Tag: ai mangindaan

Harley Mangindaan Akui Kebersamaan Warga Nustar Saat Ibadah Natal

Dr Harley AB Mangindaan, selaku Ketua panitia pra Natal (Foto Daniel)

Dr Harley AB Mangindaan, selaku Ketua panitia pra Natal (Foto Daniel)

MANADO – Selaku Ketua panitia Natal Nusa Utara (Nustar) tahun 2014, Dr Harley Mangindaan mengaku salut akan kekompakan dan solidnya warga nusa utara dalam perayaan ibadah pra Natal Nusa Utara yang dilaksanakan di graha Gubernuran, Jumat (19/12/2014).

Dalam sambutan sebagai ketua panitia Mangindaan yang juga Wakil Walikota Manado mengatakan manfaatkan momen yang indah ini sebagai bentuk pembuktian bahwa warga Nusa Utara begitu kompak. “Moment ini menunjukan bahwa Warga Nusa utara begitu kompak,dan saya mengapreiasi serta salut dengan solidnya warga nusa utara untuk majukan Sulut,” pesan suami dari Seyla Kudati yang mendampingi beliau dalam ibadah pranatal.

Mangindaan juga menympaikan Damai Natal berikankan motivasi bagi warga nusa utara untuk menjadi model dan contoh bagi warga sulawesi utara bahkan Indonesia karena nusa utara terkenal dengan kekuatan maritimnya.

“Natal kali ini mengambil segmen Maritim Nuansa laut karena Nusa Utara terkenal dengan kehebatan maritimnya sebagai Petarung dan akan komitmen yang kuat,” ujar Mangindaan.

Warga Nustar saat hadiri dalam acara Pra Natal (Foto Daniel)

Warga Nustar saat hadiri dalam acara Pra Natal (Foto Daniel)

Selain nuansa maritim, ibadah pra Natal kali ini juga diisi dengan pagelaran seni nusa utara. Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado ini menambahkan juga dengan kesenian kita bisa pahami nilai luhur dan unsur budaya dan indonesia yang kaya.

Ibadah pra natal kali begitu meriah dengan dihadiri ratusan warga nusa utara yang tersebar diseluruh Manado bahakan minahasa ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Letjen (Purn) E.E Mangindaan beserta istri. Seperti diketahui sewaktu menjabat sebagai Gubrnur Sulut E.E Mangindaan pernah mendapat gelar dari warga Nusa Utara Hiabe Mamenongkati, (bintang biduk dari utara), Ketua Forum Komunikasi Nusa Utara Dr Djouhari Kansil beserta istri yang juga Wagub Sulut serta Wakil Bupati Minahasa Utara ibu Yulisa Baramuli, segenap tokoh nusa utara serta undangan lainnya. Ibadah pranatal ini dipimpin oleh Wakil Ketua Sinode GMISS Pdt.A.Makasar,STh. (Amas Mahmud)

Ai Mangindaan Tegaskan Proyek APBD Harus Tuntas Sesuai Kontrak

Dr Harley Mangindaan saat menemui proyek asal jadi (Foto Ist)

Dr Harley Mangindaan saat menemui proyek asal jadi (Foto Ist)

MANADO – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijajaran pemerintahan Kota (Pemkot) Manado  diminta memantau kinerja para rekanan kontraktor. Dengan begitu, kualitas bangunan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kontraktor tidak asal-asalan mengerjakan proyek infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota (Wawali) Manado, Dr Harley Mangindaan menegaskan, jelang berakhirnya masa tahun anggaran 2014, SKPD terkait bisa menyelesaikan proyek pembangunan yang belum selesai. Dalam pelaksanaannya, SKPD juga harus melakukan pengawasan dan memonitor proyek yang dikerjakan kontraktor sehingga progres pembangunannya segera terlaksana. “Proyek APBD harus tuntas sesuai kontrak dan jadwal yang ditentukan,” tegas Wawali yang turun melakukan pengawasan proyek di sejumlah titik di kota Manado akhir pekan lalu.

Lanjut Wawali, SKPD yang menggandeng kontraktor selaku pihak pemborong dalam pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kelayakan pekerjaan proyek itu. “Artinya, setiap jengkal pembangunan fisik dan non fisik untuk kepentingan masyarakat harus diperhatikan lebih teliti. Baik dari segi kualitas, kuantitas, mutu bahan bangunan, spek. Sarana pendukung pun patut diawasi lebih ketat dalam setiap pembangunannya,” tambah Wawali, Minggu (14/12/2014).

