Tag: BKPRMI sulut

Isu Hoga Mencuat, Noho Poiyo: Jangan Patahkan Mental dan Semangat Anak-Anak

Oknum yang diduga hoga, diamankan Sat Pol PP Manado (Foto Ist)

MANADO – Begitu gencarnya isu penculik anak yang disebut-sebut warga Manado sebagai ‘bermunculannya’ hoga mendapat beragam tanggapan. Diakui isu hoga ini menyedot beragam perhatian publik, hal itu pun mendapat tanggapan Panglima Brigade Masjid Sulawesi Utara (Sulut), Noho Poiyo. Menurut Noho instansi pemerintah dan aparat keamanan jangan mendramatisir situasi yang ada.

”Soal beredarnya isu hoga ini cukup lama, ini isu-isu klasik yang sampai saat ini kebenarannya masih jauh dari kenyataan yang kita temui. Bahkan menurut saya jangan terlalu dilebih-lebihkan, pemerintah, aparat keamanan dan semua pihak mari sama-sama kita menjaga keamanan, tapi tidak harus berlebihan seperti memberi dampak pada teror psikologis kepada anak-anak, bahkan orang tuanya. Jangan patahkan mental dan semangat anak-anak kita,” ujar Noho yang juga Ketua LP2M Kota Manado ini tegas.

Lanjut disampaikan Noho bahwa konsekuensinya dari isu hoga tersebut membuat banyak pihak dirugikan, terutama para gelandangan, orang gangguan jiwa dan pihak-pihak yang tidak dikenal pihak lain. Alhasil, kata Noho banya terjadi penghakiman dari masyarakat karena dianggap hoga mengancam anak-anak atau kenyamanan masyarakat.

”Yang terjadi kriminalisasi ditengah masyarakat, oknum yag main hakim sendiri membabi buta memukul orang yang tidak jelas kesalahannya. Bisa jadi orang yang gangguan mental atau orang gila tak luput dari serangan masyarakat karena dianggap sebagai hoga (pencuri anak). Untuk menghindari lebih banyak lagi para pengemis dan orang gila yang jadi korban, maka isu semacam ini lebih di fokuskan pada peran keamanan (kepolisian), Kadis Sosial, dan stakeholder dilapangan untuk mencarikan solusi yang tepat,” kata Noho. (Amas)

Mathla’ul Anwar dan BKPRMI Sulut: Tindak Tegas Pelaku Pemboman Gereja

Awaluddin Pangkey (Foto Ist)

Awaluddin Pangkey (Foto Ist)

MANADO – Kejadian yang menyedot perhatian publik, dimana tepatnya pada, Minggu (13/11/2016) terjadi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr Ciptomangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal itu melahirkan keprihatinan dan kecaman dari sejumlah organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, diantaranya dari Mathla’ul Anwar Sulawesi Utara (Sulut) dan Badan Komunikasasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulut.

Menurut Awaluddin Pangkey, Ketua Mathla’ul Anwar Sulut pihaknya prihatin bahwa masih ada saja oknum-oknum perusak kerukunan melakukan perbuatan yang mencederai keamanan masyarakat. Pangkey meminta penegakan hukum atas kasus ini dilakukan secara cepat.

”Mathla’ul Anwar prihatin dengan pemboman gereja di Samarinda tersebut, ini adalah upaya membelah persatuan bangsa dengan tindakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan konstitusi dasar yaitu UUD 1945 dan Pancasila. Kami mendorong pihak kepolisian RI untuk secepatnya mengusut oknum dan kelompok radikal di belakang insiden ini,” ucap Awaluddin yang juga pengurus DPD KNPI Sulut ini tegas, Minggu (13/11/2016).

Ditempat terpisah, Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Fachruddin Noh mengutuk kejadiaan naas tersebut. Fachruddin yang juga Komisioner KPU Provinsi Sulut itu menduga ada oknum provokator yang sengaja mengganggu keamanan di Republik Indonesia tercinta.

