Tag: Bara Hasibuan

Komisi VII DPR RI: Kementerian ESDM dan JRBM Tidak Bisa Disalahkan

Bara Hasibuan ketika menyampaikan sambutan dalam pertemuan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Insiden naas di Bolaang Mangondouw Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), dimana di lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Bakan yang terjadi Februari itu akhirnya menemukan jawaban.

Menurut Komisi VII DPR RI usai kunjungan kerja spesifik bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Site Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, tidak ada keterkaitan musibah dengan aktivitas tambang PT JRBM.

”Iya Kementerian ESDM dan JRBM tidak bisa disalahkan terkait kejadian ini karena sejak awal sudah dilakukan upaya pencegahan dan melaporkan ke pihak berwajib. Setiap kali ada penertiban setelahnya kembali ada aktivitas,” ujar Bara T Hasibuan selaku Ketua tim.

Lanjut disampaikan Bara bahwa pentingnya dicarikan solusi yang terbaik agar insiden tersebut mendapat jalan keluar. Supaya dampak negatif PETI tidak terjadi lagi.

”Kami mengapresiasi JRBM yang turut terlibat evakuasi PETI bersama tim rescue. Termasuk bantu alat berat,” ucap Hasibuan.

Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Sri Raharjo di site Bakan JRBM mengatakan telah melakukan investigasi pasca kejadian ini.

”Rekomendasi dari Basarnas disimpulkan bahwa proses evakuasi sudah tidak bisa dilanjutkan lagi karena membahayakan relawan,” katanya.

Sri Raharjo juga menyampaikan bahwa JRBM sudah termasuk perusahaan yang taat terhadap aturan kegiatan operasi pertambangan.

Anggota DPR RI saat turun ke lapangan (FOTO Ist)

”Dalam melaksanakan kegiatan pertambangan, JRBM selalu mengikuti kaidah-kaidah keselamatan pertambangan dan perlindungan lingkungan yang berlaku dan diatur oleh pemerintah. Kegiatan operasi JRBM dilakukan dalam wilayah kerja sesuai Studi Kelayakan, AMDAL dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM,” tutur Direktur JRBM Edi Permadi.

Edi menambahkan lokasi tambang illegal Busa, berada di Wilayah konsesi JRBM sebagai Areal Penggunaan Lahan (APL). ”Kami sejak tahun 2006 sampai awal tahun 2019 telah melaporkan aktivitas penambangan tanpa izin ini. Polisi sudah tutup, namun tetap saja ada aktivitas sampai kejadian longsor di 26 Februari 2019,” ucap Edi.

Untuk diketahui, JRBM secara proaktif bersama tim Basarnas bekerja giat melakukan evakuasi korban. Ada 20 orang tim rescue yang adalah karyawan JRBM yang terlibat. Edi juga menjelaskan perusahaan saat ini membantu dan memfasilitasi keluarga korban yang akan ziarah ke lokasi longsor. (*/Redaksi))

Wagub Lepas 21 Calon Mahasiswa Lingkar Tambang

Wagub foto bersama calon mahasiswa dan perusahaan tambang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (09/11/2018) melepas 21 calon mahasiswa yang berdomisili di lingkar tambang di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Puluhan siswa lulusan sekolah menengah atas tersebut berkesempatan untuk kuliah di Universitas Shoufu Taiwan tanpa mengeluarkan biaya pribadi hingga jutaan rupiah. Ini merupakan sumbangsih dari perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Untuk itu, Wagub yang didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Grace Punuh meminta para calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk total dalam menempuh pendidikan, dan pulang ke Sulawesi Utara dengan gelar dan hasil yang memuaskan.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Bara Hasibua, atas nama pemerintah, Wagub pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan tambang yang telah memberikan beasiswa internasional demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara. Tak lupa Wagub mengisyaratkan hal serupa dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya.(Cat)

Ratusan Siswa SMA Katolik Aquino Amurang Terima Beasiswa PIP

Bara Hasibuan (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – SMA Katolik Aquino Amurang pada kemarin Selasa (9/1)/2018 mendapat kunjungan anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanah Nasional (PAN) Bara Hasibuan, adapun maksut kedatangan dari anggota DPR RI ini adalah untuk memberikan bantuan berupa bea siswa kepada 261 siswa sekolah tersebut.

“Ya benar, kemarin anggota DPR RI, Bara Hasibuan dan rombongan mengunjungi sekolah kami dengan maksut dan tujuan untuk memberikan beasiswa Program Indonesia Pinter (PIP) kepada 261 siswa dari 340 lebih jumblah siswa di sekolah ini,” ujar Kepala sekolah SMA Katolik Aquino Amurang H. F Kolantung pada media ini di ruang kerjanya, Rabu (10/1/2018).

