Tag: bappeda manado

Yuyu Merindukan Bartje Assa

Peter K.B Assa (Foto Ist)

MANADO – Kiprah birokrat yang satu ini cukup menyedot perhatian, dia adalah Peter K.B Assa, atau yang akrab disapa Bartje Assa, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Manado, selain memiliki konsep yang spektakuler, figur yang satu ini dinilai memiliki karir yang gemilang (cepat). Seperti diketahui, Assa dalam satu tahun pernah mendapatkan beberapa kali kenaikan pangkat istimewa, hal ini cukup fenomenal, Bart tergolong birokrat yang memecah mitos. Bahkan Assa berlahan mulai ”menggeser” para birokrat senior handal lainnya dijajaran Pemkot Manado.

Dengan beragam perencanaan, semenjak menjabat Kepala Bappeda Kota Manado, Assa memang cukup banyak menawarkan dan mendesain konsep pengembangan Kota Manado, tentu dengan melibatkan para konsultan, diantaranya konsep kawasan wisata pantai Manado ”buatan” dengan pasir putih dan juga konsep transportasi ASPOL. Yang berdasarkan informasi telah menyedot biaya untuk kerja-kerja konsultan, hal itupun ternyata diingat masyarakat. Bahkan menurut Yuyu salah satu warga Singkil, masyarakat menanti konsep-konsep yang diatur Bartje Assa.

”Kami pernah membaca dimedia massa, banyak konsep yang disosialisasikan Pak Bart Assa. Seperti sistem ASPOL yang akan diterapkan di Manado, begitu pula perencanaan tentang pembangunan kawasan perkantoran di Mapanget, tapi sayang belum terwujud sampai sekarang. Apakah, Pak Assa hanya mampu menawarkan konsep dna tidak realistis?,” ujar Yuyu.

Lanjut Yuyu menyampaikan bahwa dirinya merindukan kehadiran Bartje Assa sebagai perancang (Bappeda) dan diharapkannya agar rencangan-rancangan tersebut dapat diwujudnyatakan. ”Saya merindukan Bartje Assa, karena kerjanya, artinya konsepnya bagus. Silahkan diwujudkan, jangan sampai ada pemikiran bahwa Pak Assa mengkonsepkan pembangunan yang tidak realistis,” tuturnya menutup.

Untuk diketahui system ASPOL (Angkot, Shuttle, Parkir dan Tol) merupakan konsep transportasi yang bertujuan mengurangi kemacetan di Kota Manado. Tidak hanya itu, ASPOL telah dipublikasikan dimedia, tapi sayangnya masih mengawan-ngawan. (Amas)

Peter Assa: Pemkot Manado Akan Gelar Forum SKPD dan Konsultasi Publik

Peter K.B Assa (Foto Ist)

Peter K.B Assa (Foto Ist)

MANADO – Pemerintah Kota Manado terus meningkatkan koordinasi dan peningkatan kinerja, hal ini seperti yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manad. Kali ini Bappeda Manado menggelar Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan konsultasi publik penyusunan Draft Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021.

Seperti diketahui, kegiatan yang bertujuan mensinkronisasikan program pemerintah pusat dan daerah akan digelar pada hari ini, Senin (21-23) Maret 2016, akan dilaksanakan di gedung serba guna Kantor Wali Kota Manado. Acara akan dimulai pukul 09.30 Wita sampai selesai, untuk registrasi perserta dibuka pada pukul 08.30 Wita.

Kepala Bappeda Kota Manado, Peter KB Assa menjelaskan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain mensinkronisasikan program pusat dan daerah. Juga bisa menggali informasi, terkait program dan kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017 dan RPJMD Kota Manado tahun 2016-2021.

