Tag: BNNP Sulut

Selama Januari dan Februari 2017, Ini Hasil Operasi BNN Sulut

Kepala BNNP Sulut disaat memaparkan hasil temuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkatkan kerjanya dalam hal melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sepanjang tahun 2017, khususnya di bulan Januari – Februari BNNP Sulut merilis sekitar 3 kasus di bidang pemberantasan, sebagaimana disampaikan Kepala BNN Sulut, Charles Hilmer Ngili, Senin (6/3/2017).

”Terdapat 3 kasus yang ditangani BNNP Sulawesi Utara, dengan rincian 4 orang tersangka. Kami mengamankan barang bukti berupa 1 tembakau gorila (1 paket dan 5 linting), kemudian 2 sabu (2 paket kecil). Nah melalui kasus tersebut yang kami yakini terus berkembang bila tidak ditindak tegas, maka BNN Sulut meminta keterlibatan masyarakat melaporkan atau berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba di Sulut,” ujar Charles di kantor BNN Sulut saat tatap muka dengan wartawan.

Lanjut disampaikan Kaban BNN Sulut ini bahwa hadirnya narkotika jenis baru juga patut diwaspadai masyarakat seperti tembakau cap gorila sebagai jenis baru golongan I. Selain itu, dikatakan Kaban ada juga narkotika jenis 4-klorometkatinona atau 4-CMC yang beredar di Indonesia berbentuk cair berwarna biru dengan kemasan jual bersama ‘Blue Safir’ dan ‘Snow White’.

Tidak hanya itu, dipaparkannya pula terkait upaya dan kerja konkrit melalui rehabilitasi yang dilakukan BNN Sulut dengan merehabilitasi 74 orang pecandu atau penyalahguna, yang terdiri dari 44 orang berjenis kelamin laki-laki dan 30 orang perempuan. (Amas)

BNN Sulut Galang PKK Kalasey Melalui P4GN

BNN Sulut usai melakukan sosialisasi (Foto Ist)

BNN Sulut usai melakukan sosialisasi (Foto Ist)

MANADO – Fokus kerja yang ditunjukkan, Kombes. Pol. Sumirat Dwiyanto, selaku Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulawesi Utara untuk memberantas peredaran Narkoba di daerah ini makin kencang dilakukan. Baik melalui kampanye Stop Narkoba, menggalang masyarakat untuk menghindari Narkoba tidak pernah kenal lelah dilakukan.

BNN Sulut menilai pentingnya peran kader Tim Penggerak PKK di setiap kecamatan dan kelurahan, ternyata dijadikan BNN sebagai media sosialisasi dalam membantu membebaskan anak-anak pengguna bebas dari barang haram narkoba dan zat adiktif.

Demi memberikan pemahaman kepada kader PKK di desa Kalasey,  BNN menyampaikan informasi penerangan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di aula kantor desa, Sabtu  (3/9/2016)

Pemateri BNNP yakni Satriana,S.Psi dan Octovinna Pattikawa,SE. turun langsung mensosialisasikan secara detail bahaya penyalahgunaan narkoba serta peran peran PKK dalam memerangi narkoba.

“Kader PKK berperan sangat penting dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Harapan kita, dengan informasi soal bahaya narkoba ini bisa diteruskan kepada kekuarga, masyarakat sekitar secara tidak langsung, untuk pencegahan bahaya narkoba bagi anak di lingkungan keluarga masing-masing,” jelas Satriana dihadapan kader PKK yang hadir.

Lanjut dipaparkan Satria menjelaskan bahwa Indonesia sudah masuk status daurat Narkoba. “Kami  sudah banyak membangun komitmen dengan berbagai pihak bahkan sampai ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Octovinna Pattikawa,SE menjelaskan pentingnya sosialisasi ini agar Kader PKK bukan hanya paham bahaya kesehatannya, tetapi paham upaya pencegahan, mendeteksi perilaku anak-anak hingga pengobatan melalui rehabilitasi. (*/Dace)

Cegah Bahaya Narkoba, BNN Sulut Raker Bersama Komponen Masyarakat

Berlangsungnya Raker yang dilaksanakan BNN Sulut (Foto Ist)

Berlangsungnya Raker yang dilaksanakan BNN Sulut (Foto Ist)

MANADO – Kinerja Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk memberantas peredaran dan konsumsi Narkoba di daerah ini dilakukan dengan berbagai inovasi. Dalam mencegah bahaya Narkoba terhadap masyarakat, kali ini BNN Sulut mengerakkan komunitas masyarakat sebagai motornya.

Metode tersebut salah satunya adalah dengan mengajak dan membina masyarakat agar melaksanakan Rapat Kerja (Raker)  program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Rabu (31/8/2016) bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Sulut.

