Tag: atto bulo

Pemkot Manado Tanam Pohon Cempaka Taas di Kota Malang

Plt Sekda Kota Manado saat menanam pohon (Foto Ist)

MANADO – Bentuk sosialisasi kota yang cukup efektif juga dilakukan pemerintah Kota Manado dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Manado, tepatnya Kamis (20/7/2017), Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu mewakili Wali Kota DR GS Vicky Lumentut di Taman Singha Merjosari, Kota Malang, Propinsi Jawa Timur.

Melalui Rakernas APEKSI kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menyumbang pohon jenis Cempaka Taas, yang merupakan pohon khas Manado. Penanaman pohon yang berlangsung serentak itu tampak semarak.

”Dalam APEKSI di Kota Malang ini, melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan kami membawa pohon Cempaka Taas yang dibawa langsung dari Manado,” kata Haji Rum.

Lanjut ditambahkan Usulu bahwa pohon khas Manado selalu disiapkan pada setiap acara APEKSI untuk ditanam sebagai kenang-kenangan bagi kota penyelenggara.

”Mudah-mudahan pohon yang kita tanam di Kota Malang ini, bisa bertumbuh dengan subur dan menjadi kenangan bagi masyarakat Kota Malang,” ujar Sekda.

Untuk diketahui, yang mendampingi Sekda Usulu dalam acara penanaman pohon tersebut, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Micler CS Lakat SH MH, Kepala Dinas Pertanian Ir Novie Talumewo, Staf Ahli Wali Kota Manado masing-masing Drs Herry Saptono dan Drs Atto Bulo, serta Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas Steven Runtuwene S.Sos.(*/Mas)

Atto Bulo: Perusahaan Wajib Berikan THR

Atto Bullo (Foto Suluttoday.com)

Atto Bulo (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Jelang hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah pemerintah Kota Manado mulai mengingatkan para pemilik perusahaan agar menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya. Hal itu disampaikan Atto Bulo, SH,MH selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (28/6/2016).

Menurut Atto pihaknya telah membentuk tim untuk turun ke perushaan dalam rangka mengawasi perusahaan dalm hal pemberian THR, dirinya mengakui masih ada saja perusahaan yang sering ‘memanfaatkan’ cela dalam aturan Ketenagakerjaan. Atto menegaskan bahwa bila ditemukan ada pelanggaran aturan terkait pemberian THR, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

”Sekitar 14 hari sebelum Hari Raya perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawannya sesuai aturan Ketenagakerjaan yang berlaku. Tim sementara ini sedang turun ke lapangan, pembentukan tim ini dimaksudkan agar ada tindakan tegas dan pengawasan dari pemerintah terhadap perusahaan yang ‘nakal’ dan tidak mau memberikan THR pada karyawannya yang berhak menerima,” ujar Bulo.

Tidak hanya itu, Kadis yang dikenal akrab dengan wartawan ini menyampaikan pula bahwa penjelasan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang karyawan atau pekerja yang bekerja sama dua bulan berturut-turut sudah layak diberikan THR dari perusahaan dimana karyawan tersebut bekerja. (Amas)

Atto Bulo: 1 Januari UMP Naik 13 Persen

Atto Bullo SH, Kadis Naker dan Transmigrasi Kota Manado

Atto Bulo SH, Kadis Naker dan Transmigrasi Kota Manado

MANADO – Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi, Atto Bulo SH, saat diwawancarai, Rabu (6/11/2014) mengatakan perlunya para pekerja mengucapkan syukur dan menyambut baik atas naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) belum lama ini.

”Gubernur Sulut telah menetapkan UMP untuk tahun 2014, naik sekitar 13 persen. Berarti dari Rp. 1.900.000 berubah menjadi Rp. 2.150.000, UMP ini baru resmi diberlakukan 1 Januari 2015. Kami meminta kerja sama juga dari para pekerja (buruh), peningkatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah, para pekerja juga patut berterima kasih, dan mari kita bekerja sama,” ujar Bulo saat diwawancarai Suluttoday.Com.

Lanjut Kadis Naker-Trans Manado ini menjelaskan bahwa SK Gubernur Sulut telah dikeluarkan satu bulan lalu. Bulo juga mengakui penetapan UMP di Sulut ini tidak tergolong tinggi karena dibeberapa Provinsi lainnya UMP masih lebih tinggi dibandingkan UMP di Sulut.

”Penetapan UMP itu sesuai Peraturan Gubernur, tentang UMP nomor 34 tahun 2014, tanggal 30 Oktober 2014. Kalau dilakukan perbandingan Sulut bukan yang paling tinggi UMPnya, di daerah lain ada yang lebih tinggi. Kami juga menilai masih adanya problem yang dialami para pekerja di Manado, sehingga dengan itu kami minta untuk terus para pekerja, dan pemilik perusahaan berkoordinasi dengan kami untuk hal yang menyangkut kewenangan ini,” tutur Bulo menutup. (Amas Mahmud)

iklan1