Tag: benny rhamdani

Dipimpin Benny Rhamdani, Musdalub Hanura Sulut Tetapkan Jackson Ketua

Jackson Kumaat, SE.,SH, Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Manhattan Hotel Jakarta, Senin (22/1/2018) pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara (Sulut) berjalan sukses.

Rapat dibuka Ketum DPP Hanura Oesman Sapta yang diwakili Ketua OKK DPP Hanura Benny Rhamdani. Setelah membuka Musdalub, Rhamdani yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Dapil Sulut itu memimpin langsung sidang. Musdalub pun berjalangsung demokrasi dan akhirnya menetapkan Jackson Kumaat sebagai Ketua DPD Hanura Sulut terpilih.

”Dengan ini dinyatakan pelaksanaan Musdalub Partai Hanura Sulawesi Utara resmi dibuka. DPP Partai Hanura¬† berharap proses pelaksanaan Musda ini berlangsung tertib, melahirkan kesepakatan yang kemudian berdampak positif untuk kemajuan Partai Hanura di Sulawesi Utara. Selamat bermusda, kiranya siapa yang terpilih adalah figur yang terbaik dan dipercaya kader Hanura agar memimpin partai ini di Sulawesi Utara,” ujar Brani begitu Rhamdani akrab disapa.

Ketua Jackson Kumaat saat pidato politik dihadapan DPP Hanura dan DPC se-Sulawesi Utara (Foto Ist)

Sementara itu, Jacko begitu Kumaat akrab disapa dalam pidato politiknya menyampaikan terima kasih dan berkomitmen akan berjuang memajukan Partai Hanura di Sulawesi Utara. Selain itu, Jacko pun berharap agar para kader Hanura terus solid dan menjalankan tugas-tugas konsolidasi organisasi berdasarkan tingkatannya.

”Terima kasih atas kepercayaan seluruh pimpinan DPC se-Sulawesi Utara yang menentukan saya sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Utara. Kiranya, dengan kerja-kerja tim dan mengedepankan kebersamaan, Partai Hanura akan dapat kita majukan di Sulawesi Utara, saya mengajak semua komponen kader serta simpatisan Partai Hanura Sulawesi Utara untuk bersatu kita wujudkan visi Partai Hanura secara bersama,” tutur Jacko yang juga Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara dua periode ini. (*/Amas)

Senator BENNY RHAMDANI Dikunjungi Konstituen Hingga Tertidur di Ruang Kerjanya

Benny Rhamdani tertidur di ruang kerjanya, bukan baru kali pertama dilakukan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Setiap pilihan adalah pemberian diri, pengabdian dan pelayanan baginya, itulah kira-kira secara umum yang dikenal publik dari sosok Senator Benny Rhamdani. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) semenjak dilantik menjadi DPD RI itu, mengusung tema perjuangan ”Timur Indonesia Menggugat”, menjadi jargon yang menyemangati para Senator dari Kawan Indonesia Timur lainnya.

Dengan semangat berpolitik berdiri diatas kepentingan semua golongan, menjunjung tinggi keberagaman, Brani begitu sapaan akrab Rhamdani mantan anggota DPRD Provinsi Sulut beberapa periode ini juga dikenal begitu anti terhadap money politic, janji-janji manis para politisi tanpa pembuktian, dan melawan yang namanya politik diskriminasi. Brani dikenal begitu konsisten serta intens mengkampanyekan gagasan-gagasan nasionalisme, perdaiaman, integrasi, kebangsaan, menyadari bahawa pentingnya keadilan dan pemerataan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diwujudkan.

Senator yang begitu dicintai banyak kalangan, terutama warga Sulawesi Utara ini, memiliki sikap dermawan dan punya gaya hidup tersendiri, bahkan cukup unik dan layak untuk disimak. Kali ini, redaksi Suluttoday.com menelusuri, dimana sosok Brani membagikan ceritanya melalui akun Facebook atas nama Benny Rhamdani. Inilah sekelumit aktivitas yang dilakukannya.

”Kemarin, seharian dengan tugas kenegaraan yang sangat padat. Sorenya mendadak mendapat tugas baru yang harus diselesaikan. Pekerjaanpun diselesaikan sambil begadang semalaman di kantor. Sekitar Jam 22.15 Wib, Hp saya berbunyi. Diujung telpon suara Sang Ibu yqng saya kenal baik menanyakan saya dimana dan menyampaikan maksudnya untuk ketemu. Sayapun menjawab dengan menjelaskan posisi saya dan mempersilahkannya untuk datang,” kata Senator Brani.

Lanjut disampaikannya bahwa ditengah ditengah dirinya sedang sibuk mengerjakan tugas ditemani beberapa teman, sekitar jam 23.45 Wib, Sang Ibu yang menelpon dirinya dan menyagakan akan datang, tiba dengan rombongannya di ruangan saya. Jumlahnya sebanyak 16 orang.

Mereka dari Sekolah MAN Model Kota Kotamobagu, kata Senator yang merakyat ini. Datang ke Jakarta, untuk sebuah acara Pementasan Teater yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI. Mereka adalah juara Lomba Teater di Provinsinya. Dan datang ke Jakarta mewakili Sulawesi Utara.

”Ruang kerjapun seketika penuh dan nampak ramai. Kamipun saling bersalaman dan saling menyapa satu sama lain. Obrolan diantara kami mengalir dengan sendirinya. Diselingi canda tawa lepas yang tak terbendung.
Suasana pun berubah menjadi hangat, penuh keceriaan seperti layaknya keluarga besar. Sambil tak lupa sambil menyantap Nasi Bungkus padang yang mendadak kami beli mendadak di tengah malam buta,” ujar Brani.