”Memang kegiatan Raker tersebut diikuti sebanyak 60 peserta, yakni kepala sekolah dan guru SMA/SMK negeri dan Swasta se-Kota Manado dan para pendidik pun dibekali dengan materi P4GN agar pemahaman dan skill mereka dalam melakukan pemberantasan Narkoba bisa optimal,” ucap Satriana, S.Psi, Plt Kepala Seksi Pembangunan berwawasan anti narkoba saat diwawancarai Suluttoday.com.

Lanjut Satria sapaan akrab, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama BNNP Sulut dengan dinas pendidikan dalam hal dukungan serta peran aktif bagi program P4GN dan merupakan program kerja BNNP sulut tahun anggaran 2016.

Tak bisa dipungkiri menurut Satriana, angka pengguna narkoba terus meningkat dengan total sebanyak 42.876 orang sebagai pengguna narkoba untuk usia rata-rata 10-59 tahun,dimana tahun 2015 silam sebelumnya hanya berjumlah 38.307 pengguna.

“Iya, salah satu upaya menekan angka itu adalah maksimalisasi program P4GN dalam bentuk sosialisasi, test urine serta upaya represif sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (*/Dace)

Kombes Pol Sumirat: ”Karyawan Indomart Jangan Jual Lem Ehabon…”

Karyawan Indomart ketika mendengarkan sosialisasi dari BNN Sulut (Foto Ist)

Karyawan Indomart ketika mendengarkan sosialisasi dari BNN Sulut (Foto Ist)

MANADO – Melalui sosialisasi bersama karyawan Indomart, Jumat (12/8/2016) belum lama ini, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menyampaikan agar para karyawan tidak menjual Lem Ehabon atau Komix  kepada anak-anak maupun remaja.

”Mari hindarkan generasi muda kita dari praktek mendapatkan barang-barang ‘terlarang’ yang membuat masa depan mereka hancur. Saya mengajak karyawan Indomart sekaligus mengingatkan agar tidak menjual Lem Ehabon atau Komix kepada anak-anak dan para remaja, kasihan nanti karena pengaruh mengkonsumsi barang tersebut, masa depan mereka menjadi suram,” ujar Sumirat.

Kombes Sumirat juga meminta semua elemen masyarakat termasuk pihak swasta untuk ikut mencegah adanya barang-barang yang berakibat merusak masa depan generasi muda.

”Barang seperti Lem Ehabon mestinya dipakai untuk ngelem malah dihirup dan komix di campur dengan minuman keras. Ehabon yang dihirup bisa merusak organ tubuh juga gangguan mental, karena itu bukan untuk dikomsumsi sama halnya dengan komix tentunya,” tutur Sumirat.

Sekedar diketahui, kegiatan sosialisasi ini dirangkaikan dengan pameran jenis-jenis narkoba yang dilaksanakan BNN Sulawesi Utara. (*/Dace)

Selamatkan Anak Bangsa, BNN Sulut Sosialisasi dengan PKK Wanea

Satria saat memaparkan materi sosialisasi (Foto Ist)

Satria saat memaparkan materi sosialisasi (Foto Ist)

MANADO – Perhatian yang serius terus ditunjukkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (8/8/2016), kali ini pihaknya melaksanakan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi seluruh anggota ibu- ibu PKK Kecamatan Wanea di Kantor Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Melalui kegiatan Sosialisasi P4GN bagi keluarga ini para narasumber dari BNN Sulut diantaranya Satriana, S.psi plt.Kasie Dayamas Bang Wawawan (Pembangunan berwawasan anti narkoba) dari Aurora Liginaria s.p,si Kepala Sub Bagian (kasubbag) administrasi.

Sesuai pemaparannya Satriana menjelaskan pengguna ganja, shabu, kokain dimulai dari sejak usia anak sekolah kelas 5 SD dan seterusnya.

“Mari hindarkan anak-anak kita dari pengaruh bahaya Narkoba. Maka tak heran saat ini Sulawesi Utara rangking 5 Nasional kecanduan narkoba,” ujar Satria sapaan akrabnya.

Ditambahkannya, saat ini ada sekitar 747 orang sudah direhabilitasi BNN Sulut dengan estimasi 42 ribu pecandu 2.4 persen. Dibandingkan dengan Jawa Barat, Jawa Tengah 500 ribu.

Sementara itu Aurora Liginaria menjelaskan keluarga merupakan ligkungan terbaik dalam upaya penyalahgunaan narkoba.

“Kehadiran korban narkoba dalam keluarga sering menjadi masalah dalam keluarga itu sendiri bahkan dapat menimbulkan penderitaan, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar penyalahguna narkoba dari keluarga yang tidak sehat dan tidak bahagia,” tutur Aurora. (*/Amas)

iklan1