adanya persatuan dan persaudaraan antar sesama pensiunan, sekaligus merefleksikan kembali bagaimana pengabdian dan perjuangan para pensiunan ketika masih aktif bekerja untuk membangun Bank Sulut menjadi lebih maju, besar, sehat dan kuat dalam menopang pembangunan di daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Diharapkan semangat seperti ini bisa menginspirasi kerja dan pengabdian pegawai, pimpinan, staf maupun pejabat atau manajemen Bank Sulut saat ini,”ujarnya.

Dirut Bank Sulut Johanes Ch. Salibana dalam sambutannya menyampaikan, sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pengurus dan para pensiunan yang telah menyelenggarakan acara syukuran ulang tahun ke-12 ini, walaupun dilaksanakan sederhana tapi penuh khidmat dan kita semua merasakan adanya kesinambungan semangat yang terus mendorong manajemen saat ini untuk terus memajukan Bank Sulut menjadi lebih maju, besar, sehat dan kuat.

Lanjut Salibana, “Kemajuan yang telah dicapai sekarang ini oleh Bank Sulut tidak lepas dari peran dan kerja keras para pensiunan yang merupakan bagian dari kemajuan tersebut. Sehingga ke depan kami merasa berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan para pensiunan, mudah-mudahan pada tahun 2015 bisa direalisasikan”. (Rn)

Obligasi V Bank Sulut Rp. 750 Milyar “Overbooked”

Prospektus Awal Obligasi V Bank Sulut

Prospektus Awal Obligasi V Bank Sulut

MANADO – Setelah Bank Sulut sukses menggelar Due Diligence Meeting & Public Expose dalam rangka penawaran umum Obligasi V Rp. 750 Milyar, Kamis (18/09/2014) bertempat di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, dan sesudah proses bookbuilding dalam waktu 15 – 23 September 2014, ternyata Obligasi ini sangat diminati oleh para investor dan sudah terjual habis bahkan overbooked.

“Kami bersyukur dengan suksesnya penjualan Obligasi V Bank Sulut sebesar 750 Milyar. Obligasi ini sudah terjual habis karena sangat diminati, bahkan terjadi overbooked”, ujar Direktur Utama Johanis Ch. Salibana, pada saat makan siang bersama acara syukuran HUT ke-12 Persatuan Pensiunan Bank Sulut hari Kamis (25/09/2014).

Lanjut Salibana, keberhasilan penjualan Obligasi V ini tentunya tidak terlepas dari usaha keras dan sukses-sukses yang pernah diraih sebelumnya dari para pensiunan yang telah memulai menjual Obligasi I di tahun 1990 berturut-turut hingga Obigasi V di tahun 2014 ini. Bank Sulut dalam memenuhi kewajiban membayar bunga dan pengembalian pokok Obligasi selalu dilakukan tepat waktu. Sehingga pengalaman yang baik inilah bisa meyakinkan para investor pasar modal untuk merebut penjatahan Obligasi V sesuai permintaan.

Ditambahkan oleh Grouphead Operasional dan selaku Ketua Tim emisi Obligasi V Bank Sulut 2014 Revino Pepah, Obligasi V Bank Sulut ini berperingkat A (Single A) dari Fitch Ratings Indonesia , dengan suku bunga 11,9% p.a. dibayarkan setiap 3 bulan melalui pemegang rekening PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan sebagai Wali Amanat adalah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

“Sesuai jadwal dana Obligasi Rp. 750 Milyar sudah ditransfer ke Bank Sulut pada tanggal 7 – 8 September 2014”, ujar Pepah (Rn)

iklan1