Tag: burhanudin niode

Menakar Rencana Penundaan Pilkada, Ini Pandangan Dosen Ilmu Politik Unsrat

Burhanudin Niode (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ekspektasi para praktisi politik, pemerhati demokrasi dan juga para ahli ilmuan politik terus disampaikan. Ragam pandangan yang multi perspektif soal rencana penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Diantaranya disampaikan, DR. Burhanudin Niode, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini menyarankan agar penundaan Pilkada dilakukan, dengan mengusulkan argumentasi dan pertimbangan.

“Sebaiknya pelaksanaan pilkada ditunda tetapi penundaannya tidak terlalu lama, antara Mater atau April 2021. Terlalu lama akan memberikan konsekuensi pendanaan baik bagi penyelenggara maupun para calon. Dari sisi pemilih juga akan bertambah sebagai konsekuensi dari mereka berumur 17 tahun,” kata Niode yang juga menilai gelombang penyebaran Virus Corona (Covid-19) mengharuskan publik mengutamakan keselamatan manusia.

Akademisi yang dikenal murah senyum itu menambahkan bahwa kalkulasi lintas dimensional amat diperlukan dalam kondisi saat ini. Termasuk rentang waktu dimana akan terjadi transisi kepemimpinan di daerah yang akan melakukan agenda Pilkada Serentak 2020.

“Konsekuensi lainnya, aspek pemerintahan. Akan adanya Pelaksana Tugas Kepala Daerah di beberapa daerah, karena masa jabatan Kepala Daerah yang akan berakhir sebelum Pilkada. Tentang calon, akan memberikan peluang untuk lebih mensosialisasikan sekaligus mengimplementasi program sosial-kemasyarakatan, khususnya bidang kesehatan,” tutur Niode, pengajar di Program Studi Ilmu Politik FISPOL Unsrat ini, Selasa (14/4/2020).

Melalui pertimbangan yang matang dari semua pihak yang berkepentingan untuk pelaksanaan Pilkada akan melahirkan garansi adanya kualitas Pilkada mendatang. Bagi para bakal Calon Kepala Daerah pun akan memiliki cukup waktu dalam berkampanye memperkenalkan narasi-narasi politiknya kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan waktu yang dinilainya representatif dan mendadak.

“Sehinngga keberhasilan program dari para calon juga akan menjadi salah satu referensi dari pemilih. Disamping itu, memberikan kesempatan kepada memperkuat jaringan politik calon. Intinya bahwa, penundaan dapat mempengaruhi konstalasi politik lokal,” tukas Niode saat diwawancara di Manado.

(*/Bung Amas)

KPU Sulut Gandeng Laboratorium FISPOL Unsrat Gelar FGD Partisipasi Pemilu

Yessy Momongan, Ketua KPU Sulut saat memberikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Upaya untuk melibatkan masyarakat dalam tiap tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu terlihat seperti yang dilakukan KPU Sulawesi Utara (Sulut) secara berkala. Jumat (20/4/2018), bertempat di Hotel Aryaduta Kota Manado, KPU Sulut dan Laboratorium FISPOL Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bekerja sama menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Pelaksanaan FGD kali ini mengangkat tema: ‘Penguatan Partisipasi Masyarakat Sipil dalam Pemilu Berintegritas Tahun 2019’. Ketua KPU Sulut, Yessy Momongan, STh.,M.Si saat membuka acara tersebut mengurai berbagai tantangan yang dihadapi KPU, indikator kinerja yang dilakakukan, serta keterlibatan para akademisi dalam FGD ini untuk memberi sumbangsih gagasan yang konstruktif.

”Kami menyadari betul dari tiap tahan ke tahapan dan tahun ke tahun dalam pelaksanaan Pemilu, tantangannya berbeda. Meski begitu, KPU tetap konsisten menjaga integritas, menjalankan tugas-tugas sebagai penyelenggara Pemilu, berupaya seoptimal mungkin melibatkan masyarakat dalam proses Pemilu. Melalui kesempatan FGD ini, saya berharap para akademisi, pakar dan ilmuan sekalian yang hadir agar memberi bobot, masukan, rekomendasi, koreksi, dan kontribusi positif terhadap kerja-kerja KPU hari ini serta kedepannya,” kata Yessy yang didampingi Dr. Ardiles M. R. Mewoh, SIP., M.Si, selaku Komisioner KPU Sulut.

Ketua KPU Sulut, Dr Ardiles Meoh anggota KPU Sulut dan akademisi bersama moderator (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, sebagai fasilitator diantaranya Ketua Laboratorium FISPOL Unsrat Manado, Dr. Drs Michael Mamentu, MA dan Dr Burhanudin Niode, akademisi FISPOL Unsrat. Mamentu dalam pengantarnya memberikan pemetaan atas beberapa hal penting yang menurutnya perlu dikuatkan. Menurut Mamentu, kemelut dan tantangan Pemilu harus mampu dijawab KPU dengan kerja yang terukur, berintegritas dan kompak.

”Keterlibatan masyarakat sipil sangat penting dalam Pemilu, bagaimana kinerja penyelenggara Pemilu bisa sukses bila masyarakat sipil tidak dilibatkan. Itu sebabnya, harus kita cari obatnya dari ‘penyakit’ atau permasalahan rendahnya partisipasi pemilu saat ini. Salah satu penyebabnya karena adanya distrus terhadap lembaga penyelenggara Pemilu. Jangan sampai kita salah memberi obat, sakitnya lain, malah obat yang kita berikan juga lain. Selain itu, saya memberi catatan agar para akademisi dilibatkan dalam agenda-agenda kepemiluan, ini dimaksudkan untuk melahirkan sinergi lintas sektoral, dan menghidupkan apa yang namanya partisipasi,” ujar Mamentu.

Lanjut Mamentu menambahkan bahwa penguatan partisipasi publik dalam pilkada serentak, hanya dapat berhasil jika menyentuh akar persoalan yang sebenarnya (penyebab menurunnya penggunaan hak suara). Akar persoalan bukan pada tidak pahamnya masyarakat akan pentingnya pemilu, tetapi justru bersumber dari kekecewaan masyarakat atas pemilu itu sendiri.

Selain itu, menurunya terdapat dua hal yakni, pertama, dideterminasi oleh faktor technical and administrative problem (regulasi yang tidak pas dan berbagai trouble dalam implementasi tahapan pemilu). Kedua, adalah bersumber pada aspek social status, political behavior, dan political determination. Yang terakhir inilah sebetulnya yang paling berpengaruh terhadap minat orang untuk memilih. Bukti tentang hal ini adalah adanya Paslon yang diusung oleh Parpol acapkali tidak connect dengan pilihan publik.

Tidak hanya itu, tetapi juga acapkali tidak connect dengan situasi dan kondisi di dalam partai itu sendiri yang merupakan akibat dari politik transaksional. Sehingga tidak hanya menurunkan minat untuk memberikan suara, tapi juga tidak menghasilkan dukungan dari dalam partai itu sendiri.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri para akademisi FISPOL Unsrat Manado, aktivis Ormas, pers, mahasiswa Pascasarjana Unsrat dan akademisi Unsrat lainnya. FGD ini dimoderatori Nono Sumompow, kemudian masukan-masukan menjadi rekomendasi untuk disampaikan ke KPU. (*/Redaksi)

iklan1