Tag: calvin castro

Bantu Masyarakat Laskar GSVL dan JPAR Manado Bagikan Sembako

Laskar GSVL dan Laskar JPAR kompak salurkan Sembako (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak sekedar prihatin dengan situasi masyarakat saat menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Lebih dari itu, Laskar GSVL dan Laskar JPAR Kota Manado turun langsung mambantu masyarakat. Tim relawan yang dipimpin Calvin Castro, selaku Ketua Laskar GSVL sekaligus Ketua JPAR Manado, Senin (13/4/2020), terorganisir bergerak kompak menyasar rumah-rumah warga untuk dibagikan bantuan.

Pihaknya setelah mengidentifikasi warga yang terdampak Virus Corona, kata Bung Calvin langsung menurunkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako). Calvin menyebut bahwa penyaluran bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

“Kita bergerak dengan penuh semangat teman-teman Laskar GSVL dan Laskar JPAR untuk membantu masyarakat yang layak menerima bantuan. Kita berharap bantuan Sembako ini bermanfaat, membantu masyarakat. Masyarakat senang hati menerima bantuan yang disalurkan,” ujar Bung Calvin saat diwawancarai Suluttoday.com.

Sembako yang akan disalurkan ke masyarakat (Foto Suluttoday.com)

Laskar GSVL dan laskar JPAR membagi sembako untuk warga kurang mampu di Kelurahan Taas, Tuminting , Wonasa dan Ranomuut. Dibeberapa Kelurahan lainnya tim relawan sedang bergerak, tambah Calvin.  Tidak hanya itu, Laskar GSVL dan JPAR juga berharap agar masyarakat terus mematuhi anjuran pemerintah.

“Puji Tuhan proses penyaluran bantuan dari rumah ke rumah berjalan tertib. Kita menaati social distancing, makanya menghindari kerumunan warga. Disejumlah kelurahan tim massif bergerak. Semua masyarakat yang kita berikan bantuan mengaku bersyukur karena kepedulian Pak GSVL dan Ibu JPAR,” kata Bung Calvin yang didampingi sejumlah relawan tersebut.

Sembako yang disediakan untuk disalurkan (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Laskar GSVL (GS Vicky Lumentut) merupakan gerakan yang terinspirasi dan bergerak untuk kepentingan GSVL yang juga saat ini adalah Wali Kota Manado. Sementara itu, Laskar JPAR (Julyeta Paulina Amelia Runtuwene) yaitu gerakan loyalis yang diinsiasi kelompok aktivis muda serta masyarakat lintas generasi untuk mendukung penuh Prof. Paula Runtuweme yang kini menjabat Rektor UNIMA, untuk kemudian diperjuangkan maju sebagai calon Wali Kota Manado.

(*/Bung Amas)

Calvin Castro: SGR Sangat Berpotensi Menangkan Pilkada Minut

Shintia Gelly Rumumpe dan Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 diprediksi berlangsung penuh persaingan ketat. Terutama di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dimana sejumlah nama politisi yang digadang-gadang maju sebagai calon Bupati Minut mulai bergema. Eskalasi politik di Minut mulai terasa, dimana nama kandidat Bupati seperti Shintia Gelly Rumumpe (SGR) telah mengkristal.

Para aktivis, tokoh masyarakat, tokoh agama dan politisi pun mulai membincangkan nama politisi cantik tersebut. SGR yang juga Ketua DPRD Minut menurut Calvin Castro, politisi muda Sulut, sangat berpeluang memimpin Kabupaten Minut. Politisi partai NasDem mempunyai buah pikiran yang berdasar pada keberagaman dan kerukunan, yang dibutuhkan masyarakat.

“Di basis masyarakat akar rumput, nama Ibu Shintia Gelly Rumumpe mulai disebut-sebut. Pilkada Minut 2020 ini bakal melahirkan kepemimpinan muda yang energik, milenial, berpengalaman dan sudah pasti akan membawa pembaharuan bagi warga Minut. SGR menjadi politisi yang dipercaya masyarakat sebagai pengayom. Beliau tidak resisten, di kalangan politisi juga SGR selalu menjadi magnet,” kata Calvin politisi muda sekaligus aktivis ternama Sulut ini, Selasa (4/2/2020).

