Tag: ayub ali albugis

Astrid Kumentas: Perduwisindo Kembangkan Pariwisata Sulut

Suasana berlangsungnya Launching (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengingat sektor Pariwisata salah satu unggulan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maka pemandu wisata diharapkan memiliki wawasan maupun pengetahuan mengenai obyek-obyek wisata yang ada di Sulut.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Vanda Sarundajang saat tampil sebagai salah satu narasumber, dalam Launching Perduwisindo (Perkumpulan Pemandu Wisata Indonesia) di Tuna House, Karangria, Manado, Rabu (13/6).

“Pengetahuan soal obyek – obyek wisata itu sangat penting,” ujar Sarundajang.

Personil Komisi X sebagai mitra kerja Kementerian Pariwisata itu mengakui pentingnya peran pemandu wisata dalam mendampingi para wisatawan. Dikatakannya, bidang pariwisata salah satu sektor unggulan dalam mendukung upaya pemerintahan ODSK.

“Saya berharap Perduwisindo bisa menjadi wadah yang sangat konstruktif bagi pengembangan dunia pariwisata di Sulut,” tukas Putri Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Republik Palau Dr SH Sarundajang.

Sementara Ketua Perduwisindo Sulut Astrid Kumentas mengatakan siap bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengembangkan sektor Pariwisata. “Kehadiran Perduwisindo akan selalu menunjang pelaku pariwisata dari masyarakat umum,” pungkasnya.

Founder Perduwisindo Refindo Tawaris sendiri bangga dengan hadirnya wadah baru menyangkut pariwisata dalam hal pengembangan. Apalagi Perduwisindo telah memiliki kepengurusan lengkap, guna menopang eksistensi kedepan.

Perduwisindo berterima kasih kepada para undangan dan narasumber yang hadir dalam launching seperti Ayub Ali Albugis (DPRD Sulut), Robert Tambuwun (DPRD Manado) dan Christian Yokung (Tokoh Pengusaha Sulut). (don)

Perselisihan Ferry Keintjem Vs Ayub Albugis Dimulai

Dirut Ferry Keintjem saat diwawancarai (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Setelah menandatangani surat perjanjian akan menyelesaikan selisih, Ayub Ali Albugis yang notabenenya sebagai penyewa toko di kawasan Shopping Center Manado, langsung dieksekusi (disegel) toko miliknya tersebut. Ayub yang dinilai telah melanggar kesepakatan sekitar kurang lebih dua bulan, akhirnya enggan melakukan perlawanan, Senin (6/3/2017) saat toko miliknya di segel.

Dengan penuh percaya diri Dirut PD Pasar Manado, Ferry Keintjem setelah menyegel toko tersebut memaparkan kenapa dirinya berani melakukan penyegelen. Menurut Ferry apa yang dilakukannya sudah memenuhi dasar sesuai aturan yang berlaku.

”Kita melakukan penyegelan karena telah mengantongi surat kesepakatan yang ditandatangani pemilik toko ini, yakni Pak Ayub Ali Albugis. Karena beliau melanggar kesepakatan, kami telah memberikan waktu hingga dua bulan lebih, tapi tak ada niat baik untuk melakukan pembayaran selisih,” ujar Keintjem.

Tidak hanya itu, saat ditanya wartawan Dirut mengaku keputusannya tersebut merupakan tindaklanjut dari surat somasi yang telah diberikannya kepada sang pemilik toko. Secara lantang Keintjem juga menyebutkan bahwa penyegelan itu telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Direksi (Perdis).

”Baik sanksi maupun perhitungan yang ditetapkan kita mengacunya kepada Perda dan Perdis, jadi semua sesuai mekanisme,” tegas Keintjem, meski tidak menyentil secara detail pasal berapa yang dimaksud dalam Perda maupun Perdis tersebut.

