Tag: bitung kota cakalang

Kandoli: Relokasi Pasar Winenet Menjadi Solusi

Kadis Pasar Bitung (Foto Suluttoday.com)

Kadis Pasar Bitung (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Bicara pasar pasti masalahnya sangat konpleks, namun setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jadi bicara masalah pasar Winenet dengan luasan 1,8 Ha, itu terbagi ada tanah milik pemerintah dan sisanya milik masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pasar Bitung O. Kandoli didampingi Kabid Pengawasan Hengky Tinamberan, diruang kerjanya Kepala Dinas, Senin (16/11/2015).

Menurut Kandoli, pasar winenet sudah tidak bisa lagi menampung pedagang dan coba kita lihat semua pedagang sudah memakai badan jalan. Jadi kedepan untuk mengatasi masalah pasar winenet yang sudah konpleks, solusinya adalah Relokasi karena ada tanah negara yang masih representatip untuk dikembangkan menjadi pasar.

“Rencana tersebut harus di dukung oleh semua pihak antara lain pedagang, asosiasi pedagang serta pemerintah baru yang akan terpilih nanti. Artinya jika semua sudah dalam satu konsep untuk melakukan relokasi pasar winenet pasti rencana tersebut akan terwujud,” ujar Kandoli. (Robby).

Akibat Terlibat Politik, Sekretaris GMIM Bethel Pintu Kota Besar di Non-Aktifkan

Welky Hebindatu (Foto Suluttoday.com)

Welky Hebindatu (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Dukung mendukung terhadap setiap Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, merupakan hal biasa namun lain halnya dengan Sekretaris GMIM Pintu Kota Welky Hebindatu. Mungkin tidak sejalan dengan Ketua GMIM Bethel Pintu Kota Besar, sehingga langsung diberhentikan untuk tidak bisa menjalankan sebagai pelayan, Senin (19/10/2015).

“Seharusnya tidak bisa melakukan hal seperti itu, namun ini sudah lumrah dimana tanpa terkecuali. Dan bagi saya tidak masalah untuk di non aktifkan yang penting semuanya juga jangan terlibat berpolitik, saya menyesalkan tindakan ini namun saya tetap melakukan tugas saya sebagai pelayanan di gereja sampai kapanpun”, tutup Hebindatu. (Robby).

Waduuh…. Sosok Mayat Lelaki di Temukan di Sungai Girian

Warga saat mengangkat Mayat (Foto Suluttoday.com)

Warga saat mengangkat Mayat (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Ditemukannya mayat lelaki menggemparkan masyarakat Bitung, ratusan masyarakat memadati tempat kejadian perkara (TKP) yang berada dikuala bir sungai Girian. Korban yang beridentitas Desa Maxi Talani berumur 18 tahun berdomisi Desa Watudambo Jaga Tujuh Kecamatan Kauditan Minahasa Utara, mayat tersebut ditemukan dk belakang rumah Keluarga Mantiri-Tangkudung Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, Kamis (17/9/2015).

Massa yang berkerumun si sekitar jurang menuju daerah aliran sungai (DAS) Girian atau Kuala Bir, pasca menerima informasi penemuan mayat. “Ada dapa mayat kata,” ujar warga di sekitar lokasi kejadian. Di sekitar lokasi memang tercium bau tak sedap, sementara itu petugas polisi sudah berada di lokasi langsung merujuk ke areal penemuan mayat.

“Benar ada mayat ditemukan didalam bronjong atau talud berdalaman 3 meter,” ujar petugas.

Hingga saat ini proses evakuasi telah selesai dilakukan, kemudian langsung dibawah kerumah sakit daerah manembo-nembo guna proses selanjutnya. (Robby).

Baramuli: Perubahan Sudah Dilakukan Sekarang, Lalu Kapan Lagi

Aryanti Baramuli Putri saat bertemu warga (Foto Suluttoday.com)

Aryanthi Baramuli Putri saat bertemu warga (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com-Kampanye terbatas yang dilakukan oleh Paslon walikota Aryanthi Baramuli Putri dan wakil walikota Santy G. Luntungan, dan pasangan ini disambut oleh pendukung dan simpatisan dengan adat Rabana. Hal ini dilakukan bahwa Paslon ini merupakan pasangan yang sempurna sekaligus sebagai simbol menghormati sebagai seorang pemimpin berwawasan Bhineka Tunggal Ika, bertempat dikelurahan Kakenturan Satu dan Pateten Tiga kecamatan Maesa, Sabtu (12/9/2015).

Sementara itu dalam orasi politik Baramuli lebih menitipkan jika mau ada perubahan maka mulai saat ini lakukan pemenangan secara bersama-sama, kita semua tahu bahwa seluruh lapisan masyarakat mengalami masalah pembangunan, ekonomi, dll. Sehingga kita butuh pemeritahan yang berkarakter kerakyatan serta memiliki jaringan secara nasional, sehingga pembangunan dan pemberdayaan usaha masyarakat bisa dirasakan secara langsung sebab kami sudah berkomitmen menjadi pemimpin yang beramanah.

Dalam kampanye terbatas terungkap ada salah satu kepala pangkalan ojek Johanes Makapedua mengeluhkan masalah kekuranngan air bersih, lampu mati-mati, jalan yang rusak serta pasilitas pangkalan butuh televisi dan modal untuk memberdayakan anggota pangkalan.

“Menanggapi hal tersebut direspon oleh Luntungan, memang benar begitu banyak masalah yang dihadapi oleh masyarakat termasuk masalah yang diungkapkan tadi. Sehingga inilah yang nantinya program yang akan kami jabarkan merupakan program kebutuhan yang benar-benar menyentuh masyarakat, apalah artinya banyak program jika nantinya program tersebut tidak dibutuhkan oleh masyarakat. Jika nantinya kita jadi pemenang maka kita akan alokasikan anggaran dari APBD untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, dan juga kedepan seluruh pangkalan ojek akan ditata dan akan ada tanda pangenal,” kata Luntungan. (12/9/2015).

Baramuli: Kami Pelayan Masyarakat Bukan Untuk Dilayani

Aryanthi Baramuli ketika menyapa warga (Foto Suluttoday.com)

Aryanti Baramuli Putri ketika menyapa warga (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com-Kampanye terbatas yang dilakukan oleh Paslon Walikota Aryanti Baramuli Putri dan Wakil Walikota Santy G. Luntungan, terus dipadati oleh massa pendukung dan simpatisan. Hal menarik lagi dimana masyarakat sekitar tempat kampanye terus berdatangan. Dan kampanye tersebut berlangsung dikelurahan Girian Atas Kecamatan Girian, kamis (10/9/2015).

Dalam orasi politik Baramuli, kami bukan pemimpin yang selama ini maunya hanya untuk dilayani oleh masyarakat tetapi bagaimana melayani masyarakat. Dirinya mengkaui bahwa syarat untuk menjadi pemimpin rakyat tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.

”Kami nantinya jika masyarakat mempercayakan kami menjadi pemimpin di Bitung. Maka yang lebih utama kami tetap menjadi pelayan masyarakat sebab kita semua dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda namun tetap satu. Dan yang lebih penting lagi adalah Bitung sebagai kota Maritim, Damai, Sejahtera, berkeadilan dan berkelanjutan sehingga motto kami “Uang Rakyat harus Kembali Kerakyat”, kata Baramuli. (Robby).

iklan1