Tag: benny rhamdani

Ketika Pulkam, Kepala BP2MI Juga Bawa Oleh-Oleh untuk Warga BMR

Sambutan Benny Rhamdani disaat penyerahan bantuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Menjadi kebanggan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terlebih warga Bolaang Mongondow Raya (BMR), dimana Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani pulang kampung (Pulkam) untuk jumpa bersama keluarga sekaligus melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), Jumat (7/8/2020). Bukan Benny namanya kalau tanpa pasukan dan penjemputan meriah dari masyarakat.

Politisi Partai Hanura itu, setelah silaturahmi tokoh di Kota Manado juga punya agenda dengan warga BMR. Benny membawa bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat korban bencana banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Bantuan juga diserahkan ke masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong) tepatnya di sebagian wilayah Dumoga Raya, dan bagi sejumlah masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 di Kota Kotamobagu.

”Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Paling utama dari semua kegiatan saya di BMR adalah menjawab kerinduan saya terhadap kampung halaman, saya bisa Pulkam. Harapan kami sekecil apapun bantuan ini namun sangat berarti bagi yang membutuhkan jangan dinilai dari besar kecilnya. Ini demi bentuk solidaritas sesama anak bangsa, jadi mari kita sumbangkan hibah ini ke penerima yang tepat. Ingat sekecil apapun bantuan ini, akan sangat berarti bagi yang membutuhkan,” ujar Bang Benny.

Benny Rhamdani ketika penyerahan bantuan (Foto Istimewa)

Dalam pertemuan tersebut, Benny bertempat disalah salah satu Kedai Kopi di Kelurahan Matali memaparkan sekilas kisah perjuangannya dalam Pilpres 2019 lalu dimana dirinya merupakan Direktur Kampanye Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, sehingga dengan waktu yang panjang tak bisa pulang ke kampung halamannya di Kotamobagu.

”Hari ini (Jumat) merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki lagi di Kotamobagu semenjak perhelatan Pilpres 2019 lalu dan masa kerja saya baru memasuk tiga bulan dalam memimpin BP2MI,” kata Benny.

Tambah mantan Senator Dapil Sulawesi Utara itu bahwa pembelajaran dari hasil usaha kerja, pada intinya bersabar dan nanti Allah yang akan membalasnya. Benny yang menyebutkan bahwa giat kunjungan kerja ini juga merupakan bagian dari silaturahmi.

Penyerahan bantuan dipimpin Benny Rhamdani (Foto Istimewa)

”Nah tugas saya sekarang tugas sekarang adalah menangani 9 juta pekerja yang bekerja keluar negeri. Tercatat dari tanggal 1 Januari hingga 20 Juli 2020 ini ada sebanyak 162 Ribu yang telah ditangani pekerja untuk kembali ke tanah air dengan berbagai permasalahan kebijakan dari masing-masing negara tempat mereka bekerja,” ujar Benny politisi vokal dan anti korupsi ini tegas.

Untuk diketahui, Bansos yang diberikan berjumlah 5.000 paket tersebut menurut Brani merupakan kerjasama dengan pihak Pegadaian dan Bank BNI yang masing-masingnya telah memberikan 2.500 paket. Dalam kunjujungan kerja kali ini Benny turun bersama jajaran staf Direktur di BP2MI yang berjumlah 7 orang, beserta Kepala UPT BP2MI Manado Sulawesi Utara.

(*/Bung Amas)

Kunjungan di Manado, Kepala BP2MI Silaturahmi Bersama Para Tokoh

Benny memperkenalkan era baru BP2MI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menggelar silaturahmi dan sosialiasi berkaitan dengan Undang-Undang (UU) No 18 Tahun 2017 tentang tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani sekaligus bernostalgian, pulang kampung mengunjungi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya, Kamis (6/8/2020) malam.

