Tag: amas mahmud

KNPI Manado Rayakan HSP Dengan Menggelar Baksos, Sasar Pramusaji

KNPI Manado saat berbagi di Warkop Kemang Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Merayakan momentum Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-92, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado menggelar Bakti Sosial (Baksos). Kegiatan Baksos dihelat selama dua hari, yakni Sabtu (31/10/2020) sampai dengan Minggu (1/11/2020). Aksis sosial ini dipimpin langsung Ketua DPD KNPI Manado, Erick G. Kawatu, SE.,MM dan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, S.IP.

Menurut Erick pihaknya menaruh perhatian kepada para pramusaji atau pelayan restoran dan rumah makan. Di era pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kebutuhan masyarakat untuk akses ekonomi, meningkatkan pendapatan mengalami hambatan yang kuat. Kelesuan itu akan dirasakan semua masyarakat, terlebih pekerja. Itu sebabnya, Erick memberi fokus kegiatan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda di tahun 2020 untuk kegiatan peduli.

”KNPI memandang bahwa seiring bergeliatnya kembali ekonomi daerah, dituntut pula kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dari segenap pelaku ekonomi, diantaranya para pekerja dibidang kuliner yang cukup rentan mengingat interaksi yang intens setiap harinya. Dilain sisi, kami berharap sektor pariwisata yang juga mulai hidup kembali, akan turut bergairah seiring dengan kenyamanan para turis pengunjung didaerah kita,” kata Bung Erick yang juga mantan Ketua GMKI Cabang Manado ini, di Warung Kemang, Minggu (1/11/2020).

Berbagi dengan penuh keakraban (Foto Suluttoday.com)

Lanjut aktivis vokal itu menguraikan tentang aksi simpatik yang dilakukan KNPI Manado bertujuan untuk membantu masyarakat. Terutama mereka para pramusaji. KNPI Manado hadir untuk berbagi APD, turun memutus mata rantai penularan Covid-19.

”Saya juga berharap apa yang dilakukan KNPI, secara suka rela ini memberi manfaat bagi mereka sebagai penerima. Kita tak boleh diam disaat kondisi terjebit karena bencana Covid-19, tapi harus bergerak sebagai pemuda di Kota Manado,” ujar Erick yang juga Anggota KPID Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Baksos KNPI Manado berjalan sukses (Foto Suluttoday.com)

Di tempat terpisah, Bung Amas menambahkan bahwa bahan yang dibagikan dalam Bansos KNPI Manado ini berupa ratusan paket, diantaranya face shield, masker dan hand sanitizer bagi pramusaji atau pelayan restoran. Selain itu, target dan sasaran pembagiannya yakni kepada masyarakat yang rawan terkena penyebaran Covid-19. Jebolan Unsrat Manado itu menilai bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan APD (Alat Pelindung Diri).

”Walau kita sudah hidup dengan kenormalan baru (new normal), tapi masyarakat harus dibentengi dengan APD. Adaptasi new normal berarti mengharuskan masyarakat untuk hidup dengan tata cara protokol kesehatan. Sehingga mudah dan terbantu masyarakat menggunakan APD, maka KNPI Manado ikut ambil bagian. Kami juga, sembari berbagi paket APD, tak lupa mengingatkan agar masyarakat menghindari kerumunan. Rajin mencuci tangan, memakai masker dan juga hand sanitizer,” ucap Bung Amas.

Warga menyambut baik giat KNPI Manado (Foto Suluttoday.com)

Baksos DPD KNPI Manado terselenggara dengan sukses. Lokasi yang menjadi rute pembagian paket yakni di Boulevard 2, Sindulang Kecamatan Tuminting dan seputaran pusat Kota Manado. Kemudian, sejumlah tempat berjualan rumah makan dan restoran yang berada di kawasan Sario.

(*/Redaksi)

Lawan COVID-19, KNPI Manado Rayakan HUT dengan Berbagi

Ketua KNPI Manado, Bung Erick bersama Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dilaksanakan penuh kesederhanaan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Manado, Kamis (23/7/2020). Wadah berhimpun pemuda Indonesia yang lahir tanggal 23 Juli 1973 ini menginjak usia yang tidak muda lagi. Tentu berbagai fase proses memberi kontribusi untuk pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga begitu terasa. Kader-kader KNPI yang tersebar luas di Indonesia terlibat aktif sebagai pelopor kemajuan Indonesia.

