Tag: bkprmi manado

Respon Insiden Kebakaran, BKPRMI Manado Langsung Action

Penyerahan bantuan dari BKPRMI Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Peristiwa yang melahirkan risau dan rasa kehilangan memang dikehendaki setiap manusia. Namun, apalah kuasa serta kemampuan manusia yang serba terbatas. Sebagai manusia yang beriman, tentu kita meyakini diatas pengetahuan manusia adalah otoritas Allah SWT. Suasana duka kini melanda keluarga besar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Manado.

Dimana belum lama ini terjadinya insiden kebakaran rumah di Kelurahan Ternate Tanjung Kecamatan Singkil Kota Manado menghabiskan rumah milik keluar Hi. Masry Abbas, Minggu (12/4/2020), yang notabenenya adalah keluarga BKPRMI. Menyikapi peristiwa naas itu, Ketua BKPRMI Kota Manado, Suryanto Muarif bersama pengurusnya turun langsung ke lokasi kejadian dan menyalurkan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako), Senin (13/4/2020).

Saat diwawancarai Suluttoday.com, Ketua Suryanto menuturkan bahwa pihaknya mendistribusikan bantuan secara langsung ke pihak keluarga korban. BKPRMI Manado pun turut prihatin dengan peristiwa yang tak dipikirkan sebelumnya itu.

”Luar kami juga kaget, dan turut prihatin dengan kejadian ini. Kami ikut ambil bagian, walau tidak seberapa bantuan, apa adanya kami serahkan. Karena salah satu anak dari Pak Masry Abbas masuk juga sebagai pengurus BKPRMI Manado. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang rumahnya mengalami kebakaran,” ujar Muarif yang juga Ketua KUA Kecamatan Singkil Kota Manado ini.

Ketua Suryanto Muarif bersama jajaran pengurus BKPRMI Manado (Foto Istimewa).jpg

Aktivis muda vokal yang juga dikenal murah senyum dan punya relasi luas itu mengukuhkan kepedulian melalui aksi nyata peduli sesama. BKPRMI Manado, tambah Muarif turut memberi support, menghibur dan memberi motivasi pihak keluarga yang tentu dalam situasi sedih.

”Alhamdulillah kami mewakili jajaran pengurus DPD BKPRMI Kota Manado menyerahkan bantuan berupa sembako dan air mineral dan pakaian layak pakai serta memberikan penguatan kepada warga yang terkena musibah, khususnya kepada salah satu kader BKPRMI yang juga menjadi korban dalam musibah kebakaran itu,” kata Muarif.

(*/Mas)

Cegah Konflik Akibat Medsos, BKPRMI Manado Gelar Dialog Libatkan Aktivis Ormas

Ketua BKPRMI Kota Manado saat menyampaikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Memberi perhatian pada kondisi keamanan di Kota Manado, dan mendorong laju pembangunan di daerah ini, Senin (28/1/2019), pengurus Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Manado menggelar forum ‘Baku Dapa Ormas’. Hal tersebut menurut Ketua panitia pelaksana kegiatan, Achmad Husain, S.Hi merupakan wujud dari kontribusi DPD BKPRMI Kota Manado dalam melahirkan ketertiban sosial.

”Terima kasih atas kehadiran seluruh undangan, lintas Ormas dan OKP pada kegiatan ‘Baku Dapa Ormas’ siang hari ini. Tentunya BKPRMI berharap dan memiliki kesungguhan untuk sama-sama mengajak rekan-rekan aktivis Ormas/OKP dalam mengimplementasikan Manado aman dan nyaman. Mari kita menjaga keamanan di Kota Manado tercinta,” kata Achmad saat menyampaikan laporan panitia.

DR dr Taufiq Pasiak menyampaikan materi (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui kegiatan yang mengambil tema: ‘Pemahaman Penggunaan Media Sosial Sebagai Benteng Terjadinya Konflik Sosial di Kota Manado’ dihadiri para aktivis Ormas/OKP dan jurnalis. Menurut Ketua DPD BKPRMI Manado, Suryanto Muarif, M.H kegiatan kali ini notabenenya adalah bagian program BKPRMI Manado yang bertujuan mengedukasi publik tentang pentingnya menghindari pemberitaan destruktif di Media Sosial.

