Tag: bem utsu

Bersama KNPI dan Sejarawan, BEM UTSU Gelar Dialog Refleksi Hari Pahlawan

Sekretaris DPD KNPI Manado, Bung Amas Mahmud saat memberikan pemaparan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Dialog refleksi Hari Pahlawan dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Selasa (12/11/2019) bertempat di Tepi Laut Megamas Manado berlangsung sukses. Kegiatan yang menghadirkan KNPI Manado, Sejarawan dan Akademisi itu dihadiri aktivis mahasiswa UTSU.

Dialog dengan temana ”Semangat Pemuda dan Mahasiswa Dalam Mewjudkan Perjuangan Para Pahlawan”, menurut Ketua BEM UTSU, Robert Katopo perlu dilakukan guna mengingat kembali perjuangan dan kegigihan para pahlawan dikala itu. Disampaikannya pula penting pemuda dan mahasiswa mengambil spirit juang para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia dari penjajahan.

Sementara itu, Amas Mahmud selaku pemanting menilai mulai menurunnya semangat perjuangan pemuda dipengaruhi masuknya pengaruh globalisasi. Kompetisi teknologi, informasi dan pengetahuan idealnya memicu pemuda untuk terus berbenah jangan berdiam diri. Selain itu, jebolan FISIP Unsrat itu menegaskan perlunya legacy sejarah terdahulu menjadi kompas, sekaligus kiblat pergerakan pemuda saat ini agar pemuda tidak ahistoris.

”Tak boleh menjadi pemuda dan mahasiswa yang terbawa arus deras modernitas. Kita sebagai agen strategis yang diharapkan rakyat harus mampu mempertahankan identitas, bahwa pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor perubahan. Bukan beban peradaban, atau perusak tatanan hidup masyarakat. Di erah keterbukaan dan akselerasi teknologi ini pemuda sejatinya intens belajar meningkatkan kapasitas diri. Menjadi agen aktif pembangunan, jangan diam karena akan ditinggalkan. Selain itu, kita perlu mewariskan semangat dari para Pahlawan,” ujar Amas sambil menambahkan Hari Pahlawan perlu direfleksikan tidak sekedar seremonial semata.

Foto bersama usai dialog (FOTO Suluttoday.com)

Penegasan juga disampaikan Bode Grey Talumewo yang menintik beratkan pada evaluasi kesejarahan. Diingatkannya pemuda dan mahasiswa jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tidak hanya itu, ia meyakini tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada eranya masing-masing. Yang utama adalah kesiapan diri menjemput perubahan.

”Tentu pemuda dan mahasiswa jangan sekali saja melupakan sejarah. Bukan sebagai pengingat saja, sejarah adalah catatan penting dalam kehidupan kemanusiaan kita. Itu sebabnya evaluasi perjalanan sejarah sebagai motivasi dan pengetahuan yang positif perlu diaktualisasikan. Dalam konteks sejarah, tiap zaman ada generasinya dan tiap generasi ada pada tiap zamannya masing-masing, itu untuk teruslah meningkatkan kapasitas diri. Jadilah pemuda dan mahasiswa yang unggul,” tutur Talumewo.

Beberapa catatan kritis juga disampaikan Drs Marthen Tombeng, M.M yang menyebutkan pentingnya mahasiswa mengerti tentang tanggung jawab dan amanah yang diberikan orang tua untuk berproses di kampus. Jebolan GMKI itu mendorong mahasiswa agar menyiapkan diri dengan belajar, aktif, dan tidak malas-malasan dalam aktivitas kemahasiswaan.

Berlangsungnya tanya jawab (FOTO Suluttoday.com)

”Sebagai mahasiswa tentu jangan melupakan tanggung jawab, tugas utama dan amanah yang diberikan orang tua. Pada konteks ini adalah harus mengerjakan tugas-tugas akademisnya, mengaktualisasikan apa yang dideapatkan di kampu ditengah masyarakat. Tantangan mahasiswa di luar kampus memang kompleks, itu sebabnya harus disiplin serta giat meningkatkan kompetensinya. Tidak boleh menjadi mahasiswa yang gagap dalam berinteraksi, mantapkan kualitas. Ketika mahasiswa mau berjuang demi kepentingan masyarakat, ia harus selesai dengan dirinya sendiri,” tutur Tombeng.

