Tag: bappeda sulut

Atteng Cari Pundi-pundi PAD di Boltim

Bapenda Sulut di lokasi pertambangan Boltim (FOTO Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Utara, Olvie Atteng tak pernah berhenti mencari pundi-pundi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terpantau media ini Kamis (21/02/2019), Atteng bersama tim krasak-krusuk di area pertambangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

“Kami terus berupaya mencari potensi bagi PAD termasuk di sektor pertambangan dan ini tentunya dilakukan berdasarkan ketentuan serta aturan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Atteng menegaskan bahwa hasil monitoring di lapangan pasti akan ditindak lanjut demi peningkatan PAD. “Hasilnya jika sangat berpotensi pasti akan kami optimalkan, walaupun tidak terlalu besar, tapi mampu mendukung pendapatan asli daerah kita,ā€¯pungkas Atteng.(Cat)

OD-SK Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Steven Kandouw ketika sambutan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Akselerasi penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Utara berhasil menekan angka kemiskinan hingga menjadi 7,90 persen pada akhir September 2017 dari sebelumnya sebesar 8,20 persen pada September 2016.

Pencapaian positif dan jauh di bawah angka kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen itu mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan penanganan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat secara layak.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Rapat C.J. Rantung, Kamis (24/05/2018) pagi.

“Capaian ini tidak membuat kita merasa cukup, namun sebaliknya terus meningkatkan sinergitas dan kerja bersama kita, karena sangat disadari, kemiskinan hanya dapat diselesaikan dengan sinergitas dan sinkronisasi program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait,” katanya.

Disamping itu, Wagub Kandouw optimis, pencapaian yang telah ditorehkan itu akan semakin memperkuat komitmen semua pihak di Sulut untuk menanggulangi kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang digagas oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw.

“Sehingga sasaran yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Utara 2016-2021 dapat tercapai,” tandasnya.

Lanjut Wagub Kandouw dalam sambutannya, melalui Program ODSK itu pula, Pemprov Sulut telah melakukan intervensi kebijakan, diantaranya kegiatan pemberian beasiswa miskin dan miskin berprestasi, bantuan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang belum ter-cover dalam BPJS dan KIS, pembangunan dan rehabilitasi RTLH, dan berbagai program yang menyentuh langsung sebagai upaya nyata terukur dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.

Untuk diketahui, salah satu syarat penerima semua bantuan sosial tersebut adanya data yang akurat. Oleh karena itu Wagub Kandouw mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota khususnya perangkat daerah terkait serta para Camat sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat melakukan verifikasi dan validasi data di daerah masing-masing guna mendapatkan data akurat, karena dari data akurat akan lahir kebijakan yang efektif.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut melalui Kabid Pemerintahan Sosial dan Budaya Dra. Feibe Rondonuwu menerangkan bahwa penanganan kemiskinan yang tepat harus dimulai dari data yang akurat agar bentuk bantuan penanganan kemiskinan bagi masyarakat tepat sasaran dan mampu menekan angka kemiskinan.

Lanjut Rondonuwu, dari beberapa kabupaten dan kota yang dimonitoring langsung oleh Bappeda ternyata masih banyak masyarakat miskin yang belum masuk BDT dan sangat layak menerima bantuan beras, mendapatkan BPJS, RTLH dan program pemerintah lainnya namun tidak terdata sehingga sinkronisasi data ini sangat strategis dalam menentukan langkah pemerintah ke depan.

Adapun rapat tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan rapat sinkronisasi data penduduk miskin kabupaten dan kota se Provinsi Sulawesi Utara oleh seluruh perwakilan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kegiatan itu turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, perwakilan PT. Pos Indonesia, Perum Bulog, BPJS Kesehatan dan BPS Sulut.(*/Cat)

Triwulan 1 Capaian UPTB Minut Tembus Rp 18 Miliar

Jemmi Kodoati dan Melky (FOTO Suluttoday.com)

AIRMADIDI Suluttoday.com – Pujian masyarakat Minahasa Utara kepada UPTB Minut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut terkait pelayanan. Hal ini langsung diungkapkan wajib pajak saat ditemui Suluttoday.com Senin (02/04/2018) yaitu Jemmi Kodoati dan Melky.

Kedua wajib pajak ini mengatakan saat mengurus perpanjangan pajak, dengan dapat melihat langsung jumlah yang harus dibayar, lewat pelayanan yang tersedia.

“Ini UPTB Minut so lebe bagus, pelayanan so meningkat bahkan torang wajib pajak so dapat melihat torang pe jumlah pembayaran yang harus torang siapkan,” tandas Melky.

