Tag: Abdul Gani Kasuba

Nyaris Permalukan AGK, Hasby Yusuf Desak Copot Kadis PU Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba dan Ketua BKPRMI Maluku Utara Hasby Yusuf (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemberantasan praktek korupsi menjadi bagian penting dalam pemerintahan Abdul Gani Kasuba (AGK) selaku Gubernur Maluku Utara (Malut), hal itu masih terlihat diakhir kepemimpinannya sebagai Gubernur Malut, AGK mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar turut mengawasi proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 di Provinsi Malut.

Semangat tersebut ternyata tidak ditunjang para pimpinan Perangkat Daerah (PD) di jajaran pemerintahan Provinsi Malut, pasalnya berdasarkan informasi kuat dugaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Malut melakukan suap atas pelaksanaan sejumlah proyek yang tengah berjalan dan yang telah dikerjakan di Maluku Utara. Menanggapi hal itu, Ketua Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Malut, Hasby Yusuf angkat bicara.

”Disaat Gubernur AGK ingin menghadirkan KPK untuk mengawasi pembahasan & pelaksanaan APBD, muncul dugaan kasus suap proyek Infrastruktur di dinas PU Provinsi. Ini intrupsi buat Gubernur oleh anak buahnya sendiri. Jika benar gubernur ingin bersihkan pemerintahan provinsi, langka terbaik menurut saya, Pertama, mencopot Kadis PU dan minta KPK untuk geledah kantor PU Provinsi dan usut semua proyek infrastruktur di Maluku Utara,” ujar Hasby tegas.

Tidak hanya itu, aktivis vokal yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate ini mendesak penegak hukum untuk bertindak tegas, tanpa diskriminasi dalam penegakan hukum. Terutama terkait indikasi penyelegewan jabatan yang dilakukan Kadis PU Maluku Utara, bahkan Hasby mengungkapkan dugaan tersebut menjadi pertaruhan wibawa bagi institusi penegak hukum di Maluku Utara untuk dapat bekerja tuntas.

Kedua, Kejati harus berani bongkar kasus korupsi infrastruktur di dinas PU Provinsi agar rakyat percaya bahwa Kejaksaan Tinggi Maluku Utara adalah Institusi hukum yang layak dipercaya. Ini hanya usulan tapi jika ditindaklanjuti maka akan menjadi titik baru pemberantasan Korupsi di Maluku Utara,” ucap Hasby melalui akun Facebooknya, Rabu (27/12/2017). (*/Amas)

Fasilitas Jalan Rusak, Warga Desa Toniku Demo di Kantor Gubernur Malut

Berada di depan kantor Gubernur Malut massa aksi saat melakukan orasi (Foto Suluttoday.com)

TERNATE – Pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara (Malut) diakui belum sepenuhnya menyentuh di berbagai daerah secara merata, hal itu tidak berbanding lurus dengan janji politik dan pernyataan-pernyataan para politisi saat berkampanye memburu jabatan, baik itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur hingga calon Anggota Legislatif (Caleg) ‘dimusim’ kampanye.

Faktanya, Senin (10/7/2017) warga Desa Toniku Kecamatan Jailolo Selatana Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Malut, akhirnya memperlihatkan keprihatinan dan kekecewaan mereka melalui aksi unjukrasa yang dilakukan di Gusale kantor Gubernur Maluku Utara. Massa yang terkumpul kurang lebih ratusan orang tersebut dipimpin Rudi Amir selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menyuarakan sejumlah permasalahan yang dirasakan masyarakat Desa Toniku saat ini.

Dalam orasi yang disampaikan sejumlah orator, menyampaikan aspirasi yang intinya meminta pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan Gubernur KH Abdul Gani Kasuba untuk tidak menutup mata dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan akses jalan. Massa aksi meminta Gubernur agar menemui mereka dan mengatur skendjul untuk berbincang langsung dengan masyarakat dalam rangka disampaikannya kepentingan mereka.

Massa aksi saat berhadapan dengan Sat Pol PP (Foto Suluttoday.com)

”Kami menyampaikan aspirasi yang ini dilahirkan berdasarkan kenyataan yang kami alami di Desa Toniku. Diantaranya, torang (kami) butuh jalan aspal bukan jalan balobang (berlubang) dengan jalan bapece (berlumpur). Kami juga mendesak agar ada hering terbuka dengan Gubernur maluku utar, masyarakat Toniku berharap media massa mengekspos hal ini agar diketahui publik. Karena jalan Toniku yang rusak parah dan tidak layak lagi digunakan masyarakat karena mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Amir dengan teriakannya saat orasi.

