Tag: abid takalamingan

Halal Food Maasing Dibuka Malam Ini, BTM Ijtihad dan BAZNAS Sulut Jadi Pelopor

Panitia saat melakukan persiapan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Target mewujudkan kawasan makanan halal dan tayibah di Manado akhirnya terwujud. Konsep kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulut bersama Badan Ta’mirul Masjid (BTM) Ijtihad Maasing bernama Baznas Halal Food Maasing. Lokasi di kawasan Boulevard Kelurahan Maasing dekat dengan jembatan Bobo Maasing.

“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada Baznas Sulut yang memilih Maasing menjadi pusat kuliner halal,” tutur Ketua BTM Ijtihad Maasing Sutrisno Djafar tadi pagi.

Sekedar diketahui, kawasan food halal akan diresmikan Ketua Umum Baznas Bambang Sudibyo, Jumat (5/4/2019) hari ini, pukul 19.00 Wita.

“Iya, Pak ketua sangat tertarik untuk melihat langsung lokasi food halal,” ujar Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan.

Menurut Abid, di peresmian nanti akan dihadiri 100 tamu Baznas se Indonesia. Mereka penasaran makanan halal khas Manado yang akan disuguhi para pedagang kuliner halal. Kawasan food halal dikelola oleh panitia yang ditunjuk pengurus BTM Ijtihad Maasing.

Panitia mencari para pelaku usaha makanan di seputaran Maasing. Hasil seleksi, didapat 10 pedagang makanan kategori mustahaq atau kurang mampu secara ekonomi.

”Kami ditugaskan mencari ibu ibu rumah tangga yang ingin membantu ekonomi keluarga. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria Baznas, akhirnya dapat 10 mustahaq yang butuh bantuan modal. Mereka dilatih Baznas Sulut selama sehari,” ucap ketua pengelola Hayati Karim.

Selain itu, untuk modal usaha, murni bersumber dari zakat yang dikumpulkan Baznas Sulut. Tidak ada pengembalian, semua bantuan modal diserahkan kepada pedagang dan sebagian untuk tempat usaha. Untuk modal berbeda-beda nilainya.

“Seperti itu bahwa bantuan dari hasil zakat yang diberikan Baznas Sulut,” katanya.

Selanjutnya, untuk menu di kawasan halal food sebagian besar makanan rumahan. Mulai dari ayam iloni, ilabulo, bindebiluhuta, lalapan, ayam bakar, ikan bakar, gorengan, mie ceplok, tinutuan dan banyak lagi. (*/Redaksi)

Abid Laporkan Oknum Berinsial BB ke Polda Sulut

Abid Takalamingan, saat diwawancarai wartawan usai menyampaikan laporan di Polda Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan juga Plt Ketua Syarikat Islam Sulut, Abid Takalamingan, S.Sos.,MH didampingi istri tercinta, Jumat (29/3/2019) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kantor Polda Sulawesi Utara. Kedatangannya pukul 14.00 tersebut bermaksud untuk melaporkan Badar Bahrudin alias BB.

Laporan Takalamingan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan terlapor di media sosial facebook. Kepada sejumlah wartawan, Abid mengaku tidak menerima tindakan terlapor karena sudah mencemarkan nama baiknya. Diduga kuat komentar yang disampaikan terlapor di Medsos, sangat mengganggu nama baik Takalamingan.

“Bagi saya harus menempuh jalur hukum, agar masalah ini terselesaikan secara baik dan benar. Tindakan terlapor sangat tidak menyenangkan bukan saja terhadap saya pribadi, tapi juga terhadap keluarga besar kami. Ujaran kebencian yang dia lakukan terhadap keluarga kami sudah masuk sangat jauh ke wilayah privasi. Tuduhan tuduhan yang dia tujukan kepada saya harus dipertanggung jawabkan, maka saya menempuh jalur hukum,” kata Takalamingan yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Selain itu, Takalamingan juga mengaku terkejut atas tindakan pelaku, karena menurutnya ujaran kebencian yang ditujukan kepadanya sangat tidak beralasan. Menurut Takalamingan terlapor tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan maupun aktifitasnya di organisasi, tapi begitu berani menyerang Takalamingan.

“Sesungguhnya saya bingung dengan perbuatannya kepada saya dan keluarga. Karena terlapor tak ada sangkut paut apapun dengan kehidupan keluarga kami. Maka perbuatannya itu perlu kami laporkan, supaya aparat kepolisian bisa mengungkap motif dan maksud dari perbuatannya tersebut,” ucap Takalamingan tegas.

Pelaku melancarkan hujatan dan tuduhan dengan akun facebooknya yang mengatakan bahwa Abid Takalamingan adalah penipu serta seorang pencuri. Atas perbuatannya ini, Takalamingan langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan pelaku ke Polda Sulawesi Utara. (*/Redaksi)

TAKALAMINGAN: Syarikat Islam Sulut Fokus Konsolidasi dan Muswil

Abid Takalamingan saat memberikan keterangan pers (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Keseriusan Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Wilayah Syarikat Islam (SI) Sulawesi Utara dalam menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) sesuai skedul segera sebentar lagi terealisasi. Hal itu seperti disampaikan Abid Takalamingan, S.Sos.,MH selaku Plt Ketua SI Sulut, Senin (25/2/2019).

