Tag: angkasa pura

Bandara Sam Ratulangi Gandeng Brimob dalam Pelatihan Handak

Peserta latihan serius mengisi soal (Foto Ist)

Peserta latihan serius mengisi soal (Foto Ist)

MANADO – Mengantisipasi maraknya pelaku kejahatan bersenjata api maupun bom sekarang ini, PT.Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado mengadakan Pelatihan Pengenalan Senjata Api dan Bom, pada Selasa (22/11/2016).

“Kerjasama dengan Brimob ini merupakan kelanjutan dari upaya sinergi antar instansi terutama komunitas bandara. Sebelumnya telah digelar kegiatan pengenalan marine product kerjasama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian, dan Keamanan Hasil (BKIPM) Manado,” ujar Nugroho Jati, General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado.

Narasumber sekaligus instruktur dalam kegiatan ini berasal dari Tim Gegana Brimob bersama AKBP. Roy Huwae selaku Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Sulut.

Narasumber ketika memaparkan materi (Foto Ist)

Narasumber ketika memaparkan materi (Foto Ist)

“Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan semua personil Aviation Security Bandar Udara Sam Ratulangi Manado bisa menguasai prosedur penanganan barang-barang berbahaya sejenis eksplosive dan weapon, Brimob memiliki expertise atau keahlian dalam hal tersebut sehingga semoga apa yang kita sharing kali ini bermanfaat,” ucap Roy.

Peserta pelatihan Angkasa Pura saat berada di lapangan (Foto Ist)

Peserta pelatihan Angkasa Pura saat berada di lapangan (Foto Ist)

”Sebagai pengelola fasilitas publik, kita harus waspada dan minimal bisa mengenal, mendeteksi adanya senjata api ataupun barang yang bisa mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan. Konsistensi kewaspadaan, ketelitian, dan kesigapan dalam iplementasi kerja saat bertugas di X-Ray harus dipertahankan. Hal ini juga untuk melatih dan memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” sambung Jati.

Kegiatan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek ujian ini diikuti oleh sejumlah 80 Orang Personil Avsec yang terbagi dari 30 Orang Avsec AP I dan 50 Avsec Junior Angkasa Pura Supports (APS) dan berlangsung dari 22 – 23 November 2016. (*/Amas)

BKIPM Gandeng Angkasa Pura dalam Pelatihan Pengenalan Barang ”Maine Product”

Penyerahan kesepakatan kerja sama dan pemberian penghargaan (Foto Ist)

Penyerahan kesepakatan kerja sama dan pemberian cinderamata (Foto Ist)

MANADO – PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado tak henti-hentinya melakukan langkah perbaikan untuk menjaga keamanan, keselamatan di bandara. Kali ini bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian, dan Keamanan Hasil (BKIOM) kelas II Manado, Bandara Sam Ratulangi menggelar kegiatan sosialisasi  tentang pelatihan pengenalan barang–barang (Marine Product).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kelas PKP-PK Bandara Sam Ratulangi Manado ini berlangung sejak 31 Oktober – 1 November 2016. Kepala (BKIPM) kelas II Manado Mohammad Hatta Arisandi memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan marine product serta refreshment tugas dan fungsi Karantina Ikan.

“Selain bertujuan untuk meningkatkan wawasan sekaligus memantapkan serta menguji kemampuan petugas Avsec, sosialisasi ini juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan kerjasama antara Angkasa Pura dan BKIPM Manado,” ujar Hatta.

Senada dengan Hatta, General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado menyampaikan bahwa kegiatan pengendalian mutu serta keamanan hayati ikan antara Bandara Sam Ratulangi dan BKIPM merupakan inisiatif dan trobosan baru dalam upaya mendukung kelestarian sumberdaya ikan, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

“Hal ini penting untuk peningkatan kewaspadaan kami selaku pengelola bandara. Terlebih untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun nanti. Untuk menghadirkan keamanan dan keselamatn penerbangan kami harus lebih waspada teliti dan cermat dalam pemeriksaan barang-barang penumpang yang akan keluar dari Manado, serta memberikan pelayanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan (safety dan security),” jelas Jati.

“Karenanya, melalui pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama yang solid. Sinergi yang sudah terjalin baik antara Angkasa Pura I dan BKIPM agar bersama-sama lebih ditingkatkan kualitas sistem keamanan di Bandara Sam Ratulangi Manado,” sambung Hatta.

Kegiatan yang berlangsung dengan metode ceramah dan diskusi ini diikuti oleh 80 personil yang dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yakni Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado sebanyak 30 personil dan Avsec Junior Angkasa Pura Supports sebanyak 50 personil.

