Tag: andi bongkang

Peresmian Sekretariat dan Media Center GEMA Sulut Menggema, Ini Target Herson Mayulu

Ketua Herson Mayulu ketika sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian dan bagian dari wujud gerakan moral kaum Nahdi’in Sulawesi Utara (Sulut) salah satu ditunjukkan melalui peresmian Sekretariat dan Media Center GEMA (Gerakan KH Ma’ruf Amin). Kegiatan yang dimotori Hi. Herson Mayulu, S.IP selaku Ketua GEMA itu dilaksanakan, Minggu (4/11/2018) di kawasan Megamas Kota Manado.

Melalui laporan panitia, Andi Bongkang, S.Pd juga menyampaikan terima kasih atas support berbagai pihak atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Andi GEMA Sulut akan betul-betul menjalankan fungsinya memperkuat dukungan terhadap KH. Ma’ruf Amin selaku Calon Wakil Presiden mendampingi Ir Joko Widodo.

“Terima kasih atas dukungan dan kehadiran para ulama, pengurus NU Sulut, serta perwakilan partai politik pada malam ini. Kami menargetkan bahwa Sekretariat dan Media Center ini setelah diresmikan akan menjalankan fungsinya, yakni memudahkan, menjaring pemilih untuk memenangkan Pak KH Ma’ruf Amin,” ujar Andi Bongkang.

Andi Bongkang saat laporan panitia (FOTO Suluttoday.com)

Secara tegas, Herson selaku Ketua GEMA Sulut menuturkan pihaknya akan melakukan ekspansi ke daerah-daerah guna memperkuat basis dukungan terhadap Pak KH Ma’fur yang secara otomatis bertujuan memenangkan pasangan calon Presiden Jokowi-Ma’ruf.

“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memenangkan KH Ma’ruf di Sulawesi Utara. Kekuatan ini serentak kami gemakan agar Paslon Capres Jokowi-Ma’ruf Amin makin dekat dengan masyarakat, inilah calon pemimpin yang layak dipilih,” ucap Mayulu.

Haji Herson Mayulu (FOTO Suluttoday.com)

Selain itu, terkait target mengkonsolidasikan simpul-simpul pemilih yang akan memilih Ma’ruf juga disampaikan mantan Bupati Bolsel ini. Dirinya juga memberikan gambaran soal segmen pemilih yang disasar GEMA tidak bersifat monoton.

“Target tim kampanye nasional itu menangkan 70% dan di Sulut kami menargetkan 80% suara, khsusus KH Ma’ruf juga cukup potensial kami lihat bila sosialisasi dan ajakan-ajakan untuk memilih beliau terus kita lakukan. Saya juga menegaskan bahawa sasaran GEMA ini tidak hanya kepada basis pemilih muslim saja, tapi segmennya luas dan universal. Buktinya yang masuk menjadi relawan GEMA ini ada yang diluar agama Islam,” kata Mayulu yang juga calon anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini tegas.

Suasana berlangsungnya peresmian Sekretariat dan Media Center GEMA Sulut (FOTO Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, kegiatan ini juga diisi dengan ceramah yang disampaikan KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua MUI Sulawesi Utara. Sambutan juga disampaikan Ketua PW NU Sulawesi Utara para pengurus parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf, Wakil Bupati Bolaang Mangondouw Utara Amin Lasena, Ketua Fatayat NU Lutfia Alwi, Ketua Muslimat NU, Ketua dari PHBI Sulut, jurnalis juga ikut hadir dan sejumlah undangan lainnya. (*/Redaksi)

Elperisai Manado Support GSVL-MOR Rangkul Paslon Ai HJP

Muhammad Nur Andi Bongkang (Foto ist)

Muhammad Nur Andi Bongkang (Foto ist)

MANADO – Proses pencoblosan di Pilwako Manado akhirnya berjalan tertib, dan kini gilirannya pelaksanaan Pleno suara di tingkat PPK berlangsung dinamis. Mengapresiasi praktek demokrasi ditingkat lokal Kota Manado, Muhammad Nur Andi Bongkang tokoh muda Kota Manado mengaku bersyukur dengan suksesnya Pilwako Manado.

