Tag: calvin castro

Andrei Angouw Diminta Belajar pada Ketua DPRD Manado

Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut saat menyampaikan ucapan Idul Fitri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepemimpinan adalah teladan, seperti tulisan yang tertera di sejumlah baliho yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terutama di Kota Manado. Baliho yang bertuliskan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK) itu begitu menginspirasi. Namun, hal itu sepertinya tak mampu diaktualisasikan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw.

Terlihat gagalan Andrei dalam mengingimplementasikan pesan tersebut, seperti disampaikan Calvin Castro, Ketua LSM ARMAK Sulut. Kamis (21/5/2020), saat berbincang dengan Suluttoday.com, Calvin menyentil sikap Andrei yang tergambarkan melalui beberapa baliho ucapan Selamat Idul Fitri atas nama pimpinan DPRD Provinsi Sulut, tapi sayangnya hanya foto Andrei yang terpajang di dalam baliho tersebut.

”Rupanya Pak Andrei Angouw belum memahami secara baik, apa itu pimpinan DPRD. Kan kolektif kolegial, mestinya dalam yang sederhana seperti menyampaikan ucapan di baliho haruslah foto para pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Utara lainnya juga disertakan. Jangan hanya dia memajang fotonya sendiri. Seperti beliau mai tampil single fighter, toh dana yang digunakan juga merupakan dana dari rakyat. Hal ini tidak mencerminkan sebagai sosok pimpinan yang baik. Kelihatan mau tampil sendiri dan dominan, tidak demokratis,” ujar Bung Calvin tegas.

Sementara itu, saat melihat ucapan Selamat Idul Fitri dari pimpinan DPRD Kota Manado, Bung Calvin memberikan rasa hormat dan salut kepada sosok Ketua DPRD Kota Manado, Altje Dondokambey yang dinilainnya layak menjadi teladan. Aktivis vokal ini menyarankan agar Andrei belajar banyak kepada Altje soal kepemimpinan. Secara etika kepemimpinan, tambah Calvin, apa yang dilakukan Andrei tidaklah elok. Mestinya Andrei menjadi lebih demokratis.

Ucapan Selamat Idul Fitri dari pimpinan DPRD Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

”Kalau masyarakat melintasi di jalan Boulevard, dekat Mantos akan kita lihat ada baliho/spanduk ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado. Dan begitu luar biasa, Ketua DPRD Manado tidak hanya menaruh fotonya sendiri, melainkan foto wakil Ketua atau pimpinan DPRD Manado lainnya. Cari seperti ini mencerminkan pemimpin yang demokratis. Itu sebabnya, saya sarankan Bung Andrei Angouw banyak belajar sama Ibu Altje Dondokambey soal kepemimpinan,” kata Bung Calvin menutup.

Saat dikonfirmasi, Andrei dengan enteng mengatakan bahwa dirinya adalah Ketua. Dengan memberikan jawaban yang penuh dipenuhi tanda tanya. Politisi yang berlatar belakang pengusaha itu mengatakan perlu konfirmasi pula kenapa foto yang lainnya tidak ada. Lalu ditutup lagi dengan tanda tanya.

”Kita itu Ketua to? (tertawa). Kita kira mo konfirmasi juga kiapa anggota pe foto nda ada?,” jawab Andrei kemudian mengirim emoticon gambar wanita sexi dengan tulisan cukup jangan dibesar-besarkan, lalu Andrei tertawa.

(*/Bung Amas)

Salurkan Bantuan, Warga Manado Ucapkan Terima Kasih Laskar GSVL

Penyerahan Sembako dari Laskar GSVL dan Laskar JPAR (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian GS Vicky Lumentut dan Prof Julyeta Paulina Anita Runtuwene terhadap warga Kota Manado tak perlu diragukan lagi. Kali ini, melalui Laskar GSVL dan Laskar JPAR turun menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19. Setelah penyaluran tahap pertama dilakukan, kini akan dilakukan strat untuk tahap kedua.

