Tag: calvin castro

Dinilai Tendensius, Aktivis Soroti Pemberitaan Media Online di Manado

Calvin Castro (Foto Ist)

Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO – Pemberitaan salah satu media online di Kota Manado mendapat sorotan, dan bahkan kecaman dari masyarakat. Belum lama ini pernyataan keras keluar dari mulut pengurus LSM Laskar Kabasaran Kota Manado, Rabu (7/1/2015), Calvin Castro aktivis pemuda Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan kritiknya terhadap salah satu media online yang ada di Kota Manado.

”Ada apa yang kok pemberitaan media online ini sepertinya terlalu menyudutkan Wali Kota Manado, jauh sebelumnya ada pemberitaan yang masih terkesan berimbang. Namun, akhir-akhir ini entah karena kepentingan apa, mereka media online¬†yang sering mengaku nomor satu di Sulut ini, lantas memuat pemberitaan yang memojokkan Wali Kota Manado, tanpa ada perimbangan berita, dan ini terkesan tendensius,” ujar Calvin pada Suluttoday.com.

Ketua ARMAK Sulut itu juga menantang media online ini untuk melakukan terobosan, memebritakan sesuatu hal atau peristiwa sesuai fakta serta tidak ”berat sebelah”. Menurut Calvin, warga Kota Manado juga tau betul apa yang telah dilakukan GS Vicky Lumentut sebagai Wali Kota Manado, sehingga pemberitaan yang memojokkan seperti dilansir salah satu media online tersebut bakal mendapat kecaman serius.

”Baru kami dan beberapa aktivis LSM serta tokoh masyarakat lain yang menyampaikan keritik sekaligus mengingatkan media online yang mengaku ‘paling hebat’ itu. Ingat, apa yang dikerjakan Wali Kota Manado mendapat dukungan penuh elemen masyarakat Kota Manado, ironis juga jika media mengambil posisi tidak netral dalam hal pemberitaan. Jangan kemdian karena kepentingannya tidak terakonomir, media online ini memberitakan hal yang dalam tanda kutip mengada-ngada. Kami menantang, media online tersebut untuk melakukan terobosan pemberitaan dan inovasi, tidak sebaliknay menyajikan berita yang membawa dampak adanya antipati masyarakat pada media ini, kasihan juga bila pembaca jadi antipati terhadap pemberitaan media tersebut,” tukas Calvin menutup. (Amas Mahmud)

ARMAK Desak Kapolda Sulut Tuntaskan Kasus Stadion Kawangkoan

Calvin Castro (Foto Ist)

Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO – Mencuatnya dugaan korupsi pembangunan proyek Stadion Kawangkoan, kembali menuai sorotan aktivis Aliansi Ormas dan LSM Anti Korupsi (ARMAK) Sulawesi Utara (Sulut). Menurut Ketua Umum ARMAK Sulut, Calvin Castro penegak hukum dalam hal ini Polda Sulut harus adil dalam penuntasan seluruh kasus korupsi, dimana terkait dugaan kasus korupsi Stadion Kawangkoan yang telah lama diusut belum juga menuai hasil yang maksimal.

”Tahun lalu kami sudah melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana dugaan korupsi miliaran rupiah diduga dilakukan saat pembangunan Stadion Kawangkoan, yang kami tau Polda Sulut juga sedang menangani kasus ini. Bersama dengan kasus gedung Youth Center, namun Youth Center sudah ada yang ditetapkan tersangka, sementara Stadion Kawangkoan belum ada yang ditetapkan tersangka,” ujar Calvin.

Ditambahkan aktivis Sulawesi Utara itu bahwa terdiamnya kasus Stadion Kawangkoang memberi isyarat kalau Polda Sulut diskriminatif dalam penuntasan kasus korupsi. Pihaknya mendesak agar Polda Sulut tidak hanya terfokus dalam penuntasan kasus korupsi Youth Center.

