Tag: Andrei Angouw

Hebat, Sulut Kembali Raih WTP

Gubernur OLLY saat menerima penghargaan dari BPK (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw (OD-SK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan Pemprov Sulut tahun 2017 dan implementasi rencana aksi yang telah dilaksanakan.

Laporan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis kepada Gubernur Olly disaksikan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Wagub Kandouw pada rapat paripurna istimewa di Kantor DPRD Sulut di Manado, Selasa (05/06/2018) pagi. Harry mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP untuk keempat kalinya secara berturut-turut oleh Pemprov Sulut tersebut juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sulut.

“Tujuan akhir WTP adalah meningkatnya kemakmuran rakyat. Seperti di Sulut, perekonomian tumbuh sebesar 6,68 persen, jumlah penduduk miskin turun menjadi 8,10 persen dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai 71,05. Semuanya ini di atas rata-rata nasional,” katanya.

Lanjut Harry, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, dapat disimpulkan bahwa penyusunan LKPD Pemprov Sulut tahun 2017 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual, telah diungkapkan secara memadai, dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material.

Selain itu Pemprov Sulut telah menyusun dan merancang unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan. Menurut dia, prestasi ini menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga akan menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan oleh seluruh jajaran Pemprov Sulut.

Kendati demikian, meskipun telah memberikan opini WTP, BPK tetap memberikan catatan tentang laporan keuangan ataupun kemungkinan timbulnya ketidakakuratan pelaksanaan kegiatannya yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu 60 hari. Di tempat yang sama, Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada BPK RI atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut.

“Secara khusus, saya ucapkan terima kasih dan berikan apresiasi kepada BPK RI. Tentunya hasil yang diberikan akan mendorong manajemen pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien, dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Menurut Olly, sejak kehadiran Perwakilan BPK RI di Sulut telah menghasilkan banyak terobosan cerdas dan progresif yang dilakukan untuk memberikan asistensi bagi manajemen pengelolaan keuangan daerah secara lebih baik, lebih bermakna dan lebih berwawasan hukum.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak pernah berhenti melakukan perubahan dan perbaikan terhadap dimensi-dimensi manajemen keuangan daerah, utamanya untuk meraih opini WTP, sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembangunan yang dijalankan,” paparnya.

Lebih jauh, Gubernur Olly mengatakan akan menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut.

“Hal ini pasti akan menjadi fokus perhatian kami, serta akan ditindaklanjuti sebagaimana ketentuan yang ada demi kemajuan bersama,” imbuhnya.

Adapun penyerahan opini WTP turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut Tangga Muliaman Purba, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut.(*/Cat)

Sulut Tuan Rumah Pertemuan Negara Kepulauan di Samudera Pasifik

Gubernur Sulut saat dikalungkan bunga (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sulawesi Utara menyatakan siap menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara kepulauan di Samudera Pasifik yang dalam waktu dekat ini segera dihelat. Rencana tersebut terungkap saat Duta Besar Kepulauan Solomon untuk Indonesia HE Salana Kalu, melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Jumat, (27/04/2018) di Ruangan Kantor DPRD Sulut.

Dondokambey mengatakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat besar bagi Sulut dalam menggelar momentum untuk menyatukan pendapat antara negara-negara kepulauan terlebih Indonesia juga merupakan salah satu negara kepulauan terbesar.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur, Steven OE Kandou, Sekdaprov, Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut selain membahas akan persiapan tuan rumah, masalah penyelamatan koral atau terumbu karang ikut menjadi pembahasan serius.

Olly dalam penjelasannya menyebutkan bahwa kedudukan Indonesia dan Kepulauan Solomon sebagai pendiri The Coral Triangle Initiative (CTI), ada di kawasan segitiga karang dunia atau biasa disebut Coral Triangle, selama ini dikenal sebagai kawasan inti karena tingginya keanekaragaman terumbu karang di dunia.

Berbagai upaya terus dilakukan negara-negara yang wilayahnya masuk dalam segitiga karang dunia untuk menyelamatkan terumbu karang yang tersisa saat ini. Pada awal pertemuan tersebut Dondokambey menerima kalung tradisional berbahan kerang yang merupakan cendera mata dari Pemerintah Kepulauan Solomon.(Cat)

Ketua DPRD Sulut: Kebebasan Politik Papua di Manado Jangan Diboncengi

Gerakan Papua Merdeka (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dilakukannya aksi politik Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggelar perayaan HUT Ke-56 Papua Merdeka di Asrama Cenderawasi Kota Manado Sulawesi Utara (Sulut) mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw.

“Saya kira agenda politik yang selama ini diperjuangkan aktivis Papua di Manado untuk kesejahteraan Rakyat Papua kami dukung, tapi jangan diboncengi agenda untuk merdeka. Itu tidak benar dan melanggar hukum,” ujar Angouw kepada sejumlah wartawan.

Angouw juga mengatakan, Presiden saat ini justru memprioritaskan agenda pengentasan kemiskinan, kebodohan dengan terus membangun infrastruktur di wilayah tersebut. Sedangkan untuk kesehatan juga terus menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah, jadi hal tersebut perlu diketahui oleh masyarakat maupun mahasiswa Papua yang di Manado.

