Tag: ansor sulut

Senator Rhamdani Pertanyakan Pernyataan Moratorium DOB ke Mendagri

Mendagri dan Benny Rhamdani (Foto Ist)

Tjahjo Kumolo dan Benny Rhamdani (Foto Ist)

JAKARTA – Patut terus diberikan dukungan terhadap kinerja DPD RI untuk mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB), khususnya Komite 1 DPD RI semangat mereka terus berkobar. Granat moratorium DOB yang dilempar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, berubah jadi bumerang. Kebijakan ini terus digoyang Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Senator Bumi Nyiur Melambai, Benny Rhamdani membuktikan janjinya. Dalam Rapat Kerja Komite I DPD dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Brani menunjukkan taringnya di hadapan Tjahjo. Ia pun tegas meminta penjelasan terkait pernyataan moratorium itu.

“Saya ingin tanyakan soal pernyataan Pak Menteri berkaitan dengan Moratorium DOB, kalau tidak salah dua minggu lalu. Ini cukup mengganggu, dan ini juga yang hampir mendorong kemarahan saya sebagai orang wakil daerah,” ucap Rhamdani di ruang rapat Komite I DPD RI, Rabu (2/3/2016) kemarin.

Pertanyaan ini sempat disinggung dalam rapat tripartit Komite I DPD dan Komisi 2 DPR bersama Kemendagri, pekan lalu. Tapi Kemendagri hanya diwakili oleh Dirjen otda pada saat itu. Brani merasa tidak puas. Karena tamparan itu ingin dilayangkan langsung ke wajah Mendagri.

“Saya sampaikan, mohon maaf pernyataan menteri dalam negeri soal moratorium, saya ibaratkan Menteri melemparkan granat ke daerah. Meski granat ini low explosive, bukan high explosive, tapi pernyataan Mendagri dalam tafsir publik, tafsir awam, tafsir kan beda, Moratorium itu adalah penghentian dalam kaitan pembahasan DOB atau pemekaran,” ujar Brani kepada Legislatif.co (GoNews Group), Kamis (03/03/2016).

Pernyataan ini diakui sempat menghasilkan kegaduhan di daerah. Langkah offside Mendagri ini sempat menyebabkan gejolak politik di tingkat lokal. Granat low explosive yang dilempar ini diyakini, satu saat akan menjadi bom.

“Jika tafsir publik ini dibenarkan secara sepihak oleh masyarakat awam, maka ini akan jadi bom yang berkekuatan high explosive. Dan itu akan dilemparkan kembali ke Jakarta. Walaupun saya tidak menginginkan itu terjadi. Tapi saya sangat meyakini itu,” tegas Wakil Ketua Umum GP Ansor itu.

Kesimpulan raker pun diharuskan menyatakan, Komite I dan Kemendagri sepakat melanjutkan pembahasan DOB. Mendagri pun “kibarkan bendera putih”.

“Saya rasa pasti didukung oleh seluruh anggota Komite satu. Jadi tidak ada pemberhentian,” katanya disambut tepuk tangan dari seluruh anggota Komite I yang hadir saat rapat kemarin.

Salah satu poin kesimpulan Raker adalah, Komite I DPD RI dan Kementerian Dalam Negeri menyepakati untuk tetap melakukan pembahasan daerah persiapan (Daerah Otonomi Baru) dengan terlebih dahulu melakukan pembahasan terhadap RPP Penataan Daerah dan RPP Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) dalam Rapat Kerja dengan Menteri Dalam Negeri atau Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. (ST/Legislatif.co)

Rhamdani Paparkan Kiprah Ansor dan Sebut SHS Tokoh Rekonsiliasi

S

Suasana pembukaan Muswil GP Ansor Sulut di MCC (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dengan mengusung tema ‘Mengawal Pluralisme, Melawan Radikalisme dan Menumbuhkan Nasionalisme’, Musyawarah Wilayah (Muswil) XI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan di Manado Convention Center (MCC), Rabu (23/12/2015) kemarin begitu ‘menggelegar’ dan menghadirkan ribuan kader Ansor serta Banser Sulut.