Lagi kata Kolantung, pihak sekolah sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat juga kepada Bara Bapak Hasibuan kususnya, yang sudah membantu memberikan beasiswa kepada 261 siwa di sekolah ini, kata Kolantung.

Hal senada dikatakan Iren Wulur salah seorang orang tua siswa warga kelurahan Buyungon yang mendapat bantuan beasiswa kepada media ini.

”Sebagai orang tua kami sangat berterimakasih kepada pihak pemberi bantuan bea siswa PIP yakni bpk Bara Hasibuan yang sudah berupaya hingga bea siswa ini bisa tersalurkan.Juga kepada pihak sekolah yang sudah berperan dalam pendataan nama – nama siswa penerima bea siswa,sekali lagi sebagai orang tua siswa saya ucapkan terimakasih,dan ini sudah sangat meringankan beban keluarga,” tukas Wulur. (Friska)

Gelar RDP, Didepan Ratusan Warga Manado Hasibuan Sentil Kerukunan di Sulut

Bara Hasibuan ketika berdialog dengan ratusan warga (Foto Ist)

MANADO – Kiprah seorang legislator Senayan yang tidak lain adalah Bara Hasibuan, tak perlu lagi diraguukan kepeduluannya kepada rakyat. Selasa (18/4/2017), Bara yang merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia yang berasal dari daerah pemilihan Sulawesi Utara menjumpai masyarakat Manado Utara dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangkaian Sosialisasi empat Pilar MPR di Sulawesi Utara Dihadapan ratusan masyarakat di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bara menyatakan apresiasi atas contoh yang ditunjukkan warga Kota Manado yang hidup rukun dan damai ditengah perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan. Bara menghimbau agar masayarakat untuk terus menjaga kedamaian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Tak hanya itu, Bara mengatakan, masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) adalah yang cinta damai dan selalu hidup rukun tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Sehingga Sulut layak menjadi contoh untuk kehidupan yang toleran dalam keberagaman.

”Kebhinekaan Indonesia itu terrefleksikan di daerah Sulawesi Utara, karena Sulut begitu beragam namun mewujudkan kerukunan yang luar biasa. Daerah lain di nusantara ini harus menjadikan Sulut sebagai contoh kehidupan yang toleran dalam keberagaman,” kata Bara Bara juga menghimbau.

Sementara itu, bagi Bara menjaga kedamaian dan terus mengedepankan toleransi merupakan harga mati, selayaknya warga Kota manado terus berupaya membenahi kota yang penuh potensi ini untuk semakin maju. Apalagi saat ini, komitmen pemerintah dalam membangun Kota Manado sangat jelas.

Kemudian, setelah acara, Bara menyempatkan diri untuk berdiskusi secara informal dengan masyarakat yang hadir sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk berfoto bersama. (*/Amas)

Serap Aspirasi dan Sosialisasi Empat Pilar, Bara Hasibuan Sebut Sulut Jadi Contoh

Bara Hasibuan saat memberikan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

BITUNG – Kepedulian terhadap kondisi bangsa yang mulai mengalami kemerosotan nilai kebangsaan, maka Bara Hasibun anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) turun bertemu warganya di Sulawesi Utara (Sulut) untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (MPR). Kali ini Bara juga menyapa warga Kota Bitung, khususnya di Kelurahan Girian Weru Satu Kecamatan Tiruan Kota Bitung.

Bara mengajak warga masayarakat untuk terus menjaga kedamaian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Bara mengatakan, masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) adalah yang cinta damai dan selalu hidup rukun tanpa membedakan suku, agana, ras dan antar golongan. Sehingga Sulut layak menjadi contoh untuk kehidupan yang toleran dalam keberagaman.

“Daerah lain di nusantara ini harus menjadikan Sulut sebagai contoh kehidupan yang toleran dalam keberagaman,” ujar Bara dihadapan ratusan warga Kota Bitung.

Lanjut dikatakan Bara menghimbau, selain menjaga kedamaian dan terus mengedepankan toleransi, selayaknya warga Kota Bitung terus berupaya membenahi kota yang penuh potensi ini untuk semakin maju. Apalagi saat ini, komitmen pemerintah dalam membangun Kota Bitung sangat jelas. Ada berbagai proyek raksasa yang sedang dan akan di bangun di Kota Bitung saat ini seperti tol Manado – Bitung, pelabuhan internasional dan ada banyak lagi.

Setelah acara, Bara menyempatkan diri untuk berdiskusi secara informal dengan masyarakat yang hadir sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk berfoto bersama. (*/Amas)

iklan1