Tag: BPJS

Kepala BPJS Manado: Jauh Sebelum Sakit, Mendaftarlah

Kepala Cabang BPJS Manado dan Sekretaris Dinas Kominfo Manado

Kepala Cabang BPJS Manado dan Sekretaris Dinas Kominfo Manado

MANADO – Guna mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Manado, Selasa (23/12/2014) melaksanakan sosialisasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Manado dan wartawan. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor BPJS Manado itu dihadiri Kepala Cabang BPJS Manado, dr. Hj. Triwidhi Hastitu Puspitasari, Sekretaris Kominfo Manado, Drs Soleman Montori bersama sejumlah wartawan.

Menurut pemaparannya, Puspitasari menjelaskan banyak hal terkait sasaran, klasifikasi, tujuan dan manfaat BPJS bagi warga Kota Manado. Kepala Cabang BPJS Manado ini meminta media massa untuk ikut memberikan dukungan sosialisasi pada masyarakat tentang pentingnya BPJS bagi semua masyarakat Kota Manado.

”Pemberlakuan BPJS sebenarnya sudaj lama, untuk di Kota Manado sendiri kami sudah melakukan kerja sama dengan beberapa Rumah Sakit. Sehingga bagi pengguna BPJS, dalam hal ini masyarakat yang terdaftar baik pada BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan akan mendapatkan fasilitas pelayanan gratis, kami meminta media massa di Manado agar ikut mensosialisasikan program ini pada masyarakat luas,” ucap Triwidhi yang didampingi Soleman Montori.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar dapat mengurus kartu BPJS jauh hari sebelumnya sebelum masyarakat masuk Rumah Sakit (RS). Hal itu disampaikannya karena sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah, jika masyarakat sudah berada di RS baru kemudian mengurus kartu BPJS situasi ini akan menyulitkan masyarakat sendiri.

Petugas BPJS Manado saat melakukan sosialisasi

Petugas BPJS Manado saat melakukan sosialisasi

”Silahkan mendaftar ke kantor BPJS Manado, lebih cepat dan jauh hari sebelumnya masyarakat sudah harus mendaftar. Jangan setelah menjadi pasien di Rumah Sakit baru mendaftar sebagai anggota BPJS, memang BPJS merupakan fasilitas Kesehatan yang disediakan pemerintah, namun kita punya sistem kerja sehingga tidak gampang mengotak-atik sistem jika kita tidak mengikuti aturan main. Silahkan masyarakat, jauh sebelum sakit mendaftarlah. Karena mengurus BPJS, tujuh hari baru keluar kartunya, kalau setelah pasien di RS baru mengurus maka ini akan membuat pasien kesulitan,” tukas Puspitasari menutup. (Amas Mahmud)

Program UC “Gagal”, Permkot Manado Masih Berhutang ke RS

Kantor Walikota Manado...

Kantor Walikota Manado…

MANADO – Bebeberapa program yang dinilai menjadi implementasi janji politik, Dr. GS Vicky Lumentu Walikota Manado telah terwujud, bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh Suluttoday.Com makin pedulinya Lumentut sang Walikota inipun “melanggar” janji politiknya.

Dari 8 program dan rencana aksi, Lumentut melakukan lebih dari itu. Namun, patut disadari tak semua program Lumentut terbebas dari masalah dan kendala dilapangan. Contoh salah satunya program yang dinggulkan pemerintah Kota Manado yakni, program Universal Coverage (UC) ternyata masih menyisahkan hutang di Rumah Sakit (RS).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Robby Mottoh. Menurut Mottoh di RS Prof. Kandouw masih terdapat tunggakan yang akan diselesaikan dalam waktu dekat, saat ditanya terkait tunggakan di RS lain Mottoh mengarahkan agar hal itu ditanyakan ke pihak BPJS.

“Iya memang masih ada tunggakan, namun akan dibayar Minggu ini menunggu APBD Perubahan yang baru diketuk. Kalau menyangkut Rumah Sakit lain, silahkan ditanyakan ke BPJS karena dibayar melalui mereka,” ucap Mottoh yang dikenal sebagai kerabat dekat Walikota Manado ini, Senin (1/12/2014).

Sementara itu saat dikonfirmasi pada pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Manado, Ayatullah M.F Pomalingo selaku Humas mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan menyangkut pembayaran kerja sama antara pemerintah Kota Manado dan pihak Rumah Sakit dalam program UC. Menurutnya menyangkut hal tersebut telah menjadi kewenangan Dinas Kesehatan Kota Manado.

