Tag: amas mahmud

Rampungkan AD/ART, Jurnalis Online Manado Bakal Action

Pertemuan kedua JAROD, belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

Pertemuan kedua JAROD, belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Setelah melewati pembahasan yang alot tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Jurnalis Online Manado (JAROD) sebagai sebuah wadah berhimpunnya wartawan media online di Kota Manado, Rabu (15/4/2015), JAROD seperti disampaikan Ketuanya Michael Djamal dalam rapat di kantor DPD RI Sulawesi Utara bakal menjalankan program kerjanya.

”Sudah 95 persen hal administrasi, lebih khusus konstitusi organisasi telah final. Saya berharap setelah merampungkan AD/ART, semua pengurus JAROD dapat fokus pada program yang akan kita realisasikan, rapat hari ini telah membawa hasil sebagaimana yang diharapkan. Untuk komposisi struktur sudah dibahas pada rapat kedua belum lama ini, sehingga dengan dirampungkannya AD/ART, JAROD sudah akan action,” ujar Djamal.

Terlihat beberapa pengurus lainnya yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya Ady Putong, Femmy Elesang, Wahyudi Barik, Amas Mahmud, Denny Mentiyanto, Masita Paputungan, Lulu Tartiela, Sahrul Setiawan, Jendri Frans Mamahit, Khaidar Makatita, Ishak Lausu, Devy Kumaat, serta para pengurus lainnya.

Sekedar diketahui, media online yang tergaung di JAROD adalah Suluttoday.com, Infosulut.com, Manadoglobal.com, Treveesulut.com, Swaramanadonews.com, Detikawanua.com, Topiksulut.com, Idmanado.com, suarapembaharu.com, Obssetionnews.com, Manadosatunews.com, Okemanado.com, Sulutexpres.com, manadotopnews.com, pilarsulut.com, Gemparnews.com, Jurnalmanado.com, Manadoterkini.com. (Faruk Umasangaji)

JAROD Terbentuk, Wartawan Media Online Manado Makin Solid

Sejumlah wartawan media online saat melakukan pertemuan (Foto Suluttoday.com)

Sejumlah wartawan media online saat melakukan pertemuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam rangka menguatkan silaturahmi dan mengawal pemberitaan, wartawan media online di Manado membetuk sebuah wadah, Rabu (1/4/2015), bertempat di Jarod Manado sejumlah wartwan melakukan pertemuan untuk membentuk organisasi khusus jurnalis online yang diberi nama Jurnalis Online Manado (JAROD). Wadah yang diberi nama JAROD itu berhasil membentuk struktur kepengurusan dengan ketua Michael Djalam (Okemanado.com), Amas Mahmud (Sulutttoday.com) selaku Sekretaris, dan Femmy Elesang Hiliwilo (Detikawanua.com) sebagai Bendahara.

Devy Kalalo salah satu wartawan media online yang ikut dalam pertemuan tersebut menyebutkan bahwa perlunya wadah wartawan online dibentuk. Bagi Bun sapaan akrab Kalalo JAROD merupakan organisasi yang dibentuk atas semangat kebersamaan, bukan sebagai wadah organisasi yang berorientasi politis.

”Ini murni sebagai wadah profesi, JAROD dibentuk dengan spirit bahwa kita sesama jurnalis media online di Manado harus bersatu, kemudian wadah JAROD juga menjadi sarana meningkatkan kerja-kerja kita sebagai wartawan yang harus memberitakan sesuatu yang sifatnya edukatif. Kita juga bersepakat dalam pertemuan tadi bahwa JAROD bukanlah organisasi tandingan dari komunitas media online misalkan, dan ini bukan dibawa ke ranah politik, namun murni untuk penguatan kerja kita. Harapannya kita makin solid, untuk diketahui minggu depan kita akan melakukan pertemuan lanjutan untuk penyusunan struktur kepengurusan dan membahas program kerja,” ujar Bun saat diwawancara.

Untuk diketahui perwakilan wartawan media online yang hadir dalam pertemuan tersebut, Okemanado.com, Suluttoday.com, Topiksulut.com, Infosulut.com, Suarapembaruan.com, IDManado.com, Manadotopnews.com, Detikawanua.com, Jurnalmanado.com, Manadosatunews.com, Pilarsulut.com. Begitupun beberapa media online lain yang bergabung diantaranya, Manadoterkini.com, Treveesulut.com, Gemparnews.com. (M. Isnain Umasangaji)

Hindari Disintegrasi, LSM dan Ormas Se-Sulut Deklarasi Tolak ISIS

Deklarasi menolak ISIS di Sulut (Foto Suluttoday.com)

Deklarasi menolak ISIS di Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Demi mewujudkan adanya keamanan ditengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), terutama menghindari munculnya tindakan radikalisme semacam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sulut, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) menggelar dialog publik, Selasa (31/3/2014) bertempat di Hotel Formosa Manado, kegiatan ini menghadirkan, KH Wahab Abdul Gafur LC, (Ketua MUI Sulut), Delmus Puneri Salim Ph.D (Dosen IAIN Manado) dan Kasdim 1309 Manado, Ikomang Suarsa sebagai narasumber.

