Tag: Anies Baswedan

Kasihan Anies Baswedan Jadi Tersangka

Moh Naufal Dunggio (Foto Istimewa)

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

Sungguh kasihan manusia hamba Allah yang satu ini. Segala usaha dan kerja beliau sebagai good beneer Indonesia untuk membahagiakan warganya selalu tidak di hargai oleh sebagian kecil orang² yang kalau kita sebut dengan maaf “CEBI” (Cebong Babi). Maaf agak kasar dikit.

Bang Anies membantu para mujahid dan mujahidah Nakes (Tenaga Kesehatan) dalam perang melawan Covid-19 dituduh menghambur-hamburkan uang. Bang Anies membuat aturan PSBB tidak didukung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Menko Menstruasi.

Pokoknya bila Bang Anies bikin aturan agar warga DKI senang dan bahagia selalu mendapat tantangan dari para CEBI dan menteri. Di mata mereka Bang Anies itu salah terus. Bahkan ada orang partai yang gak dijadikan pengurus oleh partainya lagi jualan kesana kemari bahwa Bang Anies gak becus ngurus DKI. Kasihan sekarang jadi gembel gembel politik, maka Bang Anies jadi sasaran.

Yang terbaru, Bang Anies menampung semua warga yang terusir dari kost-kostnya dan mereka tidur diemperan² toko seperti di Tanah Abang dipindahkan di gor-gor milik DKI dengan disediain tempat tidur dan makanan. Bang Anies lakukan ini karena melihat Tweet seorang nittizen bernama Reza memberitakan akan hal itu dan dia berusaha membantunya.

Dia minta para nittizen agar bisa menginfaq sebagian rizkinya untuk mereka. Hal itu dibaca Bang Anies. Tidak sampai hitungan ketiga, Bang Anies langsung mengirim team untuk mengeksekusi akan hal itu. Yakni menolong para tuna wisma tersebut.

Mereka di tempatkan layaknya manusia yang harus dimuliakan. Dan diberi asupan makanan yang bergizi bukan Makanan Anjing. Dan kesehatan mereka di cek dengan benar. Sungguh gak ada pemimpin di Indonesia saat ini yang begitu peduli pada warganya seperti Bang Anies.

Ini bukan pujian tapi fakta yang berbicara. Kalau yang lain OMDO bin NATO. Bang Anies sebagai pengguna anggaran DKI yang jumlahnya puluhan triliun benar-benar dimanfatkan untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya.

Nah, Gubernur-Gubernur kemarin diapaain duitnya yaaaa gitu banyak?. Terutama 3 Gubernur DKI sebelum Bang Anies? Udah pakai duit DKI yang triliunan, masih aja Gubernur kemarin itu terindikasi korupsi. Korupsi Bus Trans Jakarta, Sumber Waras, Reklamasi dan lain-lain. Dasar memang rakus.

Kejengkelan dan kemarahan para CEBI ke Bang Anies yang begitu MEMBUNCAH menjadikan Bang Anies jadi tersangka. Berkali-kali beliau jadi tersangka yakni selalu disangkakan sebagai Presiden Indonesia. Itulah menyebabkan Liga Arab bukan memberi sumbangan Covid-19 diserahkan ke pemerintah pusat yakni Menkeu, tapi diserahkan ke Bang Anies. Ini dikarenakan mereka sangka Bang Anieslah Presiden Indonesia. Ntar kalau dikasih ke presiden 062 ngomongnya gimana? Ples I col yuu tu com may kontri ….. Cape dech. Tepok jidat.

Semoga Bang Anies Baswedan tetap enjoy dan santai mengurus Jakarta sampai habis masa baktinya. Biarlah para haters dan CEBI kejang-kejang kena Corona melihat kerja Bang Anies. Anjing menggonggong kafilah berlalu.

Serahkan dan pasrahkan semua ini pada Ilahi Rabbi PEMEGANG KUASA LANGIT dan BUMI.

Wallahu A’lam …..

Penulis adalah Aktivis dan Ustadz Kampung

Anies Baswedan Sang Pahlawan Orang Tertindas

Dr. Syahganda Nainggolan (Foto Istimewa)

Oleh : Dr. Syahganda Nainggolan

Nathaniel Kriehn, dari Leeds Beckett University, melemparkan pertanyaan “What is a hero?” dalam situs researchgate. Net. Situs yang mendapat tanggapan 27 intelektual, dari 27 kampus berbagai negara di dunia. Beberapa hal dalam setengah dialog tentang pahlawan di situ menunjukkan beberapa hal penting untuk disimak tentang siapa itu pahlawan.

