Tag: calvin castro

Kecam Sikap Kejari Minsel, CASTRO Beri Peringatan dan Siap Turun Jalan

Ketua Umum ARMAK, Calvin Castro (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum mendapat dukungan publik, meski begitu kadangkalanya dalam implementasinya sering ditemui hal-hal yang kontraproduktif, janggal dan akhirnya menuai protes publik. Seperti yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dimana Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel yang melakukan penggeledahan dibeberapa instansi pemerintah Kabupaten Minsel menuai polemik.

”Belum lama ini cara-cara yang kurang elok diperlihatkan Kejari Minsel. Sikap Kejari Minahasa Selatan yang menggeledah atau ‘membongkar’ ruangan sejumlah Perangkat Daerah harusnya tidak terjadi. Kelihatannya, dalam insiden mengejutkan ini tergambarkan bahwa kurang etis tindakan berlebihan seperti itu,” ujar Calvin Castro, Ketua ARMAK Sulawesi Utara (Sulut) ini tegas, Rabu (6/6/2018).

Tambah Calvin yang dikenal sebagai aktivis LSM vokal itu menilai seharusnya penegak hukum, menunjukkan tata cara kerja yang penuh etika dan sopan santun dalam menjalankan otoritasnya. Ia mengingatkan agar marwah lembaga penegak hukum dapat dijaga oleh para penegak hukum, bukan bertindak melucuti harga diri lembaga tersebut.

”Toh kalau ada pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, jangan dengan tingkah mengkriminalisasi pejabat. Karena kesan yang terekam dipublik, dalam penggeledahan ini Kejaksaan Minsel arogan, cenderung mengabaikan kepentingan umum. Jangan ada kepentingan lain, lalu main tekan sewenang-wenangnya. Dalam peristiwa ini kami melihat akan Kejari bisa kena, kami berharap para penegak hukum memperhatikan etika, dan tidak mempermalukan betapa baiknya reputasi lembaga tersebut,” tutur Calvin.

Tidak hanya itu, pada komentar selanjutnya Calvin menyampaikan betapa dalam tugas manusia sebagai makhluk sosial tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Itu sebabnya, penegakan hukum menurut Calvin perlu menjaga kepentingan dan kenyamanan semua pihak.

”Ingat tidak ada manusia sempurna, kita bekerja sesuai tupoksi, tapi jangan lantasan penegakan hukum, lalu kita mengabaikan hak atau kepentingan orang lain. Karena penggeledahan ini sebetulnya, memberi efek pada pada konsentrasi kerja-kerja birokrasi di Minsem. Bila kemudian, ada oknum Kepala Dinas yang ditersangkakan, silahkan diproses sesuai prosedur, tapi tolong jangan membawa kesan buruk, dan memunculkan prahara. Kami LSM dan masyarakat siap mengawal kasus ini, bahkan dalam waktu dekat akan melakukan demo,” tutur Calvin. (*/Redaksi)

Tuntaskan Kasus Korupsi di Sulut Tiga LSM Anti Korupsi Siap Bergerak

Diskusi redaksi Suluttoday.com bersama aktivis LSM anti korupsi Sulawesi Utara

MANADO, Suluttoday.com – Perjuangan untuk melawan korupsi di Republik Indonesia ini bukan hanya menjadi perhatian dan tanggung jawab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semata. Lebih dari itu, telah menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa, hal itu seperti disampaikan Marlon Pangemanan salah satu aktivis pegiat anti korupsi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pangemanan, bersama Junthree Ratag dan Roy Auppe, masing-masing sebagai Ketua LSM anti korupsi yang akan bergerak di Sulut, Selasa (13/2/2018) saat ditemui media ini angkat bicara. Pengemanan menyebutkan sejumlah pekerjaan rumah bagi aktivis pegiat anti korupsi untuk menuntaskan tugas-tugas ‘pencurian’ uang rakyat dan merugiakan publik belum tuntas diungkap.

‘’Kita sedang menggagas LSM anti korupsi yang akan konsen menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Sulawesi Utara. Memang pekerjaan mengungkap dan menyeret para koruptor di jeruji besi (penjara, red) bukan hanya tugas KPK atau lembaga berwajib lainnya. Tapi, lebih dari itu juga tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa,’’ ujar Pangemanan.

Hal senada juga disampaikan Ratag yang memberikan gambaran umum terkait orientasi dan komitmen tiga LSM yang akan dideklarasi tersebut.

‘’Dalam waktu dekat ini, tiga LSM anti korupsi akan kita deklarasikan. Ini sebagai penanda bahwa perjuangan kita melawan korupsi di Sulawesi Utara belum berakhir, mari kita bersinergi menuntaskan pekerjaan rumah yang belum usai. Kita usut dan ungkap sampai ke akar-akarnya, agar praktek korupsi dapat dibumi hanguskan, siapapun pelaku korupsi di Sulawesi Utara akan kita kuliti, kita publikasi kasusnya, serta kita kawal hingga tuntas,’’ tegas Ratag yang diaminkan Roy.

