Tag: angelica tengker

Genap 45 Tahun, Pengurus KKK Kembali Laksanakan Pengobatan Gratis

Warga saat melakukan registrasi untuk pengobatan gratis (FOTO Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Pengabdian menjadi satu-satunya prinsip penting dalam menjalankan organisasi Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), sampai kini pada usia mencapai 45 Tahun KKK terus menunjukkan komitmennya bersama masyarakat. Sabtu (19/5/2018), Ketua Umum Angelica Tengker bersama pengurus melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pengobatan Gratis, yang dilaksanakan di Kompleks Rusunawa Albo Cakung, Jakarta Timur.

Ketika memulai melakukan pelayanan kesehatan gratis, para warga yang berdatangan begitu antusias dan mengapresiasi program yang dilakukan KKK tersebut. Sekedar diketahui, Basos dilaksanakan dalam rangkaian 45 tahun KKK Mengabdi. Selain itu, pengobatan gratis yang diikuti hampir 200 warga Rusunawa berlangsung tertib. KKK menyiapkan 3 relawan dokter dan tim yang mengatur jalannya proses pemeriksaan dan pembagian obat.

Ikut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Nyong Noni Kawanua 2018 dan Putra Putri Pariwisata Kawanua 2018. Sementara itu, Angelica Tengker dalam sambutannya menyampaikan kepada warga bahwa inilah salah satu giat kepedulian KKK, bagi masyarakat Kawanua, dan juga masyarakat umum yang membutuhkan.

Dokter saat melayani masyarakat dalam pengobatan gratis (FOTO Ist)

”Kegiatan bakti sosial ini merupakan kerjasama dengan Kerukunan Kawanua Rusunawa Albo (K2RA). Ketua K2RA Arther Lensun menyampaikan apresiasi kepada tim relawan medis dari Kerukunan Keluarga Kawanua, dan juga berterima kasih atas perhatian dari pengurus DPP KKK yang turun langsung dalam pelaksanaan baksos ini,” kata Angelica.

Tidak hanya itu, Rangkaian kegiatan 45 tahun KKK Mengabdi akan dilanjutkan pada hari Senin, 21 Mei 2018 dengan ”Aksi 1000 Lilin bagi Bangsa” yang merupakan aksi peduli kemanusiaan untuk menjaga kebhinneka-an bangsa Indonesia dan menolak segala bentuk pengajaran radikalisme.

Sesuai skendul, selanjutnya akan mengadakan Pameran Foto pada tanggal 25 Mei 2018 di Anjungan Sulawesi Utara TMII, dan Pagelaran Budaya Minahasa serta Expo Industri Kreatif dan Pariwisata Sulut pada tanggal 26 – 27 Mei 2018 di Jakarta Convention Centre. (*/Redaksi)

Sukseskan Festival Pesona Selat Lembeh, Ini yang Dilakukan Pengurus KKK

Angelica Tengker (Foto Ist)

BITUNG, Suluttoday.com – Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bitung, kemudian berdasarkan rencana pada 10 Oktober 2017, dan sehubungan dengan pekan Festival Pesona Selat Lembeh, maka pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) sebagai himpunan warga Diaspora Kawanua, ikut terpanggil untuk ambil bagian mensukseskan rangkaian acara ini.

Usia 27 tahun, kata Ketua Umum KKK, Angelica Tengker tentunya harus kita sambut dengan sukacita dan penuh syukur kepada Tuhan YME, karena kasih dan anugerah-Nya, manusia dapat menyaksikan bahkan menikmati hasil-hasil pembangunan Kota Bitung. Hal ini mengingatkan kita semua saat permulaan menyikapi kerinduan masyarakat Bitung yang juga dikenal Kota Cakalang untuk menjadi Kota yang mandiri.

”Perjuangan dan kerja keras masyarakat dan Pemerintah Daerah, merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga dari waktu ke waktu kita menyaksikan langsung perubahan demi perubahan yang terjadi di Bitung ini. Sebagai pelabuhan alam, Selat Lembeh telah menjadi saksi sejarah pertumbuhan Bitung sebagai Kota Mandiri dan berbagai sektor terus berkembang, yaitu Industri, Pariwisata, Perikanan, dan seterusnya,” ujarnya tepatnya, Jumat (7/10/2017).