Menurut Calvin Castor, Ketua Laskar GSVL dan Laskar JPAR Manado pihaknya tengah fokus melakukan kerja kemanusian. Penyaluran sembako sedang giat-giatnya mereka lakukan, dibagikan langsung ke rumah-rumah warga. Soal teknis pembagian, Calvin menyebut sudah diatur Tim Relawan dari Laskar GSVL dan Laskar JPAR.

“Mari sama-sama kita berlomba-loba untuk kebaikan. Berbuat bagi masyarakat, berbagi kepada masyarakat terdampak Covid-19 bagi kita yang masih punya kelebihan. Saya bersama kawan Laskar GSVL dan Laskar JPAR fokus untuk kerja kemanusiaan. Soal penyaluran, kita turun langsung ke rumah-rumah warga,” kata Bung Calvin sapaan akrab aktivis muda vokal ini, Kamis (16/4/2020).

Tambahnya lagi bahwa untuk penyaluran bantuan tahap kedua pihaknya akan menurunkan Relawan lebih banyak lagi. Sasaran atau target dituju tentu adalah bagi masyarakat yang sangat membutuhkan terlebih dahulu, sebagaimana data yang mereka kantongi.

“Tahap ke 2 kami Laskar GSVL dan Laskar JPAR akan berupaya salurkan bantuan kemanusiaan untuk warga kota Manado dan Minut,” kata Bung Calvin yang didampingi Charles Talumingan.

Warga apresiasi Laskar GSVL dan Laskar JPAR (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui bahan yang diberikan ke masyarakat adalah beras 5 Kg, minyak goreng, gula pasir, mie instan. Kamis (16/4/2020), pembagian dilakukan di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado. Warga yang menerima pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Laskar GSVL dan Laskar JPAR.

Pembagian Sembako di Jarod (Foto Suluttoday.com)

“Terima kasih atas bantuannya dari Laskar GSVL dan Laskar JPAR. Sembako ini sangat membantu kami masyarakat. Kami doakan semoga kebaikannya dibalas Allah SWT,” ujar Ibu Aisya yang diaminkan sejumlah penerima Sembako lainnya di depan Jarod Manado.

(*/Bung Amas)

Bantu Masyarakat Laskar GSVL dan JPAR Manado Bagikan Sembako

Laskar GSVL dan Laskar JPAR kompak salurkan Sembako (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak sekedar prihatin dengan situasi masyarakat saat menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Lebih dari itu, Laskar GSVL dan Laskar JPAR Kota Manado turun langsung mambantu masyarakat. Tim relawan yang dipimpin Calvin Castro, selaku Ketua Laskar GSVL sekaligus Ketua JPAR Manado, Senin (13/4/2020), terorganisir bergerak kompak menyasar rumah-rumah warga untuk dibagikan bantuan.

Pihaknya setelah mengidentifikasi warga yang terdampak Virus Corona, kata Bung Calvin langsung menurunkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako). Calvin menyebut bahwa penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

“Kita bergerak dengan penuh semangat teman-teman Laskar GSVL dan Laskar JPAR untuk membantu masyarakat yang layak menerima bantuan. Kita berharap bantuan Sembako ini bermanfaat, membantu masyarakat. Masyarakat senang hati menerima bantuan yang disalurkan,” ujar Bung Calvin saat diwawancarai Suluttoday.com.

Sembako yang akan disalurkan ke masyarakat (Foto Suluttoday.com)

Laskar GSVL dan laskar JPAR membagi sembako untuk warga kurang mampu di Kelurahan Taas, Tuminting , Wonasa dan Ranomuut. Dibeberapa Kelurahan lainnya tim relawan sedang bergerak, tambah Calvin.  Tidak hanya itu, Laskar GSVL dan JPAR juga berharap agar masyarakat terus mematuhi anjuran pemerintah.

“Puji Tuhan proses penyaluran bantuan dari rumah ke rumah berjalan tertib. Kita menaati social distancing, makanya menghindari kerumunan warga. Disejumlah kelurahan tim massif bergerak. Semua masyarakat yang kita berikan bantuan mengaku bersyukur karena kepedulian Pak GSVL dan Ibu JPAR,” kata Bung Calvin yang didampingi sejumlah relawan tersebut.