Fachruddin Noch (Foto Ist)

Fachruddin Noh (Foto Ist)

”Terkait Pelemparan Bom Molotov didepan Gereja di Samarinda DPW BKPRMI Sulut, mengutuk dengan keras dan tidak ada tempat bagi kelompok Radikalisme di Indonesia. Selanjutnya meminta kepada aparat Kepolisian untuk mengusut ini sampai ke akar-akarnya. Ini adalah ulah provokator yang hanya ingin membuat rasa tidak aman bagi masyarakat. Kami juga meminta kepada pihak kepolisian untuk lebih meningkatkan kewaspadaan bukan tidak mungkin para provokator ini mengincar daerah-daerah lain dengan tujuan yang sama yakni membuat rasa tidak aman kepada rakyat Indonesia. BKPRMI Sulut menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menginformasikan kepada pihak yang berwenang jika ada hal-hal yang mencurigakan,” tutur Fachruddin menutup. (Amas)

MPW BKPRMI Sulut Mengutuk Pengeboman Gereja di Samarinda

Dr dr Taufik Pasiakm M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

Dr dr Taufik Pasiakm M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sejumlah kejadian yang mengancam kenyamanan rakyat di Republik Indonesia ini mengharuskan pemerintah serius memperhatikan pentingnya meningkatkan penjagaan keamanan. Seperti yang terjadi, Minggu (13/11/2016) peledakan bom terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Kelimantan Timur betul-betul mengusit kerukunan beragama.

Menanggapi hal itu, Dr. Taufik Pasiak selaku Ketua PMW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (13/11/2016) tadi malam, mengutuk keras kejadian yang mekan sejumlah korban. Pasiak memberikan dukungan kepada penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas menyelesaikan kasus itu dengan menangkan oknum pelaku pemboman.

”Insiden pemboman ini merusak kerukunan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama, kami BKPRMI Sulawesi Utara mengutuk kejadian bom gereja di Samarinda ini. Kami mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas pelakuka pemboman yang tidak memahami ajaran agama dengan baik tersebut,” ujar Pasiak yang juga Ketua Bidang antar agama MUI Sulut ini tegas. (Amas)

Lahirkan Kontribusi Pemuda, KAHMI dan BKPRMI Sulut Gelar Dialog

Plt Ketua BKPRMI Sulut ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

Plt Ketua BKPRMI Sulut ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Di daerah lain menggelar aksi demonstrasi 4 November 2016, Korps Alumni HMI (KAHMI) Manado bersama BKPRMI Sulawesi Utara (Sulut) memilih untuk menggelar Dialog Kreatif. Kegiatan ini juga menghadirkan Bupati Bolsel, Herson Mayulu sebagai Keynote Speaker, dan sejumlah narasumber.

Dialog mengangkat tema: “Kontribusi Kepemudaan Dalam Menyikapi Persoalan Bangsa dan Negara” ini sukses dilaksanakan di hotel Sahid Kawanua Manado mendatangkan Reiner Ointoe (budayawan) dan Ndang Saifudin (mewakili Kapolda Sulut), masing-masing sebagai narasumber. Saat menyampaikan sambutan pembukaan, Plt Ketua Wilayah BKPRMI Sulut, H. Usran Manto mengingatkan pentingnya umat Islam bersatu dalam mengawal bangsa dan negara dengan mengedepankan kerja nyata. Tidak hanya itu, Usran menitipkan bahwa posisi pemuda yang strategis harus aktif mewujudkan pembangunan.

Ketua Presidum KAHMI Manado, Yahya Pasiak saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Ketua Presidum KAHMI Manado, Yahya Pasiak saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

“Terima kasih atas kehadiran Bupati Bolsel sebagai Keynote Speaker dan para narasumber dalam dialog kreatif ini. BKPRMI Sulut dan Presidium KAHMI Manado berharap dialog ini melahirkan solusi konstruktif untuk pembangunan daerah, bangsa dan negara. Apalagi posisi pemuda sebagai agen perubahan harus bersinergi mengimplementasikan pembangunan, kita harus juga mencari format kepemimpinan umat yang tepat di daerah ini. Dialog hari ini juga akan melahirkan rekomendasi yang nanti dirumuskan teman-teman KAHMI Manado untuk disampaikan pada pemerintah dan institusi terkait,” ujar Usran, Jumat (4/11/2016).