Bung CC begitu sapaan Castro yang juga aktivis LSM Anti Korupsi itu mengharapkan SGR tampil dalam momentum Pilkada di Minut. Hal itu bukan tanpa alasan, karena rekam jejak, dedikasi dan kepedulikaan politisi muda berprestasi itu telah dirasakan masyarakat Minut. SGR dikatakannya sebagai cahaya perubahan yang akan lebih memajukan Minut kedepannya.

“SGR unggul dibanding sejumlah bakal calon Bupati Minut lainnya. Ya, tentu dari rekam jejak, karya dan dari segi perhatian sangat menjadi ukuran. Beliau ini potret politisi perempuan yang memiliki wawasan luas, tidak membeda-bedakan latar belakang masyarakat. Punya wibawa sebagai pemimpin, apalagi SGR ramah, rendah hati dan berjiwa sosial. Sosok seperti inilah yang dirindukan masyarakat, itu sebabnya kami mendukung sepenuhnya SGR maju sebagai calon Bupati Minut,” tutur Calvin menutup.

Sekedar diketahui, kiprah SGR juga mendapat perhatian beberapa pimpinan partai politik di Minut. Peluangnya untuk diusung partai politik besar sangatlah kuat. Politisi vokal yang murah senyum ini tidak mau mengabaikan aspirasi masyarakat. Baginya pengabdian kepada masyarakat adalah segalamnya. Selain itu, dukungan terhadapnya terus mengalir.(*/Am)

Diduga Lawan Instruksi Jokowi, Kajari Minsel Dipertanyakan

Calvin Castro dan Lambok Sidabutar (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Suara kritis terkait penegakan hukum terus disampaikan Aliansi Ormas dan LSM Anti Korupsi (ARMAK) Sulawesi Utara (Sulut), sebagaimana disampaikan langsung Calvin Castro selaku Ketua Umum, Kamis (7/6/2018). Menurut Calvin aparat penegak hukum tak boleh menjadi pembegal hukum, atau menjadikah penegakan hukum sebagai tameng.

”Perilaku ini diharamkan, dimana saja jika terjadi kita lawan dan kutuk bersama bahwa aparat hukum memanfaatkan posisinya untuk mendiskriminasi atau merugikan rakyat. Kemudian, mereka oknum penegak hukum membegal aturan, berdalih supremasi hukum, tapi terjadi menjadikan hukum sebagai tameng untuk menindas orang lain,” ujar Calvin pada Suluttoday.com.

Sekedar ditenyakan soal tindakan Kejari Minahasa Selatan (Minsel) dikatakan Calvin merupakan suatu contoh kasus yang tidak mendidik publik. Praktek yang seperti itu, dimana aparat penegak hukum tak memperhatikan asep etika serta kepentingan umum merupakan titik awal tsunami dalam penegakan hukum di daerah.

”Seperti yang terjadi di Kabupaten Minahasa Seletan, bagi kami sudah sangat keterlaluan. Kasusnya berada di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), kenapa ruangan Bupati harus digeledah?. Seharusnya sudah cukup ‘mempermalukan’ pihak BPBD dan LPSE Minsel di kantornya, bukan malah ruangan lain yang tidak ada kaitan ikut digeledah,” ucap tegas.

Disampaikannya pula, peringatkan keras atas tingkah yang tidak layak ditiru itu semestinya menjadi refleksi bagi para penyidik Kejari Minsel. Calvin berharap ada perbaikan dari cara-cara seperti itu dengan memberi koreksi terhadap sikap responsif Kajari Minsel Lambok Sidabutar agar tidak berdiam diri dalam situasi yang dipersoalkan saat ini.

”Mari kita objektif melihat, dimana masalahnya cukup terang-benderang, kecurigaan penyimpangan berada di bagian LPSE dan kantor BPBD, namun kepala badan serta pejabat lain sudah ditahan. Selanjutnya, dimana korelasinya terhadap penggeledahan di ruang Bupati Minsel,” papar Calvin.