Dikatakan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu perhatian Pemkot Mnado  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan, memudahkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas. Bangunan sekolah, kantor kelurahan dan sarana publik merupakan media yang memang dibutuhkan dan menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

“Selama proyek pembangunan berjalan, saya akan terus melakukan pengawasan. Para kontraktor tidak boleh menyepelekan pekerjaan proyek dan menggarapnya dengan kualitas rendah. Saya tidak ingin masyarakat cedera. Apalagi bila infrastruktur tersebut tidak layak digunakan,” ungkap Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado.

Kadis PU Manado, Ir Ferry Siwi yang dikonfirmasi pun mengakui dari total jumlah paket kegiatan fisik di Tahun Anggaran  (TA) 2014, akan ada yang progresnya dibawah target. Paket-paket tersebut yang diperkirakan akan terlambat atau tidak 100% saat masa kontrak berakhir bulan Desember 2014.

Proyek tersebut sesuai konfirmasi dinyatakan Siwi, ada 6 proyek yang bernilai diatas Rp1 miliar namun posisi pencapaian kegiatan fisik dilapangan baru sekitar 40-an%.

Disentil apakah pemegang proyek tersebut (kontraktor) tidak selesaikan pekerjaan atau pekerjaan asal-asalan akan kena sanksi, Siwi menjamin, kalau sanksi pasti akan diberikan. “Iya pasti. Kalau ada kontraktor tidak selesaikan pekerjaan yang di tandatangani kontraktor dan PPK pasti akan kena sanksi. Karena itu jelas diatur dalam dalam kontrak kerja,” kata Siwi. (Amas Mahmud)

Bersama Walikota Jayapura, Wawali Manado Jamin Keamanan Warga Papua

DR. Harley Mangindaan (Foto Ist)

DR. Harley Mangindaan (Foto Ist)

MANADO – Gesekkan yang sempat terjadi di wilayah Minahasa beberapa waktu lalu, dipastikan tidak akan terjadi di kota Manado. Wawali Manado DR. Harley Mangindaan menegaskan hal itu ketika dijamu Walikota Jayapura Benhur Tomimano, Senin (10/11/2014) ketika mendampingi Persma 1960. Dijelaskan Wawali, telah berbicara banyak dengan Walikota Jayapura sekaligus menyampaikan juga terkait kasus yang terjadi di Tataaran.

“Sekalian saya berbincang dengan Walikota Jayapura agar warga Manado yang berada disini juga dijamin aman,” tambahnya.
Diapun berharap agar keamanan terjadi dan tidak berlarut-larut. “Kita jamin keamanan warga Papua di Manado,” tegasnya kepada Tomimano.

Wawali yang akrab disapa Ai ini, bertolak ke Jayapura dalam rangka mendampingi Persma 1960 yang berlaga di Liga Nusantara menyusul lolos sudah masuk ke 24 besar Indonesia. Menurut Ai , Persma Manado 1960 jika bisa mendapatkan hasil baik di laga Papua akan langsung lolos ke Divisi Utama.

“Kita lolos dari sini langsung masuk divisi utama,” ungkap Wawali sembari berharap agar warga masyaraikat Manado support serta dukung lewat Doa, agar tim Persma bisa berbicara lagi di Liga Indonesia. Diketahui di Liga Nusantara, Persma 1960 wakili Sulut di Regional Sulawesi masuk Grup 6 bersama Persintan Intan Jaya Papua, Kaimana FC Papua dan Persidago Gorontalo. (Amas Mahmud)

Hadiri Musyawarah PWRI, Wawali Manado Uraikan 8 Program Unggulan

Wawali Manado, Dr. Harley Mangindaan saat menyampaikan sambutan

Wawali Manado, Dr. Harley Mangindaan saat menyampaikan sambutan

MANADO – Kepedulian Wakil Walikota (Wawali) Manado Dr. Harley Mangindaan yang juga pembina Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) terhadap masyarakat tak perlu diragukan lagi. Rabu (5/11/2014), Mangindaan menghadiri musyawarah cabang PWRI Manado Dua, bertempat di Aula Bank Sulut lantai V.

Wawali Manado saat menyampaikan sambutannya mengatakan peran orang tua (Wreda) untuk kemajuan bangsa sangat diperlukan untuk membimbing para generasi muda berkarya kedepannya. ”Kolaborasi antara tua dan muda untuk berinovasi kedepan akan sangat baik usia senja bukan menjadi alasan merosotnya produktifitas, apalagi dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Yang muda belum tentu bisa sebijaksana yang tua,” kata Wawali Mangindaan.