”Sebagai warga Manado saya sangat bersyukur Pilwako sudah dilaksanakan walaupun dengan segala plus minus yang terjadi. Saatnya berbenah semua dan menyikapi dengan demokratis hasilnya. Karena Allah SWT Tuhan yang maha esa sudah menentukan dan memilih GSVL-MOR sebagai pemenang pilwako. Saya justru berharap GSVL-MOR mau meluangkan waktu kepada kami untuk membahas bersama rencana pelaksanaan 8 program unggulan mereka yang ditawarkan ketika kampanye, mengevaluasi kembali 8 program GSVL yang lalu.” tutur Nur Bongkang sapaan akrab jebolan HMI Makassar ini saat diwawancarai, Sabtu (20/2/2016).

Ditambahkan Nur Bongkang yang juga Ketua Elperisasi Manado ini ikut mendorong agar GSVL-MOR tetap merangkul Ai-JA dan HJP-ToRa selaku pasangan calon Wakil Wali Kota Manado. Hal ini, lanjut Nur dapat menjadi kekuatan konsolidasi rakyat guna mewujudkan program-program pro rakyat yang telah dicanangkan GSVL-MOR kedepan.

”Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan mereka berdua selama 5 tahun kedepan. Elperisai sebagai bagian dari masyarakat manado yang berjuang bersama demi manado yang lebih baik kedepan dengan visi cerdas menginginkan agar GSVL-MOR juga mau merangkul kembali HJP-ToRa dan Ai-JA dan atau komponen masyarakat lain yang pada pilwako berbeda pilihan udntuk bersama sama membangun kota manado yang kita cintai. Karena mereka sudah berjuang dengan visi dan misi yang mereka miliki, saya yakin ada beberapa ide-ide yang bagus dalam visi misi mereka yang patut di pertimbangkan oleh GSVL-MOR untuk bisa di akomodir dalam renstra pembangunan mManado 5 tahun kedepan. Salam damai, salam hebat, salam cerdas samua, karena torang samua basudara. Sitou timou tumou tou,” ujar Nur menutup. (Amas)

Bersama JAROD, Nur Andi Bongkang: Lakukan Edukasi Politik, Bukan Doktrin

Ketua JAROD, Amas Mahmud saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Ketua JAROD, Amas Mahmud saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Ikut mendorong terwujudnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai di Sulawesi Utara, pengurus Jurnalis Online Manado (JAROD) menggelar Dialog Publik terkait Pilkada dengan tema “Menaga Soliditas dan Solidaritas Masyarakat Sulut dalam Mencegah Konflik Sosial menjelang Pilkada Serentak Sulut 2015”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aston Hotel, Manado, Rabu (2/12/2015) berlangsung sukses.

Dengan menghadirkan Drs Mahyudin Damis, M.Hum selaku akademisi dan Muhammadu Nur Andi Bongkang, tokoh pemuda Sulut, sementara itu Kandepag Manado, Hi. Lilie Rasmana, S,Ag, M.Si, yang diundang tidak sempat hadir. Selaku ketua panitia pelaksana kegiatan, Chres Mongkareng dalam laporan panitia menyampaikan bahwa tujuan kegiatan yang dilaksanakan berupaya untuk menghindari adanya tindakan kriminal dan konflik yang berpotensi merusak tatanan demokrasi di Sulut.

”Inilah bagian dari partisipasi politik Jurnalis Online Manado dalam melahirkan Pilkada aman dan damai, mari kita wujudkan suasana yang kondusif jelang Pilkada Serentak di Sulawesi Utara. Segala macam bentuk praktek demokrasi yang mendegradasi nilai-nilai luhur demokrasi yang telah tertanam perlu kita hindari, Pilkada Sulut kali ini harus benar-benar berkualitas, serta kita semua wajib menyukseskannya,” ujar Chres yang juga warawan media online www.kabarmanado.com ini.

