Tag: ceo

Menpar Arief Yahya Ingatkan 3A di Labuan Bajo

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Hingar bingar Tour de Flores sudah berakhir Senin malam, 23 Mei 2016, kemarin. Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan delapan bupati di Flores yang dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, untuk percepatan Badan Otoritas Pariwisata-nya (BOP).

“Tugas utamanya, memastikan dan mengawal konsep 3A sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama,” ujar Arief Yahya.

Yang dimaksud 3A itu adalah Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal Atraksi, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, kehebatan NTT dengan ikon Komodo. Termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Komodo, Rinca, Wae Rebo sampai ke Ende yang punya danau Kelimutu, Alor, Larantuka, dan semua potensi wisata yang ada di pulau eksotik itu.

“Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!” tutur Arief Yahya.

Soal Akses, Arief Yahya juga sudah mendapatkan komitmen dari Menhub Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara.

“Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat. Soal Amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut. Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup. Dan untuk membangunnya butuh waktu.

Belum lagi kelengkapan untuk convention, conference, meeting, dan expo, yang bisa menjadi harus ada untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik. Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu?.

“Dua-duanya harus dimulai secara paralel! Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan)? Karena di tiga tempat inilah yang paling siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” papar Arief Yahya.

Karena itulah, Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung. Satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat di proses, hanya dalam tiga bulan. Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana.

“Bupati dan Gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” kata Arief Yahya.

Lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektar. Ini sudah diserahkan lagi 757 hektar di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung.

“Dan sekarang gubernur menyiapkan lahan lagi 1000 hektar di Bangka untuk KEK. Ini bisa menjadi pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi,” kata Arief Yahya.

Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya. Akhirnya, Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara TDF 2016 itu.

Gubernur NTT, 8 Bupati, ISSI, para sponsor, media dan masyarakat luas yang welcome dengan sport tourism ini. Secara khusus dia juga berterima kasih pada PT Telkom yang secara khusus membantu menyediakan akses informasi di 6 media center di 6 kota dari start hingga finish.

Menpar juga mendapat laporan, di Larantuka, Telkom memfasilitasi para pelajar dengan wifi corner berkecepatan 100 Mbps sehingga memudahkan mereka mengakses internet dan mempublikasikan keindahan kotanya. Akses internet mobile dari Telkomsel berupa layanan 4G LTE di Larantuka dan Labuhan Bajo.

l”Makin banyak yang up load ke media sosial, makin membuat TDF 2016 nge-hits, makin memperkenalkan Flores dan promosi Komodo Labuan Bajo yang mendunia!” ungkap Arief Yahya mengapresiasi PT Telkom.(*)

Menpar Sampaikan Standar Kota Kreatif, Tempat untuk Berkreasi

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto Ist)

MALANG – Komit menjalankan program disektor Kepariwisataan, Menpar Arief Yahya menyarankan agar Kota Malang secepatnya punya wadah bagi anak-anak muda kreatif. Buatkan mereka incubator, tempat untuk berkreasi, menemukan model, menguji hasil-hasil kreativitas mereka, sebelum produk dan start up company-nya dilepas di pasar yang penuh dengan persaingan bebas.

”Di sini inilah digodok, creative value-nya. Mereka dibina, ditata, agar siap, kuat, berani bersaing,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Arief Yahya memang punya pengalaman ketika memimpin PT Telkom Indonesia dan membina anak-anak muda yang berminat berbisnis dengan basis digital. Modal semangat saja tidak cukup buat berbisnis dari nol. Kesimpulannya, yang sukses sebagai pebisnis startup di industri kreatif digital hanyalah 5%! Sisanya, 95% gagal total.

”Pertanyaannya, bagaimana mengubahnya? Membuat kiat agar 95%-nya yang sukses?,” ucap Menpar Arief Yahya.

Semua tahapan creativity dan commerce (C-2-C) harus dijalankan langkah demi langkah, satu per satu. Di setiap tahap atau level dilakukan market validasi. Dites, apakah dibutuhkan pasar atau tidak? Kalau tidak, segera stop, sebelum naik ke level berikutnya. ”Otomatis, hanya konsep kreatif yang marketable yang bisa naik, bisa dilanjutkan ke level komersialisasi,” ungkap Marketeer of The Year 2013 ini.

Arief Yahya memang CEO yang unik. Hobinya mengutak-atik konsep dan menciptakan rumus-rumus manajemen modern. Rumus-rumus yang pernah keluar dari pikirannya, banyak terinspirasi dengan implementasi yang dilakukan PT Telkom yang pernah dia genjot hingga reveue-nya double dalam dua tahun.

”Saya berteori, membuat rumus itu, sudah saya validasi, sudah saya terapkan, bukan di awang-awang,” kata Alumni ITB, Surrey University Inggris dan Program Doktor dari Unpad Bandung itu.

Apa saja yang harus di validasi? Dari start up company? Jawabannya, dari level yang paling basic! Dari nurturing creativity, selecting, value validation, costumer validation, product validation, sampai ke business model validation, dan berakhir di market validation. “Pilih berdasarkan nilai keekonomian. Itulah intisari dari comparative strategi, atau C yang pertama dari 3C (comparative, competitive, dan cooperative, red) itu,” kata Arief Yahya.

C kedua adalah Competitive Strategy, apakah produk yang didesain dan diproduksi itu bisa bersaing dengan produk sejenis yang sudah eksis terlebih dahulu? Plus minus produk kita, dilawankan plus minus produk competitor. Harus memilih strategi apa untuk memenangkan pertarungan? C yang ketiga adalah cooperative atau kolaboratif strategi, bergabung dengan sesama perusahaan startup? Atau bergabung dengan perusahaan lintas industri? Istilahnya “join the winner.”

