Tag: alwan rikun

YBM BRI Kanwil Manado Resmi Launching IP2BK Sentra Batu Nona

Launching program dan pemberian bantuan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Berlangsung Minggu (23/12/2018), bertempat di Kantor Hukum Tua Ds. Kema III, Keamatan Kema, Minut YBM-BRI KANWIL Manado melakukan Launching Program IP2BK (Integrasi Program Pemberdayaan Berbasis Keluarga) dan penyerahan Bantuan Kado Pendidian untuk anak’’ dari peserta IP2BK Dalam acara tersebut, Diwakili Oleh Sekretaris YBM-BRI KW Manado, Nia P. Herdana.

Dalam sambutannya menjelaskan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia Adalah Lembaga Zakat , Infak, Sedekah (ZIS) yang sumber dananya berasal dari Potongan Gaji Pegawai BRI Muslim Selindo, yang setiap bulan sudah terpotong otomatis,ditampung di YBM-BRI Kantor Pusat dan disalurkan dalam bentuk Program Sosial dan Program ekomomi yang sasarannya adalah untuk masyarakat Muslim yang masuk Kategori Kurang Mampu.

Adapun program IP2BK Adalah Program Terintegrasi dan jangka Panjang yang nanti akan dievaluasi setiap tahun, Pada program ini bantuan yang diberikan berupa, Beasiswa, BPJS, Pembinaan Pekanan dan Bantuan pengembangan Usaha Program IP2BK di Ds. Kema 3, sudah Berjalan Kurang Lebih 5 bulan, dengan jumlah peserta 20 orang Ibu’’ Rumah Tangga, program ini didamping oleh pendamping program, Alwan Rikun.

”Setiap satu pekan dilakukan Pembinaan kepada 20 Peserta dengan materi pembinaan diantaranya mengenai penguatan Ibadah, Konseling Keluarga, Cara cara mendidik dan mengasuh anak, dan materi mengenai usaha dan pengeloaan Keuangan Rumah Tangga. Launching IP2BK ditandai dengan penyerahan Simbolis bantuan oleh Nia P Herdana Senilai Rp.202.852.800,- pada perwakilan PesErta IP2BK dan pada moment tersebut juga dilakukan penyerahan Bantuan Kado Pendidikan Dalam Rangka HUT BRI Ke 123 senilai Rp.12.500.000,- Berupa Paket Pendidikan kepada 50 anak,” ujar Alwan.

Sesi foto bersama (FOTO Suluttoday.com)

Selain itu, Hukum Tua Ds. Kema III, Rasyid Yahya mewakili pemerintah setempat meyampaikan Terimaksih kepada YBM-BRI atas program yang diberikan, program sangat membantu masyarakat, menunjang Pendidikan anak peserta program, muda mudhan program ini berjalan lancar, diberikan kesehatan bagi pengurus YBM-BRI Acara dihadiri oleh, Bapak Sukran Langkau (SEKDES), H. Mustafa Makalalag (BPD DS Kema III), para Tokoh Agama, Nulkarim Lahiking (PH), Alwan Rikun (Pendamping Program IP2BK) dan peserta program. (*/Redaksi)

ALWAN Kritisi Kejanggalan Muswil KAMMI Sulut

Alwan Rikun saat menyampaikan laporan panitia (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sulawesi Utara (Sulut) memang tak pernah kita dengar adanya polemik dan saling protes yang meruncing ke publik.

Kali ini berbeda, Alwan Rikun mantan Ketua MPW KAMMI Sulut memberikan kritik terhadap Muswil III PW KAMMI Sulut, diantara kritik disampaikan Alwan pada redaksi Suluttoday.com, diantaranya; menilai Pengurus PW KAMMI Sulut dimisoener tidak mengakui status AB3 dari Maslan Rikun.

Selain itu, kata Alwan beberapa agenda Muswil diduga kuat melahirkan kejanggalan. Problem tersebut, kata Alwan sangat mendasar bila tidak diperhatikan maka akan mempengaruhi pada status PW KAMMI Sulut kedepannya.

”Efeknya, ketika di Sulut tidak ada AB3 selama dua tahun kepengurusan, maka otomatis konstitusi mengajarkan kepada kita bahwa status PW terkait dikembalikan pada PW persiapan, atau bisa digabungkan dengan Provinsi terdekat untuk dijadikan PW penuh. Misalnya Gorontalo atau Sulteng atau Malut,” tegas Alwan.

Selain itu, Alwan menemui adanya diskriminasi kepada sala satu calon yang berstatus AB3. Padahal, Pimpinan Pusat KAMMI mengakui status keabsahan AB3, lucunya lagi, tambah Alwan Ketua wilayah demisioner dan pimpinan sidang pleno 4 tidak di akui di forum Muswil III adanya MPW sebagai peserta.