Abid yang juga Koordinator Wilayah SI Sulut, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara itu menegaskan kalau pengurus wilayah SI yang legal hanyalah dibawa kendali Idham Hayat, SH dan Abid Takalamingan. Sehingga tidak ada lagi kepengurusan SI lainnya yang legal di Sulut ini selain kepemimpinan mereka.

Tambah Aba Abid yang menyebutkan Muswil adalah kewajiban konstitusional DPW untuk melaksanakan tiga hal, yakni konsolidasi, pelaksanaan Muswil dan melaporkan hasil Muswil ke pusat.

Diuraikannya pula, banyak cerita bahkan kronologi yang disampaikan Abid hingga dirinya mendapatkan kekuatan legitimasi dan mandat menerima Surat Keputusan (SK) Plt dari Pengurus Pusat SI.

“Iya, tentunya demi menjaga marwah organisasi Syarikat Islam di Sulut, maka kita tetap menjaga soliditas, kekeluargaan dan kekeluargaan. Kami juga sudah siap mengamankan petunjuk Pengurus Pusat, apalagi mandat yang diberikan hingga bulan Maret, dekat ini. Saya menunaikan amanah ini sampai selesai tentunya,” tuturnya kepada wartawan, Senin (25/2/2019).

Lanjut Abid, bertindak sebagai Sterring Commite (SC) dalam Muswil Sofian Lapasahu. Tambah Takalamingan, dalam muswil nanti ada laporan pertanggungjawaban dari ketua demisioner.

Hal senada juga ditambahkan Sofian bahwa pihaknya akan mengamankan perintah DPP dalam melakukan konsolidasi, pembentukan panitia pelaksana wilayah serta akan melaporkan ke pusat.

“Karena perintah pusat seperti itu. Intinya geliat kami untuk menyatukan. Nantinya konsolidasi kepada 14 kabupaten kota yang aktif siap dijalankan,” kata Sofian.

Terpantau yang hadir mendampingi Takalamingan adalah Drs Sofyan Lapasau Ketua SC, Raflin Yusup Sekretaris SC. Kemudian Suryanto Muarif, S.Hi.,MH, Ketua Panitia Pelkasana (OC) dan Muhammad Awal, SH Sekretaris OC, Bendara Hindu alhasni, SE Panitia pelaksanana, serta sejumlah kader SI lainnya. (*/Redaksi)

BAZNAS Sulut Buka Dapur Umum, Salurkan Ribuan Makanan Siap Saji

Ketua Baznas Sulut, Abid Takalamingan saat menyalurkan bantuan alkon (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dipimpin langsung Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Abid Takalamingan S.Sos.,M.H, disaat insiden banjir melanda Kota Manado Baznas membuka Dapur Umum. Senin (4/2/2019), Abid saat diwawancarai mengatakan bahwa pihaknya menurunkan Relawan untuk membantu masyarakat korban banjir dan tanah lonsgor di Manado.

”Umumnya Baznas mengambil bagian untuk meringankan beban dan penderitaan yang dialami masyarakat korban banjir di Kota Manado. Kita membuka 4 Dapur Umum, dengan pusat Dapur Utama di Almunawarah Kelurahan Mahawu Lingkungan 7 Kecamatan Tuminting. Kita menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji kepada para korban,” kata Abid.

Para relawan Baznas saat menyiapkan makanan (FOTO Ist)

Lanjut disampaikannya Baznas Sulut juga mengidentifikasi apa-apa saja yang dibutuhkan para korban, serta ikut mengevakuasi warga yang terkena banjir. Abid memaparkan beberapa metode yang dilakukan Baznas Sulut dengan tujuan menyelesaikan apa yang kemudian permasalahan dihadapi para korban bencana. Tak hanya itu, Baznas memberikan bantuan pakaian layak pakai kepada korban banjir.

Penuh semangat para relawan saat berada di Dapur Umum (FOTO Ist)

”Kita tahu sendiri, disaat banjir memang berdatangan bantuan. Warga korban bantuan juga kami identifikasi karena mereka selain membutuhkan bantuan emergensi, respon, mereka membutuhkan recovery, rekonstruksi bencana. Kita menyuplai logistik disejumlah titik dengan dibantu relawan Baznas dari Kota Bitung dan sekitarnya. Tiap hari 4.000 makanan siap saji (nasi bungkus) yang disalurkan. Malam 2000, siangnya 2000 bungkus,” tutur Abid mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Pakaian layak pakai yang akan disalurkan (FOTO Ist)

Tidak hanya itu, Baznas Sulut juga memberikan bantuan berupa 4 buah mesin alkon, mereka ikut membantu tenaga dengan melakukan bersih-bersih sisa banjir yang membuat sampah menumpuk ditengah lingkungan warga. Abid pun berharap agar kesadaran saling membantu, kepedulian dan kepekaan berbagai pihak terhadap insiden yang dialami warga Manado terus ditingkatkan. (*/Redaksi)