Selaku Ketua GP Ansor Sulut, Benny Rhamdani tak hanya menyentil terkait tema Muswil, namun lebihnya juga pria yang akrab disapa Brani ini menyampaikan rasa kagumnya kepada sosok Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS), mantan Gubernur Sulut yang pada kesempatan itu hadir bersama para pejabat daerah lainnya. Brani memaparkan bahwa GP Ansor sejauh itu terus mengambil bagian dalam proses menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

”Selama kurang lebih 10 tahun atau 2 periode saya memimpin GP Ansor Sulut, termasuk kami tidak diam dengan segala dinamika yang ada di daerah ini. GP Ansor merupakan Ormas yang sangat dialektis, sangat dinamik dan bahkan romantik. Itu yang menjadi catatan penting kami. Dalam kesempatan ini hadir banyak tokoh hebat, termasuk diantaranya Pak Dr SH Sarundajang yang merupakan pemimpin berhasil di daerah ini,” ujar Brani dalam sambutannya.

Lanjut ditambahkan Brani memuji bahwa kontribusi seorang Sarundajang terhadap generasi dan politisi yang telah terorbitkan di Sulawesi Utara tidaklah sendikit. Diakuinya, selama 10 tahun itu juga terjalin persahabatan pertemanan bahkan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut yang saat itu di pimpin seseorang yang berasal dari Kawangkoan, seorang guru kerukunan, bapak kedisiplinan dan tokoh kemajukan yaitu Dr Sarundajang.

”Banyak nasehat, pendidikan, pengetahuan yang di ajarkan pada kami. Pak SBY pernah turun untuk menanganinya, Pak Jusuf Kalla juga pernah ditugaskan negara untuk menanganinya. Tapi mereka berdua kembali ke Jakarta dengan tangan kosong dan kegagalan, hanya seorang SH Sarundajang yang mampu mewujudkan rekonsiliasi seperti ini,” ujar Brani. (Amas)

GP Ansor Sulut Dimata Seorang Aktivis Nasrani

Jim Robert Tindi (Foto Suluttoday.com)

Jim Robert Tindi (Foto Suluttoday.com)

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor sebagai OKP yang selama ini aktif dalam kegiatan pemberdayaan Kepemudaan serta garda terdepan pada pembelaan hak-hak rakyat Tertindas di sulawesi Utara, kembali menggelar hajatan 5 Tahun sekali yaitu Konfrensi Wilayah, sebuah ajang suksesi kepemimpinan dalam menentukan arah Gerak ANSOR 5 Tahun kedepan.

Benny Rhamdani sebagai Ketua Wilayah harus meletakkan Jabatannya untuk sebuah alasan re-generasi. Merefleksi 10 Tahun Kepemimpinan Mantan Anggota DPRD SULUT 3 Periode dan kini Anggota DPD RI, saya melihat Ansor bergerak efektif menjadi pelopor keadilan, penyejuk Demokrasi di daerah. ANSOR menjadi pilar dari proses demokrasi di daerah bahkan kadang menjadi ‘guru’ buat OKP lainnya.

10 Tahun Brani berhasil membawa ANSOR dengan standar yang sangat tinggi. Jujur sampai saat ini saya ragu kalau kemudian dia Berniat mundur dalam suksesi ini, saya sebagai sahabat secara objektif meminta para grass-root GP Ansor agar tetap mempertahan 5 tahun lagi kepemimpinan Brani, alasan saya saat ini situasi Bangsa lagi kritis, ditengah-tengah krisis kepercayaan Rakyat terhadap Kepemimpinan Nasional, sampai saat ini saya belum melihat siapa kader ANSOR Sulut yang berani memikul tanggung jawab ini, Rhamdani sdh menjadikan ANSOR Sulut bukan hanya milik umat muslim, tapi telah menjadi bagian dari perjuangan Rakyat, petani… Buruh… Nelayan dengan tanpa memandang suku..agama maupun RAS. Konferwil akan dilaksanakan 23 Desember 2015 mendatang…..akankah catatan saya ini dapat dibaca para sahabat muda Ansor……

Walahualam…. Salam JRT.

