Tag: Budi Paskah Yanti Putri

Terjaring OTT, 16 Warga Manado Divonis Karena Melanggar PERDA

Berlangsungnya sidang (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Mewujudkan kedisiplinan memang tidak semudah bicara semata, namun membutuhkan komitmen dan tindakan nyata. Hal itu, seperti terlihat hampir tiap saat pada interaksi warga di Kota Manado dalam hal ketaatan terhadap Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 7 Tahun 2006 tentang tentang pengelolaan persampahan dan retribusi pelayanan kebersihan.

Seperti terpantau wartawan, Jumat (6/10/2017), sedikitnya 16 warga divonis bersalah dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan harus menjalani hukuman penjara atau membayar denda, karena melawan PERDA. Sidang yang berlangsung di lokasi sidang terbuka Kompleks Gedung KONI Sario, Kecamatan Sario berjalan cukup menegangkan.

“Jika melanggar Perda diancam dengan hukuman penjara atau denda. Kami tidak pandang bulu, siapapun yang buang sampah sembarang tidak pada tempatnya atau tidak pada waktu yang ditetapkan akan disidang,” kata Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Manado Budi Paskah Yanti Putri SH MH yang turut didampingi Kabag Pemerintahan Humas Steven Runtuwene SSos saat proses sidang.

Dikatanya lagi bahwa Pemkot Manado telah menurunkan tim penegakan Perda 7/2006 untuk menindak para pelanggar di seluruh wilayah Kota Manado. Bahkan sejak aturan ini ditegakan, ada 38 pelanggar yang terjaring lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan telah divonis membayar denda bervariasi dari Rp50 ribu sampai Rp1 juta.

“Aksi penegakkan Perda di Sario ini merupakan sidang ke empat. Sebelumnya, kami telah menggelar sidang di kawasan TKB dengan 16 orang pelanggar, kemudian di Kecamatan Mapanget 12 pelanggar, serta di Kecamatan Wanea 10 pelanggar. Itu semua diputus denda paling sedikit Rp 50 ribu, hingga Rp 1 juta,” kata Yanti.

Sementara itu, Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut, mengatakan Pemkot akan terus melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada mereka yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan waktu yang ditetapkan.

“Jadilah warga kota yang baik yang ikut menjaga kota ini tetap bersih. Jangan buang sampah sembarangan, agar tidak ditangkap dan divonis bersalah,” ujar Wali Kota GSVL Manado dua periode ini.(*/TimST)

AWAS Jangan Buang Sampah Sembarangan di Manado

Kabag Hukum Pemkot Manado saat memimpin Apel tim (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Mengacu dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2006 tentang pengelolaan persampahan dan retribusi pelayanan kebersihan, maka pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah menurunkan tim penegakan Perda 7/2006 untuk menindak para pelanggar Buang Sampah. Bahkan sejak aturan ini ditegakkan, ada 38 pelanggar yang terjaring lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan telah divonis membayar denda bervariasi dari Rp50 ribu sampai Rp1 juta karena baru sebatas kasus Tipiring (Tindak Pidana Ringan).

Disamping itu, ada 16 pelanggar yang menunggu persidangan 6 Oktober nanti. Jumat (30/9/2017) pekan lalu, tim berhasil menangkap tiga pelanggar Perda yang kedapatan membuang sampah sembarang dan tidak pada waktu yang ditetapkan. Sebut saja, salah satu warga diseputaran Terminal Malalayang karena buang sampah bukan pada tempatnya serta bukan pada jam buang sampah yang diatur dalam Perda 7 tahun 2006.

OTT kedua ditindak dua warga dari Wen Win Kabupaten Minahasa yang datang ke Terminal Malalayang untuk membuang sampah bukan pada tempatnya serta bukan pada waktu jam buang sampah yang diatur dalam pasal 2 ayat 4 Perda 7 tahun 2006. Dan OTT ketiga, salah satu sopir bus di Terminal Malalayang yang dengan sembarang membuang puntung rokok tidak pada tempatnya.