Pertama, pahlawan itu adalah “pahala wan”, yang harus dibedakan dengan idol maupun “cultural icon”. Pahala wan adalah orang baik atau berbuat baik atau “altruism” dengan mengorbankan kepentingan dirinya demi masyarakat.

Kedua, pengertian ini akan mengalami distorsi dalam relasi terhadap perbedaan kultur, tempat dan waktu. Di Jerman, dulu misalnya pahlawan itu hanya dikaitkan dengan “warrior”, alias pahlawan dalam perang. Ketiga, popular culture saat ini dapat menciptakan pahlawan dalam “fictional hero” yang ukurannya kadang dapat melebihi standar manusia biasa. Contoh Superman, maupun membalikkan persepsi hero (pahlawan), seperti Joker sebagai pahlawan kaum miskin kota melawan Batman.

Dalam konteks Indonesia dan Hari Pahlawan saat ini, pahlawan yang kita definisikan adalah ala klasik. Yang merujuk pada pengorbanan seseorang untuk membela masyarakatnya, khsusunya rakyat kecil. Merujuk pada itu Sukarno dan para “founding fathers” adalah pahlawan sejati.

Apakah ada pahlawan seperti yang kita bicarakan di atas? Setelah 74 tahun Indonesia merdeka, memang kita kesulitan mencari pahlawan. Pahlawan yang disodorkan dan dibentuk persepsinya oleh media bervariasi dari “fake hero”, fictional hero, idol dan cultural icon.”

Fake hero adalah pahlawan palsu. Pahlawan palsu biasanya menjual sisi dirinya yang seolah-olah pro rakyat miskin. Hidup menderita, dengan pakaian dari kemeja sampai sepatu super murah. Berjanji berkerja untuk rakyat miskin, dan lain-lain. Sedangkan Fictional Hero atau Pahlawan Fiksi adalah ala komik superhero. Semua sisi hidupnya tidak ada salah.

Sementara itu idol adalah simbol figur pujaan kontestasi, yang diinisiasi media mainstream. Sedangkan “cultural icon” menunjukkan seseorang dan sesuatu yang merepresentasikan sebuah budaya atau kebudayaan tersebut. Misalnya, jika ada elit nasional memakai blankon dan kostum Jawa, seolah2 dialah mewakili seluruh perasaan atau simbol Jawa.

Bagaimana kita mengetahui seseorang itu hanya pahlawan palsu. Dia bukanla dari pahlawan yang sebenarnya? Penialian tentang hal ini hanya bisa dilihat dari konsistensi janji pemimpin tersebut, baik lisan maupun verbal terhadap realisasinya.

Jika pemimpin-pemimpin tersebut berjanji membuat pemerintahan yang pro rakyat miskin. Tetapi yang memerintah mayoritas adalah orang-rang kaya, alais para taipan alias para konglomerat, maka bisa dipastikan bahwa orang miskin akan semakin miskin nantinya.

Pahlawan palsu juga dapat didekati dengan persepsi baru terhadap sebuah konsep. Christopher Columbus, penemu Amerika abad ke 15, setiap tahun diperingati sebagai hero yang membawa keberkahan bagi orang-orang eropa, sehingga bisa mendiami Amerika. Namun, saat ini persepsi tentang dia berubah karena perbuatan Columbus di masa lalu bukan dianggap kejahatan Kini dianggap kejahatan.

Perbuatan dia itu, sebagaimana di ulas dalam history.com sebagai berikut. Pertama, menjadikan orang-rang asli Amerika (Indian) sebagai budak dengan kejam. Kedua, meng-Kristenkan mereka secara pakasa. Ketiga, membawa penyakit baru ke orang-orang Indian (the introduction of a host of new diseases that would have dramatic long – term effects on native people in the Americas).

Karena telah berubahnya persepsi tentang perbudakan tersebut, maka pada beberapa negara bagian di Amerika seperti South Dakota, Florida, Hawaii, Vermont, New Mexico dan Maine, sekarang ini Columbus sudah dianggap sebagai penjahat.

Dalam kecanggihan big data saat ini, mengenali seseorang dapat dilakukan dengan cepat. Orang-rang elit berbohong dapat diketahui karena big data akan memperlihatkan siapa mereka. Seorang pemilik korporasi, atau perjalanan hidupnya mayoritas dalam perusahaan, misalnya, pastilah menjalani prinsip kehidupan ekonomi “dengan modal sekecil-kecilnya untuk dapat untung sebesar-besarnya”.