”Padahal selesai audit BPK, dan hasilnya ada di Polda Sulut, kasus ini belum jalan dan kelihatannya sengaja didiamkan. Kami minta Kapolda Sulut menuntaskan kasus ini karena merugikan negara sekitar Rp. 15 miliar, pembangunan proyak Stadion Kawangkoan ini diambil dari APBD Provinsi Sulut yang notabenenya anggaran milik rakyat . Kapolda Sulut sekali lagi kami minta jangan hanya fokus kasus Youth Center, tapi tuntaskan juga kasus Stadion Kawangkoan,” tegas Calvin menutup. (Amas Mahmud)

ARMAK Desak Polda Sulut Tuntaskan Dugaan Ijasah Palsu Oknum Anggota DPRD Sulut

Calvin Castro (Foto Ist)

Calvin Castro (Foto Ist)

MANADO – Ketua Umum Aliansi Ormas dan LSM Anti Korupsi (ARMAK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Calvin Casto meminta Polda Sulut mengusut tuntas dugaan Ijasah Palsu yang dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut. Menurutnya jika praktek serupa tidak diusut tuntas, maka kewibawaan pendidikan kita menjadi hancur.

”Jangan main-main dengan Ijasah yang dipalsukan, itu berimplikasi hukum. ARMAK Sulut dengan tegas meminta Kapolda Sulut menseriusi kasus dugaan Ijasah Palsu yang melibatkan salah satu anggota DPRD Provinsi Sulut saat ini, jangan ada penegakan hukum yang tebang pilih. Bila saja Polda tidak menindak tegas, itu berarti Polda ikut melecehkan kewibawaan pendidikan kita di Indonesia,” ucap Calvin tegas pada Suluttoday.Com, Selasa (4/11/2014).

Tidak hanya itu, Calvin juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan mengawalnya hingga tuntas. Lanjut ditambahkan Castro Polda dalam kasus yang satu ini akan diuji, dan warga Sulut berharap dapat dengan cepat diusut kebenarannya.

”Hal ini sudah menjadi opini publik, kalau tidak diusut kebenarannya maka warga Sulut pasti meragukan Kapolda Sulut. Bahkan boleh jadi warga kecewa dengan Kapolda Sulut, kemudian tidak lagi percaya pada institusi ini. Kami menantang Kapolda Sulut agar menyelesaikan secara cepat kasus dugaan Ijasah Palsu yang dikantongi oknum anggota DPRD Sulut berinsial KDP ini,” tegas Castro menutup. (Amas Mahmud)

Setelah Kuliti PLN, Kini Giliran Warga Kuliti DPRD Manado

Demonstrasi mahasiswa dikantor DPRD Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.Com)

Demonstrasi mahasiswa dikantor DPRD Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Setelah permasalan PLN yang membuat berang anggota DPRD Kota Manado, hingga dipanggilnya hearing para pimpinan PLN Cabang Manado. Kini menjadi giliran wakil rakyat yang terhormat ini ”dikuliti” tokoh masyarakat dan aktivis LSM. Menurut Calvin Castro anggota DPRD Kota Manado perlu mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan.

”Beberapa anggota DPRD Kota Manado yang belum mendapatkan posisi sebagai anggota komisi tertentu sudah mulai vokal bicara dimedia, mengkritik eksekutif, padahal di internal DPRD sendiri alat kelengkapan dewan belum terbentuk. Harusnya ini menjadi otokritik, kenapa lambat dibentuk, Ketua DPRD defenitif juga belum ada,” kata Castro yang juga Ketua Umum ARMAK Sulut.

Castro menyarankan agar personil DPRD Manado mendorong untuk dipercepatnya pembentukan alat kelengkapan dewan yang saat ini secara nyata membuat molor pembahasan APBD perubahan di Kota Manado.

”Kalau tidak salah APBD perubahan belum dibahas tahun ini, berdasarkan kondisi normaal harusnya sudah dibahas. Semua menjadi terhambat disebabkan anggota DPRD Kota Manado sibuk memberikan kritik terhadap eksekutif sehingga lupa kondisi internal DPRD sendiri. Kami menyarankan agar DPRD Manado fokus mempercepat pembentukan komisi, fraksi, dan pimpinan DPRD, jangan membuat molor pembahasan APBD Perubahan yang berimpikasi pada kesingsaraan masyarakat,” ujar Casto sembari lemparkan senyum. (AmasMahmud)

 

 

iklan1