Tag: Ayi Firman Mustika

Rapatkan Barisan, Alumni HMI Kota Manado Gelar Pertemuan

Pertemuan alumni HMI Kota Manado

Pertemuan alumni HMI Kota Manado

MANADO – Mempererat hubungan kekeluargaan dan semangat Korps, para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Manado, Selasa (28/10/2014) menggelar pertemuan. Selaku penginsiatif pertemuan, Ridwan Nggilu SH, Dr. Abd. Rachman Conoras, dan Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes menuturkan pertemuan yang digelar sebagai wujud dari silaturahmi.

Pertemuan yang dilangsungkan dengan Tahlilan bersama bagi aktivis HMI Manado yang telah meninggal dunia, sekaligus makan malam bersama itu dilaksanakan di Wale Kaleosan jalan Camar atas 127 Kelurahan Malendeng Kota Mando, pukul 17.00 sampai selesai. Ridwan Nggilu ketika diwawancarai menyebutkan beberapa kesepakatan dari silaturahmi tersebut sudah ada dan akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Alhamdulillah pertemuan silaturahmi ini membawa beberapa keputusan penting yang menyangkut dengan tindaklanjut dari pesan dan keinginan alumni HMI Manado yang berada di luar Manado, seperti yang di Jakarta, Maluku Utara, Gorontalo, dan daerah lainnya untuk mengadakan Sekretariat HMI dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Manado. – Ridwan Nggilu, SH alumni HMI Cabang Manado.

Silaturahmi yang bertepatan dengan milad (hari lahir) almarhum Harun Wasolo selaku senior HMI Manado dan Tahlilan itu, dilakukan secara sederhana di rumah Taufiq Pasiak. Para alumni mengirimkan do’a kepada almarhum seperti Harun Wasolo, Syam Todano, Sigar Ticoalu, Rustam Konoras, dan alumni HMI Manado lainnya yang telah meninggal dunia.

Lanjut Ridwan menyampaikan silaturahmi tersebut menghasilkan juga semacam pembentukan tim kerja lokal untuk hal pengadaan sekretariat tersebut. ”Disepakati panitia kerja lokal dalam rangka pengadaan Sekretariat KAHMI dan HMI ini sebagai tindaklanjuti dari permintaan alumni dari luar Manado, panitia kerja lokal, dipercayakan kepada Ridwan Nggilu, selaku Ketua dan beranggotakan 9 alumni lainnya melakukan pertemuan lanjutan pada jumat (31/10/2014) setelah sholat jumat,” kata Nggilu menutup.

Untk ditetahui pertemuan serupa juga digelar di Provinsi Gorontalo. Sementara itu, Ketua Umum KAHMI Sulut yang sebelumnya bersedia hadi, namun karena kesibukan maka tidak sempat hadir. Terlihat yang turut hadir Taufiq Pasiak, Ridwan Nggilur, dr. Abeng Tubagus Elong, Jafar Husen, Ny. Fadila Polontalo, Baso Affandi, Ayi Firman Mustika, bersama beberapa alumni lainnya. (Amas Mahmud)

Tanpa Melalui Proses Seleksi, JS Jadi Anggota Paskibraka Sulut

Kader PPI Manado Ayi Firman Mustika. (foto:Janni/ST)

Kader PPI Manado Ayi Firman Mustika. (foto:Janni/ST)

MANADO – Pelaksanaan serta penampilan yang tunjukkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara pelaksanaan detik-detik proklamasi di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota cukup membanggakan. Namun dari kecemerlangan tersebut, di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) justru ternodai dengan ada anggota Paskibraka Sulut yang diterima (lolos) tanpa melalui proses seleksi.

Ayi Firman Mustika salah satu Pengurus Purna Paskibraka Kota Manado menyayangkan kejadian ini. “Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia ketika ada seorang Paskibraka lolos tanpa proses seleksi,” ujarnya kepada Suluttoday.com, Selasa (19/08/14) kemarin.

Lanjut Mustika menerangkan bahwa sepertinya telah terjadi kongkalingkong di saat pengurusan administrasi. “Secara logika dan administrasi mereka (anggota paskibraka terpilih.red) mendapatkan jalan masuk / legitimasi ke dinas Provinsi yaitu dari diknas kota Manado, dalam hal ini Kadis diknas Manado dan kabid PLSPO, nah untuk yang satu ini saya rasa terjadi kongkalikong, karena mengeluarkan surat yang tidak sesuai aturan. Padahal ada yang telah ikut seleksi di kota Manado kemudian tidak lulus, namun memenuhi kriteria malah tidak dipanggil, yang tidak mengikuti seleksi sama sekali malah di panggil ke tingkat Provinsi, ini kayaknya telah terjadi akal-akal dari oknum di Diknas Sulut sehingga bisa lolos,” terangnya menyayangkan.

Diketahui bahwa masuknya Anggota Paskibraka ‘Illegal’ ini yang belakangan diketahui bernama JS dari sekolah SMU Negeri 2 Manado di duga merupakan anak dari Kepala Bidang Diklat Provinsi Sulut inisial PS, S.Sos, MSi.

(jk)

iklan1