Pemilik korporasi seperti ini dipastikan “mendahulukan untung duluan untuk kelompok bisnisnya. Baru setelah itu sisanya dibagi-bagikan kepada orang lain sebagai CSR”. Tarakhir “market place” adalah satu-satunya ruang (dominan) untuk kehidupan di dunia. Jika orang-orang bisnis misalnya, katanya bekerja untuk kepentingan rakyat, itu sulit terjadi. Bukan tidak mungkin, hampir mustahil.

Sehingga jika ada pejabat publik dari kalangan bisnis ingin jadi pahlawan, maka media atau kelompok-kelompok PR (propaganda) harus bekerja ekstra keras. Menceritakan sisi tertentu terkait keuntungan yang diperoleh rakyat atas kehadiran dirinya. Ini adalah kerja pencitraan.

Ketika mayoritas elit berkuasa di Indonesia adalah bagian oligarki kapitalis alias orang kaya, maka berharap adanya pahlawan.

Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan Anies, Program CAP Kian Digenjot

Chozin ketika tatap muka dengan warga Jakarta Barat (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Pemerintah DKI Jakarta diketahui terus melakukan pembenahan. Era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan transformasi disegala dimensi intens dilakukan. Tidak hanya monoton pada pembangunan fisik, melainkan non fisik juga mendapat perhatian pemerintah DKI Jakarta. Muhammad Chozin Amirullah, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Jumat (20/12/2019) kali ini bertempat di Jakarta Baat melakukan dialoh bersama warga.

”Semalam, mengisi acara dialog dan rembuk Warga “Refleksi Capaian 2 Tahun Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan” di Kampung Guji Baru, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saya sampaikan bahwa kita saat ini sedang serius membangun kampung-kampung di Jakarta melalui program CAP (Community Action Plan). Konsepnya penataan dengan berbasiskan aspirasi dan kebutuhan warga. Jadi, warga yang menentukan konsepnya, dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak secara luas,” ujar Chozin sapaan akrab mantan Ketua Umum PB HMI itu.

Warga kompak foto bersama Staf Khusus Gubernur Anies Baswedan (Foto Ist)

Disampaikannya pula soal pentingnya gerakan dilakukan antara pemerintah dan masyarakat tanpa menciptakan sekat. Menurutnya, Gubernur Anies begitu optimis dengan percepatan pertumbuhan pembangunan DKI Jakarta bila diawali dengan kerja kolosal dari masyarakat. Keterlibatan publik dalam partisipasi pembangunan, dikatakannya sangatlah penting dan menjadi kunci perbaikan segala sendi pelayanan publik.

Chozin saat memberikan pemaparan progres pembangunan DKI Jakarta (Foto Ist)

”Kolaborasi pada hakikatnya adalah gotong-royong. Kampung yang tertata dengan baik akan menstimulasi berbagai pihak untuk datang dan terlibat, ikut gotong royong membangun kampung. Maju kotanya, bahagia warganya. Ayo, terus bangun dan rawat semangat kerja bersama demi Jakarta yang lebih bermartabat,” tutur Chozin menutup. (*/Redaksi)

Stafsus Gubernur DKI Jakarta Bersama LMND, Satu Visi Bangun Pendidikan

M Chozin saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Melakukan gerakan kolaborasi yang apik dalam wilayah pendidikan. Kali ini Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) sepakat memperjuangkan pendidikan yang berkualitas. Dalam evaluasi bersama melalui dialog publik, disepakati Indonesia mengalami progres signifikan pasca keluarnya Undang-Undang (UU) Pendidikan No. 20/2003.

Dimana UU ini mewajibkan alokasi anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan. Artinya ada kehendak dan kemauan politik yang besar dari Negara untuk pengembangan kemajuan pendidikan. Namun itu saja tidak cukup, perlu melibatkan semua kalangan. Baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk terlibat dalam pendidikan. Seperti yang disampaikan Stafsus Gubernur DKI Jakarta, M Chozin Amirullah.

”Kolaborasi di bidang pendidikan mutlak diperlukan untuk memajukan Indonesia. Kita punya strategi pelibatan menyeluruh dalam pendidikan. Dan pertama kali dilakukan adalah dengan mengubah paradigma menjadi gerakan bayar balik,” kata Chozin, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini selaku narasumber, Minggu (24/11/2019) dalam acara dialog publik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Jeoang 45 Jakarta Minggu (24/11/2019) itu dihadiri para kader LMND, bersama aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat. Lanjut Chozin memaparkan bahwa orang-orang yang selama ini telah mendapatkan alokasi anggaran negara lebih untuk pendidikannya. Sejak mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, mereka mendapatkan alokasi lebih dibanding dengan saudara sebangsanya yang belum terdidik.