Catatan Jim R Tindi Jelang Konferwil GP Ansor Sulawesi Utar

GP Ansor, APKL, Mantan-Mantan Pala Siap Menangkan ODC dan SOK

Benny Rhamdani, anggota DPD RI (Foto Suluttoday.com)

Benny Rhamdani, Ketua GP Ansor Sulut dan anggota DPD RI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Arus Dukungan kepada pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw dalam pilkada mendatng terus mengalir. Dukungan kepada Olly-Steven datang dari mantan kepala-kepala lingkungan, Asosiasi Pedagang kaki lima (APKL) dan GP Ansor Sulut.

Seperti yang dituturkan Steven Kandouw kepada sejumlah awak media saat dijumpai di sekretariat tim pemenangan Olly-Steven di ruko Citraland Ringroad, Kamis (5/11/2015) sore, pernyataan dukungan disampaikan langsung oelh pimpinan-pimpinan mereka.

“Mereka datang lengkap dengan pengurus-pengurusnya. GP Ansor misalnya dipimpin langsung sahabat lama saya yang juga merupakan Ketua Ansor Sulut Benny Rhamdani,” ucap Kandouw.

Menaggapi dukungan masyarakat yang semakin besar, Olly-Steven menurut Kandouw berkomitmen membangun Sulawesi Utara lebih maju.

“Yang terpenting untuk kemajuan pembangunan di Sulut,yang harus dikedepankan,” terang Kandouw.(Jimmy Lumingkewas)

Benny Rhandhani: Soal Tanah Bobo, TNI Harus Menarik Diri

Benny Rhamdhani, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI

Benny Rhamdhani, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI

MANADO -Sengketa tanah antara warga Kelurahan Maasing (Kampung Bobo) Kecamatan Tuminting Kota Manado dan Hanny Walla sebagai penggugat belum juga membawa hasil yang dapat diterima kedua pihak. Menanggapi berbagai pengaduan masyarakat Kampung Bobo soal sering hadirnya oknum anggota TNI berseragam lengkap, Komite 1 DPD RI, Benny Rhamdhani sekalu Wakil Ketua Komite 1 DPD RI langsung memberikan pernyataan keras.

”Berkaitan dengan kasus Bobo ini dan sesuai laporan masyarakat, ada oknum-oknum TNI yang sudah sekitar 1 minggu berjalan sering datang dengan berseragam lengkap ditengah masyarakat. Kedatangan mereka ini patut dipertanyakan, karena setahu saya kondisi Kampung Bobo bukan suatu daerah kawasan perang, atau tempat warga penganut ISIS dan lain-lainnya, jika oknum TNI melakukan ini dan tidak dibatasi pasti warga dalam kondisi ketakutan sebab mereka merasa terintimidasi secara tidak langsung,” ujar Brani sapaan akrab Rhamdhani.

Brani yang dikenal vokal dan Senator Dapil Sulawesi Utara itu meminta Danrem Sulut dan Dandim Kota Manado untuk menseriusi keluhan warga Kampung Bobo. Dirinya menyampaikan bahwa pihak Komite 1 DPD RI memberikan kesempatan untuk pimpinan TNI di daerah ini menarik pasukannya, bila hal tersebut tidak dilakukan pihaknya akan menyampaikan hal ini ke Panglim TNI.

”Saya mempertanyakan hal ini, kalau kehadiran mereka untuk kasus tanah Hanny Walla, kemudian membela Hanny Walla. Maka saya meragukan keberpihakan TNI apakah untuk kepentingan siapa? Untuk masyarakat, atau Hanny Walla, mereka berpihak sebenarnya?. Karena kedatangan TNI di Tanah Bobo membuat masyarakat menjadi ketakutan. Kehadiran TNI di Republik ini yang saya tau untuk membela rakyat, bukan untuk membela kepentingan penguasa atau pengusaha, saya meminta Danrem Sulut dan Dandm Manado mengambil tindakan, jika laporan warga ini benar, silahkan anggota TNI menarik diri dari lokasi tanah Bobo. Janganlah institusi TNI direndahkan seperti itu, TNI bukanlah alat kelompok tertentu, tapi mereka itu hadir untuk membela rakyat,” tegas Rhamdhani yang juga Ketua GP Ansor SulawesiUtara ini. (Amas Mahmud)

iklan1