Tag: camat malalayang

Warga Minta Wali Kota Manado Pecat Lurah Winangun Satu

Masyarakat memberikan komplein terhadap Lurah (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Puluhan warga Kelurahan Winangun Satu Kecamatan Malalayang mengge Gelar aksi demo di depan Kantor Kelurahan, Senin (20/4/2020). Dalam aksi tersebut warga meminta Lurah Winangun Satu Sheny Sege untuk mundur jadi jabatannya sebagai kepala kelurahan.

“Kami minta Lurah untuk mundur,” kata Frangky Tungka (47) warga lingkungan satu. Menurut Frangky, kinerja Lurah sangat buruk dan sering menimbulkan masalah dengan kepala lingkungan bahkan dengan warga masyarakat Winangun Satu.

“Pak Walikota Manado GS Vicky Lumentut sebaiknya pecat Lurah Winangun Satu,” ujar Frangky.

Menurutnya, puncak kekesalan warga dengan adanya pemecatan terhadap Kepala Lingkungan Satu karena difitnah oleh Lurah dengan tuduhan adanya penerimaan pungli terkait pengurusan berkas di Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado.

“Kami merasa ada yang janggal dalam kasus ini dan seharusnya pala tidak di pecat. Pala Satu kinerjanya baik dan disukai masyarakat,” ujatnya.

Ditambahkan Glen Marciano, sikap lurah sangat arogan dan beberapa kepala lingkungan juga mengaku memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan lurah. “Beberapa kepala lingkungan sering dikekang karena tidak sejalan dengan perintah luran. Bahkan, setiap ada masalah, beberapa kepala lingkungan sering diancam akan dipecat oleh lurah,” ujar Glen.

Frangky Tungka dan seluruh masyarakat yang hadir dalam demo tersebut meminta kepada Walikota Manado sebagai pimpinan dari pemerintahan untuk memecat kepala Kelurahan Winangun Satu, Sheny Sege. “Atas bukti yang kami punya, kami meminta Walikota untuk memecat lurah ini, dan usir keluar dari Winangun Satu. Kami masyarakat tidak menginginkan pemimpin yang memiliki karakter seperti beliau,” ujarnya.

Lurah Winangun Satu Sheny Sege ketika dikonfirmasi mengatakan, laporan soal pungli oleh Pala ini diterima melalui telepon dari Call Center 112.

“Kamis (17/4/2020) lalu sayang menerima telepon bahwa ada Pala di Winangun Satu yang menerima uang dari warga dan disertai bukti kwitansi,” ujar Sege.

Sementara itu Camat Malalayang Reyn Heydemans ketika dikonfimasi mengatakan, pemecatan Pala satu Kelurahan Winangun Satu dan pelantikan pala yang baru sudah sesuai prosedur karena dilakukan atas rekomendasi lurah.

“Ada aduan warga yang disampaikan langsung kepada sayang terkait pungli yang dilakukan oleh Pala Satu untuk pengurusan berkas di Capilduk. Bahkan kami miliki kwitansi penerimaan uang yang ditandatangi oleh Pala bersangkutan,” kata Heydemans. Camat tidak memungkiri kinerja Pala Satu Kelurahan Winangun Satu sangat baik namun sangat disayangkan kesalahan yang dilakukannya sudah tidak bisa ditolerir lagi.

“Pungli itu pelanggaran berat dan konsekuensinya diganti. Ini biar menjadi pelajaran bagi semua Pala di Malalayang untuk jangan pernah melakukan pungli dalam pengurusan berkas warga,” tukas Camat.

(*/Mat)

Sambut Manado Fiesta 2019, Camat Malalayang Full Gelar Kegiatan

Ibu Camat Malalayang, Deisy Kalalo saat membuka kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Rangkaian Manado Fiesta 2019 yang pembukaannya dilaksanakan, Sabtu (27/7/2019) telah disambut jauh sebelumnya oleh pemerintah Kecamatan Manado, Kota Manado. Hal tersebut seperti disampaikan Deisy Kalalo, SE.,M.AP, Kamis (25/7/2019) saat diwawancarai Suluttoday.com. Menurut Deisy telah menggelar beragam kegiatan lomba guna memeriahkan dan mengisi iven Manado Fiesta.