Moderator, Amas Mahmud saat mengarahkan berlangsungnya dialog (FOTO Suluttoday.com)

”Betapa banyak yang kita saksikan sendiri, dan juga menjadi fenomena dimana pengaruh Medsos sering kali melahirkan keretakan sosial. Itu sebabnya, pengurus BKPRMI Manado tidak mau tinggal diam, kami bergerak melakukan kegiatan ini salah satunya sebagai upaya melahirkan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat. Ayo kita sama-sama memberi benteng dan pengetahuan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita-berita hoax. Mereka mampu membedakan mana berita layak dikonsumsi serta mana yang tidak pantas ditanggapi,” ujar Ketua Anto sapaan akrab Muarif.

Pemaparan materi dari Pdt Arther Wuwung (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, narasumber yang di undang yakni DR dr Taufiq Pasiak (Akademisi dan juga pengurus MUI Sulut) dan Pdt Arther Wuwung, ST.h (utusan pemuda Sinode GMIM) memberikan pandangan atas pentingnya para pengurus Ormas ikut mencerahkan nalar publik. Pasiak menyentil tentang perang asimetris, perilaku kaum muda, kecenderungan pengguna Medsos dan pentingnya menggunakan alat filter sebagai benteng menghindari berita hoax.

”Tak dapat kita hindari memang dampak Medsos ini, apalagi perkembangan Negara dan dunia global makin kencang pergerakannya. Penangkal atau bekalnya adalah pengetahuan, kuatkan SDM kita. Lahirkan semacam daya kritis dan tidak menjadi generasi yang cepat merespon hal-hal yang belum diketahui kebenarannya di Medsos. Saya mengajak kaum muda untuk cerdas menggunakan Medsos, cerna, analisis serta tidak terjebak pada perang pemikiran. Yang membuat generasi kita tersesat pada gampangnya terprovokasi, mudah diadu-adu emosinya untuk kepentingan tertentu yang sebetulnya merusak persatuan dan kesatuan kita,” tutur Pasiak.

Usai kegiatan, sesi foto bersama (FOTO Suluttoday.com)

Yang bertindak selaku moderator pada kegiatan kali ini Amas Mahmud, S.IP yang juga Sekretaris DPD KNPI Manado. Kegiatan yang dilaksanakan di Orchid Garden & Zentralo Caffee Kota Manado ini berlangsung tertib dengan melahirkan beberapa rekomendasi.

Dinataranya rekomendasi sebagai berikut; 1). Ormas Kota Manado menolak penyebaran Hoax sebagai upaya menagkal terjadinya konflik sosial di Kota Manado. 2). Ormas Kota Manado sepakat untuk tidak merespon berita Hoax yang berkembang di Medsos. 3). Ormas Kota Manado ikut melakukan pengawasan dengan ikut mensosialisasikan kampanye anti hoax di Media Sosial. (*/Mas)

‘Silaturahmi Aktivis Muslim Sulut’, Waspadai Narasi yang Membelah Keutuhan Bangsa

Moderator Abid Takalamingan saat mengarahakn diskusi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dilaksanakannya Silaturahmi Aktivis Muslim Sulut (Sulawesi Utara), Rabu (26/9/2018) bertempat di Aula kantor DPD RI, Kecamatan Tikala Kota Manado berlangsung sukses dan penuh nuansa kebersamaan. Dalam laporannya Amas Mahmud, selaku Koordinator Tim Kerja menyampaikan kegiatan tersebut akan diselenggarakan secara ruting, karena penting dalam kerangka memupuk kebersamaan sesama aktivis muslim Sulut.