Sementara itu, Delmus Puneri Salim selaku pembicara pertama menyentil tentang instrumen perluasan gerakan ISIS mengambil Media Sosial (internet, Twitter, dan Facebook) sebagai sarana kampanye. Menurut Delmus, warga Sulut tidak harus diusik dengan masuknya pemahaman yang membawa dampak disintegrasi sosial.

”Dengan demikian, tokoh agama, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama membantu TNI, Polri dan para intelijen dalam mengantisipasi masuknya ISIS di Sulut. Bentuk sosialisasi menangkal ISIS bisa dilakukan lewat Khutbah Jumat atau ceraham di Masjid, kalau ini dilakukan saya kira semua kita akan aman,” tegas pengajar IAIN Manado itu.

Begitupun ditambahkan KH Wahab Abdul Gani yang menjelaskan kalau ISIS ingin mendirikan negara Islam atau Khilafah al-Islamiyah. Konflik yang terjadi di Timur Tengah juga membawa dampak global terhadap pergerakan perekonomian Nasional, MUI telah mengambil langkah tegas mengeluarkan fatwa apa yang dilakukan ISIS bukanlah jihad.

‘Tentara Nasional Afganistan yang dibantu AS, belum mampu mengalahkan tentara Muzahidin di Afganistan, ini juga peristiwa penting yang harus kita telaah hingga bagaimana munculnya ISIS. Seperti itupun, organisasi Islam juga dibenci ISIS dengan tuduhan kafir. Sementara dalam pandangan Islam, misalkan dari MUI, diharamkan orang mengkafirkan. Ulama Indonesia menyepakati bahwa mereka yang berjuang di jalan ISIS bukanlah mujahid, bukan mati sahid tapi mati konyol,” kata Abdul Gani.

Suasana Dialog Publik sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Suasana Dialog Publik sedang berlangsung (Foto Suluttoday.com)

Penegasan juga disampaikan Kasdim Ikomang Suarsa (Perwakilan Dandim 1309 Manado) yang menilai kinerja badan Intelijen makin berat dengan adanya ISIS. Dia juga mengatakan konflik Poso menjadi bagian penting dalam pergerakan ISIS yang harus diantisipasi di Sulut. ” Kerja intelijen harus diperkuat. Poso itu merupakan luka lama, sehingga kegiatan bela Negara juga perlu dilakukan secara massif. Iya memang, sasaran empuk ISIS dalam proses perekrutan kader adalah pada anak-anak sekolah atau generasi muda,” tukas Kasdim.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri puluhan pimpinan Ormas, LSM, jurnalis, dan aktivis mahasiswa. Terlihat Brigade Masjid, Brigade Manguni Manado, HMI Cabang Manado, GMKI Cabang Manado, PMKRI Cabang Manado, Senat mahasiswa, KAMMI Sulut dan sejumlah aktivis lainnya. Kegiatan ini juga diselenggarakan atas wujud kerja sama beberapa media online, diantaranya Okemanado.com, Suluttoday.com, Manadosatunews.com, Topiksulut.com, dan Treveesulut.com, serta komunitas Manifesto. Dengan mengambil tema Jangan Ada ISIS di Sulawesi Utara. (Amas Mahmud)

Tolak ISIS di Sulut, FPN Gelar Dialog Publik Hadirkan MUI

Peserta dialog publik ketika serius mengikuti pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Kegiatan FPN Sulut yang digelar belum lama ini, ilustrasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berpartisipasi mewujudkan kondisi sosial yang aman dan jauh dari pertentangan, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Dialog Publik, kali ini dialog mengambil tema Jangan Ada ISIS di Sulawesi Utara. Kegiatan yang rencananya dilaksanakan, Selasa (31/3/2015), menurut Nazamudin Masuku selaku ketua panitia, akan mengundang beberapa pembicara berkompeten.