”Kegiatan ini akan berlangsung tiga hari dan dibagi dalam dua sesi kegiatan, untuk tanggal 21-22 Maret kegiatan Forum SKPD dan tanggal 23 Maret kegiatan Konsultasi Publik. Diinformasikan bagi kepala SKPD yang mengikuti kegiatan forum SKPD, wajib membawa draft Renja tahun 2017 untuk dipresentasekan,” ujar Peter K.B Assa, Kepala Bappeda Kota Manado saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (21/3/2016).

Lanjut dijelaskan Assa bahwa kegiatan Forum SKPD akan dilaksanakan pada hari ini sampai besok, 21 dan 22 Maret, kemudian Rapat Konsultasi Publik untuk penyusunan Rancangan Awal RPJMD 2016-2021 akan berlangsung selama sehari pada hari rabu 23 Maret 2016.

”Forum konsultasi publik akan dihadiri oleh seluruh kepala SKPD dan para undangan yang terdiri dari delegasi utusan kecamatan, organisasi masyarakat, para pakar dan akademisi, anggota DPRD dan laun-lain. Tujuannya adalah untuk menggali informasi pembangunan daerah secara teknokratik, dan partisipatif melengkapi hasil musrenbang kelurahan dan kecamatan yg ada. Program dan kegiatan usulan masyarakat ini akan disinkronisasikan pula dengan program dan kegiatan SKPD dengan membedah bersama Rencana Kerja (Renja) SKPD tahun 2017,” ungkap Assa.

Sedangkan Rapat Konsultasi Publik, tambah Assa adalah untuk penyusunan Ranwal RPJMD adalah langkah awal pengumpulan data dan informasi termasuk isue strategis sebagai bahan masukan penyusunan rancangan awal RPJMD 2016-2021.

”Rancangan Awal RPJMD Tahun 2016-2021 disusun dengan tujuan sebagai pedoman untuk calon walikota dan wakil walikota dalam penyusunan visi, misi dan program pembangunan daerah selama kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Pula, sebagai pedoman penyusunan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Manado dan pedoman penyusunan RPJMD Tahun 2016-2021,” ucap Assa menutup. (Amas)

Singkronisasi Data Masyarakat Miskin, Bappeda dan Dinsos Manado Sepakat

Bart K.B Assa dan Frans Mawitjere saat mengikuti Rakornas Kemensos di Makassar (Foto Ist)

Peter K.B Assa dan Frans Mawitjere saat mengikuti Rakornas Kemensos di Makassar (Foto Ist)

MANADO – Upaya untuk mewujudkan singkronisasi kerja dan data terus dilakukan pemerintah Kota Manado, seperti salah satunya yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Sosial Kota Manado. Untuk data jumlah kemiskinan di kota ini, dua instansi di pemerintahan Kota Manado tersebut bersama Kementrian, Lembaga pemerintah pusat melakukan penyesuaian data.

Setelah Kepala Bappeda Kota Manado, Peter K.B Assa bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Manado, Frans Mawitjere dipimpin Sekretaris Kota, Haefrey Sendoh mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Wilayah Timur Indonesia, yang dilaksanakan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jumat (4/2/2016) beberapa waktu lalu di Hotel Four Points Sheraton.

”Memang selama ini sering terjadi perbedaan data warga tergolong miskin. Bahkan seringkali ditemukan masyarakat yang tercatat miskin di lapangan ternyata tidak miskin,” ucap Assa saat diwawancarai Suluttoday.com.

Sementara itu, dengan adanya Rakornas ini, menurut Assa, Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa berharap segera perbedaan data kemiskinan ti segera teratasi.

”Pekan depan, Kemensos akan menetapkan data fakir miskin yang menjadi rujukan bagi seluruh kementerian, seluruh lembaga, seluruh pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan program-program intervensi untuk masyarakat miskin,” kata Mensos dalam sambutannya.

Ditambahkan Assa, periode 2015 lalu, Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bertekad untuk mengakhiri beda data kemiskinan ini.