KKK Sukseskan Festival Pesona Selat Lembeh (Foto Suluttoday.com)

Untuk itu, pengurus KKK selalu berupaya untuk melakukan kemitraan dengan Pemerintah Kota dan masyarakat untuk melakukan hal-hal yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesempatan yang berbahagia ini, kami datang membawa bibit tanaman gaharu sebagai upaya untuk mendorong program “hutan kota” untuk memberikan nilai tambah baik dari segi pelestarian lingkungan hidup, tetapi juga nilai ekonomi.

Sehingga pada saatnya, Kota Bitung akan dikenang sebagai salah satu polopor hutan kota yang dapat memberikan multi efek secara ekonomi. Disamping itu, KKK juga ikut berpartisipasi dalam agenda acara penyelaman pada tanggal 9 Oktober 2017, sebagai upaya untuk pelestarian terumbu karang (coral transpalation) di Selat Lembeh. Demikianlah partisipasi yang dapat kami lakukan semoga memberi manfaat bagi Pemerintah Kota dan terutama masyarakat Kota Bitung. (*/Fahri)

Support ‘Manado Fiesta’ 2017, Pengurus K3 Ikut Prakarsai Gerakan Menanam

Pengurus K3 ikut sukseskan Manado Fiesta 2017 (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Event Akbar Manado Fiwsta, 1-10 September 2017, yang digagas Pemkot Manado, mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, baik dalam negeri bahkan dari luar negeri. Tidak ketinggalan, warga Kawanua diaspora yang selama ini tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (K3), dibawah Pimpinan Angelica Tengker selaku Ketua Umum, mengapresiasi event akbar ini.

Sehubungan dengan hal tersebut KKK secara langsung hadir bahkan memprakarsai gerakan menam pohon sebagai upaya untuk menunjang program pelestarian lingkungan Kota Manado, yaitu sejalan dengan visi misi ‘Manado Cerdas’ yang diusung Pemkot Manado, 2016 – 2021 oleh pasangan Wali Kota Dr. GSV Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, SE.

Warga Kawanua melalui KKK, terpanggil untuk secara aktif ambil bagian dalam program pelestarian lingkungan, seraya mengingat kembali peristiwa banjir bandang yang melanda Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir ini, yaitu Februari 2013, Januari 2014, bahkan terakhir pada Februari 2017, yang besar kemungkinan diakibatkan oleh pengelolaan lingkungan yang tidak memadai.

”Kami, warga Kawanua diaspora, hadir untuk secara aktif ambil bagian dalam gerakan ini, sejalan dengan program Pemerintah Pusat melaui Kementerian Lingkungan Hidup qq Peraturan Menteri (Permen) nomor 83 Tahun 2016, sebagai ipmlementasi Nawacita, khususnya Nawacita 1, Negara hadir untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara. Nawacita 6, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa Asia lainnya. Nawacita 7, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” ujar Angelica.

Dengan mengacu pada Permen nomor 83/2016 tersebut diatas, kami berusaha untuk mengimplementasikan beberapa hal penting tentang pengertian kehutanan, antara lain: 1). Perhutanan Sosial; 2). Hutan Desa; 3). Hutan Kemasyarakatan; 4). Hutan Tanaman Rakyat, 5). Hak Pengelolaan Hutan Desa, dan masih banyak lagi yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat secara terus menerus dan berkelanjutan.

Berlangsungnya penanaman pohon di acara Manado Fiesta (Foto Suluttoday.com)

K3 mendukung gerakan menanam ini tidak lain adalah untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap pelestarian lingkungan, terutama mencegah hal-hal yang dapat berakibat pada bencana banjir yang tidak dapat diprediksi, tetapi akan sangat merugikan masyarakat Kota Manado khusunya, dan Sulawesi Utara pada umumnya.

Budidaya Kayu Gaharu Kami memilih penanaman kayu gaharu, dengan pertimbangan bahwa komoditi ini memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. Kontribusi gaharu terhafap penerimaan devisa negara menunjukkan grafik yang terus meningkat.