Idealnya, kata Calvin heran pelaksana teknis dan pembuatan kontrak serta kuasa pengguna anggaran yang menjadi fokusnya.

”Begitu membingunkan memang, publik pasti kaget. Kami menyebutkan ini sebagai cara-cara tidak etis dalam penegakan hukum apalagi di era reformasi sekarang ini. Tindakan Kejari Minsel ini sudah merupakan pembangkangan terhadap 8 perintah Presiden RI Joko Widodo,” terang Calvin.

Selanjutnya, diuraikan Calvin soal bentuk pembangkangan terhadap 8 perintah Presiden Joko Widodo, lanjut dia, salah satunya perintah soal kebijakan dan diskresi pemerintah yang seharusnya tak boleh dipidanakan. Sayangnya, tidak diindahkan Kepala Kejari Minsel.

Dilain pihak, Kepala Kejari Minsel sudah mempublish besar-besaran sebelum ada penuntutan kasus, ini jelas pembangkangan. Kemudian dari 8 perintah Pesiden juga dijelaskan berkaitan dengan jangan mengkriminalisasi kebijakan, sebab ancamannya langsung dicopot dari jabatan.

Untuk diketahui, penegakan hukum yang berpolemik ini seperti yang terpantau akhir-akhir ini dimana dua hari berturut-turut Kepala Kejari Minsel melakukan penggeledahan di ruang LPSE kemudian disusul penggeledahan ruang Bupati Christiany Eugenia Paruntu. Upaya paksa yang dilakukan Kajari Lambok Sidabutar terkait pengusutan kasus dugaan korupsi proyek tembok pengaman pantai Ranoyapo tahun anggaran 2016.

Sementara itu, Bupati, Wakil Bupati, Sekda serta seluruh pejabat lingkup Pemkab Minsel begitu kooperatif terhadap pemerikasaan yang dipimpin langsung Kepala Kejari Minsel Lambok Sidabutar tersebut. (*/Redaksi)

Kecam Sikap Kejari Minsel, CASTRO Beri Peringatan dan Siap Turun Jalan

Ketua Umum ARMAK, Calvin Castro (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum mendapat dukungan publik, meski begitu kadangkalanya dalam implementasinya sering ditemui hal-hal yang kontraproduktif, janggal dan akhirnya menuai protes publik. Seperti yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dimana Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel yang melakukan penggeledahan dibeberapa instansi pemerintah Kabupaten Minsel menuai polemik.

”Belum lama ini cara-cara yang kurang elok diperlihatkan Kejari Minsel. Sikap Kejari Minahasa Selatan yang menggeledah atau ‘membongkar’ ruangan sejumlah Perangkat Daerah harusnya tidak terjadi. Kelihatannya, dalam insiden mengejutkan ini tergambarkan bahwa kurang etis tindakan berlebihan seperti itu,” ujar Calvin Castro, Ketua ARMAK Sulawesi Utara (Sulut) ini tegas, Rabu (6/6/2018).

Tambah Calvin yang dikenal sebagai aktivis LSM vokal itu menilai seharusnya penegak hukum, menunjukkan tata cara kerja yang penuh etika dan sopan santun dalam menjalankan otoritasnya. Ia mengingatkan agar marwah lembaga penegak hukum dapat dijaga oleh para penegak hukum, bukan bertindak melucuti harga diri lembaga tersebut.

”Toh kalau ada pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, jangan dengan tingkah mengkriminalisasi pejabat. Karena kesan yang terekam dipublik, dalam penggeledahan ini Kejaksaan Minsel arogan, cenderung mengabaikan kepentingan umum. Jangan ada kepentingan lain, lalu main tekan sewenang-wenangnya. Dalam peristiwa ini kami melihat akan Kejari bisa kena, kami berharap para penegak hukum memperhatikan etika, dan tidak mempermalukan betapa baiknya reputasi lembaga tersebut,” tutur Calvin.

Tidak hanya itu, pada komentar selanjutnya Calvin menyampaikan betapa dalam tugas manusia sebagai makhluk sosial tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Itu sebabnya, penegakan hukum menurut Calvin perlu menjaga kepentingan dan kenyamanan semua pihak.