“Saya minta ade-ade Papua yang sedang melakukan studi di kota Manado, untuk tidak ikut ikutan dengan agenda politik kemerdekaan oleh sejumlah aktivis yang tidak bertanggung jawab, janganlah memancing reaksi masyarakat Sulut. Karena dengan tegas diwilayah Nyiur Melambai akan terus setia terhadap UUD’45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, ” tegas Angouw.

Politisi PDIP Sulut ini juga menghimbau kepada Rektor PTN/PTS untuk dapat memantau dan mengedukasi Mahasiswa Papua terutama soal nilai-nilai wawasan Kebangsaan. Sekedar sering kedapatan mahasiswa Papua dalam menggelar aktivitas politiknya selama ini di Manado dengan menggelar sejumlah unjuk rasa damai menuntut kesejahteraan bagi masyarakat tak jarang diboncengi dengan isue menuntut kemerdekaan dengan turut mengenakan simbol simbol bintang kejora. (*/TimST)

Kunjungi Warga Kawanua, DONDOKAMBEY: Pemprov Sulut Menyampaikan Rasa Prihatin

Gubernur Olly Dondokambey saat bersama warga Kawanua di Jakarta (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Di hadapan para korban kebakaran yang adalah warga Sulawesi Utara (Sulut) di Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017), Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut, dan dirinya berharap agar para korban sabar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga warga yang menjadi korban kebakaran ini bisa bangkit kembali. Kita harus mengambil hikmah dari peristiwa ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly memberikan bantuan kepada 21 Kepala Keluarga (72 anggota keluarga) korban kebakaran. Setiap KK menerima bantuan uang senilai Rp 2 juta rupiah, kompor gas beserta tabung gas, beras dan ikan kaleng.

Diketahui bangunan yang terbakar diantaranya Gereja GPDI Rawasari dan belasan rumah warga. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Olly turut didampingi Ketua DPRD Andrei Angouw, Anggota DPRD Rocky Wowor, Kepala BPBD Noldy Liow, Kepala Kantor Pengubung Weldi Poli dan petugas Posko Peduli Bencana Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). (*/TimST)

Gubernur Olly: Sulut Sangat Menghargai Kerukunan Umat Beragama

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat menandatangani prasasti (Foto Ist)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE melakukan kunjungan sekaligus beribadah di sejumlah gereja di Manado dan Minahasa Utara pada perayaan hari paskah yang juga dirayakan seluruh umat Kristen di dunia, Minggu (16/4/2017).

Rangkaian kunjungan terkait peringatan hari kebangkitan Yesus Kristus itu diawali gubernur di pagi hari dengan mengikuti ibadah paskah sekaligus meresmikan gedung aula GMIM Bethesda Ranotana Manado.

Dalam ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr Hein Arina itu seluruh jemaat menyimak serius khotbah yang disampaikan Arina tentang kebangkitan Yesus Kristus dan kebangkitan reformasi gereja ke 500 tahun.

Di tempat yang sama, setelah khotbah, Olly mengatakan kepada jemaat yang hadir untuk memaknai¬† kebangkitan Yesus Kristus dengan berdamai terhadap manusia dan lingkungan. “Kita harus berdamai dengan sesama manusia, berdamai dengan lingkungan kita dan berdamai dengan diri kita sendiri. Kita semua adalah ciptaan Tuhan,” ujar gubernur.

Sebelum melanjutkan kunjungan di tempat lainnya, Olly memberikan bantuan pembangunan gereja senilai Rp. 150 juta dan meresmikan aula gereja.

Setelah dari GMIM Bethesda, pada siang hari gubernur beserta Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan pengusaha James Riady mengikuti ibadah Chris Chapel di Hotel Aryaduta. Seperti sebelumnya setelah ibadah gubernur berjabat tangan dan mengucapkan selamat paskah kepada jemaat yang hadir.

Usai dari ibadah Christ Chapel, gubernur melanjutkan ibadah di GMIM Sion Batu Likupang. Ibadah yang berlangsung sore hari itu juga sekaligus merayakan hari ulang tahun ketua jemaat Pdt. Enrico Lukas Sth yang ke 49 tahun.

Gubernur turut mengucapkan selamat paskah dan selamat ulang tahun kepada Pdt. Enrico Lukas ke 49 tahun. Di kesempatan yang sama  gubernur juga mengatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk melaksanakan paskah nasional yang akan dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Menurut Olly pelaksanaan paskah di Sulut sebagai bukti kepada dunia bahwa masyarakat Sulut sangat menghargai kerukunan umat beragama. “Ini menjadi bukti kepada nasional dan internasional bahwa Sulut sangat menghargai kerukunan umat beragama,” tegasnya.

Sebelum meninggalkan Likupang, gubernur memberikan bantuan pembangunan gereja senilai Rp. 30 juta dan berjabat tangan dengan seluruh jemaat GMIM Sion Batu Likupang. (*/R1)

iklan1