Sementara itu, Kepala Bappenda Sulut, Olvie Atteng melalui Kepala UPTB Minut, Vanny Saruan SE menyatakan perhatian pemerintah baik Gubernur-Wagub-Sekprov dan petunjuk Kaban ke UPTB Minut menjadi hal yang luar biasa. Salah satunya, dengan penambahan loket pelayanan dalam pengecekkan langsung jumlah pajak dan langsung dinikmati wajib pajak.

Lanjut Saruan, sinergitas antara semua instansi yang ada baik kepolisian dan Jasa Rahardja sangat penting, sehingga semua program OD-SK bagi pelayanan publik sangat memberikan kemudahan bagi wajib pajak sehingga selain mudah dan cepat tapi juga transparan.

Dikatakan Saruan, sampai saat ini kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan sangat baik, bahkan dari Januari hingga Maret sudah terealisasi Rp 18.171.262.835 atau 29,02 persen dari 9.433 unit kendaraan yang telah membayar pajak.

Dikatakan Saruan yang didampingi KTU, Charles Taju, pengurusan dan pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor menjadi pendapatan terbesar yakni Rp 10.149.381.600 atau 30,34 persen, diikuti pajak kendaraan bermotor Rp 7.847.468.445 atau 27,42 persen.

Sementara pajak air permukaan memberikan kontribusi bagi PAD sebesar Rp 7.885.140 atau 15,62 persen. Sementara itu pembayaran denda memberikan pendapatan 33,11 persen atau Rp 165.527.650. Sehingga target yang diberikan melebihi hingga Rp 2.525.807.459. (Cat)

Demi Kemanusiaan, Bapenda Sulut Sumbang Belasan Kantong Darah

Berlangsungnya donor darah (FOTOS Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Aksi peduli sesama dengan mendonorkan darah dilakukan jajaran Bapenda Sulawesi Utara belum lama ini. Alhasil, aksi kemanusian yang dilaksanakan di lobi instansi pengelola dana bagi pendapatan daerah tersebut, 13 kantong darah boleh dibawa pulang PMI untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kepala Bidang Retribusi dan PLL, Lukman Lapadengan yang turut menyumbangkan darahnya bahwa aksi donor darah ini sebagai bentuk tindakan kemanusiaan terhadap warga Sulawesi Utara yang membutuhkan.

“Semoga kantong darah yang dihasilkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat terkhusus masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Lapadengan kepada Suluttoday.com.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda, Conny Kuhon menjelaskan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran di jajaran ASN dan THL, agar mau mendonorkan darahnya.

“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan, karena setiap satu tetes darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandas Kuhon.(Cat)

Atteng Susun Strategi Optimalkan Penerimaan Kas Daerah

Olvie Atteng ketika memimpin rapat (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Daerah Sulawesi Utara melalui Bapenda terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah dan meningkatnya target penerimaan PAD tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bapenda Olvie Atteng SE MSi, Kamis (15/03/2018) kemarin usai memimpin rapat pemetaan Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Menurut Atteng rapat koordinasi dengan instansi terkait tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan sehari sebelumnya yaitu Forum Koordinasi, Komunikasi dan Kerjasama antara Unit Pengelola Pendapatan dan Retribusi Daerah se-Provinsi Sulawesi Utara, yang dihelat di Kota Kotamobagu.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Penjabat Walikota Kotamobagu Hi. Moh Rudi Mokoginta SE MTP dan dihadiri oleh Kepala/Perwakilan BP2RD, BPKAD dan para Kepala UPPD Bapenda se – Provinsi Sulawesi Utara membahas penentuan sumber-sumber penerimaan bagi kas daerah yang dapat digali dan digunakan sesuai dengan potensi masing-masing.

Atteng menegaskan bahwa potensi memungut Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Lain Lain Pendapatan Asli Daerah secara sah merupakan kewenangan pemerintah daerah melalui instansi yang dipimpinnya dan sesuai dengan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sehingga ditandaskan mantan Kepala Disperindag Sulawesi Utara ini, pihaknya terus mensinergiskan pelaksanaan pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah di Provinsi Sulawesi Utara.

Ditambahkan Atteng bahwa dana penerimaan yang masuk ke kas daerah nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

Dijelaskan Atteng bahwa Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah merealisasikan Penyaluran DBH tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 420.208.255.545, kepada 15 Kabupaten / Kota.

Untuk itu, Atteng meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan intensifikasi potensi pajak yang ada, contohnya: memaksimalkan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara rutin, dan ekstensifikasi potensi yang ada, karena nantinya dana yang diterima akan dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transportasi sebagai penunjang Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.(Cat)

iklan1