Aksi yang terdiri dari masyarakat dan mahasiswa itu membawa spanduk berukuran cukup besar dan berlatar putuh dengan bertuliskan GERAKAN RAKYAT: TONIKU BERSATU (TOBE) ‘TORANG BUTUH JALAN ASPAL BUKAN BALOBANG DAN BAPECE’. (*/Abhy)

Gubernur Sulut Ikut Pelatihan Perang di Natuna

Gubernur Olly Dondokambey bersama Pangdam (Foto Ist)

MANADO – Jumat (19/5/2017), Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menjadi salah satu dari 23 Gubernur yang mengikuti latihan perang di Natuna, Kepulauan Riau. Pria yang akrab disapa Olly ini bersama gubernur lainnya mengikuti serangkaian latihan perang, seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya.

Gubernur ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo di Tanjung Datuk. Latihan perang itu tentunya akan membangun jiwa korsa para gubernur. Korsa adalah istilah militer untuk kesetiakawanan dan soliditas yang tentunya sangat diperlukan dalam menjaga wilayah Indonesia yang sangat besar dengan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Persatuan seluruh gubernur untuk menjaga keutuhan negeri ini menjadi suatu keharusan yang tidak dapat ditawar lagi. Agenda penting ini turut menggambarkan besarnya jasa TNI yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo karena telah membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Natuna memang berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Cina dan Laut Cina Selatan bersinggungan langsung dengan daerah ini.

Ini memberikan pesan supaya ada dorongan dan perhatian khusus dari seluruh pemimpin daerah terhadap kawasan perbatasan, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan pertahanan.

Selain Gubernur Olly, ada 22 Gubernur lainnya yang hadir pada kegiatan tersebut dan semuanya tidak didampingi ajudan dan protokoler. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Maluku Said Assagef, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Gubernur Sumut T Ery Nurradi, Gubernur Sultra Nur Alam, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Kemudian Gubernur Kaltim Awang Faruk, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur Kaltara Irianro Lambrie, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. (*/R1)

Bersama Pihak PLN Suluttenggo BNN Sulut Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kombes. Pol. Drs Sumirat Dwiyanto dan Baringin Nababan saat sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

Kombes. Pol. Drs Sumirat Dwiyanto dan Baringin Nababan saat sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sosialisasi Bahaya Narkoba intens dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kali ini dilakukan di kantor PLN Wilayah Suluttenggo, Kota Manado, Kamis (31/3/2016). Kepala BNN Sulut, Kombes. Pol. Drs Sumirat Dwiyanto yang didampingi GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan menyampaikan pentingnya semua pihak aktif selamatkan generasi bangsa dari pengaruh Narkoba.

“Mari kita selamatkan gerenasi Sulut dari bahaya Narkoba, para pegawai swasta juga harus membersihkan dirinya dari pengaruh narkoba. Kendala salah satunya adalah ada orangtua yang tidak mau anaknya direhabilitasi, kasihan juga sebenarnya,” ujar Kombes. Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si.

Lanjut Sumirat menjelaskan tentang modus operandi yang dilakukan para pengedar Narkoba, sehingga pentingnya masyarakat diberitahukan untuk kemudian dihindari masyarakat agar terhindar dari sindikat Narkoba.

“Mari kita waspada mengontrol prilaku anak-nak kita untuk kemudian terhidar dari tipuan para bandar narkoba. Makin canggih modus yang dilakukan para distributor ganja, para pengedar akan terus melakukan upaya memperkaya diri dan akhirnya merusak generasi kita saat ini. Semua ini harus dihindari kita semua selaku orangtua,” ucap Sumirat dihadapan puluhan petugas PNL Suluttenggo.

Sementara itu, GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, menyampaikan apresiasi terhadap sosialisasi Bahaya Narkoba yang disampaikan BNN. Nababan menilai bahwa kegiatan sosialisasi sangat berdampak baik dalam mengurangi adanya penggunaan Narkoba dan peredarannya.

“Saya selalu mengikuti sosialisasi dari BNN, dan ini sangat berfaedah. Melalui sosialisasi ini membuat kita lebih mampu mewaspadai hal-hal yang berefek merugikan kita semua, hal yang merusak saraf kita dan organ tubuh lainnya. Terima kasih BNN Sulut yang mau berkenan melakukan sosialisasi disini,” tutur Baringin.

Tak hanya itu, Dwiyanto bahkan memaparkan tentang perintah Presiden Jokowi untuk memberantasan Narkotika. Dengan menyebutkan bahwa Presiden meminta harus Gila memberantas Narkoba dan menyatakan perang pada Narkoba. Hasil penelitian para pekerja merupakan bagian terbesar mengkonsumsi Narkoba, di Sulut sendiri secara kasar peredaran Narkoba sekitar 1 Triliun lebih, ungkap Sumirat.