Menurut Ketua DPD KNPI Manado, Ercik G Kawatu, SE.,MM, disaat pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) KNPI yang digelar KNPI Manado bahwa Baksos pembagian Hand Sanitizer, Vitamin dan Masker bagi masyarakat Kota Manado, khususnya menyasar para pedagang keliling, penjual makanan, ojek pangkalan dan supir angkot, dalam rangka HUT Ke Р47 KNPI telah berjalan dengan baik.

Bung Amas saat memberikan paket bantuan kepada sopir angkot (Foto Suluttoday.com)

”Kegiatan ini adalah bagian dari program KNPI Manado Vs COVID-19 yang telah memasuki kegiatan lanjutan distribusi tahap kedua. Pandemi Virus Corona yang melanda dunia, memberi kita perenungan bahwa pada akhirnya kemanusiaanlah yang sanggup menembus perbedaan. Lupakan sejenak perlombaan ego, demi solidaritas bagi sesama ciptaan-Nya,” ujar Erick yang juga Anggota Komisioner KPID Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, Kamis (23/7/2020) saat diwawancarai Suluttoday.com.

Penjual dengan menggunakan gerobak dapat sentuhan KNPI Manado (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, beberapa hal terkait giat KNPI Manado dalam momentum HUT KNPI ke-47 juga disampaikan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, S.IP. Menurut Bung Amas KNPI Manado membentuk tim untuk memudahkan pembagian paket bantuan kepada warga yang menjadi sasaran penerima. Penggagas Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulut itu mengharapkan agar Baksos yang dilaksanakan KNPI Manado memberi dampak positif kepada masyarakat, utamanya para pemuda untuk dapat meningkatkan semangat saling peduli antar sesama.

”Dalam pelaksanaan Baksos KNPI Manado yang bertepatan dengan HUT KNPI ke-47, kami melakukan giat kemanusiaan di tengah pandemi COVID-19. Pembagian paket bantuan tersebar di pusat Kota dan tim yang dibentuk keliling melakukan pembagian bantuan. Ada masyarakat yang menjadi skala prioritas kita. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Tentu, kami berharap para penerima terbantu dengan apa yang kita berikan. Lalu kegiatan ini menjadi pemicu bagi kita semua para pemuda di Kota Manado untuk saling peduli, tolong menolong antar sesama,” kata Bung Amas jebolan FISIP Unsrat Manado ini.

Pembagian paket di pangkalan Ojek (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Wali Kota Manado, Dr. Ir GS Vicky Lumentut, M.Si saat di temui di Taman Berkat Kota Manado, menyampaikan kegembiraan dan harapannya kepada KNPI. Wali Kota yang juga Ketua NasDem Manado ini mengakui pentingnya KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda terus berpartisipasi dalam pembangunan. Wali Kota yang dikenal dengan jargon Cerdas ini menilai kenci keberhasilan pembangunan salah satunya adalah kebijakan yang pro terhadap nasib dan eksistensi pemuda.

Waka 1 KNPI Manado, Bung Richard Pesik saat berbagi bantuan (Foto Suluttoday.com)

”Saya Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut menyampaikan selamat HUT ke-47 KNPI. Harapan saya generasi muda Manado di bawah naungan KNPI Manado akan menjadi pemuda yang tangguh, yang membawa Kota Manado lebih maju dan berkembang kedepan. Sukses dan jaya selalu KNPI,” tutur GSVL sapaan akrab Wali Kota Manado dua periode ini.

(*/Redaksi)

Berbagi Paket Bantuan, KNPI Manado Bagikan untuk Pengurus

Penyerahan paket bantuan kepada pengurus KNPI Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengambil bagian untuk memerangi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado, Sabtu (23/5/2020) mendistribusikan bantuan berupa bahan pokok kepada para pengurusnya yang terdampak Covid-19. Kegiatan berbagi kasih berlangsung di Teling Wanea Kota Manado yang dihadiri langsung Ketua DPD KNPI Manado, Erick G. Kawatu, SE.,MM dan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, S.IP.

Menurut Bung Erick, begitu sapaan akrab jebolan Unsrat Manado ini, bahwa KNPI Manado akan memberi bantuan secara bergilir atau bergelombang kepada masyarakat. Terlebih kepada para generasi muda yang terdampak pandemi Covid-19. Erick juga berharap agar bantuan yang disalurkan disaat umat Islam tengah menjemput Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah ini bermanfaat.