”Kami mengundang Ketu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, KH. Wahab Abdul Gafur, Dandim 1309 Manado, Letkol Kav Dino Martino, dan Delmus Puneri Salim Ph.D dari unsur dosen IAIN Manado, mereka bertindak sebagai narasumber. Kemudian panitia juga telah mengundang para tokoh pemuda, pengurus Ormas, Organisasi Kemahasiswaan dan LSM se-Sulawesi Utara untuk mengikuti kegiatan tersebut. Nah, kegiatan dilaksanakan, Selasa (31/3/2015) besok, bertempat di Hotel Formosa kawasan Bahu Mall Manado, sedangkan moderatornya Bang Michael Djamal wartawan senior dari Okemanado.com,” ujar Nazamudin saat diwawancarai, Senin (30/3/2015).

Sementara itu, Amas Mahmud S.IP selaku koordinator FPN Sulut saat ditemui menyebutkan kalau kegiatan yang digelar FPN dengan menggandeng beberapa media online di Kota Manado itu bertujuan menangkal berbagai tindakan radikalisme di Sulawesi Utara. Lanjut ditambahkannya, kehadiran ISIS akan memecah-belah kerukunan masyarakat.

”Diskusi ini bermaksud selain memberi pemahaman pada pemuda tentang bahaya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), FPN juga mau memastikan bahwa warga Sulut secara tegas menolak ISIS. Kenapa harus ditolak ISIS ini, tentu karena gerakan radikalisme yang dibawa ISIS ini berbahaya dan mengancam keutuhan NKRI, terutama untuk Sulut yang dikenal dengan warga yang toleran, jargon torang samua basudara jangan dirusak dengan gerakan-gerakan yang pada akhirnya memunculkan disintegrasi sosial. Nah, kami FPN dengan tegas menolak ISIS karena kehadirannya berpotensi mengancam integrasi bangsa,” tegas Amas yang juga alumnus FISPOL Unsrat Manado ini.

Sekedar diketahui, FPN Sulut juga menggandeng media online Okemanado.com, Suluttoday.com, Manadosatunews.com, Treveesulut.com, dan Topiksulut.com, bersama kelompok kajian Manifesto. (Faruk Umasangaji)

Gandeng Media Online, FPN Sulut Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Spanduk kegiatan FPN bersama media online

Spanduk kegiatan FPN bersama media online

MANADO – Dalam rangka memperkuat pemahaman Kebangsaan dan Kerukunan ditengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulut bersama media online Manadosatunews.com, Suluttoday.com, Topiksulut.com, Trevesulut.com untuk menggelar Seminar terkait wawasan kebangsaan.

Hal tersebut seperti disampaikan Amas Mahmud S.IP, selaku koordinator FPN Sulawesi Utara. Sebagaimana diwawancarai, Rabu (29/1/2015), Amas menyebutkan bahwa kegiatan Seminar tersebut dimaksudkan agar proses penguatan nilai-nilai kebangsaan ditengah masyarakat di Sulawesi Utara dapat diperkokoh.

”Ini era modern dimana masyarakat diperhadapkan dengan beragam tantangan liberalisasi, sehingga penting kemudian lembaga-lembaga non-pemerintahan mengambil sikap melakukan edukasi pada masyarakat menyangkut dengan peningkatan nilai-nilai kebangsaan. Tugas mulia ini, bukan hanya dilimpahkan pada pemerintah semata, namun menjadi kewajiban kita bersama. Saat ini juga, khusus di Sulawesi Utara kerukunan antara sesama warga yang salama ini dibina perlu terus dipelihara dan dilestarikan sebagai sebuah wujud kearifan lokal, tujuan seminar juga untuk hal positif seperti itu,” tutur Amas yang juga alumnus FISPOL Unsrat dan mantan aktivis mahasiswa ini.

Sementara itu, selaku ketua panitia pelaksana, Faruk Umasangaji menyampaikan kalau kegiatan Seminar yang bakal dilaksanakan mengundang perwakilan akademisi, tokoh agama dan pemerintah untuk ikut memberikan kontribusi bagi proses pembangunan di Sulawesi Utara, terutama tentang Kerukunan dan Kebangsaan.

”Seminar kali ini kami mengusung tema tentang, Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Dalam Mempererat Kerukunan Masyarakat di Sulawesi Utara. Panitia sudah┬ámengundang narasumber Drs Mahyudin Damis, M.Hum (Akademisi Unsrat), Drs Hanny Solang (Kaban Kesbang-Pol Pemkot Manado), dan Pdt Max Edward Tontey (Rohaniawan), mereka akan memberikan gagasan penting tentang penguatan nilai Kebangsaan dan betapa mahal serta pentingnya Kerukunan di daerah ini. Nah kegiatan dimulai, Kamis (29/1/2015) besok, bertempat di Hotel Aston Manado, dengan mengundang tokoh masyarakat, aktivis mahasiswa, aktivis LSM, dan wartawan,” ucap Faruk yang dikenal sebagai aktivis HMI Cabang Manado tersebut. (Angel Komenaung)

iklan1