Di hadapan para gurunya, tokoh agama dan tokoh-tokoh Ormas di RM Afisha Kecamatan Tikala Kota Manado, Provinsi Sulaesi Utara (Sulut), Benny menceritakan betapa dinamisnya konteks perpolitikan di daerah ini. Lebih utama dari semua pertarungan dan adaptasi politik di republik ini adalah bagaimana menjaga komitmen. Benny menyebut tak ada perjuangan yang berjalan mulus, namun Allah SWT adalah penentu takdir bagi tiap manusia.

”Semua kita punya capaian-capaian dan ekspektasi tertentu. Tidak mudah memang mencapainya, harus istiqomah, sandarkan dalam kerja keras, doa dan konsisten menjalani apa yang kita impikan itu. Semenjak Pak Presiden Jokowi dan Wapres Pak KH Ma’ruf Amin menang Pilpres 2019, tidak lantas saya masuk ke jajaran Kabinet, semua melewati proses selektif yang panjang. Saya menyandarkan semua itu hanya pada Allah SWT, sampai takdir mengantas untuk menjadi Kepala BP2MI. Insya Allah saya abdikan pengalaman, waktu dan diri saya untuk Negara Indonesia tercinta,” ujar Benny yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 3 periode ini.

Akrab Benny berdialog dengan para tokoh (Foto Suluttoday.com)

Lanjut Benny yang pernah menjabat Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu menguraikan bagaimana wajah baru BP2MI yang diisinya dengan perubahan. Beberapa hal berkaitan langkah transformasi tengah dijalankan Benny selaku Kepala di lembaga yang menaungi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut. Politisi Partai Hanura itu mengambil langkah menggratiskan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, pengurusan paspor dan lain sebagainya.

”Saya sedang melakukan modernisasi di tubuh BP2MI. Mohon dukungan semua warga Manado dan Provinsi Sulawesi Utara, saya berkomitmen melawan praktek suap, penyimpangan dan cara-cara ilegal yang sering dilakukan oknum bandit tertentu. Beberapa langkah berani sudah kita lakukan, diantaranya menggratiskan pengiriman TKI, semua urusan ijin, paspor kita gratiskan. Sampai menempatkan para Pekerja Migran Indonesia di negara tempatan masing-masing,” kata Benny.

Sambil sesekali berkelakar dan mengenang perjuangannya selama di Sulut, Benny juga menjelaskan soal Era Baru BP2MI dibawah kepemimpinannya. Dengan tegas Benny mengatakan akan melawan para mafia pengiriman tenaga kerja ilegal yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Dari upaya serius itu, Benny telah berhasil melakukan perbaikan, memulangkan sejumlah TKI dengan prosedur yang normal dan posisi marwah BP2MI makin disegani.

Benny Rhamdani saat bersilaturahmi dengan para tokoh (Foto Suluttoday.com)

”Sejak dilantik Pak Presiden Jokowi, saya sudah berkomitmen sikat habis para sindikat yang terlibat dalam pengiriman tenaga kerja ilegal di Luar Negeri. Praktek yang dilakukan oknum-oknum itu melibatkan sejumlah lembaga tertentu, ini memalukan, merugikan negara, dan lebih utama lagi merugikan mereka yang menjadi TKI. Saya sedih kalau tidak menuntaskan itu. Makanya, saya sampaikan ke jajaran saya di BP2MI jangan sekali saja main-main, berkompromi dengan praktek curang. Tak segan-segan saya hajar, demi PMI kita berusaha mengabdi menuju Surganya Allah SWT,” tutur Benny, mantan Direktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini tegas.

Untuk diketahui Benny yang juga pernah menjadi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), berstudi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu meminta doa masyarakat Sulut agar dapat dimudahkan segala tugas pengabdiannya di BP2MI. Jebolan aktivis ’98 ini mengajak masyarakat agar tidak lagi terjebak, terpolarisasi dengan politik sentimentil yang membuat pembangunan Indonesia tehambat. Bagi Brani, begitu Benny akrab disapa yakni konsolidasi nasional dan kerja memajukan Indonesia.