Ditemui di depan toko Buku Lima Putra Utama Lutfia Alwi, SH selaku kuasa hukum Ayub Albugis mengaku akan menempuh upaya hukum lain. ”Iya pembicaraan tadi tidak membawa hasil, dan kita akan menempuh upaya hukum lain,” papar Alwi yang juga menuturkan kalau Ayub Albugis berniat menyelesaikan persoalan tersebut.(Amas)

Adu Kuat PD Pasar dan Albugis, Praktisi Hukum Sebut Murni Perdata

Madzhabullah Ali, SH (Foto Suluttoday.com)

Madzhabullah Ali: Hukum Tidak Berlaku Surut

MANADO – Terkait penyegelan toko milik Ayub Ali Albugis (A3) mendapat tanggapan luas, Senin (6/3/2017) menurut Madzhabullah Ali, SH, salah satu advokat saat diminta tanggapan menyampaikan bahwa terkait kasus yang melibatkan PD Pasar Manado dan Ayub adalah murni berkaitan dengan aspek hukum perdata.

”Dirut keliru menempatkan UU terkait persoalan dengan Pak A3. Setahu saya Pak A3 melakukan ikatan kontrak perjanjian sewa menyewa ruangan milik Pemda yang di kelolah oleh PD Pasar, bertindak bukan sebagai kapasitas beliau sebagai Aleg melainkan sebagai Debitor. Dan itu merupakan persoalan perdata murni,” ujar Ichal sapaan akrab Ali yang dikenal sebagai mantan Sekretaris DPD KNPI Kota Manado itu.

Ditambahkannya lagi bahwa soal yang dilakukan Ayub Ali yaitu dugaan tidak melaksanakan kesepakatan. Hal itulah yang perlu diketahui Ferry Keintjem selaku Dirut PD Pasar Manado, kata Ichal, tidak hanya itu praktisi hukum yang dikenal cukup memiliki pengalaman itu menyarankan Dirut PD Pasar tidak terburu-buru mengambil kebijakan, namun mempertimbangkan banyak aspek pendukung.

”Wanprestasi dalam perjanjian yang mungkin dilakukan Pak Ayub, nah kalau wanprestasi dapat diartikan sebagai tidak terlaksananya prestasi karena kesalahan debitur baik disebabkan unsur kesengajaan atau kelalaian. Menurut J Satrio, suatu keadaan di mana debitur tidak memenuhi janjinya atau tidak memenuhi sebagaimana mestinya dan kesemuanya itu dapat dipersalahkan kepadanya. Atau seperti yang disampaikan Yahya Harahap, bahwa Wanprestasi sebagai pelaksanaan kewajiban yang tidak tepat pada waktunya atau dilakukan tidak menurut selayaknya, sehingga menimbulkan keharusan bagi pihak debitur untuk memberikan atau membayar ganti rugi (schadevergoeding), atau dengan adanya wanprestasi dari salah satu pihak, pihak yang lainnya dapat menuntut pembatalan perjanjian,” kata Ichal sambil menyebutkan bahwa hukum tidak berlaku surut.

Lanjut Ichal memberikan contoh wanprestasi itu tidak melaksanakan prestasi sama sekali; Melaksanakan tetapi tidak tepat waktu (terlambat); Melaksanakan tetapi tidak seperti yang diperjanjikan; dan Debitur melaksanakan yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan.

Dalam persoalan tersebut, Ichal mengatakan seharusnya Dirut melalukan langkah Sommatie: Peringatan tertulis dari kreditur kepada debitur secara resmi melalui Pengadilan Negeri atau Ingebreke Stelling: Peringatan kreditur kepada debitur tidak melalui Pengadilan Negeri.

”Melalui peringatan Dirut supaya Pak A3 segera melaksanakan prestasi; Dasar teguran; Tanggal paling lambat untuk memenuhi prestasi (misalnya tanggal 9 April 2017). Selanjutnya dalam teguran hukum atau Somasi minimal telah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Pihak PD Pasa. Apabila somasi itu tidak diindahkannya, maka PD Pasar berhak membawa persoalan itu ke pengadilan. Dan pengadilanlah yang akan memutuskan, apakah Pak A3 wanprestasi atau tidak,” papar Ichal.