”Ingat tidak ada manusia sempurna, kita bekerja sesuai tupoksi, tapi jangan lantasan penegakan hukum, lalu kita mengabaikan hak atau kepentingan orang lain. Karena penggeledahan ini sebetulnya, memberi efek pada pada konsentrasi kerja-kerja birokrasi di Minsem. Bila kemudian, ada oknum Kepala Dinas yang ditersangkakan, silahkan diproses sesuai prosedur, tapi tolong jangan membawa kesan buruk, dan memunculkan prahara. Kami LSM dan masyarakat siap mengawal kasus ini, bahkan dalam waktu dekat akan melakukan demo,” tutur Calvin. (*/Redaksi)

Tuntaskan Kasus Korupsi di Sulut Tiga LSM Anti Korupsi Siap Bergerak

Diskusi redaksi Suluttoday.com bersama aktivis LSM anti korupsi Sulawesi Utara

MANADO, Suluttoday.com – Perjuangan untuk melawan korupsi di Republik Indonesia ini bukan hanya menjadi perhatian dan tanggung jawab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semata. Lebih dari itu, telah menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa, hal itu seperti disampaikan Marlon Pangemanan salah satu aktivis pegiat anti korupsi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pangemanan, bersama Junthree Ratag dan Roy Auppe, masing-masing sebagai Ketua LSM anti korupsi yang akan bergerak di Sulut, Selasa (13/2/2018) saat ditemui media ini angkat bicara. Pengemanan menyebutkan sejumlah pekerjaan rumah bagi aktivis pegiat anti korupsi untuk menuntaskan tugas-tugas ‘pencurian’ uang rakyat dan merugiakan publik belum tuntas diungkap.

‘’Kita sedang menggagas LSM anti korupsi yang akan konsen menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Sulawesi Utara. Memang pekerjaan mengungkap dan menyeret para koruptor di jeruji besi (penjara, red) bukan hanya tugas KPK atau lembaga berwajib lainnya. Tapi, lebih dari itu juga tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa,’’ ujar Pangemanan.

Hal senada juga disampaikan Ratag yang memberikan gambaran umum terkait orientasi dan komitmen tiga LSM yang akan dideklarasi tersebut.

‘’Dalam waktu dekat ini, tiga LSM anti korupsi akan kita deklarasikan. Ini sebagai penanda bahwa perjuangan kita melawan korupsi di Sulawesi Utara belum berakhir, mari kita bersinergi menuntaskan pekerjaan rumah yang belum usai. Kita usut dan ungkap sampai ke akar-akarnya, agar praktek korupsi dapat dibumi hanguskan, siapapun pelaku korupsi di Sulawesi Utara akan kita kuliti, kita publikasi kasusnya, serta kita kawal hingga tuntas,’’ tegas Ratag yang diaminkan Roy.

Di tempat yang sama, di kawasan Megamas Kota Manado, Calvin Castro Ketua ARMAK Sulut memberi apresiasi bila ada aktivis muda yang memberi perhatian terhadap gerakan anti korupsi di bumi nyiur melambay saat ini. Bagi Calvin, tugas aktivis anti korupsi begitu mulia karena membela kepentingan umum dan menyelamatkan uang rakyat yang dicuri para koruptor.

‘’Bagi saya makin banyak hadirnya LSM anti korupsi di Sulawesi Utara menandakan bahwa kepedulian kita terhadap praktek korupsi begitu besar, dan secara tidak langsung berarti pertumbuhan kasus korupsi di daerah ini masih dirawat, sehingga tubuh subur. Ini juga bagi saya adalah indikasi kalau institusi penegak hukum perlu kita disupport masyarakat sipil. Kehadiran 3 LSM yang baru di Sulawesi Utara kita berharap lebih menguatkan komitmen perjuangan kita generasi muda untuk mengungkap sampai tuntas kasus korupsi di Sulawesi Utara, tanpa pandangbulu,’’ tutur Bung Calvin yang juga sebagai Dewan Pembina dari tiga LSM yang akan dideklarasi tersebut. (*/Redaksi)

iklan1