(*/Bung Amas)

Kepala BP2MI: Perkuat Satgas, Kerja Sama dan Pola Operasi Melawan Sindikasi

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Selasa (19/5/2020) memimpin rapat melalui video conference (Vidcon) dengan 23 Unit Pelayanan Teknis (UPT) BP2MI seluruh Indonesia. Rapat media daring yang dilaksanakan pukul 18.80 waktu Jakarta itu berjalan lancar, Benny menegaskan kepada jajarannya agar terus intens melakukan edukasi pada masyarakat dan rencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) serta kerja sama.

‘’Kemudian kita juga melakukan edukasi kepada masyarakat. Semangat ini harus terus digenjot. Lalu kita membentuk Satgas, itu pasti. Karena tanggung jawab sepenuhnya atas perang melawan sindikasi adalah Satgas. Kerja sama (Mou) dengan Kementerian (Lembaga) akan kita lakukan, ditentukan kemudian. Polri, TNI, Kumham, Imigrasi, BIN, Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil untuk melawan sindikasi penjualan manusia terhadap manusia secara illegal,’’ kata Benny, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sulwesi Utara  (Sulut) dua periode itu.

Politisi yang mengawali karirnya dari daerah Bolaang Mongondouw Raya (BMR) Provinsi Sulawesi Utara tidak segan-segan mengajak perang terhadap praktek penjajahan gaya baru yang dilakukan untuk memperbudak anak bangsa sendiri. Memerangi Sindikasi merupakan perjuangan mulia, tanpa mentolerir, meski sekalipun pelakunya ada di dalam pemerintahan sendiri.

‘’Sebagai yang mengeksploitasi rakyat, melakukan perbudakan modern, maka itulah lawan kita. Dukungan semua pihak, Bapak dan Ibu BP2MI di daerah agar sama-sama kita bekerja serius dan kompak. Saya tak main-main dalam urusan ini. Mereka para bandit, para penghianat Republik, para penghianat Merah Putih, sekali pun hari ini mereka menggunakan atribusi kekauasaan, akan kita lawan. Meski berada di rumah kita sendiri, tak ada toleransi, saya mengambil sanksi tegas,’’ ujar Benny, sambil menitikberatkan pada kerja bersama, Benny mengaku tak akan mampu berbuat banyak jika bekerja sendiri tanpa ditopang jajarannya.

BP2MI juga, tambah Benny akan menyurat kepada para Bupati/Wali Kota se-Indonesia untuk mewujudkan sinergitas dalam tugas dimaksud. Selain itu, Kepala Badan menyentil perusahaan brengsek yang sering kali bermain dalam urusan Sindikasi. Yang tidak taat terhadap aturan-aturan yang berlaku. Benny berharap semua pihak bisa menyongsong perubahan di BP2MI.

‘’Nah, saya juga akan menyurat ke suluruh Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia untuk bisa bersinergi kita perangi Sindikasi. Selanjutnya, saya minta para pekerja Migran Indonesia (PMI) kita lindungi, jangan sampai ada kekuatan yang mengeksploitasi mereka. Pekerja-Pekerja kita punya kompetensi, apalagi diperkuat dengan pelatihan-pelatihan. Yang menolak pembebasan pembiayaan penempatan ini pasti perusahaan-perusahaan brengsek, yang model operadandinya Bapak/Ibu pasti tau. Kita berantas monopoli pembodohan terstruktur yang dilakukan,’’ tutur Benny, politisi Partai Hanura ini tegas.

Dalam Vidcon yang berakhir pukul 23.00 WIB itu, jebolan Aktivis ’98 ini menyebut telah mengetahui praktek-praktek buruk yang harus diselamatkan. PMI menurutnya adalah anak-anak bangsa, Benny mengajak jajarannya jangan takut dengan para perusahaan brengsek yang melakukan tindakan standar ganda. Benny mengajak seluruh jajarannya di Indonesia untuk taat dan patuh terhadap Pasal 30 dalam Undang-Undang 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia, yang lebih spesifik berkaitan dengan tidak adanya pembebanan penempatan terhadap PMI.