“Adapun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para pelanggar oleh Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), semuanya berjumlah 16 orang pelanggar beserta barang bukti dan akan di sidangkan pada Jumat 6 Oktober nanti,” ungkap Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Manado Budi Paskah Yanti Putri SH MH.

Dikatakan, aksi penegakkan Perda ini merupakan sidang ke empat. Sebelumnya, telah digelar sidang di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dengan 16 orang pelanggar, kemudian di Kecamatan Mapanget 12 pelanggar, serta di Kecamatan Wanea 10 pelanggar.

“Itu semua diputus denda paling sedikit Rp 50 ribu, hingga Rp 1 juta. Kebersihan dan Larangan Buang Sampah tersebut, secara rutin akan digelar Tim Penegak Pemkot Manado kerjasama aparat terkait seperti Kepolisian dan Pengadilan Negeri,” tuturnya menutup.(*/TimST)

GSVL Lantik Pegawai Kejaksaan Jadi Kabag Hukum Pemkot Manado

Wali Kota Manado GSVL saat melantik  Budi Paskah Yanti Putri (Foto Ist)

Wali Kota Manado GSVL saat melantik Budi Paskah Yanti Putri (Foto Ist)

MANADO – Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut, Senin (6/2/2017) resmi melantik Budi Paskah Yanti Putri SH MH, sebagai Kabag Hukum. Wali Kota Vicky Lumentut dalam sambutannya mengatakan dengan dilantiknya Budi Paskah Yanti Putri SH MH, maka tugas-tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang bersentuhan dengan hukum bisa dikerjakan, termasuk penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado yang perlu dilakukan penyesuaian.

“Saya berharap dengan adanya Kabag hukum yang baru, pekerjaan-pekerjaan yang harus ditangani Bagian Hukum dapat berjalan dengan baik. Karena, setahu saya ada beberapa Perda termasuk Perda Rencana Tata Ruang Wilayah yang butuh waktu segera untuk dibahas bersama DPRD Manado,” ujar GSVL sapaan akrab Wali Kota Manado dua periode ini.

Dipaparkan GSVL bahwa diambilnya orang dari kejaksaan untuk mengisi jabatan Kabag Hukum bukan tanpa alasan. Pasalnya, dengan ditangani orang yang profesional dibidang hukum, akan menciptakan pemerintahan di Kota Manado berjalan sesuai aturan hukum yag ada.

Pejabat lingkup Pemkot Manado ketika menghadiri pelantikan (Foto Ist)

Pejabat lingkup Pemkot Manado ketika menghadiri pelantikan (Foto Ist)

“Keberadaan Ibu Budi Paskah Yanti Putri SH MH yang adalah pegawai negeri di Kejaksaan Tinggi Sulut bukanlah kolusi, tetapi untuk mencari orang yang profesional dibidang hukum. Agar kami dibantu untuk penyelesaan masalah-masalah hukum secara profesional serta menghasilkan produk-produk hukum yang tidak bertentangan dengan hukum dan aturan yang berlaku,” ucap Wali Kota GSVL.

Dikatakan, kerjasama Pemkot Manado dengan kejaksaan sudah berlangsung lama. Apalagi, kejaksaan telah diercayakan dan ditunjuk Pemkot sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), untuk menangani permasalahan hukum yang dihadapi Pemkot Manado.

Sehingga, tidak mengherankan jika Pemkot mengusulkan peminjaman Pegawai Negeri di Kejaksaan untuk masuk struktur organiasasi Pemkot Manado.Pelantikan Budi Paskah Yanti Putri SH MH sebagai Kabag Hukum Setda Kota Manado, juga dihadiri para pejabat kepala Perangkat Daerah (PD) dilingkup Pemkot Manado.(*/ST)

iklan1