Harga gaharu sekarang ini mencapai Rp. 20 juta per kg, sehingga dampak terhadap peninhgkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani akan sangat besar. Sehingga melalui gerakan menanam ini, kami berharap menjadi motivasi bahgi masyarakat Kota Manado, khusunya dan Sulawesi Utara pada umumnya agar mau mebudidayakan tanaman gaharu ini.

Pada kesempatan ini, kami berterima kasih kepada Pemkot Manado, Bapak Wali Kota Dr. GS Vicky Lumentut, beserta jajarannya, yang sudah memberikan kesempatan bagi kami untuk mensukseskan acara Manado Fiesta, melalui acara gerakan menanam seperti ini.

Tak lupa kepada Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE, kami juga berharap agar gerakan menaman ini mendorong program Pemerintah Provinsi dibidang pelestaraian lingkungan, agar SULUT semakin hebat. Manado, 08 September 2017.

Teririing Salam dan Doa, KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA, Team KKK 1. ANGELICA TENGKER, KETUA UMUM 2. REVLI ORELIUS MANDAGIE, BENDAHARA UMUM 3. MICHAEL LAKAT, WKL. KETUA UMUM 4. RICKY SIWU, WKL. KETUA UMUM 5. FRANKY MARAMIS, BIDANG LINGKUNGAN HIDUP & KEMARITIMAN 6. JOHAN KAWATU, KETUA UMUM KKK JAYAPURA. (*/Fahry)

Memberi Kontribusi untuk Daerah, Angelica Tengker Bawa KKK Ikut TIFF 2017

Ketum KKK, Angelica Tengker saat diwawancarai wartawan (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON, Suluttoday.com – Begitu kompak pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) mengikuti kegiatan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) tahun 2017, semangat tersebut terlihat dari respon dan dukungan Ketua Umum (Ketum) KKK, Angelica Tengker melalui keikutsertaan atau keterlinatan KKK dalam iven bertaraf Internasional ini.

Menurut Angelica, KKK terpanggil untuk ambil bagian dalam Tomohon International Flower Festival 2017. Hal tersebut sebagai wujud keterpanggilan karena rasa peduli mendukung pembangunan pemerintah dan masyarakat Tomohon.

”Iya KKK juga terpanggil untuk mengikuti acara yang luar biasa ini. Terutama dalam rangka pengembangan pariwisata dan pertanian hortikultura, khususnya aneka tanaman bunga hias akan semakin berkembang,” kata Ketum Angelica Tengker, Selasa (8/8/2017).

Lanjut disampaikan Angelica berharap, dengan TIFF akan memberi dampat kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tomohon khususnya, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya. Lanjut dia, bentuk support KKK dengan ikut ambil bagian dalam parade kendaraan hias saat Tournament Of Flower (TOF).

”Jadi kami bersama dengan PMT berpartisipasi ikut,” ujarnya didampaingi Ketua Dewan Penasehat KKK Benny Tengker dan Sekjen KKK Ronny Lontoh.

Tidak hanya itu, Angelica mengatakan bahwa TIFF pada tiap tahun pelaksanaannya semakin menarik dan menyajikan sesuatu yang mewakilkan khas warga Sulawesi Utara ke kancah Internasional. ”Ini sangat mengangkat potensi yang ada di Tomohon. Kota Bunga Tomohon dulu hanya Sulut yang tahu. Namun sekarang, sudah meng-Indonesia. Bahkan sekarang sudah international,” papar Angelica.

Putri tercinta Benny Tengker ini berharap semoga iven TIFF terus dipertahankan dan dapat lebih berkembang lagi ke depannya.

”Turis-turis semakin melirik kota ini. Dan baik masyarakat juga wisatawan dalam maupun luar negeri, lebih mengenal jenis bunga di Tomohon,” ucap Angelica.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Pakasaan Matuari Tombulu (PMT) Revli Mandagie mengungkapkan, PMT juga ikut bersama KKK mensupport TIFF. Karena menurutnya, bukan hanya pemerintah yang wajib memajukan daerah. Melainkan seluruh elemen, baik masyarakat yang tinggal di dalam maupun luar Tomohon.