Di tempat yang sama, di kawasan Megamas Kota Manado, Calvin Castro Ketua ARMAK Sulut memberi apresiasi bila ada aktivis muda yang memberi perhatian terhadap gerakan anti korupsi di bumi nyiur melambay saat ini. Bagi Calvin, tugas aktivis anti korupsi begitu mulia karena membela kepentingan umum dan menyelamatkan uang rakyat yang dicuri para koruptor.

‘’Bagi saya makin banyak hadirnya LSM anti korupsi di Sulawesi Utara menandakan bahwa kepedulian kita terhadap praktek korupsi begitu besar, dan secara tidak langsung berarti pertumbuhan kasus korupsi di daerah ini masih dirawat, sehingga tubuh subur. Ini juga bagi saya adalah indikasi kalau institusi penegak hukum perlu kita disupport masyarakat sipil. Kehadiran 3 LSM yang baru di Sulawesi Utara kita berharap lebih menguatkan komitmen perjuangan kita generasi muda untuk mengungkap sampai tuntas kasus korupsi di Sulawesi Utara, tanpa pandangbulu,’’ tutur Bung Calvin yang juga sebagai Dewan Pembina dari tiga LSM yang akan dideklarasi tersebut. (*/Redaksi)

Pimpin Golkar Sulut, CALVIN CASTRO: Selamat untuk Ibu TETTY PARUNTU

Christiany Eugenia Paruntu dan Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Berlangsungnya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar (PG) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berlangsung di Jakarta, Senin (23/10/2017) berjalan sukses. Kompetisi jelang Musdalub hingga berlangsungnya Musdalub melahirkan dinamika politik yang begitu alot, namun begitu Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tak terbendung dalam Musdalub kali ini.

Dimana politisi perempuan yang dikenal merakyat dan dermawan ini akhirnya menang telah melalui proses aklamasi yang mengalahkan sejumlah kandidat Ketua Partai Golkar Sulut lainnya. Kegembiraan atas kemenangan Tetty Paruntu, begitu CEP akrab disapa disampaikan berbagai pihak, diantaranya juga sebagaimana disampaikan Calvin Castro, aktivis Anti Korupsi Sulut ini menyampaikan selamat kepada Tetty Paruntu dan mengaku apa yang diraih Tetty merupakan buah dari pengabdiannya sebagai kader Golkar yang loyal.

”Banyak selamat kepada Ibu Tetty Paruntu yang menang dalam Musdalub Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara, inilah wujud komitmen beliau sebagai salah satu kader terbaik Golkar untuk bersedia memajukan partai yang sangat dicintainya. Posisi Ketua Golkar Sulut yang diraih Ibu Tetty merupakan bagian dari kerja tulus, dan konsistensi beliau selaku kader partai yang kerja tanpa henti untuk membesarkan Partai Golkar di daerah ini,” ujar Calvin.

Lanjut disampaikannya lagi bahwa Golkar Sulut dibawah kepemimpinan CEP dipastikan mengalami kejayaan, Calvin membeberkan sejumlah gebrakan dan ketentukan sosok Tetty dalam membesarkan Golkar di daerah Minahasa Selatan sebagai modal kuat memajukan Golkar di tanah Nyiur Melmabai tercinta.

”Luar biasa, sudah dapat diprediksi Golkar Sulut ditangan Ibu Tetty bakal lebih maju. Kader Partai Golkar dan warga Sulut umumnya tau bagaimana figur Ibu Tetty yang begitu loyal memajukan partai ini kedepannya. Lihat saja salah satu contohnya di Minsel, posisi Golkar begitu dekat dengan rakyat dan sangat menentukan konstalasi politik disana, di daerah Kabupaten/Kota lain di Sulut juga, saya optimis akan bangkit kekuatan Golkar, karena Ibu Tetty tau cara-cara konsolidasi partai serta memperjuangkan kepentingan partai kepada publik, secara baik dan benar,” tutur Calvin menutup. (Amas)

TETTY PARUNTU Digadang Maju Pimpin Partai Golkar Sulut, Ini Pendapat Calvin Castro

Tetty Paruntu (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dukungan terhadap sosok Ketua Partai Golkar Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia ‘Tetty’ Paruntu atau yang akrab disapa CEP kian meluas. Tidak hanya kader partai berlambang Beringan ini yang mengharapkan CEP memimpin partai tersebut, lebih dari itu, Calvin Castro aktivis LSM Anti Korupsi Sulawesi Utara (Sulut) juga memberikan tanggapan postif dan mengapresiasi CEP yang kini sebagai Bupati Minsel itu.