Sembako yang disediakan untuk disalurkan (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Laskar GSVL (GS Vicky Lumentut) merupakan gerakan yang terinspirasi dan bergerak untuk kepentingan GSVL yang juga saat ini adalah Wali Kota Manado. Sementara itu, Laskar JPAR (Julyeta Paulina Amelia Runtuwene) yaitu gerakan loyalis yang diinsiasi kelompok aktivis muda serta masyarakat lintas generasi untuk mendukung penuh Prof. Paula Runtuweme yang kini menjabat Rektor UNIMA, untuk kemudian diperjuangkan maju sebagai calon Wali Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Calvin Castro: SGR Sangat Berpotensi Menangkan Pilkada Minut

Shintia Gelly Rumumpe dan Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 diprediksi berlangsung penuh persaingan ketat. Terutama di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana sejumlah nama politisi yang digadang-gadang maju sebagai calon Bupati Minut mulai bergema. Eskalasi politik di Minut mulai terasa, dimana nama kandidat Bupati seperti Shintia Gelly Rumumpe (SGR) telah mengkristal.

Para aktivis, tokoh masyarakat, tokoh agama dan politisi pun mulai membincangkan nama politisi cantik tersebut. SGR yang juga Ketua DPRD Minut menurut Calvin Castro, politisi muda Sulut, sangat berpeluang memimpin Kabupaten Minut. Politisi partai NasDem mempunyai buah pikiran yang berdasar pada keberagaman dan kerukunan, yang dibutuhkan masyarakat.

“Di basis masyarakat akar rumput, nama Ibu Shintia Gelly Rumumpe mulai disebut-sebut. Pilkada Minut 2020 ini bakal melahirkan kepemimpinan muda yang energik, milenial, berpengalaman dan sudah pasti akan membawa pembaharuan bagi warga Minut. SGR menjadi politisi yang dipercaya masyarakat sebagai pengayom. Beliau tidak resisten, di kalangan politisi juga SGR selalu menjadi magnet,” kata Calvin politisi muda sekaligus aktivis ternama Sulut ini, Selasa (4/2/2020).

Bung CC begitu sapaan Castro yang juga aktivis LSM Anti Korupsi itu mengharapkan SGR tampil dalam momentum Pilkada di Minut. Hal itu bukan tanpa alasan, karena rekam jejak, dedikasi dan kepedulikaan politisi muda berprestasi itu telah dirasakan masyarakat Minut. SGR dikatakannya sebagai cahaya perubahan yang akan lebih memajukan Minut kedepannya.

“SGR unggul dibanding sejumlah bakal calon Bupati Minut lainnya. Ya, tentu dari rekam jejak, karya dan dari segi perhatian sangat menjadi ukuran. Beliau ini potret politisi perempuan yang memiliki wawasan luas, tidak membeda-bedakan latar belakang masyarakat. Punya wibawa sebagai pemimpin, apalagi SGR ramah, rendah hati dan berjiwa sosial. Sosok seperti inilah yang dirindukan masyarakat, itu sebabnya kami mendukung sepenuhnya SGR maju sebagai calon Bupati Minut,” tutur Calvin menutup.

Sekedar diketahui, kiprah SGR juga mendapat perhatian beberapa pimpinan partai politik di Minut. Peluangnya untuk diusung partai politik besar sangatlah kuat. Politisi vokal yang murah senyum ini tidak mau mengabaikan aspirasi masyarakat. Baginya pengabdian kepada masyarakat adalah segalamnya. Selain itu, dukungan terhadapnya terus mengalir.(*/Am)

Diduga Lawan Instruksi Jokowi, Kajari Minsel Dipertanyakan

Calvin Castro dan Lambok Sidabutar (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Suara kritis terkait penegakan hukum terus disampaikan Aliansi Ormas dan LSM Anti Korupsi (ARMAK) Sulawesi Utara (Sulut), sebagaimana disampaikan langsung Calvin Castro selaku Ketua Umum, Kamis (7/6/2018). Menurut Calvin aparat penegak hukum tak boleh menjadi pembegal hukum, atau menjadikah penegakan hukum sebagai tameng.