Sementara itu, Bupati Herson memaparkan tentang pentingnya soliditas, solidaritas dan penguatan kepemimpinan umat. Bagi Herson persatuan bagi umat Islam merupakan bagian penting dalam konteks mendorong perubahan peradaban yang bermartabat.

Narasumber saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Narasumber saat menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

“Pentingnya kita mewujudkan kepemimpinan yang Islami, karena kita telah meyakini bahwa konsep kepemimpinan yang mengedepakan nilai-nilai Islami di era demokrasi merupakan solusi. Artinya, kita tetap menghargai Indonesia sebagai Negara hukum yang Pancasilais, namun format kepemimpinan umat kebijakan kita sebagai pemimpin umat harus memajukan potensi umat itu sendiri, bukan mengabaikannya. Saya mengajak pentingnya umat Islam bersatu, solid, menghargai toleransi, saling menguatkan, tidak tercerai berai untuk kebaikan bersama,” kata Herson.

Dua narasumber, Reiner dan Ndang Saifudin mengulas dari perspektif kesejarahan, keamanan dan stabilitas nasional. Menyentil soal lahirnya bangsa Indonesia, pentingnya persatuan dan eksistensi pemuda yang begitu strategis memajukan pembangunan nasional. Ndang, menyarankan 3 hal penting diantaranya; pentingnya menjaga hubungan sosial dengan penguatan relasi, kebaikan sosial dan akan terwujudnya remisi.

H. Herson Mayulu saat memberikan materi (Foto Suluttoday.com)

H. Herson Mayulu saat memberikan materi (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui kegiatan ini dihadiri sejumlah aktivis pemuda dan para senior, pemuka agama, pimpinan Ormas Islam se-Sulawesi Utara. Terpantau senior Abid Takalamingan ikut hadir, Anwar Sandia, Yahya Pasiak, Abjan Halek, Sekretaris KNPI Sulawesi Utara, Fadila Polontalo, Idam Malewa Presidium KAHMI Manado, sejumlah mantan Ketua HMI cabang Manado, Sekretaris DPD KNPI Kota Manado, para pelajar, mahasiswa, dan undangan lainnya. Kemudian yang bertindak selaku moderator H. Kalo Tahirun, senior BKPRMI Sulut. (*/Amas)

KAHMI Manado dan BKPRMI Akan Gelar Dialog Strategis Refleksi Pemuda

Dialog strategis refleksi pemuda Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

Dialog strategis refleksi pemuda Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap eksistensi pemuda di Kota Manado, Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Manado dan DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut), berencana menggelar dialog strategis refleksi pemuda, pada Jumat (4/11/2016).

Hal itu seperti disampaikan Drs. H. Yahya Wahidin Pasiak, MM, selaku Ketua Presidium KAHMI Manado. Saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (3/11/2016) Yahya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid Kawanua Manado dan melibatkan sejumlah narasumber berkompeten.

”Kegiatan bersama antara KAHMI Manado dan BKPRMI Sulut ini masih dalam rangka momentum sumpah pemuda tahun 2016. Kami berharap rekan-rekan aktivis pemuda se-Kota Manado bisa ikut terlibat aktif dalam dialog ini, kegiatan Jumat (4/11/2016) mengundang H. Herson Mayulu, Bupati Bolsel yang hadir sebagai Keynote Speaker, dengan pembicara Ketua Presidium KAHMI Manado, DR. dr. H. Taufiq Pasiak, M.Kes.,M.Pdi dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut. Harapannya dialog ini melahirkan rekomendasi yang konstruktif dan kontributif bagi pembangunan di Kota Manado,” ujar Yahya. (Amas)

iklan1