Sekedar diketahui, polemik hingga terjadinya penyegelan toko milik Ayub Albugis oleh PD Pasar Manado disebabkan adanya selisih harga yang diminta Dirut PD Pasar Manado untuk dibayarkan Albugis. Tapi, Albugis masih belum menyanggupi pembayaran selisih tersebut yang berdasarkan informasi akan diberlakukan pembayarnnya menggunakan Peraturan Direksi (Perdis) Nomor 1 tahun 2016. Kemudian, pembayaran selisih dihitung sejak beberapa tahun sebelum Ferry Keintjem menjadi Dirut PD Pasar Manado.(Amas)

PD Pasar Berhasil Segel Toko yang Disewa Legislator Sulut

Ferry Keintjem bersama Benny Parasan, anggota DPRD Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Janji Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) pasar Kota Manado, Ferry Keintjem untuk melakukan penyegelan atas kios/toko yang disewa Ayub Ali Albugis, salah satu legislator Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (6/3/2017) akhirnya ditepati. Terpantau dilapangan Dirut Keintjem bersama tim melakukan segel atas toko Buku Lima Putra Utama milik Albugis yang dikenal sebagai polisi PAN Sulut.

Setelah melakukan penyegelan yang tanpa perlawanan dari pihak penyewa tersebut, hanya ada sedikit negosiasi dari kuasa hukum Ayub Albugis, yakni Lutfia Alwi, SH. Dirut Keintjem dihadapan wartawan membeberkan bahwa untuk lantai dua dan tiga toko Buku Lima Putra Utama, selain selisih pembayaran yang diminta, PD pasar juga menemukan kalau belum sempat dilakukan pembayaran.

”Kalau ruangan yang dibawah (lantai dasar) pembayaran dilakukan lancar, hanya lantai dua dan lantai tiga yang selain selisih kita telah mengetahui bahwa belum dilakukan pembayaran secara baik. Ini agar diketahui masyarakat, PD pasar Manado juga mau menyampaikan ke warga Manado kalau tidak ada satu orang pun yang kebal hukum di dunia ini,” ujar Keintjem.

Bantahan tegas disampaikan kuasa hukum Ayub, yang mengaku kalau pihaknya telah membayarkan semua ketentuan sesuai aturan saat itu. Hanya saja, soal selisih harga yang dinaikkan sepihak oleh Dirut PD pasar saat ini masih mereka pelajari.

”Intinya kami terus melakukan pembayaran sampai tahun 2016, tapi kemudian yang sempat tersendat ini dikarenakan pembayaran selisih dan kenaikan yang dilakukan PD pasar Manado yang kata mereka acuannya adalah Perdis (Peraturan Direksi). Terlalu mahal, masa satu meter Rp 1.500.000, apalagi selisih yang disuruh bayar itu mencakup tahun-tahun sebelumnya,” tutur Alwi. (Amas)

Kios yang Disewa Legislator Sulut Terancam Disegel, Ini Tanggapannya

Kawasan parkir Shopping Center Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Batas waktu (deadline) pembayaran kios milik Ayub Ali Albugis yang disewa ke Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado sesuai perjanjian, berakhir Jumat (3/3/2017) besok untuk pembayaran tunggakan hutang. Hal itu sebagaimana disampaikan Direktut Utama (Dirut) PD Pasar Manado, Ferry Keintjem saat ditanya Suluttoday.com, Kamis (2/3/2017).

Dimana Albugis yang menyewa kios di kawasan Shopping Center Manado berdasarkan keterangan pihak PD Pasar Manado masih menunggak beberapa bulan. Menurut Keintjem pihaknya sudah melayangkan surat somasi kepada Ayub tanggal 1 Maret 2017, dan tembusannya disampaikan ke Kejaksaan serta Kepolisian.

”Kami sudah memberikan somasi, tembusannya diberikan ke Kejaksaan dan pihak Kepolisian pada 1 Maret 2017. Batas waktunya diberikan kesempatan sampai 3 Maret 2017, bila tidak ditindaklanjuti kesepakatan itu, maka akan kami segel,” ujar Ferry.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ayub Ali Albugis yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini tak mau banyak memberikan komentar. Ayub hanya menyampaikan akan mempelajari surat tersebut, karena pada prinsipnya dirinya akan tetap membayar tunggakan tersebut.

”Saya akan mempelajari (membaca) dulu suratnya, karena sementara ini saya masih berada di luar Kota Manado. Pada prinsipnya saya akan membayar, tak ada yang tidak mau membayar,” tutur Ayub kepada Suluttoday.com.

Sampai berita ini dinaikkan, berdasarkan informasi kios/toko tersebut belum juga dibayarkan tunggakannya.(Amas)

iklan1