”Ini silaturahmi aktivis muslim Sulut lintas generasi, menjadi penting dan perlu dilaksanakan karena momentum ini akan melahirkan ide-ide yang konstruktif untuk kemajuan daerah Sulawesi Utara. Yang menggagas kegiatan ini adalah kehendak bersama para aktivis muslim yang tergabung dalam gorup WhatsApp ‘Aktivis Muslim Sulut’, dan kita berharap terus berkelanjutan diskusi-diskusi semacam ini. Tim kerja berekspektasi agar silaturahmi dan diskusi dapat dilakukan secara intensif, karena akan berdampak positif pada pembangunan daerah serta negara Indonesia,” tutur Amas.

Silaturahmi dan Diskusi Tematik ini menghadirkan tiga Narasumber, diantaranya Reiner Emyot Ointoe (Fiksiwan), Drs Ulyas Taha (Aktivis NU Sulut) dan Drs Mahyudin Damis (Aktivis Muhammadiyah) dan moderator Abid Takalamingan, S.Sos.,MH. Tema yang diangkat yakni ‘’Pro-kontra Islam Nusantara Sosial; Solusi dan Tantangan’’. Hadir pula Sekretaris tim kerja Syafril Parasana, dan Rustam Hasan selaku bendahara.

Selaku pembicara pertama Ulyas menyebutkan bahwa Islam Nusantara (Inus) merupakan bagian dari Islam yang rahmatan lilalamin. Inus menurutnya gagasan yang mengedepankan wajah Islam yang toleran dan plural, jauh dari tindakan kekerasan.

”Inus itu adalah ide karena pada prinsipnya Islam merupakan agama yang rahmatan lilalamin. Inus hanya melahirkan gambaran bahwa Islam itu toleran, menghargai kemajemukan, tidak anti pikiran, menampilkan Islam tradisi di Indonesia, dan ini tidak bermasalah,” ujar Ulyas.

Berbeda dengan Ulyas, Reiner menyebutkan konstruksi konseptual Inus masih abstrak dan belum mengalami bentuk yang jelas secara kajian pengetahuan. Apalagi eksistensi Islam yang universal akan kehilangan esensinya bila direduksi menjadi semacam ‘penamaan’ Nusantara. Reiner mengharapkan agar umat Islam tak melahirkan pikiran-pikiran yang krodit.

Suasana berlansgungnya silaturahmi dan diskusi (FOTO Suluttoday.com)

”Patut diletakkan dulu bahwa Islam itu bukan sesuatu partikular, tapi universal. Itu artinya posisi yang partikular secara logika gagal membawahi yang universal, jangan mereduksi nilai Islam yang komprehensif dan mulia itu dalam sebuah ‘label’ sempit. Saya menilai Inus melahirkan pikiran yang krodit, dan narasi ini masih dapat diperdebatkan. Perlu juga dipahami secara adil, bagaimana kita mampu mengidentifikasi suatu konsep dengan utuh, kalau diawali dengan bacaan teks-teksi yang sempit,” kata Reiner.

Sementara itu, Mahyudin yang lebih dominan bicara Inus dari perspektif antropologi menyebutkan, Inus sebagai istilah yang sifatnya profan bukan sakral. Oleh karena Inus itu profan, maka pubik tidak mengkaterogikannya sebagai penistaan agama. Mahyudin menambahkan Inus merupakan wujud dari agama sebagai sistem budaya berdasarkan teori Clifford Geertz. Dilain pihak, Mahyudin yang adalah dosen FISPOL Unsrat Manado mengatakan Inus tidak bermasalah.

“Seharusnya, penting untuk kita diskusikan adalah istilah, konsep, atau kalimat “Allahu Akbar” yang sifatnya sakral dimana saat ini telah mengalami penyempitan atau penurunan makna (Peyorasi). Contoh di medsos. Sering seseorang menulis suatu kalimat yang isinya belum tentu benar, tiba-tiba menyerukan kepada teman-temannya untuk takbir. Ini justru sangat mendasar yag harus dibenahi,” ucap Mahyudin.

Menariknya sejumlah partisipan melontarkan pemahaman yang kontra terhadap kehadiran Inus, salah satu diantaranya seperti disampaikan DR Jufri Jacob, Aktivis NU kultural menilai Inus telah menggerus posisi Islam yang luas menjadi sempit.

