Tag: abdul malik suma

Hadapi Komplain, Sonya Selviana Kembuan Berikan Respon Bijak

Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sosok politisi yang santun, Sonya Selviana Kembuan (SSK) bijak menanggapi komplain yang disampaikan Wakil Ketua DPC PPP Manado Abdul Malik Suma, Jumat (3/4/2020). Tudingan terkait penggunaan logo partai berlambang ka’bah yang ilegal, pada beberapa alat peraga kampanye (baliho dan stiker), yang terpasang di sejumlah titik di Kota Manado. Disampaikan dengan rasional.

Menurut SSK melalui Penasehat Tim SSK Troy Pomalingo mengatakan, komplain tersebut tidak penting karena dinilai sebagai error in persona.

“Koalisi Keumatan ini sudah ada dan dibentuk oleh empat partai di Manado yakni PAN, PKS, PPP dan PBB, sebelum SSK bergabung. Jadi lucu kalau SSK yang dikomplain Malik,” ungkapnya, Jumat (3/4/2020).

SSK, kata Troy, diajak bersama sehingga menjadi ‘Koalisi Keumatan bersama SSK’.

“Artinya sudah jadi lima peserta koalisi ini. Makanya balihonya Koalisi Keumatan Bersama SSK. Jadi wajar SSK pun dicantumkan di baliho,” jelasnya.

Menurut politisi yang memiliki dukungan luas itu, Malik sebagai pengurus PPP Manado seharusnya komplain ke Koalisi Keumatan dan SSK.

“Namun pertanyaannya, apakah dia punya legal standing untuk komplain Koalisi Keumatan, sementara koalisi ini digagas ketua-ketua partai yang punya legal standing partai di Manado?”, tanyanya.

“Dan apa alasannya dia komplain dengan SSK. Apa dia bagian juga dari SSK atau PAN atau PKS atau PBB? Intinya Koalisi Keumatan bersama SSK ini adalah satu kesatuan karena semua punya legal standing,” tegasnya.

SSK dirindukan warga (Foto Istimewa)

Di tempat lain, Wakil Ketua DPC PPP Kota Manado Iwan Ba’u mengungkapkan bahwa Koalisi Keumatan lahir atas kesepakatan pimpinan parpol di Kota Manado. “Namanya koalisi, logo partai ikut melekat,” tegasnya.

Sampai saat ini juga, lanjut dia, Koalisi Keumatan belum memberikan dukungan kepada siapapun bakal calon wali kota.

“Soal bersama SSK, itu soal aksi sosial,” terangnya.

Senada dikatakan Ketua DPC PPP Manado Madzhabullah Ichal Ali. “Kami sengaja tidak melibatkan saudara Malik terkait koalisi ini karena dia saat ini memegang posisi sebagai Kepala Rumah Aspirasi anggota DPR RI dari PDIP,” ujarnya tegas.

(*/Bung Amas)

Dinilai Ilegal, Langkah Politik SSK Dipermasalahkan Kader PPP

Abdul Malik Suma (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di Kota Manado memang selalu mengalami peningkatan. Bahkan di tengah warga kota yang mengkhawatirkan tentang penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19). Masih ada politisi yang melakukan kegiatan kemanusiaan dengan melibat-libatkan Partai Politik. Sebut saja salah satu politisi, Ir. Sonya Selviana Kembuan, bakal calon Wali Kota Manado yang kini mendapat sorotan dari kader parpol.

Akibat manuver politik SSK, sapaan akrab Kembuan yang memasang baliho dengan menggunakan logo sejumlah parpol. Jumat (3/4/2020), Abdul Malik Suma, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyampaikan keberatannya. AMS, begitu nama Malik disingkat menilai pelibatan logo PPP adalah ilegal.

“Selaku kader PPP, saya protes dan menilai dicantumkannya logo PPP yang bersamaan dalam satu baliho dengan SSK yang notabenenya balon Wali Kota Manado sebagai tindakan yang tidak bijak. Kami kader PPP tidak tahu soal ini, secara kelembagaan PPP belum memutuskan siapa kandidat yang kita usung di Pilwako Manado,” ujar AMS yang juga mantan pengurus BKPRMI Sulut ini tegas.

Jebolan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado itu menyesalkan tidakan tersebut. AMS menyampaikan dirinya telah mengajukan laporan resmi ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP. Tidak hanya disitu, rencana AMS menempuh jalur hukum dengan melaporkan praktek yang tidak etis itu ke Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Baliho SSK bersama logo PPP (Foto Suluttoday.com)

“AD/ART PPP jelas menganjurkan dan memerintahkan bahwa keputusan lembaga bersifat resmi. Terstruktur dengan prinsip kita menghormati hierarki struktural, sejauh ini DPP PPP belum memutuskan mendukung siapa. Begitu pula DPC PPP Kota Manado belum mengadakan rapat kepada siapa haluan kebijakan dukungan parpol diberikan, saya pertanyakan dan keberatan karena logo PPP dilibatkan dalan baliho-baliho dari SSK. Saya telah menyampaikan laporan keberatan selaku kader ke DPP PPP. Setelahnya saya akan melaporkan ke Polda Sulut,” kata AMS menutup.