”Sudah barang tentu ini iven yang spektakuler, karena Tomohon merupakan tuur intana Tombulu. Jadi kami terpanggil untuk ikut serta dalam acara TOF yang merupakan rangkaian acara TIFF. Begitu juga dengan rangkaian kegiatan lain,” ujar Revli.

TIFF, tambahnya lagi memberikan manfaat penting bagi daerah. Terutama bagi para petani-petani kembang yang ada di Kakaskasen.

”Tomohon merupakan salah satu etnis terbesar dari sembilan etnis di Minahasa. Jadi ke depan, masalah ekonomi, masalah kerakyatan, masalah kesejahteraan masyarakat Tombulu, khususnya para petani kembang, kami berharap dengan acara seperti ini dapat memberikan manfaat bagi mereka. Apalagi gubernur sekarang sangat mendukung kemajuan daerah. Yang tentunya membuat Sulut lebih hebat. Juga membuat sektor pariwisata dan investor serta pelaku bisnis dapat berkembang. Itu yang menjadi kerinduan kami, sehingga kami yang berada di luar Minahasa merasa terpanggil. Ini ibarat pulang kampung untuk membangun daerah asal,” terang Mandagie.

Begitu membanggakannya, KKK walaupun berada di perantauan, tapi tetap memberikan kontribusi membangun tanah leluhur. Beberapa kegiatan dalam enam bulan terakhir sudah dilakukan di Sulut. Di antaranya kepedulian korban banjir bandang di Bitung dan beberapa daerah pada awal 2017.

Dimana partisipasi dalam kegiatan Perkemahan Pemuda dan Remaja GMIM, pada awal Mei 2017. KKK juga melakukan survei di beberapa lokasi wisata dan sumber daya alam seperti Manado Tua, Bunaken, Cagar Alam Tangkoko, Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara dan Museum Anti Narkoba di Tompaso, sentra industri Cap Tikus, obyek wisata perbukitan di Rurukan, pusat olahraga Paralayang di Bukit Tetempangan, Koha. Itu untuk menjadi masukan bagi penyusunan program kemitraan kepada Pemprov Sulut.

Yang tidak kalah penting adalah kemitraan dengan PMT dalam rangka mendukung program pemerintah bidang ekonomi kerakyatan dengan pendirian koperasi. ”Semuanya itu bukti komitmen KKK yang siap menjalin kemitraan dengan Pemprov Sulut di bawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey demi Sulut Hebat,” tutur Tengker menutup. (*/Amas)

Pengurus K3 Jakarta Ikut Meriahkan Festival Pinawetengan di Kawangkoan

Pengurus K3 Jakarta saat mengikuti Festival Pinawetengan di Tompaso (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berlangsung dengan nuansa kekeluargaan dan heboh, Pembukaan Festival Pinawetengan 2017 yang resmi digelar Jumat (7/7/2017), berlangsung meriah. Acara ini juga turut dimeriahkan dengan kehadiran Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jakarta yang diketuai oleh Angelica Tengker.

Agar diketahui, K3 Jakarta mendukung penuh pelaksanaan Festival Pinawetengan yang dilaksanakan di Institut Seni dan Budaya Pa’dior Tompaso Kecamatan Kawangkoan. Tommy Turangan, salah satu pengurus K3 Jakarta, mengatakan bahwa K3 sangat mendukung Festival Pinawetengan ini.

“Iya, kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Karena kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan adat dan kebudayaan yang ada di tanah Minahasa dan Sulut pada umumnya,” ujar Turangan.

K3 juga memberikan apresiasi kepada Bapak Benny Mamoto yang menjadi penggagas Festival Pinawetengan. “Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Benny Mamoto yang menjadi penggagas Festival ini. Acara ini kan dilaksanakan tiap tahun, karna itu kami memberikan penghargaan setinggi tinggi nya kepada beliau karena peduli akan pelestarian adat dan kebudayaan di Sulut,” tutur Turangan yang adalah penggiat anti korupsi ini.

Terpantau media ini, pengurus K3 Jakarta ini memeriahkan Festival Pinawetengan dengan mengikuti pawai kebudayaan serta turut ambil bagian dalam kegiatan Festival Pinawetengan yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 Juli 2017. (*/Amas)

iklan1