Sementara instruktur dalam pelatihan ini adalah dari tim BKIPM. Selain Kepala BKIPM Kelas II Manado, hadir pula Kasubag dan Kasi BKIPM serta para pejabat Bandara Sam Ratulangi Manad. (*/Amas)

Angkasa Pura Intens Sosialisasi Pelarangan Pengaktifan Perangkat Samsung Galaxy

Sosialisasi yang dilakukan PT Angkasa Pura I di bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Ist)

Sosialisasi yang dilakukan PT Angkasa Pura I di bandara Sam Ratulangi Manado (Foto Ist)

MANADO – Menanggapi maraknya sejumlah laporan mengenai perangkat Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar atau meledak, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor SE.18 Tahun 2016 tentang baterai lithium, power bank, dan smart phone Galaxy Note 7 tertanggal 13 September 2016.

Surat Edaran ini dikeluarkan setelah sebelumnya Federal Aviation Administration (FAA-USA) mengeluarkan Surat Edaran Keselamatan Penerbangan tanggal 8 September 2016 yang melarang para penumpang pesawat terbang untuk mengaktifkan maupun mengisi daya (baterai) pada perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan.

”Selain dua surat tersebut, dasar internasional lainnya adalah Safety Information Bulletin European Aviation Safety Agency (EASA) No. 2016-13 tanggal 9 September 2016 tentang Fire Hazards Associated with Samsung Galaxy Note 7 Devices,” kata Nugroho Jati General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (14/9/2016).

”Aspek keamanan dan keselamatan penerbangan wajib menjadi prioritas. Oleh karena itu, seluruh bandara di bawah kelolaan PT Angkasa Pura I (Persero), telah mendapat arahan agar mensosialisasikan himbauan ini kepada para pengguna jasa,” urai Jati.

Sesuai surat edaran tersebut, baik penumpang dan personel pesawat udara tidak diijinkan untuk mengaktifkan dan mengisi daya perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan dan dilarang menempatkannya dalam bagasi tercatat (checked baggage).

“Jika perangkat tersebut harus dibawa, agar dalam keadaan tidak aktif dan tidak diisi daya, baik dengan powerbank maupun sumber tenaga lain yang ada dalam pesawat (in flight entertainment device) selama dalam penerbangan,” tutur Jati.

Upaya lain sebagai bentuk sosialisasi adalah dengan memasang pengumuman dalam bentuk standing banner, terutama di terminal keberangkatan.

”Kami sebagai operator bandara juga diwajibkan untuk memastikan agar penumpang dan personil pesawat udara tidak menempatkan baterai lithium, power bank, dan perangkat Samsung Galaxy Note 7 dalam bagasi. Jika ditemukan hal demikian saat pemeriksaan, maka petugas Aviation Security (Avsec) akan berkoordinasi dengan pemilik barang dan maskapai untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya menutup.

Untuk itu Jati menambahkan, selain memperkuat pengawasan dari personil Avsec, pihaknya juga berharap agar para pengguna jasa bandara hendaknya lebih waspada dengan kejadian ini serta bersedia bekerjasama jika harus dilakukan pemeriksaaan. (*/Amas)

Terobosan Cerdas, 22 Maret Garuda Terbang Perdana Jakarta-Silangit

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

Pesawat Garuda Indonesia saat melakukan penerbangan (Foto Ist)

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik rencana penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Jakarta ke Bandara Silangit, Danau Toba. Ini merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan PT Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II persero, untuk pengembangan konrktivitas menuju objek wisata yang diproyeksikan sebagai Bali Baru di Sumatera Utara itu.

“Presiden Joko Widodo sudah menggariskan, tahun 2016 sebagai tahun percepatan, jadi langkah dua BUMN itu sangat responsif,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata, di Jakarta memberi apresiasi.

Mantan Dirut PT Telkom ini juga menaruh rasa hormat pada Menteri PU PR yang terus ngebut membangun akses dari Kuala Namu ke Tebing Tinggi, lalu pelebaran sampai Parapat. Juga Kemenhub yang melakukan percepatan terhadap pelebaran runway bandara Silangit itu.

“Saya melihat ada spirit Indonesia Incorporated di percepatan 10 top destinasi prioritas ini,” jelas dia.

Kedua BUMN itu Rabu (16/3/2016) secara resmi bersinergi untuk mewujudkan penerbangan perdana Jakarta-Silangit yang akan berlangsung pada 22 Maret 2016. Ini sebagai upaya mendukung pertumbuhan pariwisata di kawasan Danau Toba, dan pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara.

Pengumuman sinergi tersebut dilaksanakan dalam acara sosialisasi “Pre-inaugural Flight Jakarta – Silangit” oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (16/3/2016) belum lama ini.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Yayasan Percepatan Pembangunan Danau Toba, Pemda Tapanuli Utara, jajaran direksi kedua BUMN, dan instansi terkait lainnya. Melalui sinergi tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) – selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Silangit – mendukung layanan penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – Silangit – Jakarta yang akan dilayani sebanyak tiga kali penerbangan setiap minggunya dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” yang memiliki kapasitas sebanyak 96 penumpang dengan konfigurasi all economy class.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mendukung seluruh maskapai termasuk Garuda Indonesia untuk mengembangkan konektivitas penerbangan di kawasan Barat. Selain meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba, sinergi antara BUMN ini juga mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di Silangit, dan Sumut.