”Untuk bantuan tahap pertama kita prioritaskan dulu kepada teman-teman pengurus KNPI Manado. Memang kita semua dalam situasi keterbatasan. Puji Tuhan, meski sulit kita masih bisa meluangkan waktu untuk berbagi. Untuk gelombang penyaluran bantuan berikut akan kita maksimalkan kepada masyarakat. Begitu pun kepada teman-teman yang belum tercover, kita berusaha agar mendapatkan bantuan bahan pokok seperti yang kita bagikan saat ini,” ujar Bung Erick, di Kantor KPID Sulawesi Utara (Sulut) yang didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD KNPI Manado, Richard Pesik, SE.

Sementara itu, Sekretaris KNPI Manado menyampaikan pentingnya bantuan tersebut diberikan. Aktivis jebolan HMI itu menyampaikan rencana kedepan yang dilakukan KNPI Manado di tengah memerangi wabah Covid-19. Amas juga berharap agar generasi muda dapat melaksanakan aktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan dan selalu menjaga kebersihan dalam memulai rutinitas.

Ketua dan Sekretaris DPD KNPI Manado saat mengingatkan para pengurus (Foto Suluttoday.com)

”Alhamdulillah untuk pelaksanaan bagi-bagi bantuan sosial dari DPD KNPI Manado siang tadi berjalan lancar. Paket bantuan ini berasal dari anggaran pribadi Ketua KNPI Manado sendiri, semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang menerima. KNPI Manado akan terus mengambil bagian di tengah situasi pandemi Covid-19 yang menyulitkan masyarakat Manado saat ini. Mari kita sama-sama saling mengingatkan agar menjaga jarak dalam beraktivitas. Memperhatikan protokol kesehatan, pakai masker dan rajin mencuci tangan,” kata Bung Amas menutup.

Untuk diketahui, rincian paket yang disalurkan KNPI Manado diantaranya; Beras Premium 5 kg, Telur 10 butir, Ikan Tuna Kaleng 3 buah, Minyak Goreng 1 L, Gula pasir, Garam dapur. Begitu juga ada Mie Instan 5 bungkus, Sabun antiseptic, Masker kain dan Kaos KNPI.

(*/Rahmat)

Politisi Avonturir dan Meningkatnya Oportunisme

Bung Amas Mahmud (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Bung Amas, Sekretaris DPD KNPI Manado

Ahirnya para politis seperti lama sampainya pada tujuan politik mereka. Kondisi itu terbaca, dari jenjang karir atau kiprah para politisi dari mudahnya sampai tumbuh uban masih haus kekuasaan. Mereka terus bertenggar dalam praktek politik rebutan kekuasaan, tidak berniat lagi naik kelas, dan tidak mau turun kelas tentunya. Nafsu berkuasa dari mereka terus membuncah, belum juga klimaks.

Seperti mereka belum punya kamus soal pensiun dihari tua. Tak ada masa pensiuannya, tak ada istilah moratorium untuk mereka politisi tulen dan senior. Lemahnya, mereka hanya mau menyasar kekuasaan. Takut kehilangan strata sosialnya, takut kehilangan harta dan kelaparan, mungkin ya?. Konsekuensinya, makin banyaklah antrian politisi dibelakang mereka. Macet, bahkan matilah regenerasi politik. Kesempatan berprestasi bagi politisi yang baru seperti terkunci.

Tak hanya itu, ada pula fenomena politisi avonturir (petualang) atau umumnya kita kenal sebagai politisi ”kutu loncat”. Di Provinsi Sulawesi Utara, sudah banyak kita saksikan. Dari partai politik tertentu, mungkin merasa kepentingannya tidak terakomodasi, mereka pindah. Bermutasi dari satu partai politik ke partai politik lainnya, bagi mereka biasa. Dari sisi konsistensi ideologisasi partai, ini bermasalah sebetulnya. Sebagai politisi, harus punya identitas dan komitmen, istiqomah.

Berpindah-pindah partai politik menandakan bahwa politisi tersebut hanya memburu jabatan kekuasaan. Tidak mendidik publik politik memang. Fenomena politisi avonturir ini membahayakan demokrasi, mereka tak mau ambil pusing dengan konsensus kolektif. Yang penting mereka aman terlebih dahulu, yang lainnya nanti diatur kemudian. Begitu individualistic cara berfikir dan tindakan mereka.