”Kemensos telah melakukan verifikasi dan validasi data di wilayah Indonesia Barat dan Tengah, dan hasilnya telah dikonsolidasikan dengan data dari pihak BPS, TNP2K, dan Pemerintah Daerah,” ujar Assa.

Lanjutnya menjelaskan bahwa data fakir miskin hasil validasi dan verifikasi ini nantinya akan dikonsolidasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan ditetapkan senin minggu depan.

”Iya, penetapan data fakir miskin ini sesuai dengan amanat UU No. 13 tahun 2011. Dan setiap dua tahun sekali, kecuali untuk data PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan) akan diupdate setiap enam bulan sekali,” papar Assa. (Amas)

Raih Predikat B untuk LAKIP, Bappeda Manado Terdepan Genjot Perbaikan Kinerja

Kepala Bappeda Manado saat memimpin pertemuan (Foto Suluttoday.com)

Kepala Bappeda Manado saat memimpin pertemuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Upaya pemerintah Kota Manado untuk memberikan pelayanan yang terbaik terus ditunjukkan pemerintah, seperti yang dilakukan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado, Bart K.B Assa. Berbagai perencanaan dilakukan untuk mengembangkan dan memproyeksikan, kemudian melakukan evaluasi pembangunan Kota Manado.

Rabu (2/3/2016), Bappeda Manado setelah melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan JICA, kemudian langsung membahas soal LAKIP. Menurut Assa evaluasi LAKIP tersebut dilakukan pemerintah Kota Manado yang secara perolehan kualitas kerja tidak mengalami penurunan signifikan.

”Pada hari yang sama, selesai inception meeting dengan pihak Kementerian PU dan JICA, atas perintah Bapak Pj. Wali Kota, di ruangan yang sama telah dilangsungkan pula rapat pembahasan hasil Evaluasi atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Pembahasan hasil evaluasi atas LAKIP ini dilakukan oleh tim Bappeda dan tim Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda kota dalam hal ini dengan Kabag Orpeg Innov Walelang dan beberapa staf. Pembahasan dilakukan seputar hasil evaluasi AKIP untuk Pemerintah Kota Manado yang memperoleh nilai 68,62 atau predikat B yang berarti Pemkot Manado telah menunjukkan hasil yang memadai,” ujar Assa, Rabu (2/3/2016).

Lanjut Kaban Bappeda mengatakan bahwa sudah menunjukkan hasil yang memadai meskipun masih memerlukan beberapa perbaikan minor, dan bagaimana strategi ke depan untuk meningkatkan nilai dan predikat menjadi BB atau bila memungkinkan A. (Amas)

Rakorev Triwulan IV, Bart Assa Ingatkan Pentingnya Ketelitian

 Berlangsungnya Rakorev (Foto Ist)

Berlangsungnya Rakorev (Foto Ist)

MANADO – Dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Program Kegiatan Triwulan IV TA 2015, yang dilaksanakan, Kamis (4/2/2016) bertempat di aula serbaguna kantor Wali Kota Manado, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Bart Assa mengingatkan pentingnya koordinasi dilakukan.

”Begitu pentingnya koordinasi atau konsultasi dilakukan, agar proses pelaporan dokumen berlangsung tertib. Kemudian, dalam hal sistem pelaporan mari kita terus perkuat pelayanan, baik perencanaan hingga implementasinya,” ujar Assa dalam pengantarnya.

Ditambahkan Assa, menuturkan perlunya disiplin serta ketelitian dari para birokrat terutama yang memegang jabatan struktural untuk terus meningkatkan kualitas kerjanya.

“Kedisiplinan, ketelitian dan ketepatan penginputan data rencana dan realisasi fisik (kinerja) dan serapan anggaran oleh seluruh SKPD, Kecamatan dan Kelurahan pada portal e-monev perlu lebih ditingkatkan. Terima kasih teman-teman SKPD, Camat dan Lurah atas kehadiran dan partisipasi aktifnya mengikuti Rakorev ini,” tutur Assa. (Amas)

iklan1