‘’Bukan lagi ke kami, karena untuk tahun 2014 BPJS tidak menangani lagi kerja sama antara pemerintah Kota Manado dan pihak Rumah Sakit untuk urusan Universal Coverage. Tahun 2013 memang pernah ada, kami tau itu telah menjadi tugas dan wewenang Dinas Kesehatan Kota Manado,’’ ujar Pamolingo pada Suluttoday.Com.

Sekedar diketahui, program Kesehatan Gratis (UC) bukanlah satu-satunya program yang hanya ada di Kota Manado, di daerah seperti Kota Tangerang ternyata juga diterapkan jauh sebelum pemerintah Kota Manado menerapkannya. (Amas Mahmud)

Terkait Tudingan Sepelehkan Pasien, Ini Tanggapan Pihak BPJS

 

Ayatullah MF Pomalingo, Apt, AAK

Ayatullah MF Pomalingo, Apt, AAK

MANADO – Dituding petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabng Manado sepelehkan pasien, yang disampaikan salah satu warga Kota Manado, Ivan Mengko belum lama ini, langsung mendapat tanggapan, Kamis (13/11/2014) melalui Kepala Unit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Cabang Manado, Ayatullah MF Pomalingo, Apt, AAK saat dikonfirmasi mengatakan hal tersebut tidaklah demikian.

”Iya kronologisnya tidak seperti itu sebenarnya, petugas BPJS yang ke dokter Geertje Rau yang sebagai dokterk praktek umum itu karena ada tugas tertentu. Bukan kemudian mereka semena-mena masuk, lantas mengabaikan para pasien lainnya yang sementara antri, mereka minta ijin pada pasien juga saat masuk bertemu dokter Geertje. Saya sudah konfirmasi pada yang bersangkutan mereka sebutkan tidak seperti itu,” ujar Ayatullah yang juga mantan aktivis HMI Cabang Makassar ini.

Lanjut dikatakan Ibu Ayatullah bahwa pihak BPJS meminta jika ada pemberitaan yang menyangkut tugas dan instansi mereka agar dikonfirmasi. ”Silahkan kalau ada pemberitaan yang bersinggungan dengan tugas, fungsi dan menyangkut kelembagaan BPJS Cabang Manado, kami harap untuk dikonfirmasi juga kepada kami agar hasil pemberitaan yang terpublikasi tidak terkesan sepihak. Kami mengucapkan terima kasih jika sudah dimintai konfirmasi semacam ini,” ucap Ayatullah menutup. (Amas Mahmud)

Petugas BPJS Sepelehkan Pasien, Warga Teriak Minta Keadilan

Logo BPJS, penerapannya kadang tidak jelas (Foto Ist)

Logo BPJS, penerapannya kadang tidak jelas (Foto Ist)

MANADO – Mementingkan urusan kantor dan terkesan bersikap arogan masuk ke ruang periksa dokter saat pasien antri di ruang tunggu dilakukan okum pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Manado. Pasalnya, secara tiba-tiba 2 orang petugas dengan seenaknya masuk ke ruangan priksa dokter hanya untuk mengambil data. Lebih menyakitkan pasien yang lama antri harus menunggu lagi karena petugas dari BPJS di dalam lama ngobrol dengan dokter Geertje Rau praktek umum. 

Sementara ada sejumlah anak kecil dan bayi yang antri untuk masuk ke ruang periksa dokter, parahnya lagi petugas di dalam ruang praktek dokter sampai sekitar setengah jam dan salah satu petugas saat berinteraksi dengan seorang pasien mengaku kedatangan mereka ke dpkter tersebut untuk melakukan pemeriksaan soal pelayanan dokter.

Petugas tersebut dengan enteng mengatakan pemeriksaan terhadap dokter harus dilakukan jadi harus segera masuk ke dalam ruangan dokter. Kebanyakan pasien yang antri langsung naik pitam dan emosi dengan prilaku 3 orang petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bisa dibilang sangat buruk dan tidak beretika itu.

“Dorang kira ini dorang pe kantor kong seenaknya maso. Di kantor mereka saja harus antri. Kami berharap untuk 3 orang petugas dari BPJS itu mendapat sanksi tegas dari pihak BPJS, kami bukan jongos nya BPJS trus seenaknya masuk tanpa menghiraukan pasien yang sudah lama antri,” keluh Ivan Mengko didampingi pasien lainnya. (Faruk Umasangaji/Am)

iklan1