Tag: akd dprd manado

Catatan untuk Hendra Zoenardjy Pasca Dilantik sebagai Dirum

Kamajaya Al Katuuk (Foto Ist)

Kamajaya Al Katuuk (Foto Ist)

Metamorfosis akseleratif karier seorang Hendra Zoenardjy membuktikan dua hal. Pertama, mahasiswa yang kuliah di jurusan sastra indonesia FBS IKIP/Unima, selain dapat menjadi guru, juga dapat menjadi wartawan, Bosnya wartawan, dan sekarang menjadi Dirum PD Pasar Manado. Kedua, kesungguhan bekerja profesional dan dibingkai oleh sikap kesombongan yang elegan; harga diri tinggi, jaim, dan tegas akan memungkinkan membawa reputasi yang mengarah pada titian atas (puncak). Dalam hal ini tentu bagi henzoe, jadi dirum bukanlah puncak. Bila dia konsisten akan ada jenjang yang lebih langit.

Selanjutnya, khusus untuk institusi pasar Manado ini, saya punya catatan ekspektasi sendiri. Sejak awal ketika saya menjadi tim ahli (waki) kota, bersama Philep Regar yang menyusun proposal ke DPRD (Mitra di lembaga ini yang intensif merespons antaranya Zeth Walo, Vecky Kansil, dan Bram Warow) peralihan tata kelola dari dinas ke perusahaan daerah didasarkan pada dua prinsip dasar manerial. Pertama demi peningkatan nilai ekonomis pasar. Kedua demi penciptaan tata kelola yang managable.

Dua target yang saya maksud didasarkan para paradoksal pasar yang terlampau sederhana manajerial pada saat itu, yang mengejawantahkan pasar semata sebagai ladang pemerintah manado menagih iuran dan retribusi. Naifnya operasionalisasinya dipraktikan dengan cara tidak transparan dan memaksakan kebijakan. maka tidak ayal sikap penolakan dari pedagang menjadi permanen. reaksi pemerintah kota pun tidak lebih berakal. Buktinya, alih-alih menerapkan manajemen, yang dilakukan adalah memperbanyak jumlah tenaga (lebih gamblangnya: petugas) keamanan pasar. Maka saya tak heran menemukan sekitar 90 % staf pasar adalah keamanan. Jelas manajemen yang ditrapkan adalah pasar dalam keadaan darurat (konflik melulu).

Itulah sebabnya, apa yang harus dilakukan pada masa pengelolaan pasar saat ini, bukan mengembalikan perusaan menjadi dinas, melainkan menerapkan tata kelola yang berorientasi pada pertumbuhan dan pengembangan dengan menerapkan keterukuran misi para penelola. Memang mereka yang didudukan di perusahaan tersebut diproses secara politik, tetapi setelah duduk mereka menempatkan reputasi dedikasi mereka kepada sejarah. Bukan kepada siapa yang mengangkat mereka. itulah tantangan Henzoe dan kawan-kawan kali ini. Mereka harus membuktikan mereka bukanlah sekadar petugas penguasa melainkan mengembang misi peradaban. Untuk Henzoe khususnya, misi seorang yang mengusung kemerdekaan diri bukan budak. Inilah kekuatan Henzoe yang saya tahu selama ini. Dalam penerapannya, tentu dia perlu arif. Dia harus sadar di mana dan dengan siapa dia bekerja. Dengan demikian dia tahu memilih cara. Walau saya yakin Henzoe tidak akan berubah melainkan semakin konsisten dalam hal yang bersifat substansial.

Sejauh yang saya lihat potensi untuk menjaga nama dirinya ini, juga didukung oleh sikapnya sebagai seorang jurnalis seniman yang sangat dia junjung tinggi; utile et dulce. Dia memburu kebergunaan dan kebermanfaat, tetapi keindahan dan kebaikan lebih dari sekadar tahta. (****)

 

Tulisan Kamajaya Al Katuuk

Kader PAN Manado dan Simpatisan Minta Proses PAW Boby Daud Dipercepat

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

MANADO – Sejumlah kader dan simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado mulai menunjukkan keseriusannya mengawal tahapan Pemberhentian Antar Waktu (PAW) atas Boby Daud sebagai anggota DPRD Kota Manado yang akan digantikan Syarifudin Taha. Boby yang sebelumnya telah mencalonkan diri sebagai calon Wakil Wali Kota Manado, kemudian mundur dari anggota DPRD itu kini didesak untuk diganti segera.

Hal itu seperti disampaikan Wahidin Magau, pria yang akrab disapa Yoga ini meminta agar proses PAW Boby ke Syarifudin Taha dapat dipercepat. Menurut Yoga harapan itu disampaikan seluruh kader PAN Kota Manado serta simpatisan, karena dalam rangka menjaga komitmen partai.