Hadir juga dalam kegiatan ini Pdt Hanny Pantow, sejunlah wartawan dan para pejabat ditingkat PLN Suluttenggo. Diakhir sosialisasi langsung ditindaklanjuti dengan tes urine pada sejumlah pegawai PLN Suluttenggo, dan kemudian menempelkan stiker bertuliskan STOP NARKOBA. (Amas)

Resmikan Badan POM Malut, Roy Berharap Perlindungan Publik Digalakkan

Gubernur Maluku Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Gubernur Maluku Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Akhirnya perjuangan untuk menjadikan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) secara mandiri dari beberapa tahun sebelumnya oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) terpenuhi. Senin (15/12/2014) Gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba bersama Kepala Badan POM RI, Dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc sukses meresmikan kantor Badan POM Malut yang berkedudukan di Sofifi tersebut.

Kepala Balai POM RI dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya dan kesungguhan Gubernur Malut dalam mendorong sehingga kantor Badan POM Malut dapat diresmikan. Roy menyampaikan perlunya kerja bersama lintas instansi dalam mewujudkan masyarakat Maluku Utara yang bebas dari produk berbahaya.
”Perlu kita melakukan perlindungan publik bagi konsumen di daerah ini, karena patut diakui dengan jumlah masyarakat Maluku Utara saat ini kemudian dibandingkan dengan temuan hasil bahan ilegal yang diamankan Balai Besar POM di Manado, jika di uangkan berjumlahnya hampir 1 Miliar. Ini merupakan angka yang cukup besar, disisi lain memang sudah selayaknya Balai POM hadir di Maluku Utara. Saya menyampaikan terima kasih atas kesungguhan Gubernur Maluku Utara atas perjuangan beliau sehingga kantor Badan POM bisa diresmikan, untuk ditentukan Pelaksana tugas atau Kepala Badan POM Maluku Utara defenitif, insya Allah dalam minggu ini,” ujar Roy.
Kepala Balai POM RI, Gubernur Malut, bersama Polda Malut Kejaksaan melakukan pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

Kepala Balai POM RI, Gubernur Malut, bersama Polda Malut Kejaksaan melakukan pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Gubernur Malut dalam sambutannya mengaku bangga dan berterima kasih atas kepedulian Kepala Badan POM RI terhadap masyarakat Maluku Utara, menurut Kasuba kerinduan warga Malut telah terpenuhi dengan adanya Badan POM Malut.

”Saya tentu tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih dan kebanggaan yang tinggi kepada Bapak Roy selaku Kepala Badan POM RI yang begitu peduli dengan kami. Warga Maluku Utara tentu berterima kasih, kita sudah memiliki Balai POM sendiri, mari menyangkut fasilitas yang belum lengkap di kantor ini akan kita sama-sama memperhatikan, dan saya tau betul kehadiran Badan POM Malut sangatlah diperlukan,” terang Kasuba.
Kepala Badan POM di Manado ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Kepala Badan POM di Manado ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Dalam kesempatan menyampaikan sambutan, Kepala Badan Besar POM di Manado yang membawahi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Malut dalam wilayah kerjanya, Susan Gracia Arpan menegaskan perlunya pemantapan kerja oleh Badan POM guna mewujudkan masyarakat yang kuat dan terbebaskan dari segala macam pruduk berbahaya.

”Sekitar 460 juta dari total produk ilegal yang di amankan Balai Besar POM di Manado untuk produk di Maluku Utara ini, diantaranya bahan kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya, obat tradisional ilegal. Nah, kami juga mengingatkan terkait kordinasi lintas sektor juga dilakukan, sembari melakukan edukasi dilapangan pada masyarakat. Masih diperlukan terobosan dan program yang dilakukan dalam hal pengawasan obat dan makanan di Malut maksimal, bekerja keras, bekerja tuntas, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas,” ujar Arpan.
Penandatanganan Prasasti peresmian kantor Badan POM Maluku Utara (Foto Suluttoday.com)

Penandatanganan Prasasti peresmian kantor Badan POM Maluku Utara (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, setelah dilakukannya penandatanganan prasasti Gubernur bersama Kepala Badan POM RI, Kepala Badan POM di Manado, pihak Polda Maluku Utara, Korem, Kejaksaan, dan disaksikan para undangan melakukan pemusnahan obat ilegal yang disita Badan POM di Manado. Terlihat juga hadir beberapa Kepala Badan POM dari Provinsi lain, acara peresmian berjalan sukses. (Amas Mahmud)

iklan1