”Padahal peserta Muswil adalah MPW, PW dan PD. Ketika saya minta ijin bicara tidak diijinkan dan dipangkas hak bicaranya oleh Presidium sidang dan ketua PW dimisoner. Selanjutnya, Pengurus wilayah dimisoner tidak netral dalam Muswil ke-III ini, yang terindikasi mendukung sala satu calon,” tutur Alwan menutup. (*/Redaksi)

Muskom II KAMMI Ulil Albab Unsrat dan Dialog Revolusi Kepemimpinan Berjalan Sukses

Sekretaris DPD KNPI Manado saat memberikan sambutan dan membuka Muskom II KAMMI Ulil Albab unsrat (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Komisariat (Muskom) pengurus Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Ulil Albab Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sabtu (26/8/2017) bertempat di Sekretariat DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado, kawasan Stadion Klabat Kelurahan Karombasan Kecamatan Sario Kota Manado, berlangsung sukses.

Kegiatan ini dibuka Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud yang didampingi Ketua KAMMI Daerah Kota Manado, Maslan Rikun dan Ketua Gerakan Muda (Gema) Mathlaul Anwar Sulawesi Utara (Sulut). Setelah prosesi pembukaan, Muskom diawali dengan dialog publik yang mengambil tema: ”Revolusi Kepemimpinan Dalam Pergerakan Dakwah untuk Jayakan Indonesia 2024”.

Moderator dan narasumber saat berlangsunya dialog (Foto Suluttoday.com)

Dialog kali ini menghadirkan Alwan Rikun (Ketua Gema MA Sulut) dan Amas Mahmud (Sekretaris DPD KNPI Manado), sebagai narasumber, kemudian yang bertindak selaku moderator Maslan Rikun yang dihadiri seluruh kader KAMMI Komisariat Ulil Albab Unsrat dan para undangan.

Menurut Alwan pentingnya KAMMI Komisariat Ulil Albab Unsrat memulai proses organisasi dengan membudayakan hal-hal yang positif, memelihara semangat keterbukaan (inklusif) dalam berorganisasi, memacu potensi diri dan memperkuat konsolidasi organisasi.

Alwan Rikun saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

”Revolusi kepemimpinan itu merupakan ide positif yang patut kita wujudkan dalam aktivitas kita berorganisasi, yakni menjaga semangat kerja bersama, meneguhkan komitmen, membangun paradigma berorganisasi yang tidak tertutup (ekskusif), kemudian KAMMI harus terus berbenah salah satunya meningkatkan kedisiplinan. Selain itu, bagi saya gerakan dakwah yang harus menjadi fokus KAMMI adalah bagimana kita menjaga tradisi organisasi yang kontruktif, KAMMI harus terus berkembang dan jadilah kader muslim Negarawan yang benar-benar paham apa perannya,” ujar Alwan yang juga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado dan mantan Ketua KAMMI Wilayah Sulawesi Utara ini.

Pemaparan materi yang disampaikan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, selaku pembicara Amas Mahmud menyentil tentang peluang dan posisi organisasi kemahasiswaan yang menjadi ‘juru kunci’ kemajuan bangsa Indonesia. Amas yang juga Alumni FISIP Unsrat Manado ini mengajak KAMMI Komisariat Unsrat, dan KAMMI Daerah Kota Manado untuk sama-sama memelihara iklim berorganisasi yang positif, mewujudkan sinergitas program, pemberdayaan, saling menopang serta edukasi.

FOTO bersama usai dialog (Foto Suluttoday.com)

”Kehadiran organisasi kemahasiswa itu begitu penting sekaligus strategis dalam memobilisasi Indonesia pada cita-cita yang diimpikan bersama. Begitu pula dengan posisi KAMMI yang dikenal sebagai organisasi kemahasiswaan berskala Nasional, KAMMI lahir di era Reformasi tentu mewariskan semangat reformasi, inilah yang kita harapkan dapat tertular kepada organisasi pergerakan kemahasiswaan lainnya, termasuk KNPI Manado. Kita sedang mendorong konsep kolaborasi (partisipasi) atau kombinasi bukan kompetisi, apalagi monopoli. Nah, selanjutnya bagaimana kita saling menguatkan, menjaga eksistensi pemdua, bukan saling mejegal, menjatuhkan, menggunting dalam lipatan, itu model-model kebiasaan lama yang harus kita lawan, saatnya ‘membongkar kebiasaan lama’. KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda memberi ruang yang representatif dan kondusif bagi rekan-rekan pemuda untuk berkarya bersama, memberi kontribusi pemikiran serta kerja nyata untuk pembangunan daerah Kota Manado,” ujar Amas. (*/Fahry)

PKS Kota Bitung Gelar Sunatan Gratis Sebagai, Refleksi Hari Kemerdekaan RI ke-72

Suasana saat berlangsungnya pembukaan Khitanan Massal (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Masih dalam suasana merayakan momentum bersejarah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72, Minggu (20/8/2017), DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bitung melaksanakan kegiatan Sunatan Massal gratis.