”Kita pemerintah Kecamatan Malalayang sudah siap menggelar iven Manado Fiesta 2019. Penyambutan untuk menyemarakkan Manado Fiesta telah kita selenggarakan melalui kegiatan lomba, diantaranya lomba hias Taman Bunga tiap Lingkungan, yang melingkupi aspek kebersihan dan estetika tentunya. PPK dan masyarakat umumnya di Kecamatan Malalayang diperintahkan bersih-bersih lingkungan,” ujar Kalalo yang juga mengatakan pihaknya mengikuti Karnafal disaat pelaksanaan Manado Fiesta.

Lomba penataan taman bunga di Kelurahan Malalayang Satu (FOTO Suluttoday.com)

Lanjut ditambahkannya bahwa pihaknya juga melaksanakan kegiatan lomba poco-poco, lomba fasion show, olahraga, dan keseluruhan lompa tersebut dalam rangka melatih disiplin masyarakat, serta khususnya penyelenggara pemerintah atau birokrat (pegawai). Kalalo berharap masyarakat Malalayang ikut menyukseskan Manado Fiesta 2019, Sabtu (27/7/2019).

Tim penilai dari Kecamatan saat berada di Kelurahan Malalayang Dua (FOTO Suluttoday.com)

”Jumat (26/7/2019) besok, kita juga melaksanakan lomba poco-poco antar Kelurahan, dimana Malalayang terdiri dari 9 Kelurahan semua berpartisipasi. Kemudian, lomba fasion show untuk PKK, kategori anak-anak 10 tahun kebawah dan pegawai menampilkan pakain Kain Manado. Selain itu, olahraga voly antar Kelurahan yang diikuti para pegawai dan Kepala Lingkungan, lomba bersih-bersih antar Kelurahan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Malalayang berpartisipasi penuh pada suksesnya iven Manado Fiesta 2019, Sabtu ini,” ucap Kalalo menutup. (*/Redaksi)

Pimpin Rakor, Camat Deysi Tegaskan Lurah dan Pala Optimalkan Tugasnya

Camat Deysi saat memimpin rapat koordinasi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah melakukan ibadah bersama para Lurah di 9 Kelurahan se-Kecamatan Malalayang dan Kepala Lingkungan, sekaligus staf dijajaran di Kecamatan Malalayang Kota Manado, Senin (12/3/2018). Camat Malalayang, Deysi Kalalo, SE.,M.Si langsung memimpin rapat koordinasi (Rakor) yang bertempat di Lantai 2 Kantor Camat Malalayang.

Melalui Rakor tersebut Camat Deysi menegaskan pentingnya para Lurah dan Kepala Lingkungan menjawab beragam keluhan masyaraka di wilayahnya masing-masin. Menurutnya ada keluhan masyarakat terkait kebersihan Lingkungan yang perlu direspon secara baik.

”Saya banyak menerima keluhan dan bahkan protes dari warga berkaitan dengan kebersihan Lingkungan. Memang kita sudah sepakati bersama bahwa untuk kebersihan itu ada retribusinya, jangan sampai Lurah serta Kepala Lingkungan tidak memberikan argumen atau alasan sesuai aturan kepada masyarakat yang belum paham soal ini. Saya meminta Lurah dan Kepala Lingkungan menjawab beragam pertanyaan itu dengan kerja nyata,” ujar Deysi yang didampingi Sekretaris Camat Malalayang.

Lanjut mantan Camat Tikala itu menilai apapun yang menjadi kendala dilapangan yang ditemui Lurah maupun Kepala Lingkungan merupakan konsekuensi logis dari komitmen kita melayani masyarakat. Camat Deysi menghimbau agar Lurah bersama Kepala Lingkungan terus bersinergi, mengutamakan tugas pelayanan publik.

”Itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat. Tak perlu dijadikan seperti beban dalam menjalankan tugas, tapi semua yang menjadi tugas Lurah, Kepala Lingkungan dan kita semua adalah tanggungjawab sebagai seoranag birokrat, abdi negara. Jangan sedikit saja mengeluh atau tidak menuntaskan pekerjaan, ayo kita kejar target yang belum dicapai,” tutur Deysi tegas yang juga menegaskan agar Kepala Lingkungan mengutamakan tugas pokoknya. (*/Redaksi)

Wawali Mor Bastiaan Pimpin Langsung Bersih-Bersih Sampah

Wakil Wali Kota Manado saat didampingi sejumlah pimpinan SKPD (Foto Ist)

Wakil Wali Kota Manado saat didampingi sejumlah pimpinan SKPD (Foto Ist)

MANADO – Jalankan program Gerakan Manado Bersih, langsung dipimpin Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan SE, Jumat (17/6/2016) yang turun memimpin sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di pemerintahan Kota Manado. Menyisir sejumlah lokasi, pemerintah Kota Manado melakukan bersih-bersih sampah.

Wawali Mor Bastiaan bersama tim gabungan yang terdiri dari Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Roy Mamahit, Kepala Dinas Kebersihan Julises Oehlers, Camat Malalayang Rivo Budiarto, Dinas Parawisata, dan Kebudayaan Hendrik Warokka, membersihkan lingkungan di kawasan Malalayang.

Salah satu sasarannya yaitu membersihkan sampah di drainase yang tersumbat di depan pintu masuk Rumah Sakit Kandou Malalyang. Lainnya, di derah perbatasan Manado-Minahasa, tepatnya di sepanjang jalur wisata kuliner pantai Malalayang. Wawali Mor menghimbau warga agar ikut menjaga kebersihan dan membuang sampah tepat waktu dan pada tempatnya.

”Iya kita turun melakukan bersih-bersih lingkungan, drainase yang tersumbat kita normalkan. Selain itu, saya berharap masyarakat ikut memberikan dukungan penuh dengan partisipasi membuang sampah pada tempatnya, ikut menjaga kebersihan dan waktu buang sampah bisa diperhatikan sesuai Perda yang ada,” ujar Mor Bastiaan. (*/Amas)

Terseret Air Nyawa Fredy Melayang, Ini Penyampaian Camat Malalayang

Masyarakat ketika mengevakuasi korban (Foto Suluttoday.com)

Masyarakat ketika mengevakuasi korban (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kejadian yang tidak diduga kembali terjadi, dimana warga Batu Kota Lingkungan 3 Kecamatan Malalayang, meninggal dunia akibat terseret air dan longsoran tanah. Berdasarkan informasi dari Camat Malalayang Laurens Umboh kepada wartawan menjelaskan tentang kronologi kejadian tersebut terjadi pada, Kamis (21/1/2016) pagi tadi.

Dimana korban yang meninggal atas nama Fredy Tengker (61), tinggal didekat sungai yang ada di Kelurahan Batu Kota. Kemudian ada tanah longsor dan saat itu air sungai sedang naik, ketika itu korban sedang berada di dekat lokasi longsor dan terseret dengan air sungai dan longsoran tanah.

“Korban tewas bukan karena tertimbun tanah longsor, melainkan terseret dengan air sungai dan longsoran tanah. Korban hanyut sekitar kurag lebih 20 meter pada posisi kepala dibawah dan kaki di atas, dan terhalang dengan batang pohon kelapa jadi bisa langsung di evakuasi oleh masyarakat,” ujar Camat Malalayang Laurens Umboh.

Ditambahkannya lagi bahwa korban sudah tidak dibawah ke Rumah Sakit karena ditemukan sudah meninggal dunia. “Korban sudah tidak dibawah ke Rumah Sakit karena sudah meninggal, dan saat itu sudah ada di lokasi kejadian aparat dari Koramil dan kepolisian serta pemerintah setempat,” papar Umboh. (Tim Redaksi)

iklan1