Tak hanya itu, Wawali juga menyebutkan melalui wadah PWRI para Wredatama dapat saling berkomunikasi,saling tolong menolong menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi pemerintah maupun banyak orang sesuai dengan fungsi peran sebagai sesepuh bangsa. Wawali juga menginformasikan kepada para anggota PWRI yang hadir dalam muscab selalu mendukung program pemerintah kota Manado.

Wawali Manado bersalaman dengan Drs. B.W.F Purukan politisi senior

Wawali Manado bersalaman dengan Drs. B.W.F Purukan politisi senior

”Ada delapan program pemerintah kota Manado sesuai janji Walikota Manado dan saya Wakil Walikota Manado yang saat ini telah dilaksanakan,salah satunya adalah program Universal Coverage (UC) pengobatan gratis bagi warga kota Manado karna Kesehatan itu penting,” ujar Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali yang murah senyum ini.

Untuk diketahui, dalam kegitan ini Ketua PWRI cabang Manado Dua Drs. G.A.M. Saroinsong, Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah PWRI cabang Manado Dua Drs. B.W.F Purukan, dan juga anggota dewan propinsi seperti Bapak A.H.J Purukan, Bapak Ferdinand Mewengkang, dari Kabid Pelayanan BPJS Kesehatan ibu Ayatullah Pomalingo dari Bank Sulut dan juga Undangan lainnya. (Amas Mahmud)

Rakerda APSI, Mangindaan Minta Pengawas Jangan Dianaktirikan

Dr. Harley Mangindaan (Foto Ist)

Dr. Harley Mangindaan (Foto Ist)

MANADO – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengawas sekolah, Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) menggelar seminar dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Manado di Aula Serba Guna kantor Walikota Manado, Rabu (15/10/2014). Wakil Walikota (Wawali), Manado Dr Harley Mangindaan mewakili Walikota Manado, Dr GS Vicky Lumentut langsung membuka acara tersebut.

Mangindaan dalam sambutannya mengatakan perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para pengawas sekolah. Berbagai pengetahuan yang menopang tugas dan fungsi pengawas harus intens dijalankan. Lanjut dikatakan Wawali bahwa perlu ada perhatian lebih bagi para pengawas sekolah dari pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas).

”Diknas perlu melakukan kajian mendalam terkait peningkatan SDM dan kesejahteraan pengawas. Seperti pengetahuan Teknologi Informasi (TI) yang tanpa kita sadari telah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari, mulai dari internet, wordprocessor, spreadsheet dan database. Kini itu semua telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Saya berharap, pengawas jangan dianaktirikan karena tugas dan tanggungjawas pengawas sekolah begitu besar untuk kemajuan dunia pendidikan,” kata Ai Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado.

Menggapai modernisasi, pengawas sekolah butuh IT karena sekolah pun telah menerapkan sistim tersebut dalam memberikan laporan serta data ke pusat. ”Teknologi informasi telah menjadi suatu hal yang penting bukan hanya untuk orang yang terjun di dalam bidang komputer, teknik, atau perbankan maupun sains saja. Namun telah menjalar ke berbagai bidang termasuk pengawas sekolah,” tegas Wawali menambahkan.

Wawali juga berharap Rakerda APSI dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. ”Untuk keberhasilan pendidikan ada di tangan pengawas sekolah. Karena itu, APSI sebagai wadah atau organisasi pengawas sekolah agar dapat meningkatkan kinerja para anggotanya,” ucap Mangindaan.

Sementara itu, Ketua APSI Pusat Drs Daliman Sofyan menyatakan, akan jalin kerjasama dengan kabupaten dan kota terkait solusi akan kedala yang dihadapi. ”Pasti akan kami menjawab semua pertanyaan APSI daerah. Karena APSI organisasi sudah dibakukan Permen Diknas nomor 12 tahun 2007. Soal kesejahteraan kami juga bisa ada perhatian dari pemerintah daerah,” kata Sofyan.

Ditempat terpisah, Kadisdiknas Manado Corry Tendean kepada wartawan menyatakan, untuk pengawas sekolah di Manado berjumlah 45 orang. ”Mereka bekerja untuk mengawasi sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA yang berjumlah 400 sekolah. Sesuai dengan kebutuhan, untuk 1 pengawas akan mengawasi 7 hingga 10 sekolah,” ungkap Tendean. (Amas Mahmud)

iklan1