(*/Bung Amas)

Genjot Percepatan PP, BP2MI (Juga) Seriusi Kasus Kematian ABK

Penjelasan Benny Rhamdani dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu gencarnya pemberitaan soal insiden meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di China belum lama ini, mengharuskan pemerintah Indonesia bergerak cepat. Hal tersebut menurut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani akan diseriusi pemerintah. Keprihatinan itu ditunjukkan dengan mempercepat penggodokan Peraturan Pemerintah (PP), salah satunya yang membahas tentang nasib Anak Buah Kapal (ABK).

”Saya baru selesai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini pembahasan pertama dan terlama. Dimulai dari jam 19.00 (6 Mei 2020) s.d 01.30 (7 Mei 2020). Menarik dan mengasyikan. Berbagai pertanyaan dari pimpinan dan Anggota Komisi lX DPR RI, Alhamdulillah bisa saya jawab dan diterima oleh peserta Rapat Dengar Pendapat,” ujar Benny, Kamis (7/5/2020).

Lanjut dikatakannya, bahwa yang paling seru tentu pertanyaan terkait isu terbaru tentang eksploitasi dan pembuangan jenasah (pelarungan) ABK asal Indonesia ke laut yang menghebohkan jagad raya baru-baru ini. Selain Jawaban bahwa BP2MI serius mengenai masalah tersebut dan sudah mengambil langkah dilapangan dengan Kementerian dan Lembaga terkait, beberapa hal penting yang disampaikan juga.

”Pertama adalah dalam UU No.39/2004, ABK (Sea Based) tidak termasuk. Dan Tugas Fungsi BNP2TKI tidak termasuk ABK. Namun dalam banyak Kasus, BNP2TKI tetap menanganinya. Pada UU No.18/2017 tentang BP2MI, ABK masuk didalammnya. Tapi sampai sekarang, Peranturan Pemerintah (PP) sebagai tuntunan dari UU tersebut belum selesai (belum ada). BP2MI tentu sangat berharap agar terkait masalah ABK, mukai dari proses penempatan, Saat dia bekerja dan Purna benar-benar bisa menjadi kewenangan BP2MI. Makanya kami sedang benar-benar mengawal pembahasan PP tersebut,” kata Benny yang juga politisi Partai Hanura ini.

Benny Rhamdani, Kepala BP2MI saat menjawab pertanyaan DPR RI (Foto Istimewa)

Sekalipun masalah kewenangan masih menjadi persoalan, BP2MI akan menseriusi kasus yang dihadapi ABK asal Indonesia tersebut, tambah Benny. Masalah tersebut sedang didalami dan diselidiki diselidiki secara serius dengan 2 (dua) Pendekatan. Diantaranya, terkait pelarungan (Pembuangan mayat/Jenasah) yang dibuang kelaut di satu sisi. Dan kedua, apakah ada kasus eksploitasi dan penganiayaan terhadap ABK itu sendiri yang akhirnya/berujung ABK tersebut harus dibuang ke laut.

”Sekedar info, bagaimana sebenarnya aturan penanganan ABK yang meninggal saat sedang berlayar?. Penanganan ABK yang meninggal saat kapal berlayar sudah diatur dalam dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, Circular letter International Maritime Organization (IMO) No.2976, 2 July 2009 mengenai Voluntary implementation of IMO resolution A.930(22) concerning Guidelines on provision of financial security in case of abandonment of seafarers and of IMO resolution A.931(22) concerning Guidelines on shipowners’ responsibilities in respect of contractual claims for personal injury to or death of seafarers, ketentuan Internasional (international medical guide for ships) maupun Nasional (KUHD) yang menyebutkan salah satu penanganan jenazah dilakukan dengan melarungkan ke laut,” tulis Benny melalui Akun Facebooknya.

Selain dilarung ke laut. Ada penanganan lain, tambah Benny mengulas, jika memang diduga jenazah tersebut berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya bagi ABK lain yaitu dapat disimpan di dalam freezer sampai tiba di pelabuhan berikutnya (jika kapal memiliki freezer), atau jenazah dapat dikremasi dan abunya diberikan kepada pihak keluarga.