Walau begitu, dalam perspektif demokrasi kita semua harus menghormati pilihan itu. Tapi berharap lebih soal komitmen kepada mereka, berhentilah, jangan berharap. Mereka cenderung bersekutu, dikelilingi atau berkawan dengan kaum oportunis. Mereka yang oportunis bisa muncul dari mana saja, dari latar belakang profesi apapun. Jangan heran, makala politisi avonturir ini bermalasah hukum, dan tiba-tiba jatuh miskin, kebanyakan kaum oportunis ini menjauh.

Tipikal para penyembah berhala kepentingan pribadi itu tidak menghargai pertemanan dan kekeluargaan. Bagi mereka yang utama adalah kepentingan individu. Spirit antara politisi avonturir dan kalangan oportunisme sangat cocok. Mereka pasti memiliki tujuan yang sama, yakni masing-masing mau cari aman sendiri. Bulsit dengan kepentingan publik. Bagi mereka kepentingan rakyat, menjadi hal kesekian.

Kekuasaan yang diberikan rakyat, dimanfaatkan seperlunya untuk rakyat. Selebihnya, manfaat untuk diri dan keluarga yang diprioritaskan. Menjadi perlu waspadalah kita semua, saling ingat-mengingatkan agar tidak terjerumus. Ketika rakyat lalai, lalu mereka politisi avonturir dan oportunis berkuasa, maka siap-siaplah kita menjadi budak. Rakyat yang dekat dilingkar kekuasaan saja yang menjadi perhatiannya.

Bagi-bagi proyek dan pesta pora memanfaatkan jabatan mereka lakukan dengan bangganya. Seolah-olah mereka mengabaikan dan tidak peduli dengan mata telinga publik. Kekuasaan baik di Nasional maupun Daerah hanya menjadi alat mengumpulkan harta. Karakter seperti itu, disekitaran kita banyak kita saksikan, pemimpin berwatak avontirur dan oportunis. Ketika tiba mereka tamat dalam berkuasa, pasti gelisah dan galau melanda, baru mereka menyadari bahwa rakyat adalah segalanya. Mulai lagi, mereka mendekat, ambil hati rakyat untuk berharap dipilih kembali ketika punya kepentingan publik.

Politisi picik seperti itu namanya. Tak tanggung-tangguh, mimbar di rumah ibadah menjadi lahan dan panggung strategis bagi mereka berkampanye. Unjuk kesolehan dipertontonkan, targetnya apa, agar meraih simpati publik, dan dipilih menjadi pemimpin lagi, meski rakus. Mereka tidak menggunakan perasannya saat mengelola kekuasaan, memposisikan diri seperti tuan-tuan besar. Rakyat harus diberi pengetahuan agar tak lagi tertipu.

Edukasi politik harus dilakukan politisi yang populis dan progresif. Mita yang berada distruktur luar partai politik juga punya tanggung jawab moral mengingatkan rakyat agar tidak salah memilih. Pameran kebohongan perlu segera diakhiri, jangan rakyat dijadikan alas kaki. Kemudian, memuliakan rakyat yaitu dengan program-program yang pro rakyat. Berikan kemudahan kepada rakyat, bukan nanti tiba tahun politik baru rakyat pura-pura diperhatikan.

Proses pembodohan dalam praktek politik yang berjalan sistematis harus disudahi. Dipangkas habis. Jangan ada kompromi bagi politisi avonturir, dan kaum oportunis yang kerjanya seperti lindah. Menghisap darah rakyat lalu disisi lain, merekayasa diri menjadi pembela rakyat. Politik bukan arena menampilkan kepalsuan. Kenali para penganut avonturir dan kaum oportunis, gunanya apa? Tentu untuk menghindari mereka.

Nah, untuk diketahui, ciri khas oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Tersebarlah para politisi penjilat. Dapat dikroscek kecenderungan orang-orang oportunis ini, mereka hanya menuhankan dan takut kepada penguasa, pengusaha atau siapa saja yang memberi mereka manfaat.