”Bagi saya Islam Nusantara 100% sesat pikir, sesat verbal dan sesat dalam praktek, sesat dalam berbagai hal. Islam itu sempurna, kalau kita tambah atau kurangi, berarti hilang kesempurnaannya. Islam itu rahmatan lil alamin tidak hanya berada di Nusantara. Saya dengan tegas menolak konsep Inus, bagi saya Islam Nunsantara dalam metodologinya juga salah,” tukas Jacob tegas.

Begitu juga menurut Memet Bilfaqih yang mengatakan secara internal di Nahdlatul Ulama (NU), Inus masih melahirkan pro-kontra, walaupun ada sisi humanis yang perlu diapresiasi. Bagi aktivis muda vokal itu, gagasan Inus baru sekedar melahirkan ‘draf’ konseptual, yang belum layak ‘diprovokasi’ ke publik.

Foto bersama usai diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Sejumlah aktivis muslim yang hadir mewakili Ormas diantaranya, Fadly Kasim (Ketua AMSI Sulut), Awaludin Pangkey (Ketum Wilayah Mathlaul Anwar Sulut), Iswadi Amali (Ketua AMPI Manado), Asri Rasjid (Ketua ABI Sulut), Idam Malewa (Presidium KAHMI Manado), Hilman Arsyad (Sekretaris DPD KNPI Sulut), Aif Darea (Ketua TIDAR Sulut), Ichal Ali (Sekretaris KAHMI Kota Manado), Djoko Sutrisno (WaKa DPD KNPI Sulut), Suryanto Muarif (Ketua BKPRMI Manado), Rivan Kalalo (Ketua Wilayah GAKI Sulut), Ronald Salahudin (Sekretaris DPD PAN Kota Manado), Memet Bilfaqih (Lesbumi NU Sulut).

Surya (Sekretaris BKPRMI Sulut), Farist (KA KAMMI Sulut), Andi Bongkang (Aktivis NU Sulut), Musryid Laidja (WaDANAS BKPRMI), DR Jufri Yacob (Ketua PHBI Kecamatan Malalayang), dan undangan lainnya. Bahkan Inus disebut sebagai sebuah gagasan yang ‘dipaksakan’ (prematur) untuk disampaikan ke publik. Para peserta diskusi juga bersepakat mengeliminir munculnya ide-ide yang membelah keutuhan bangsa dan negara. (*/Redaksi)

Buka Puasa Bersama, DPD KNPI Manado Berbagi dengan Anak Panti

Ketua Erick G Kawatu, SE.,MM (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Semangat merawat terwujudnya kerukunan dan toleransi terus ditunjukkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado. Minggu (10/6/2018), bertempat di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado, DPD KNPI Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggagas buka puasa bersama sekaligus ikut berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan Ar-Rahma Cereme Tuminting Manado.

Dalam sambutannya, Ketua DPD KNPI Manado Erick G Kawatu SE.,MM menyampaikan pentingnya kegiatan dan keberpihakan pada kepentingan publik diprioritaskan. Hal itu, kata Kawatu menjadi konsen kemanusiaan yang juga selama ini dilakukan DPD KNPI Manado yang dipimpinnya.

Para undangan saat mengikuti buka pausa bersama (FOTO Suluttoday.com)

”Kegiatan Buka Puasa Bersama, silaturahmi dan berbagi bersama Anak Yatim merupakan bagian kecil, tapi memberi manfaat yang luar biasa. Karena bagi kami membangun kebersamaan, peradaban kemanusiaan harus dilakukan dengan saling menopang, kita wajib sama-sama menjaga kerukunan di Kota Manado tercinta. Semua perhatian tersebut sedang kita galakkan di Kota Manado,” ujar Kawatu yang juga Komisioner KPID Sulawesi Utara ini.

Pengurus KNPI Manado saat berbagi di TKB pusat Kota 45 Manado (FOTO Suluttoday.com)

Lanjut Kawatu yang juga mantan Ketua BPC GMKI Manado itu menuturkan bahwa tema yang diangkat KNPI Manado yakni ”Pemuda Manado Bersatu Lawan Terorisme” adalah bagian penting dari usaha KNPI untuk mengurai kemelut terkait lahirnya stigma negatif tentang keterlibatan agama tertentu dalam tindakan terorisme. Erick menyebutkan semua agama di dunia ini mengajarkan hal-hal baik.