Bersama jajarannya, Kepala BP2MI mengikuti RDP (Foto Istimewa)

“Artinya jika tidak ada fasilitas penyimpanan yang sesuai untuk menangani jenazah di kapal dan jenazah sakit diduga dapat menular ke ABK lainnya serta jarak dan waktu tempuh ke pelabuhan tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu singkat. Maka sesuai ketentuan yang berlaku dalam ILO Seafarer’s Service Regulation, jenazah tersebut dilarung ke laut,” kata Capt. Sudiono, seperti dikutip dari laman Facebook, Benny Rhamdani, Kamis (7/5/2020).

Tidak hanya itu, Capt. Sudiono pun menjelaskan karena yang bersangkutan bekerja di kapal asing, maka aturan yang berlaku pada kapal tersebut adalah peraturan negara bendera kapal tersebut. Untuk diketahui, saat ini, kejadian yang terjadi oleh ABK WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan BP2MI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub terus memonitor kejadian ini.

(*/Bung Amas)

KNPI Gelar NGOVI Milenial, Hadirkan Kepala BP2MI

Nobrol virtual KNPI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian terhadap rakyat melalui upaya mencegah menularnya Corona Virus (Covid-19) kian ditunjukkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Setelah kontribusi konkrit di lapangan, kini KNPI menggelar Ngobrol Virtual (NGOVI) Milenial. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Rabu (6/5/2020), sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Jackson Kumaat pada Suluttoday.com.

“DPP KNPI kembali lagi bersama rakyat, kita menggalang kekuatan semesta secara optimal melawan penyebaran Covid-19. Hari ini kita melaksanakan NGOVI Milenial dengan melibatkan sejumlah tokoh mudah tingkat nasional. NGOVI membahas terkait Milenial Bantu Apa Menghadapi Covid-19,” kata Jackson yang juga putra Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara ini.

Sejumlah pembicara berkompeten yang diundang, tambah Jackson, diantaranya Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Ketua Umum DPP GEMABUDHI, juga Anggota DPR RI, Bambang Patijaya, Ketua Umum ASPEKINDO, Bupati Pemajaman Paser Utara, Hi. Abdul Gafur Mas’ud, SE, dan Ketua Umum DPP GMKI, Korneles Jacob Galanjinjinay. Sementara yang memandu acara (host) adalah Jackson Kumaat dan co host Andi Jafar Asti.

Jackson bersama Ketum dan Bendum KNPI (Foto Istimewa)

“Diskusi media daring ini melibatkan para Ketua Umum beberapa organisasi skala nasional, juga sangat penting Kepala BP2MI Bang Benny Rhamdani juga kita undang sebagai narasumber. Dan meski di tengah kesibukannya yang padat, beliau menyempatkan waktu untuk hadir. Silahkan bergabung, kita petik dan ambil buah pikiran mereka yang notabenenya para pemimpin muda hari ini,” ujar Jackson.

Jackson dalam kesempatan ini mengajak seluruh kaum Milenial Indonesia untuk ikut bergabung dalam dialog melalui aplikasi Zoom tersebut. Menurut Jackson KNPI terus hadir didepan mamfasilitasi elemen rakyat, utamanya pemuda dalam melawan pandemik Covid-19.

“Silahkan rekan-rekan pemuda, kamu Milenial di suluruh Indonesia ikut NGOVI Milenial. Join dalam diskusi virtual, dengan menggunakan aplikasi Zoom. Silahkan bergabung di Meeting ID 843-0900-6599 dan Metting Password 913359. KNPI akan hadir menjadi pelopor dalam perjuangan bersama kita melawan wabah Covid-19. Tentu dialog ini melahirkan solusi terkait cara dan apa saja yang telah pemuda kaum Milenial kontribusikan untuk Indonesia dalam perang melawan Covid-19,” tutur Jackson.

(*/Bung Amas)

iklan1