Tag: Bagir Manan

Tokoh Pers Urun Rembug Masalah Bangsa di Sulut

Redpel Suluttoday.com, Bung Amas bersama Prof Bagir Manan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peran pelaku pers di dalam mengidentifikasi masalah sekaligus jalan keluar terutama masalah bangsa sangatlah penting. Bahkan pemimpin bangsa, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan apresiasi peran pers di dalam membangun bangsa melalui penyajian informasi yang terverifikasi.

Untuk itu dalam rangkaian kegiatan Piala Presiden Kompetisi Nasional Media menggelar urun rembug tokoh-tokoh pers di Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (5/9/2019).

Berlangsungnya sosialisasi di hotel Aryaduta Manado (FOTO Suluttoday.com)

Urun rembug ini diharapkan bisa menampung pemikiran kalangan pers tentang persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam 5 tahun ke depan. Dalam kegiatan yang dihelat di salah satu hotel di kota Manado menyajikan sejumlah topik penting dan pemateri yang berkualitas seperti Tenaga Ahli Utama Kedeputian V kantor Staf Presiden RI, Ifdhal Kasim dan Prof DR Bagir Manan SH MCL.(cat)

Terdaftar di Dewan Pers, Owner Suluttoday Ucapkan Terima Kasih

Data Dewan Pers (Foto Suluttoday.com)

Data Dewan Pers (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Terus eksis menyajikan pemberitaan yang aktual dan akurat, media online Suluttoday.com juga melakukan pembenahan serta penguatan, setelah ikut ambil bagian dalam edukasi masyarakat melalui pemberitaan, di tahun 2015 Suluttoday.com telah resmi mendaftar di Dewan Pers. Menanggapi hal itu, owner Suluttoday.com, Ridwan Nggilu SH,MH menyampaikan banyak terima kasih kepada Dewan Pers.

”Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewan Pers, Pak Prof. Bagir Manan selaku Ketua Dewan Pres, dan lebih khusus kepada saudari Amanda Komaling yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Utara yang memfasilitasi kami untuk mendaftar, dan sesuai semua prosedur yang diminta, alhamdulillah media online Suluttoday.com terdaftar resmi di Dewan Pers,” ujar Ridwan.

Ditempat terpisah, Amas Mahmud selaku Redaktur Pelaksana Suluttoday.com memberikan apresiasi kepada Amanda Komaling yang memiliki kepedulian tinggi terhadap media di Sulawesi Utara, teristimewa media online.

”Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, dimana dari sekian banyak media online di Indonesia, Suluttoday.com, juga terdaftar resmi di website Dewan Pers dewanpers.or.id, dan ini sudah pasti terdaftar di buku saku Dewan Pers. Suluttoday.com terdaftar pada Nomor 23 untuk media ciber di Sulawesi Utara. Kami mendaftar pada tahun 2015, dan syukur Alhamdulillah diawal tahun 2016 ini kami telah resmi terdaftar. Terima kasih khusus kepada Ka Amanda Komaling yang adalah Dewan Pers Sulawesi Utara yang diberikan kepercayaan melakukan pendataan media massa di Sulawesi Utara, semoga kerja sama ini terus terbina, kami mengapresiasi semua upaya positif yang dilakukan ini,” ucap Amas alumnus FISPOL Unsrat ini. (Adi)

Amanda: Wartawan Harus Memperhatikan Profesionalisme

Amanda Komaling saat memberikan penjelasan soal kerja wartawan profesional (Foto Suluttoday.com)

Amanda Komaling saat memberikan penjelasan soal kerja wartawan profesional (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam rangka pendataan media di Sulawesi Utara (Sulut), Dewan Pers sejak beberapa hari terakhir di Kota Manado melakukan verifikasi media online. Kegiatan tersebut dilakukan di Sekretariat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Utara (Sulut). Kamis (10/9/2015), Amanda Komaling, yang mendapat tugas dari Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Bagir Manan, SH,M.CL, menyampaikan beberapa hal penting terkait kerja wartawan, khususnya media online (siber) sebelum memberikan secara langsung formulir pendaftaran.

“Jangan sampai menjamurnya media yang ada di Sulawesi Utara menghadirkan lemahnya kendali atau kontrol terhadap profesi kita sebagai wartawan. Munculnya stigma buruk dari masyarakat terhadap para jurnalis begitu memperihatinkan, dan ini harus diperbaiki kaum jurnalis itu sendiri. Untuk itu, kita harus saling mengingatkan dan mengevaluasi. Nah, fenomena saat ini memang banyak media siber di Sulut yang mengabaikan adanya konfirmasi dan sering tidak mengikuti kaidah jurnalistik yang ideal, inilah yang perlu diperbaiki serta menjadi masukan bagi kita bersama,” ujar Amanda dan berharap agar wartawan online di Sulut terus meningkatkan kualitasnya.

Lanjut Amanda yang merupakan wartawa Metro TV ini mengingatkan agar wartawan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas dirinya dalam peliputan berita. Ditambahkannya lagi bahwa wartawan perlu secara intensif dan sungguh-sungguh mempelacari kode etik jurnalistik agar tidak salah arah dalam menjalankan tugasnya.