Para siswa dan guru MAN Model Kotamubagu saat berada di ruang kerja Senator Brani (Foto Ist)

Kemudian, sekitar jam 01.50 Wib, rombongan berpamitan untum melanjutkan perjalanan, kembali ke penginapan didaerah Tanggerang. ”Lalu kamipun mentempatkan untuk berfoto bersama. Dan sayapun dengan ditemani Sahabat Denny Mokodompit(Om Demo) serta Staf, mengantarkan rombongan ke lantai l dan selanjutnya menuju Lobby kantor DPD RI,” tutur Senator yang dikenal begitu aktif membela kepentingan masyarakat kecil tersebut, terutama yang berkaitan dengan sengketa tanah di Sulawesi Utara.

Setelah saling berjabat tangan, kata Brani, para rombonganpun naik bus. Dirinya bersama warga saling melambaikan tangan, bus pun berjalan meninghalkan kantor lalu menghilang ditelan gelap pekatya subuh dinihari. Brani mengungkapkan perasaannya kepeduliannya terhadap warga yang baru saja ditemui dan berdiskusi penuh keakraban dengan dirinya tersebut.

”Ada rasa haru sekaligus bangga yang tiada terkira bertemu dengan para guru dan Siswa Man Model yang penuh Bakat dan Talenta dari Kampung sendiri, yang datang ke Jakarta. Bertarung menjemput mimpi dan melawan angkuhnya Ibukota. Tapi juga rasa sedih muncul, setelah berpisah dengan mereka. Serta rasa berdosa karena tak bisa memberi pelayanan lebih, kecuali hanya apa adanya. Jujur, Maafkan Saya wahai para Guru dan juga Adik-adik Siswa,” ungkap Sentor Brani, di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Akhirnya, Senator yang dikenal saat menjadi mahasiswa aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado ini melanjutkan tugasnya, seolah mengejar waktu yang tanpa mempedulikan waktu istirahat yang cukup. Sampai, tak menyempatkan pulang ke rumah dan tidurlah Senator Brani di ruang kerjanya.

”Saya kembali keruangan, melanjutkan tugas yang belum selesai. Ditengah pekerjaan yang masih harus diselesaikan, waktu sudah menunjukan jam 02.15 Wib. Dan setelah itu, saya tak lagi sadar apa yang terjadi di sekitar. Dan kamipun terkapar,” papar Brani menutup. (*/Amas)

Senator BRANI: Mafia Tanah Itu Musuh Kita, Pemda Harus Hadir

Benny Rhamdani memaparkan tujuan dilaksanakannya Kunker (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dihadapan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) dalam hal ini diwakili Direktur Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah 1, Supardi Marbun, dan juga didampingi Kakanwil ATR/BPN Sulut Fredy Kolintama, Benny Rhamdani selaku Wakil Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) menyampaikan secara tegas dalam kunjungan kerja (Kunker) Komite 1 DPR RI ke Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (17/10/2017), soal pentingnya pemerintah hadir dan berpihak pada rakyat disaat penyelesaian sengketa tanah.

Suasana pembukaan Kunker sedang berlangsung (Foto Ist)

”Begitu kompleksnya persoalan tanah di Indonesia ini, sehingga demikian Presiden Jokowi mencanangkan program reform agraria. Tentunya, kita harapkan program pro rakyat yang revolusioner ini tidak memberi ruang bagi para bandit dan mafia tanah untuk mengeksploitasi lagi rakyat, disinilah peran dan kehadiran pemerintah daerah begitu diperlukan dalam penyelesaian masalah. BPN di daerah harus berperan aktif, jangan cenderung mengabaikan kepentingan rakyat dalam perselisihan sengketa tanah,” kata Brani begitu Rhamdani akrab disapa.

Tim Komite 1 DPD RI saat mendengarkan laporan dan keluhan masyarakat (Foto Ist)

Senatir asal Sulawesi Utara yang juga jebolan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado itu mengajak seluruh komponen rakyat untuk mengurai serta mencarikan solusi secara bersama-sama atas persoalan tanah yang kini disebutnya menjadi semacam penyakit kronis yang menjangkit Republik Indonesia tercinta.

Sambutan dari perwakilan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Foto Ist)

”Indonesia sedang darurat agraria, untuk itu saya mengajak seluruh elemen rakyat untuk bantu menawarkan solusi konkrit. Tentunya, peran pemerintah dan instansi teknis sangatlah diperlukan disini, mari kita tuntaskan polemik tanah secara komprehensif serta melacak persoalan secara jernih, untuk kepentingan rakyat tentunya. Pengusaha bajingan, oknum birokrat korup dan penegak hukum nakal harus kita hentikan konspirasinya, jangan buat rakyat menjadi korban. Nah, melalui Kunker ini juga semua masukan, saran, serta data-data yang dimasukkan akan kami tindaklanjuti dengan Menteri, bahkan kalau belum selesai, ini akan disampaikan ke presiden Jokowi,” tegas Brani yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara beberapa periode itu.

Foto bersama rombongan Komite 1 DPD RI bersama pihak ART BPN dan instansi terkait (Foto Ist)

Selain itu, saat menyampaikan materi dan memberikan gambaran terkait sejumlah capaian kerja yang disampaikan Kepala Kantor Wilahay ATR/BPN Sulawesi Utara memberi apresiasi kepada Komite 1 DPD RI yang berkesempatan hadir dalam Kunjungan tersebut. Fredy pun menjelaskan secara umum tentang kinerja dri 13 kantor pertanahan dan 2 kantor perwakilan ATR/BPN di Sulut yang siap menjalankan program reforma agraria. (Amas)