”Perilaku ini diharamkan, dimana saja jika terjadi kita lawan dan kutuk bersama bahwa aparat hukum memanfaatkan posisinya untuk mendiskriminasi atau merugikan rakyat. Kemudian, mereka oknum penegak hukum membegal aturan, berdalih supremasi hukum, tapi terjadi menjadikan hukum sebagai tameng untuk menindas orang lain,” ujar Calvin pada Suluttoday.com.

Sekedar ditenyakan soal tindakan Kejari Minahasa Selatan (Minsel) dikatakan Calvin merupakan suatu contoh kasus yang tidak mendidik publik. Praktek yang seperti itu, dimana aparat penegak hukum tak memperhatikan asep etika serta kepentingan umum merupakan titik awal tsunami dalam penegakan hukum di daerah.

”Seperti yang terjadi di Kabupaten Minahasa Seletan, bagi kami sudah sangat keterlaluan. Kasusnya berada di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), kenapa ruangan Bupati harus digeledah?. Seharusnya sudah cukup ‘mempermalukan’ pihak BPBD dan LPSE Minsel di kantornya, bukan malah ruangan lain yang tidak ada kaitan ikut digeledah,” ucap tegas.

Disampaikannya pula, peringatkan keras atas tingkah yang tidak layak ditiru itu semestinya menjadi refleksi bagi para penyidik Kejari Minsel. Calvin berharap ada perbaikan dari cara-cara seperti itu dengan memberi koreksi terhadap sikap responsif Kajari Minsel Lambok Sidabutar agar tidak berdiam diri dalam situasi yang dipersoalkan saat ini.

”Mari kita objektif melihat, dimana masalahnya cukup terang-benderang, kecurigaan penyimpangan berada di bagian LPSE dan kantor BPBD, namun kepala badan serta pejabat lain sudah ditahan. Selanjutnya, dimana korelasinya terhadap penggeledahan di ruang Bupati Minsel,” papar Calvin.

Idealnya, kata Calvin heran pelaksana teknis dan pembuatan kontrak serta kuasa pengguna anggaran yang menjadi fokusnya.

”Begitu membingunkan memang, publik pasti kaget. Kami menyebutkan ini sebagai cara-cara tidak etis dalam penegakan hukum apalagi di era reformasi sekarang ini. Tindakan Kejari Minsel ini sudah merupakan pembangkangan terhadap 8 perintah Presiden RI Joko Widodo,” terang Calvin.

Selanjutnya, diuraikan Calvin soal bentuk pembangkangan terhadap 8 perintah Presiden Joko Widodo, lanjut dia, salah satunya perintah soal kebijakan dan diskresi pemerintah yang seharusnya tak boleh dipidanakan. Sayangnya, tidak diindahkan Kepala Kejari Minsel.

Dilain pihak, Kepala Kejari Minsel sudah mempublish besar-besaran sebelum ada penuntutan kasus, ini jelas pembangkangan. Kemudian dari 8 perintah Pesiden juga dijelaskan berkaitan dengan jangan mengkriminalisasi kebijakan, sebab ancamannya langsung dicopot dari jabatan.

Untuk diketahui, penegakan hukum yang berpolemik ini seperti yang terpantau akhir-akhir ini dimana dua hari berturut-turut Kepala Kejari Minsel melakukan penggeledahan di ruang LPSE kemudian disusul penggeledahan ruang Bupati Christiany Eugenia Paruntu. Upaya paksa yang dilakukan Kajari Lambok Sidabutar terkait pengusutan kasus dugaan korupsi proyek tembok pengaman pantai Ranoyapo tahun anggaran 2016.

Sementara itu, Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta seluruh pejabat lingkup Pemkab Minsel begitu kooperatif terhadap pemerikasaan yang dipimpin langsung Kepala Kejari Minsel Lambok Sidabutar tersebut. (*/Redaksi)

iklan1