Memang begitu, salah satu trik menghalau demokrasi adalah dengan memberi ruang kepada politisi avonturir dan kaum penjilat oportunis ini tumbuh subur. Dalam pikiran kaum avonturir yang penting kepentingan mereka terpenuhi. Tak mengenal siapa tuannya. Bagi yang memberi manfaat, disitulah mereka akan bersama-sama.

Hal yang mirip dengan watak oportunisme. Semua berdasarkan atas asas manfaat, tidak lebih. Kalau misalkan ditemukan ada lebih untuk mereka berikan kepada rakyat, anggaplah itu bonus. Namun secara umum dalam jejak mereka dikenal anti demokrasi. Mereka tidak terbiasa dengan perundingan, musyawarah mufakat, hanya mau dengan hal-hal praktis pragmatis. Rakyat segera menganali dan tinggalkan mereka, jangan menjadi korban untuk kesekian kalinya.

Mereka saat ini bisa berada sebagai penguasa, politisi, antek-antek penguasa dan dalam posisi peran sosial lainnya. Ketika politisi avontirur dan kelompok oportunis bersatu dalam kompromi kepentingan, maka berhati-hatilah bagi mereka yang menjadi oposisi. Memang begitu tidak elok, akomodasi kepentingannya tersumbat, tidak terdistribusi lancar dan adil kepada rakyat.

Kaum oportunisme ini terus mengalami eskalasi. Dari tiap periode proses politik mereka berkembang, penyebabnya karena kaderisasi melalui praktek-praktek mafia atau broker politik juga berjalan efektif. Belum lagi efeknya ke bawa, melalui perilaku yang menular ke rakyat. Pemilih (konstituen) diperbiasakan dengan politik pragmatis, cara ”menjilat” demi mendapatkan sesuatu diajarkan politisi kepada rakyat. Bahkans ecara transparan, begitu menyedihkan memang.

Kepemimpinan Adalah Teladan, Sebuah Perspektif Humanis

Bung Amas (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado

Dalam buku literatur kepemimpinan secara teoritis menawarkan bermacam cara. Bagaimana trik menjadi pemimpin yang ideal, pemimpin idola, dan pemimpin teladan yang diharapkan rakyat. Jika kita merujuk pada teori perencanaan yang diajukan George R. Terry, maka akan ditemukan Planning, Organizing, Actuating dan Controlling atau yang akrab kita sebut POAC. Berarti seorang pemimpin harus punya modal, diantaranya mengerti tentang cara merencanakan, mengorganisir, menjalankan, dan mampu mengendalikan apa yang dilaksanakan.

Kalau menyimak pemahaman dasar itu, cukup mudah. Namun, kebanyakan pemimpin-pemimpin kita mengalami kesulitan dalam tataran implementasi. Bagaimana tidak, karena dalam praket kepemimpinan acap kali diperhadapkan dengan irisan kepentingan yang plural. Keberagaman kepentingan inilah yang menyebabkan pemimpin gagal mengelola kekuasaan. Sehingga akhirnya pemimpin itu menjadi kehilangan legitimasi dan mendapatkan yang namanya distrust.

Kemudian, kenapa tema besar dalam tulisan ini adalah ”pemimpin itu teladan”?. Berarti ada pertanyaan yang nanti berkembang, bahwa jangan-jangan ada pemimpin kita saat ini yang tidak menjadi teladan.¬† Padahal betapa mulianya pemimpin, mereka sebagai panutan atau role model. Beberapa spanduk berukuran besar dipasang di depan jalan umum yang bertuliskan ”Kepemimpinan Adalah Teladan”, menggelitik saya ikut sumbang pikiran. Saya setuju tentang narasi besar itu.

Perlu di bumikan, jangan sekedar menjadi pajangan. Bukan pula gaya-gayaan, melainkan dapat dijalankan ungkapan tersebut oleh mereka yang kini menjadi pemimpin kita. Selanjutnya, roda kepemimpinan itu bergantian, tidak berhenti pada satu generasi saja. Artinya, dalam rangka edukasi publik, maka perlu para pemimpin itu merawat akal sehat publik dengan tindakannya. Pemimpin harus hadir sekaligus menjadi inspirasi bagi rakyat. Spanduk yang disebarkan di beberapa lokasi strategis di Manado itu, menurut saya adalah upaya literasi politik. Perlu kita beri apresiasi, sosialisasi untuk membangun kesadaran publik yang baik telah dilakukan.