”Disisi lain, anggaran pendidikan tersebut diambil dari seluruh rakyat Indonesia melalu mekanisme pajak dan ekstraksi sumber daya alam. Sehingga perlu kita dorong agar penggunaannya tepat sasaran. Tidak disalahkelola,” ucap Chozin.

Sesi tanya jawab dari dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Aktivis muda yang energik dan dikenal tawadhu itu menyebutkan, orang-orang terdidik selama ini beruntung mendapatkan alokasi terlebih dahuli sehingga mentas. Karena itu mereka punya kewajiban moral untuk membayar ”hutang” kolektif.

”Dengan terjun langsung mencerdaskan saudara-saudara sebangsanya yang belum terdidik, maka sama artinya mereka yang telah disekolahkan dengan uang rakyat membalas budi. Kembali mengabdi untuk rakyat,” kata mantan staf khusus Mendikbud di era Menteri Anies Baswedan ini.

Hal itu juga diamini oleh pembicara lainnya, Rosepta Abimanyu. Menurutnya, dunia industri juga perlu diajak untuk berkontribusi langsung di bidang pendidikan.

”Bukan sekedar lewat csr yang sifatnya caritatif saja, tetapi include dalam sistem corporatenya,” ujar Rosepta yang juga mantan anggota Kantor Staf Presiden Jokowi (KSP) era pertama itu.

Berlangsungnya dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Ditambahkannya lagi bahwa kontrobusi corporate melaui CSR bagus, tetapi corporate juga harus mendidikan karyawannya serta menciptakan sistem internal yang kondusif untuk pendidikan. Hadir sebagai pembicara lainnya adalah pengurus KPP PRD Rudi Hartono dan Ketua Umum LMND Muhammad Asrul.

Sekedar diketahui, acara dialog tersebut dalam rangka Launching Pengurus LMND yang baru saja terpilih dalam Kongres ke-8 LMND di Jakarta, 25-27 Oktober 2019 lalu. Pada periode kepengurusan kali ini, Ketua Umum terpilih Muhammad Asrul bersama jajarannya akan fokus pada isu pendidikan.

”Secara konsisten kami awalnya akan mengusung roadmap pendidikan nasional. Tetapi karena Pemerintah sudah punya roadmap-nya, maka kami akan fokus pada mengkritisi dan advokasi di bidang pendidikan,” tutur Asrul tegas. (*/Redaksi)

Makin Mantap, Kebijakan Anies-Sandi Masih Di jalan yang Benar

Anies-Sandi (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon mengapresiasi berbagai kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil  Gubernur Sandiaga Uno selama memerintah Jakarta.

“Saya kira on the right track (di jalan yang benar) ya. Termasuk keberpihakannya kepada masyarakat kecil, kepada PKL, kami tunjukkan dan juga harapan beberapa masyarakat walaupun ini masih beberapa bulan saja,” ujar Fadli saat menghadiri acara pelantikan ketua DPW Ikatan Keluarga Minangkabau di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018) yang dilansir dari Kompas.com.

Fadli juga sepakat dengan konsep penataan Pasar Tanah Abang Anies-Sandi meski dalam prosesnya diiringi dengan pro dan kontra dari sejumlah pihak.

“Saya sependapat dengan gubernur. Bahwa PKL kan mau berusaha, jadi yang ada sekarang ditata, ditertibkan, dan diberi ruang untuk berusaha. Jadi jangan hanya konglomerat yang kuat-kuat saja yang diberi usaha,” sebutnya.

Meski demikian, ia menyarankan Anies-Sandi untuk memperhatikan faktor lalu lintas di lokasi penertiban tersebut.

“Mungkin ditertibkan saja supaya jalanannya enggak macet. Saya kira terobosan (penataan Tanah Abang) yang dilakukan saat ini cukup bagus,” sebutnya.

Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan kawasan Pasar Tanah Abang dengan menutup Jalan Jatibaru Raya di depan Stasiun Tanah Abang. Jalan sepanjang 400 meter itu ditutup agar pedagang kaki lima bisa berjualan di area tersebut.

Pemprov DKI juga menyediakan 372 tenda yang bisa didapatkan secara gratis tanpa pungutan retribusi.

Penataan itu telah dimulai sejak Jumat (22/12/2017) dan akan berlaku setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. (*/TimST)

iklan1