Suasana di Dapur Umum Baznas Sulut (FOTO Ist)

ABID TAKALAMINGAN: …Seperti Laju Kereta Kuda

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven (FOTO Ist)

Catatan : Abid Takalamingan, S.Sos.,MH

SINERGITAS Pemerintahan sebuah kebutuhan bagi pembangunan. Semakin dapat dipahami ketika Pemerintahan diatas nya selalu menginginkan Pemerintahan dibawahnya berada segaris dengannya dalam visi maupun misi. Bagi Pemerintahan yang demokratis mewujudkan nya tak semudah membalikkan telapak tangan karena masih ada faktor elektoral yang harus dilewati lewat Sebuah pemilihan yang melibatkan banyak orang (Pemilu).

Disinilah crusial pointnya; dimana Kebutuhan sinegritas terkendala oleh sistem pemilu yang tidak ditentukkan oleh satu tangan. Pemerintahan diatas membutuhkan sinegritas Pemerintahan dibawahnya tapi yang memilih dan menentukan adalah tangan yang lain yakni rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Dalam silaturahim tokoh dan aktivis Muslim Sulut dengan Gubernur Sulut Kebutuhan sinergisitas ini semakin menemukan konteksnya ketika sinergisitas tidak ada banyak kerugian yang di dapat oleh rakyat sebagai contoh dalam soal anggaran pembanguanan.

Walaupun dana APBN telah tersedia untuk sebuah proyek pembangunan akan tetapi karena ketidak siapan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintahan Kabupaten/Kota maka proyek tersebut tak bisa dilaksanakan yang berakibat kepada baliknya dana kepada pemerintah pusat karena tak bisa diserap.

Inilah yang kemudian salah satu yang menjadi perhatian banyak aktivis dan tokoh ternyata sebegitu dahsyatnya dampak jika sinergisitas tidak ada dalam strata Pemerintahan dari atas sampai bawah.

Oleh karena itu dalam penggalan komentar salah seorang aktivis Muslim yang kebetulan hadir pada malam silaturahim tersebut yakni Mahyuddin Damis mengulang-ulang kata ini karena kesadaran bahwa sinergisitas ternyata bukan hanya kebutuhan oligarki tapi dia juga adalah kebutuhan demokrasi sekaligus.

Kerja keras, kemampuan lobby, jaringan, dan marketing daerah yang dilakukan oleh Pemerintahan Sulut dibawah kepemimpinan duet Olly Dondokambey Dan Steven Kandow yang sgt luar biasa HEBAT juga akan terkendala jika sinergisitas Pemerintahan dibawahnya tdk di dapat.

Saya katakan luar biasa hebat karena bagaimana tdk luar biasa ditahun 2018 ini saja Ada hampir 30T Dana yang bisa ditarik ke daerah oleh Pemprov Sulut yang jika dibanding dengan APBD yang hanya sekitar 4T dan PAD yang hanya sekitar 1,2T.

Dana yang begitu besar itu turun ke Sulut salah satu sebabnya adalah karena adanya sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah Sulut disamping mmg faktor kepemimpinan provinsi yang mumpuni, berkapasitas dan full power.

Akan tetapi ditingkat lokal Sulut Ada beberapa proyek tak bisa dilaksanakan karena persoalan sinergisitas tdk dimiliki antara pemerintahan provinsi Dan Kabupaten/kota dibawahnya. Ini diakibatkan karena tdk se Visi dan se Misi, bisa juga karena tdk se garis politik antara pemerintahan provinsi dan sebagian Pemerintahan Kabupaten/Kota yang berada dibawahnya.

Menurut hemat saya hal-hal tersebut sejatinya tak perlu terjadi jika para politisi yang hari ini dipercayakan rakyat mau menempatkan diri sebagai negarawan dan mau mengorbankan segalanya demi kemajuan daerah serta mengabdikan dirinya kepada kepentingan rakyatnya.

Terima kasih Pak Gubernur yang telah menjelaskan secara baik dan sederhana akan makna sinergitas dan betapa penting kata itu hadir untuk memaknai kesinambungan pembangunan yang terus digelorakan oleh Pemerintahan ODSK.

Akan tetapi satu hal sebagai akhir dari tulisan ini boleh jadi memang Pemerintahan dibawahnya tak bisa mengikuti kecepatan lari pemerintah provinsi dan karenanya dia menjadi daya pe “lambat” pembangunan di sebagian wilayah nyiur melambai sebagaimana adagium lama yang saya ingat bahwa “Laju Kereta Kuda Tidak Ditentukkan Oleh Kuda Yang Paling Cepat tapi Justru Oleh Kuda Yang Paling Lambat”.

”Saatnya kami akan berusaha menemukan kuda-kuda cepat agar laju kereta tak lagi bermasalah untuk sebuah Sinergisitas. Semoga… [***]

iklan1