Selaku narasumber, Nur Andi Bongkang menilai salah satu penyebab rusaknya nilai demokrasi dan praktek politik di Negeri ini adalah karena adanya doktrin politik yang dilakukan elit politik dan praktisi politik disaat melakukan kampanye. Dirinya menyebutkan perlunya perubahan paradigma digulirkan secara massif, agar masyarakat dapat mengedepankan rasionalitas saat memilih kandidat Kepala Daerah yang mereka pilih, bukan terjebak pada isu-isu sektoral keagamaan, dan primordial.

Foto bersama peserta Dialog Publik dan Narasumber (Foto Suluttoday.com)

Foto bersama peserta Dialog Publik dan Narasumber (Foto Suluttoday.com)

”Agama saja kalau dijalankan dengan cara tidak dipelari, dan tidak melalui edukasi, tapi melalui metode doktrin maka akan berbahaya pemeluk agama tersebut. Apalagi politik, jika masyarakat didoktrin saat kampanye oleh para aktor politik dan elit politik, saya yakin hasilnya tidak baik, sehingga menjadi penting pendidikan politik pada masyarakat didahulukan, kita di Sulut dan khususnya di Manado tidak sedang memilih pemimpin agama, namun kita memilih pemimpin daerah. Sehingga penting kita menjadi pemilih rasional dan cerdas,” ucap Bongkang yang juga jebolan HMI cabang Makassar ini.

Dari perspektif soliditas dan solidaritas diurai Damis selaku pembicara kedua, akademisi Unsrat Manado ini memaparkan bahwa tidak akan muncul keamanan dan ketertiban disaat Pilada bilamana masyarakat Sulut belum juga solid dan menumbuhkan rasa solidaritasnya. Damis mengharapkan kaum muda dapat menjadi corong pemberi pencerahan bagi orang tua mereka, dirinya menyebutkan masyarakat jangan diring pada politik aliran yang lebih banyak membawa mudharat ketimbang manfaat pada masyarakat,

Para mahasiswa dan pengurus JAROD serta Narasumber ketika foto bersama (Foto Suluttoday.com)

Para mahasiswa dan pengurus JAROD serta Narasumber ketika foto bersama (Foto Suluttoday.com)

”Sulut dikenal sebagai daerah ‘torang samua basuadara’, mari kita jaga itu dengan kebersamaan dan menjunjung tinggi adanya perbedaan. Kita sedang hidup dalam kondisi pluralitas, baik dalam agama, budaya, hingga pada perbedaan pemikiran dan ini menjadi keistimewaan bagi kita, nah bagaimana kita menghadirkan Pilkada damai, jiaka solidaritas dan soliditas itu tidak ada. Untuk itu, kedua hal ini (soliditas dan solidaritas) perlu diterapkan dalam aktivitas kita, saya menilai salah satu pemicu konflik di Pilkada karena dimasukkanya politik aliran, misalnya digunakannya istilah, umat muslim harus memilih calon pemimpin muslim, warga Gorontalo harus memilih pemimpin asal Gorontalo, dan isu sektoral lainnya yang lebih berpotensi merusak, cara-cara berpikir semacam ini wajib dihindari, karena lebih membawa efek negatif dalam demokrasi kita,” papar Damis menutup.

Sekedar diketahui dialog ini dihadiri aktivis mahasiswa dari HMI, KAMMI, mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat, mahasiswa FISPOL Unsrat Manado, para pelajar dari SMA Negeri 7 Manado, SMA YAPIM, para wartawan koran, wartawan media online dan perwakilan aktivis LSM yang ada di Sulawesi Utara. (Amas)

iklan1