Suasana diskusi, tanya jawab pun berlangsung dinamis dan alot. Kemudian para narasumber yang berkesempatan hadir adalah Amas Mahmud, SIP (Sekretaris DPD KNPI Manado), Drs Marthen Tombeng, M.M (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UTSU) dan Bode Grey Talumewo, S.S (Sejarawan Minahasa). Sedang moderator yakni Alfrianto Zainal, ST. (*/Redaksi)

Refleksi Sumpah Pemuda, BEM UTSU Diskusi Bahas Era Digital dan Ekonomi Kreatif

Stevi Mait saat menyampaikan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UTSU Manado, dibawah komando Presiden Mahasiswa terpilih Robert Katopo, menggelar Diskusi Tematik dalam rangka merefleksikan hari Sumpah Pemuda Adapun tema yang diangkat berkaitan dengan isu yang lagi hangat dibicarakan dikalangan kaum muda, yaitu Menjawab Tantangan Mahasiswa Dalam Era Digital dan Ekonomi Kreatif.

Tidak tanggung-tanggung, pematik yang dihadirkan pada diskusi ini, adalah Ketua Program Studi Manajemen UTSU, Noldy Takaliuang, SE, MM dan Korprov Komite Pemilih Indonesia (TePI) Sulut, serta Kompartemen Perdagangan Dalam Negri HIPMI Sulut, Stevi Mait, dan diskusi ini dimoderatori oleh Afrianto Zainal, Aktivis Milenial yang juga alumni UTSU.

Ditemui saat selesai diskusi, Katopo mengatakan diskusi ini digelar sebagai bentuk spirit dalam merefleksikan Sumpah Pemuda pada tahun 2019 ini dan juga menjadi langkah awal BEM kedepannya dalam menjalankan setiap program kerja di periode 2019-2020.

“Kami memandang bahwa Mahasiswa UTSU perlu diberikan pemahaman terkait situasi Indonesia yang sudah masuk dalam Era Digitalisasi, apalagi kampus kita brandingnya Teknologi, mahasiswa harus mampu menangkap peluang apa saja yang bisa didapat dari kesempatan emas ini,” kata Katopo.

Lanjutnya, Mahasiswa juga wajib memahamai ara Ekonomi Kreatif karena dimana hal tersebut pelakunya telah diisi oleh anak-anak muda.

“Kita harus mendapatkan peluang tersebut, dan saya rasa belajar dari pengalaman para pematik tadi dalam diskusi sudah mampu membuka cakrawala berpikir para mahasiswa akan bagaimana dan kemana mereka di era saat ini,” tutur Katopo.

Foto bersama usai dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Katopo juga mengatakan walau dirinya belum dilantik namun akan tetap melakukan beberapa kegiatan kedepannya sebagai stimulan untuk kawan-kawan jajaran BEM yang sudah ditetapkan agar selanjutnya setelah dilantik mampu menjalankan tanggungjawab dengan baik.

Dirinya juga berharap agar seluruh jajaran BEM tidak hanya panas diawal namun tetap berjalan stabil bahkan meningkat tensinya sampai pada akhir periode nanti Katopo menyampaikan juga dimana kiranya hasil. Diskusi ini mampu kiranya membangun semangat BEM dalam memandang tantangan Era Digitalisasi dan Ekonomi Kreatif sebagai Peluang bukan ancaman.

”Bulan depan jika diperkenankan Tuhan kami akan membuat lagi Diskusi tematik seperti ini,” tutup Katopo.

Diskusi digelar di Manjo Cafe, Kamis (31/10/2019), pukul 19.00 – selesai. (*/Redaksi)

iklan1