”Pengurus DPD PAN Manado, kader, simpatisan, hingga pengurus Ranting PAN se-Kota Manado serta para pecinta PAN meminta agar proses PAW ini dipercepat. Ini dilakukan agar tidak terjadi permasalah internal, mari kita sama-sama menjalankan komitmen partai, jika sudah membuat pernyataan memundurkan diri harus berani mundur. Hal ini akan menutup kekosongan pimpinan Fraksi PAN di DPRD Manado tentunya, sekali lagi PAW Boby Daud harus dipercepat,” ungkap Yoga saat ditemui di Jalan Roda Manado, Jumat (18/3/2016).

Begitupun pernyataan yang sama disampaikan Ketua Ranting PAN Wonasa, Fandi Haras menyampaikan perlunya PAW dikawal scara cepat. Bagi Fandi semua kader PAN mendorong PAW yang dilakukan di internal anggota Fraksi PAN Manado.

”Kami kader dan pengurus Ranting PAN juga mendesak agar proses PAW berjalan cepat. Mari kita taati aturan yang ada, Pak Syarifudin Taha harus menggantu Pak Boby Daud karena aturan main yang ada,” ujar Fandi. (Amas)

Syarifudin Saafa: Mari Kita Jemput Tahun Baru Tanpa Huru-Hara

Syarifudin Saafa (Foto Suluttoday.com)

Syarifudin Saafa (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Seolah semacam tradisi diakhir tahun, dimana masyarakat disibukkan dengan melakukan kegiatan seremonial (hura-hura) baik dengan menyewa tempat-tempay mewah untuk mengakhiri tahun, membakar petasan, pesta pora, mimun-minuman keras dan beragam aktivitas yang tidak sedikit menguras uang baginya adalah sebuah fenomena sosial.

Menurut Syarifudin Saafa ST, anggota DPRD Kota Manado warga dihumbau untuk menyambut tahun baru dengan mewujudkan kondisi sosial yang kondusif dan jaug dari tindakan kriminal-anarkisme. Lanjut dikatakannya bahwa kenyamanan warga kota merupakan hal penting yang harus dijaga pemerintah dan juga masyarakat, tidak hanya itu Saafa juga berharap warga menjadikan tahun baru sebagai momen untuk memperbaiki diri.

“Saya menghimbau semua kita agar menyambut tahun baru tanpa hura-hura dan huru hara. Mari kita jaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan kota. Jadikan tahun baru sebagai momentum menata diri, memperbaikinya dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan bersama, kemajuan kota kita tercinta,” ujar Saafa legislator Kota Manado dua periode ini menutup. (Amas)

Vicky Lumentut Akhirnya Turun Tangan, Kisruh AKD Temui Solusi

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Espektasi warga Kota Manado pada para wakil rakyat diakui mulai mengalami penurunan, dimana dengan terjadinya beberapa kali penundaan pembacaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam sidang paripurna dewan Kota Manado belum lama ini.

Tarik menarik kepentingan politik ini diduga kuat yang menjadi penyebabnya adalah belum terakomodirnya kepentingan politik dari kelompok tertentu yang ada di DPRD Kota Manado. Kondisi tersebut mulai mendapat titik temu dikala sejumlah masyarakat meminta Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut untuk ‘turun tangan’ dan menjadi mediasi dalam konflik kepentingan itu. Alhasil Lumentut pun mendapat apresiasi warga karena dianggap berhasil mendorong sehingga AKD dibentuk.

Menurut Lumentut yang juga Ketua APEKSI ini mengatakan kurang tepat sebetulnya jika dirinya turut serta dalam penyelesaian konflik antar dua kubu di DPRD Kota Manado soal pembentukan AKD.

Sebagai Wali Kota, tidak seharusnya saya ikut campur atau menjadi mediasi atas dinamika yang terjadi di DPRD Kota Manado saat ini. Namun karena diminta, maka saya turut serta mencari solusi agar pembentukan AKD dapat terlaksana. – Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado.

Hal itu menuai tanggapan positif dari masyarakat, menurut Noho Poiyo apa yang dilakukan Wali Kota Manado merupakan langkah penyelamatan dalam mewujudkan harapan masyarakat Kota Manado melalui realisasi program yang nantinya akan turut di dorong DPRD Kota Manado.

”Kisruh AKD ini relatif lama, sykurlah kalau kehairan Pak Wali Kota Manado untuk terlibat dan memudahkan terbentuknya AKD ini. Dewan Kota Manado sudah harus berjalan maju, tidak lagi berputar-putar pada konflik kepentingan yang bakal merugikan kepentingan masyarakat banyak, jika AKD terbentu maka dewan lebih aktif menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemerintahan, kami salut dengan Pak Vicky Lumentut yang ikut melahirkan solusi dalam perdebatan AKD ini,” ujar Poiyo menutup. (Amas Mahmud)

iklan1