“Reputasi wartawan atau media pers harus terus dijaga karena posisi wartawan itu sangat mulia. Ketika kita mewawancarai narasumber, posisi kita adalah sama, bukan malah memposisikan diri sebagai bagian yang inferior. Makanya saya berulang kali menyampaikan hal ini agar wartawan tidak mengabaikan kode etik dan aturan dari UU Pers nomor 40 tahun 1999. Kita harus saling mengingatkan untuk hal yang sifatnya konstruktif. Saya pun berharap media ciber seluruh Indonesia kedepan ada organisasinya secara Nasional,” kata Amanda dihadapan sejumlah wartawa, media online se-Sulawesi Utara.

Untuk diketahui, seluruh perwakilan wartawan media online dan pimpinan media siang tadi langsung mengambil formulir pendaftaran yang diberikan Dewan Pers melalui IJTI. Menurut Amanda, waktu yang disediakan untuk proses verifikasi media memang terbatas, kemudian pihak Dewan Pers akan turun ke Sulawesi Utara untuk melakukan pengecekan kantor perusanahaan pers masing-masing media online di Sulut. (Amas Mahmud)

Bagir Manan: Industrialisasi Tantangan Kebebasan Pers

Seminar Nasional (Foto Yoseph)

Seminar Nasional (Foto Yoseph)

MANADO – Pemodal menjadi tantangan besar yang dihadapi pelaku industri pers dalam upaya mencapai kemerdekaan, profesionalisme,  mutu, dan dan kesejahteraan pelaku industri itu. Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menilai ada banyak tantangan yang dihadapi insan pers di era semakin berkembangnya teknologi informasi.

”Saya berpendapat, tantangan di industri pers telah disadari oleh kita bersama secara mendalam. Saya akan bedakan tantangan dari internal dan unsur luar,” katanya dalam Seminar Nasional Kewirausahaan Bidang Media Bagi Jurnalis di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Kamis (27/11/2014) kemarin.

Dia mengatakan dari internal, tantangan yang dihadapi pelaku media adalah konvergensi pers. Konsekuensi dari kemajuan teknologi itu, monipoli oleh kelompok pemodal rentan terjadi. Persoalannya terletak peraturan, mesti ada rule of the game yang memberi manfaat atas perkembangan tersebut.

Kemudian, tantangan memaksimalkan peran asosiasi pers agar lebih member manfaat terhadap komunitas pers dan peningkatan mutu. Tantangan lainnya, kata Bagir, berkembangnya media sosial yang harus diikuti dengan pemahaman terhadap etika, aturan dan undang-undang, sehingga kehadiran media sosial ikut menguatkan fungsi pers.

”Tantangan berikutnya, pers sebagai sarana meningkatkan suatu peradaban, bukan sebaliknya,” ujar mantan Ketua MA itu.

Dia menyebutkan dari unsur eksternal tantangan yang dihadapi industri media adalah dominasi pemilik modal, yang berpusat apa upaya memperoleh keuntungan semata, dan politisasi pers oleh pemodal. ”Akhirnya, baik atas dasar pertimbangan ekonomi maupun politik terjadilah pembobolan fire wall yang memisahkan fungsi jurnalistik dan bisnis,” sebutnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo menyatakan hal menarik. Menurut Stanley, sapaan akrabnya, di tengah serangan media digital, keberadaan media cetak bisa diibaratkan sebagai dinosaurus generasi yang terakhir. Yang artinya, sementara menuju pada kepunahan. ”Meski Serikat Penerbitan Pers masih tetap otpimis dengan eksistensi media cetak, namun satu kenyataan ketika memang era cetak sudah berganti digital,” papar Stanley.

Seminar yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dalam rangkaian Kongres IX AJI itu menekankan upaya peningkatan kesejahteraan jurnalis dan pelaku industri media untuk memanfaatkan peluang di era teknologi.

Ketua Umum AJI Eko Maryadi mengatakan lembaganya mendorong jurnalis membangun perusahaan pers di daerah, sehingga monopoli informasi tidak hanya terpusat oleh pemodal media besar. “Salah satu cara AJI adalah mendorong semkin berkembangnya media baru di daerah, dan peluang-peluang usaha di bidang media yang bisa dimanfaatkan oleh jurnalis,” katanya.

Item, panggilan akrab Eko menuturkan AJI memfasilitasi anggota melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas serta penguatan penerapan etik, sehingga profesionalitas jurnalis terjamin.

Sebelum pelaksanaan seminar, Kamis (27/11/2014) kemarin, rangkaian kegiatan AJI diawali dengan welcome dinner yang mengambil tempat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

Sedangkan hingga, tadi malam, agenda kongres sudah dimulai dan dipimpin tiga pimpinan siding tetap yakni Jufry Asmaradhana, Sofiardy, dan Aryo Wisanggeni.

Agenda Jumat (28/11/2014) hari ini, dipastikan bakal memanas dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban serta memasuki tahapan pencalonan Ketua Umum dan Sekjen AJI Indonesia Periode 2014 – 2017.(**/Amas Mahmud)

iklan1