Seperti kata Ki Hajar Dewantara bahwa pemimpin itu perlu bersikap bijaksana dan profetik. Ketika di depan ia memberi contoh, di tengah memberi semangat. Lalu, bila ia berada di belakang, maka pemimpin tersebut harus mampu memberi pengaruh. Di pentas Pilkada Serentak 2020, warga Sulawesi Utara tentu merindukan pemimpin paripurna. Setidaknya, pemimpin yang tidak munafik, jika berani berjanji, akan ia tunaikan janji tersebut.

Tapak langkap pembangunan yang dibuat Gubernur Olly Dondokambey, dan para Gubernur-Gubernur terdahulu meninggalkan jejak yang luar biasa. Konsep pembangunan berkelanjutan, mengajarkan kita generasi hari ini untuk bersyukur, mengakui, memberi apresiasi dan menaruh hormat kepada mereka. Atas kontribusi, karya dan kesungguhan mengabdi, membuat Sulawesi Utara sampai saat ini mengalami kemajuan pesat. Dalam seleksi kepemimpinan daerah di Pilkada Serentak 2020, rakyat perlu pula merefleksikan pilihan-pilihan politiknya.

Karena pemimpin tidak sekadar menciptakan pengikut. Melainkan menciptakan lebih banyak pemimpin. Kerinduan untuk terlahirnya regenerasi kepemimpinan yang hebat dan berkualitas itulah yang dinanti, sehingga rakyat patut diingatkan agar selektif. Berpijak pada pesan yang ada dalam spanduk ”Kepemimpinan Adalah Teladan”, berarti diperlukan revolusi kesadaran, kejujuran dan keberanian dalam memilih di Pilkada 23 September 2020 kelak. Semua rakyat diberikan penghargaan yang sama atas nama demokrasi, di TPS nanti tiap mereka yang wajib pilih punya satu suara per orang.

Tak membedakan, baik Guru Besar, buruh, politisi, broker, birokret, petani, rakyat termarginal, keluarga pejabat. Kalangan borjuis dan miskin papah, pun punya hak suara yang sama dalam berdemokrasi. Maka dengan itu, jangan disia-siakan hak memilih tersebut. Ketika kita membaca probabilitas kemunculan pemimpin teladan, umumnya mereka terlahir dari bawah. Tidak instan, sosok pemimpin teladan itu mereka yang biasanya terbentuk dari kesulitan-kesulitan hidup.

Pemimpin teladan yaitu mereka yang juga sudah tuntas sejak dari dirinya. Tidak terpenjara pada penguasaan, kontrol dan intervensi orang lain. Yang ditakutinya hanyalah Allah SWT. Mereka tumbuh dengan kemandirian, kejernihan pikirannya, keikhlasan, memahami adab, tidak gila dengan pujian dan penghargaan. Pemimpin teladan itu tak mau banyak mengobral janji, ia sadar diri. Tau apa yang menjadi kemampuannya, bicara sekedarnya, kemudian lebih banyak bekerja.

Seperti itu pula, pemimpin teladan itu mereka takut mengambil sesuatu yang bukan haknya. Tidak berlaku zalim kepada orang lain, tidak pendendam. Menjauh dari korupsi tentunya, ia tumbuh subur dengan tradisi saling menghargai. Mengerti sosiokultural rakyat, tidak jumawa. Pemimpin yang berkarakter, dalam ucapan dan perbuatannya melahirkan pelajaran yang ditiru rakyat. Mereka bertindak mengintegrasikan rakyat, punya kepekaan sosial. Bukan mendiskriminasi rakyat atau menjadi sumber konflik di tengah rakyat. Pemimpin teladan itu, ketika ia tiada rakyat mengingatnya. Mendoakannya tiap saat. Pemimpin teladan berarti ia yang selalu menjadi problem solving.

Dalam perspektif humanis, pemimpin teladan yakni mereka yang menghargai hak-hak dasar rakyat. Mereka yang memiliki komitmen terhadap perjuangan kemanusiaan. Menegakkan keadilan, memerangi kemungkaran, membawa rakyat pada kesejahteraan. Tidak membudayakan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), potret pemimpin yang bertindak atas keputusan-keputusan rasional. Mendahulukan kepentingan kolektif, mengabaikan kepentingan personal dirinya dalam urusan kepemimpinan publik. Dan menjadi pemimpin yang ramah, bukan pemarah.

iklan1