Sabtu (21/10/2017), CC begitu Calvin akrab disapa kepada Suluttoday.com menyampaikan bahwa sejumlah figur yang santer disebut-sebut memimpin DPD Partai Golkar Sulut memang memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan kursi Ketua. Namun begitu, Calvin menjagokan CEP yang dinilainya memiliki segudang pengalaman, komitmen yang telah teruji dan dicintai banyak masyarakat Sulut.

”Jelang Musdalub Partai Golkar Sulut, memang hangat dibicarakan sejumlah calon Ketua DPD Golkar Sulut. Tapi, menurut saya Ibu CEP lebih layak memimpin Golkar Sulut, dukungan ini saya pertegas sebagai dukungan murni sebagai aktivis yang mengontrol kinerja pejabat daerah. Saya melihat, sosok CEP yang berprestasi itu berpeluang besar memajukan Golkar Sulut karena kinerjanya yang pro rakyat, tidak korupsi, santun, berwibawa dan rendah hati, maka ini menjadi modal serta potensi membesarkan Partai Golkar,” ujar Bung CC.

Calvin Castro (Foto Suluttoday.com)

Dikatakannya lagi, untuk menentukan hak suara itu kewenangan pengurus Golkar dan kader berhak menilai siapa yang tepat diberikan kepercayaan, selaku aktivis LSM Calvin mengaku peluang Golkar untuk berkembang lebih pesat di daerah Nyiur Melambai ini bila memberi kepercayaan kepada Tetty Paruntu untuk menahkodai Golkar.

”Hal tersebut membuat saya sangat apresiasi pemimpin seperti CEP. Jika kami saja kalangan aktivis yang mengontrol kinerja para pejabat mengapresiasi pemimpin yang pro rakyat apalagi kader Partai Golkar sendiri yang menurut hemat saya rugi jika tidak manfaatkan potensi yang ada pada CEP. Itu sebabnya saya sarankan kader Partai Golkar agar tidak salah memilih pada musdalub Partai Golkar nanti karena kesempatan tidak datang kedua kalinya,” kata Bung CC menutup. (Amas)

Bawaslu Sulut Diingatkan Agar Tak Salah Langkah Pilih 6 Calon Panwaslu Manado

Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO – Munculnya 6 nama calon Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Manado melahirkan beragam persepsi publik, salah satunya terkait dengan integraitas dan sepak terjang beberapa nama calon Panwaslu Manado yang lolos 6 besar tersebut. Hal itu seperti disampaikan Calvin Castro, aktivis ARMAK Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Calvin dari 6 nama terdapat nama yang diduga kuat bermasalah, tidak hanya itu, Calvin menambahkan kondisi itu mengharuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut bekerja ekstra keras dan selektif agar tidak meloloskan calon Panwaslu yang ‘cacat’ moral. Calvin juga membeberkan sejumlah kasus yang diakui dilakukan salah satu oknum calon Panwaslu Manado yang lolos 6 besar saat ini.

”Kami meminta Bawaslu Sulut mempertimbangkan secara baik, menggali informasi dan mengkaji masing-masing calon anggota Panwaslu Manado yang telah lolos 6 besar ini untuk dicarikan keputusan yang tepat. Karena kualitas Pemilu ditentukan dari kerja dan track racord dari masing-masing anggota Panwaslu tersebut, Bawaslu harus selektif,” ujar Calvin pada Suluttoday.com, Senin (24/7/2017).

Lanjut Calvin mengaku bila Bawaslu tidak secara komprehensif melakukan seleksi dan melakukan kompromi terhadap calon-calon Panwaslu yang terindikasi ‘bermasalah’, maka pihaknya akan melaporkan hal ini ke Bawaslu RI. Calvin yang dikenal aktivis muda vokal ini menyampaikan akan mengungkapkan temuan yang diperolehnya tersebut bila Bawaslu mengambil keputusan tidak berdasarkan kajian matang.

”Jika Bawaslu Sulut tidak mengkaji dan mengakomodasi aspirasi serta informasi yang berkembang, maka bisa jadi mereka meloloskan calon Panwaslu Manado yang bermasalah secara integritas. Kami memperoleh informasi sekaligus data kalau salah satu calon Panwaslu Manado yang lolos 6 besar ini bermasalah saat menjadi penyelenggara Pemilu sebelumnya, tidak hanya itu ada dugaan oknum ini memiliki identitas ganda,” kata Calvin.

Untuk diketahui, berikut ini 6 nama calon Panwaslu Manado yang akan diseleksi menjadi 3 nama, diantaranya Roland Gampu, Conny Palar, Ramly Pateda, Supriyadi Pangelu, Marwan Martino Kawinda, dan Ramang Muhammad. (*/Mat)

iklan1