Contohnya, Christiano Ronaldo itu cuma satu, Messi juga hanya satu, Tuhan tidak menciptakan dua orang yang sama di satu posisi striker atau pencetak gol. Tetapi apakah itu berarti Tuhan tidak ingin ada orang lain bisa bermain bola?/

”Jawabnya, pasti: tidak! Anda masih boleh bermain bola, tetapi kalau bersaing dengan 2 pesepakbola di LaLiga itu, ya jangan berebut dengan mereka di posisi yang sama? Kan masih ada bek kiri, bek kanan, kipper, stopper, libero, playmaker, yang tidak mereka mainkan? Itulah pentingnya membuat posisioning? Dari sini pula, jangan membuat sesuatu dari nol,” jelas Menpar Arief Yahya.

Ingat, hanya 1,5% startup yang berhasil mendapatkan pinjaman modal dari bank? Atau fundable, dipercaya bank untuk memperoleh pinjaman? Dari 20 startup yang terlahir, hanya 1 startup yang berhasil? Tingkat kegagalan 95%. Itu juga kesimpulan dari penelitian yang dilakukan Shikhar Gosh, dari Harvard Business School. Di semua industry kreatif, kata Arief, bukan hanya startup digital, rumus itu masih bisa berlaku di bidang lain.

Misalnya di fashion, merancang mode, menciptakan konsep, harus dites bagaimana selera pasar, harus berangkat dari basic mode yang menjadi trend disukai orang. Sebelum diproduksi, dipromosikan dan dipasarkan ke public, harus dites atau divalidasi terlebih dahulu. Itu juga terjadi di kuliner, IT, aplikasi, craft, publishing, design, film, digital, dan lainnya.

Yang akan mempercepat sukses, lanjut Arief Yahya, harus ada endorser. Bisa tokoh, seseorang yang sudah memiliki personal branding yang kuat, atau perusahaan yang sudah punya reputasi internasional. Misalnya, untuk makanan, bisa Indofood menjadi “bapak asuh” alias endorser. Untuk bidang digital, Telkom bisa menjadi pendorong untuk maju.

”Pemerintah daerah, seperti Malang yang sedang menjadi tuan rumah ICCC — Indonesia Creative Cities Conference 2016 harus konkret membuat wadah anak-anak kreatif itu,” pesan Arief Yahya pada Malang Creative Fusion (MCF) yang saat ini sudah mempersiapkan lima event yang akan digelar bareng ICCC, 30 Maret–5 April 2016.

Setelah strat up itu kuat, siap mandiri, pantas bersaing, dan punya commercial value yang tinggi, baru Kemenpar akan mempromosikan di kancah nasional dan internasional. Arief Yahya menuliskan konsep C2C –Creativity to Commerce– Startup Model ini memang untuk membantu para pebisnis startup Indonesia dalam mendirikan bisnis mereka.

Itu yang bisa diimplementasikan di Malang, salah satu kota kreatif di Jawa Timur. Seperti diketahui, ada 60 kota yang tengah didesain sebagai kota kreatif. Kota Solo tahun 2015 lalu menjadi tuan rumah pertama Konferensi Kota Kreatif Indonesia atau Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), 22-25 Oktober. Itu adalah hasil pertemuan kota kreatif di Bandung, di mana Solo didaulat menjadi tuan rumah ICCC 2015.

Pertimbangannya, Solo menjadi salah satu inisiator kota kreatif bersama empat kota lainnya, seperti Denpasar, Bandung, Jogja dan Pekalongan. Tahun 2016 ini giliran Malang, yang menjadi tuan rumah, bersamaan dengan HUT Kota-nya.(**/Amas)

Ridwan Kamil, dan Risma Mencuat di Pilkada DKI Jakarta

Ridwan Kamil (Foto Ist)

Ridwan Kamil (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Dinamika politik khususnya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) mulai menghentak. Seperti di DKI Jakarta juga telah mulai santer berbagai nama yang akan diusung maju dalam Pilgub DKI Jakarta, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tengah disorot sebagai bakal calon potensial menduduki kursi DKI‎ 1 dalam Pilkada 2017 versi Cyrus Network. Bagaimana respons pria berkacamata yang akrab disapa Emil ini?

“Saya enggak bisa menghalangi orang bikin survei. Hasilnya seperti apa juga tidak terlalu saya pikirkan,” kata Emil di rumah dinasnya atau Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat malam (8/5/2015).

Dia menanggapi santai berkaitan namanya masuk sebagai tokoh yang paling banyak dikenal publik DKI versi lembaga survei tersebut. Selain Emil, dua sosok lainnya yang merajai survei Cyrus yaitu Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini‎ (Risma).

Emil nampak merendah dengan hasil survei yang dipaparkan Cyrus. “Saya cuma merasa baru mulai di Bandung. Kadang-kadang kalau dengan berita begitu tuh yang ramai bukan saya dan Ahoknya, tapi yang ramai itu orang-orang di luar itu,” ujar Emil.

Survei berlangsung pada 24 hingga 30 April 2015. Responden ialah penduduk yang punya hak suara, minimal 17 tahun atau sudah menikah, sebanyak 1.000 orang. Mereka diwawancarai lewat tatap muka. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,1 persen.

“Tampak, tokoh yang paling banyak dikenal publik DKI adalah Ahok, Risma, dan Ridwan Kamil. Sementara tokoh-tokoh Jakarta lainnya sebagian besar hanya memiliki popularitas di bawah 50 persen,” kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi di Resto ‎D’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2015) kemarin. (Dtk/Faruk)

iklan1