Foto bersama diakhir acara (FOTO Suluttoday.com)

”Apalagi sekarang yang sedang gencarnya tindakan terorisme yang mengancam, meneror dan menyandera keberadaan serta kenyamanan masyarakat di tanah air. Untuk itu, KNPI Manado dalam kesempatan ini mau menyampaikan bahwa stigma dan isu-isu destruktif terkait terorisme yang dialamatkan dengan agama tertentu ialah tidaklah mutlak benar. Artinya, semua agama di dunia ini mengajarkan kebaikan, kita dilarang menyakiti antara sesama, dari komitmen inilah maka pemuda Kota Manado bersatu menolak terorisme,” tutur Kawatu yang mengapresiasi Manado sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.

DPD KNPI Manado yang hadir dalam kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

Kegiatan ini juga diawali dengan laporan selamat datang yang disampaikan Sekretaris DPD KNPI Manado Amas Mahmud SIP, kemudian ceramah hikmah ramadhan disampaikan Ustad Syarifudin Saafa ST.,MM. Selanjutnya penyerahan santunan kepada pengurus Panti Asuhan yang dipimpin Erick Kawatu, ucapan terima kasih oleh Wakil Ketua DPD KNPI Manado, drg Hizkia Sembel, dan doa buka puasa dibawakan Wakil Ketua BKPRMI Manado Ahmad Husain S.PdI.

Pemberian santunan (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, yang hadir dalam kegiatan ini Ketua GMII Sulut Yudistira Nusrin, Korprov TePi Sulut, pengurus Perkumpulan Pemuda Wisata Indonesia Sulut, Refindo Indo Nyoa, pengurus KAMMI Manado, PMII Cabang Manado, Ketua-Ketua BEM, BKPRMI Manado, Pengurus JAROD, dan pimpinan OKP lainnya. (*/Redaksi)

BKPRMI Manado Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Ketua BKPRMI Kota Manado, Suryanto Muarif, S.Hi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Komitmen dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Manado, dibawah kepemimpinan Suryanto Muarif, S.Hi selaku Ketua Umum satu persatu mulai ditunjukkan dengan melakukan konsolidasi, pelatihan dan realisasi program. Anto begitu Muarif yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkil ini akrab disapa menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Selain pembentukan pengurus di tingkat Kecamatan dilakukan, yakni pemberian mandat Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI se-Manado dilaksanakan, Anto kali ini melaksanakan LDK yang diawali dari DPK BKPRMI Mapanget. Menurut Anto kegiatan tersebut akan dijalankan secara intens ke seluruh Kecamatan yang ada di Manado, dan merupakan wujud dari penguatan (pembekalan) pengetahuan organisatoris bagi kader-kader BKPRMI agar mereka tau apa amanah mereka dalam berdakwah di BKPRMI.

”Kegiatan LDK akan dilaksanakan Jumat dan Sabtu, tanggal 29-30 bertempat Balai di Diklat Keagamaan Manado. Tentu tujuannya ialah bagaimana para kader BKPRMI diberikan pengetahuan tentang pentingnya peran mereka selaku kader BKPRMI. Nah, LDK kita upayakan untuk dilaksanakan secara kontinue di tiap DPK. Kalau konsisten dijalankan, saya optimis tujuan dakwah BKPRMI akan dipahami seluruh anggota, kader dan pengurus BKPRMI yang ada di Manado,” kata Ketua Anto.

Untuk diketahui, kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini dengan mempercayakan Zainudin Majidu, sebagai Ketua Panitia dan Akmilana Dina, Sekretaris Panitia pelaksana. Sementara itu, Ketua DPK BKPRMI Mapanget, Sumarlin Bahtiar, SE juga berharap agar kegiatan ini berjalan dengan sukses, sesuai rencana yang ditetapkan. (Amas)

iklan1