”PT Angkasa Pura II berterimakasih atas dukungan dari seluruh pihak diantaranya Kemenhub, Kemenpar Pemkab Tapanuli Utara, dan Pemprov Sumatera Utara sehingga penerbangan langsung Jakarta – Silangit cepat realisasi. Kami optimistis wisatawan mancanegara dan domestik makin tertarik ke Danau Toba karena mudahnya akses dan waktu tempuh yang hanya 30 menit hingga 1 jam dari Bandara Silangit,” kata Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo cukup bersemangat atas sinergi Garuda dan AP II itu. Dia berharap ini tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, namun juga dapat memberikan kontribusi positif bagi negara – khususnya dalam bidang pengembangan pariwisata nasional.

”Pembukaan rute Jakarta – Silangit itu bagian dari pengembangan jaringan yang kami lakukan di wilayah barat. Ini juga wujud komitmen Garuda mendukung program pengembangan destinasi Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia,” tambah Arif Wibowo.

Jembatan udara ke Toba itu juga tindak lanjut Garuda Dari Rapat Terbatas Percepatan 10 top destinasi Kawasan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Maret 2016. Arif menambahkan, penerbangan rute Jakarta – Silangit ini juga akan meningkatkan konektivitas Silangit dan kawasan di sekitarnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perkembangan Silangit sebagai pusat ekonomi baru.

Sejalan dengan upaya Garuda untuk terus mengembangkan dan memperkuat jaringan penerbangannya di pasar domestik khususnya ke wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area di Indonesia, maka sejak akhir 2013 lalu, Garuda Indonesia telah memperkenalkan sub-brand “Explore” dan “Explore Jet”, yaitu pesawat ATR72-600 dan Bombardier CRJ1000 NextGen yang mampu melayani rute-rute penerbangan ke wilayah-wilayah di Barat dan Timur Indonesia yang memiliki keterbatasan landasan.

Sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, tahun 2016 Garuda Indonesia Group menerima kedatangan total 17 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.

Selain itu, sebagai bentuk pengakuan atas program transformasi dan pengembangan bisnis yang terus dilaksanakan, Garuda Indonesia dapat mempertahankan predikat. (**/Amas)

Kompensasi Nasib Ribuan Penumpang, Pihak Lion Air Sediakan 4 Miliar

Para penampang Lion Air saat melakukan protes (Foto Ist)

Para penampang Lion Air saat melakukan protes (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Lion Air Lunasi Dana Talangan Rp526 Juta Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) mengatakan, Minggu 22 Februari 2015, sebelum memutuskan untuk memberi dana talangan kepada para penumpang Lion Air, pihaknya yang di bawah Kementerian Perhubungan melakukan diskusi lanjutan terlebih dahulu. Akhirnya, diputuskan membuat berita acara yang dilakukan Lion Air dan diketahui otoritas bandara.

Mengenai isinya, Budi mengungkapkan, keadaan genting yang memaksa demikian maka diputuskan advance mambatalkan keberangkatan penumpang. Namun, katanya, Lion Air harus mengembalikan uang tiket para penumpang selambat-lambatnya dua minggu.

“Sehingga setelah ada berita acara, kami menyediakan dana. Karena jumlahnya banyak banget. Kami perkirakan sebanyak 2-3 ribu orang maka kami sediakan uang tunai Rp4 miliar,” tutur mantan direktur utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, itu di Jakarta.

Dia pun menegaskan bahwa dana itu tidak pernah beralih dari AP II dan Lion Air. “Kita lakukan penelitian dengan membuat meja-meja. Satu-satu kita teliti melalui KTP, maupun boarding pass serta tiket penumpang,” jelasnya. Tahap pertama, menurutnya, sebanyak 250 penumpang itu dari Terminal 3.

“Saya yakin teman-teman pers ada di situ. Setelah itu, kita Jumat-an dulu, kemudian selesaikan yang 350 penumpang lainnya. Akan tetapi, dari data yang kami peroleh, refund itu hanya kepada 548 penumpang dari Terminal 3 dan 1. Dan semuanya dibayarkan di Terminal 3,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, dari jumlah dana Rp4 miliar yang sebelumnya disediakan AP II maka yang terpakai hanya sebesar Rp526.893.500. “Jadi, per orang ada yang menerima sekitar Rp300 ribu, Rp400 ribu hingga Rp1 juta,” katanya. Sedangkan untuk sisanya, dia pun menekankan, akan menyimpan kembali ke kas perusahaan. “Dan, karena sifatnya talangan, Lion Air sudah membayar kembali Rp526.893.500 pada hari ini,” tambahnya. (vnc/don)

iklan1