Menurut Ketua PKS Bitung, Yanto Mandulangi, Sunatan Massal (Khitanan Massal) gratis akan diprioritaskan kepada 55 warga miskin yang tersebar di Kota Bitung. Lanjut Mandulangi, program tersebut bertujuan membantu warga miskin sebagai bentuk kepedulian PKS bukan hanya ketika akan menghadapi pemilu saja.

”Kegiatan seperti ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun kami lakukan di waktu liburan anak sekolah, sekaligus bertepatan dengan hari kemerdekaan sebagai refleksi dan rasa nasionalisme PKS berbagi dan berkhidmat untuk Rakyatnya,” ujar Mandulangi saat sambutan.

Panitia pelaksana Khitanan Massal saat beraksi (Foto Suluttoday.com)

Lanjut Mandulangi menjelaskan, khusus untuk kegiatan khitanan massal gratis kali ini, DPD PKS juga menghadirkan beberapa para calon anggota legislatif untuk pemilihan di tingkat Provinsi dan Kota Bitung, diantaranya Ust Hermanto Dai untuk DPRD Provinsi, Ustadza Nonika Aunaka dan Asna Sidadu, Alwan Rikun, Yanto Mandulangi, Iwan Lamadju adalah para calon DPRD Kota Bitung.

Sementara itu, Ketua panitia sekaligus Sekum DPD PKS Bitung, Alwan Rikun menjelaskan kegiatan Khitanan Massal sebagai salah satu bentuk kepedulian PKS terhadap masalah-masalah sosial dalam bentuk nyata, seperti kemiskinan dan berbagai persoalan sosial lainnya, sebagaimana diketahui tarif normal khitan itu sangat berat bagi warga miskin dan belum mampu.

Ekspresi anak-anak yang dikhitan (Foto Suluttoday.com)

”Bagi keluarga yang tidak mampu, sangat senang program khitanan massal seperti ini, disamping gratis, anak-anak juga senang karena bisa khitan rame-rame,” kata Alwan yang didampingi Ustd Hernanto Dai.

Selain Khitanan Massal gratis, para peserta dari berbagai keluarga tidak mampu juga diberi bingkisan berupa snek agar mereka lebih gembira dan sangat Salah satu orang tua dari peserta khitan Iqbal Muhammad menyatakan,

”Sangat senang sekali mengikuti khitanan massal ini karena sudah 2 tahun lalu keinginannya dikhitan, akhirnya terlaksana dengan program PKS ini, ujar ibu dari Iqbal Muhammad yang ikut dalam Khitanan Massal tersebut. (*/Fahry)

FPN Sulut Gelar Dialog, Cegah Munculnya Ormas Radikal di Sulut

Kegiatan FPN Sulut belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menjaga stabilitas keamanan dalam kaitannya dengan meningkatkan kerukunan serta ketertiban sosial di Sulawesi Utara (Sulut), Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulut menggelar Dialog Publik dengan tema: ”Peran Masyarakat Dalam Mencegah Munculnya Ormas Radikal yang Dapat Memicu Konflik Sosial di Sulut”, kegiatan rencananya dilaksanakan pada Rabu (19/4/2017), bertempat di Hotel Aston Manado.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Alwan Rikun, Wakil Koordinator FPN Sulut. Menurut Alwan kegiatan ini bertujuan mensosialisasi kepada masyarakat terkait adanya bahaya gerakan radikal untuk kemudian dicegah masyarakat, Alwan yang juga mantan Ketua Wilayah KAMMI Sulut itu menyebutkan pentingnya keterlibatan publik melawan gangguan stabilitas keamanan (kamtibmas).

”FPN Sulut kembali menggelar dialog publik mengajak elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk sama-sama mencegah munculnya gerakan radikal di daerah. Karena bagi kami tindakan melawan radikalisme bukan sekedar menjadi tanggungjawab para aparat keamanan, tapi juga membutuhkan keterlibatan dan peranserta masyarakat,” ujar Alwan yang didampingi Koordinator FPN Sulut, Amas Mahmud, Selasa (18/4/2017).

Alwan yang juga pengurus DPD KNPI Sulut itu mengatakan ada tiga narasumber yang diundang, diantaranya DR. Max Rembang, M.Si (Akademisi Unsrat), Masri Ikoni (Ketua Wilayah GPII Sulut), dan Maxi Malonda (Sekretaris LMI Kota Manado. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pukul 12.30 – selesai, dengan mengundang seluruh Ormas kepemudaan dan keagamaan di Sulawesi Utara. (Ikhy)

iklan1