Sementara itu, upaya untuk mengkonfirmasi ke SKK masih mengalami kendala. SSK juga diduga melakukan manuver politik yang terlampau berani. Ia tampil dengan gaya yang sedikit berbeda dengan politisi lainnya.

(*/Bung Amas)

Kaukus Muda Muslim Manado Satu Suara Usung Baso Affandi

Baso Affandi (Foto Ist)

Baso Affandi (Foto Ist)

MANADO – Kian memanas berbagai dukungan dan konsolidasi dilakukan masyarakat, Jumat (15/5/2015) sejumlah aktivis pemuda yang tergabung dalam Kaukus Muda Muslim Manado saat diwawancarai ditengah kesibukan mereka dalam berdiskusi di kawasan Jarod mengaku perlu mendorong calon pemimpin di Kota Manado dari kalangan kaum muda yang fisioner dan progresif untuk Pilwako Manado kali ini.

”Kita harus mendorong fugur muda untuk memajukan Kota Manado kedepannya, dan momentumnya adalah melalui Pilwako Manado 2015 ini. Namun, yang dimaksud pemuda disini yakni mereka kaum muda yang terukur, memiliki pengalaman, fisioner, dan progresif tentunya. Salah satu contohnya adalah Sahabat Baso Affandi. Siapapun Wali Kota Manado kedepannya, Wakil Wali Kota harus Baso Affandi. Baso merupakan sosok kaum muda yang memiliki gagasan brilian, berpengalaman dan dapat diterima semua kalangan. Sahabat Baso memiliki jaringan yang luas, meski rendah hati beliau tak perlu diragukan lagi dalam hal bagaimana menelorkan konsep pembangunan kota,” ujar Masri Ikoni, aktivis muda Kota Manado ini tegas.

Hal yang sama juga disampaikan Abdul Malik Suma, senior Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Manado menuturkan bahwa keberadaan Baso yang telah melewati berbagai proses berorganisasi bisa menjadi sebuah kekuatan dalam membangun Kota Manado kedepannya. Dirinya menyebutkan jika kedepan di Kota Manado Wali Kota atau Wakil Wali Kotanya dari perwakilan pemuda yang memiliki pengalaman, maka dipastikannya Manado makin mengalami kemajuan.

”Kalau mau majukan Kota Manado masyarakat sebagai pemilih harus selektif dalam agenda penting untuk memilih pemimpin, Pilwako Manado kali ini jangan disia-siakan masyarakat dengan memilih figur yang salah. Harus dikedepankan rasionalitas, memilih calon pemimpin yang memiliki rekam jejak jelas. Kami mengusung Baso Affandi sebagai Wakil Wali Kota Manado, siapa saja Wali Kota Manado kedepannya, Baso Affandi harus Wakilnya. Sudah saatnya kaum muda yang berpengalaman dan memiliki konsep diberikan kesempatan dalam membangun Kota Manado. Saya mengajak teman-teman pemuda lainnya untuk mari kita rapatkan barisan menangkan Baso Affandi,” papar Malik yang juga adalah anggota Kaukus Muda Muslim Manado tersebut. (Amas Mahmud)

Aktivis GPI Majukan Baso Affandi For Calon Wali Kota Manado

Baso Affandi (Foto Ist)

Baso Affandi (Foto Ist)

MANADO – Nama sosok muda yang cukup dikenal di Kota Manado kembali digadang untuk maju sebagai calon Wali Kota Manado, Rabu (11/3/2015), Malik Suma, Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Manado, saat ditemui menyampaikan perlunya calon Wali Kota Manado kali ini memunculkan nama-nama dari keterwakilan kaum muda yang memiliki track record jelas.

”Kami menilai Bung Baso Affandi layak didorong untuk maju sebagai calon Wali Kota Manado. Seorang aktivis muda yang memiliki segudang pengalaman, baik semasa menjadi mahasiswa berpengalaman di organisasi kemahasiswaan, juga pernah menjadi pengurus partai, mantan pimpinan organisasi kepemudaan di Kota Manado, dan terakhir menjadi calon anggota DPD RI yang mendapat dukungan suara signifikan,” kata Malik yang juga pegiat lembaga survey ini.

Lanjut disampaikan Malik bahwa pihaknya menghadirkan sosok BA sapaan singkan Baso dalam Pilwako kali ini cukup beralasan, dirinya menuturkan kalau sekedar memunculkan figur muda tapi tidak punya konsep membangun Kota Manado itu sama artinya membuat Kota Manado kedepan akan tidak berkembang.

”Bung Baso kami dorong dengan alasan selain memiliki banyak pengalaman, sosok yang sedernaha, bersih, dan punya konsep. Bukan sekedar kita kemudian mengusung calon muda tapi tidak memiliki konsep membangun kota ini. Kami tim berani secara terbuka mengundang bakal calon Wali Kota Manado lainnya untuk adu program, nah dalam kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan agar kaum muda di Manado bisa satu barisan mendorong figur muda yang bersih serta memiliki kemampuan,” ucap Malik menutup. (Amas Mahmud)

iklan1