Tag: covid19

Marak Bansos Jadi Ajang Kampanye, AMTI Desak Bawaslu Bergerak

Tommy Turangan, SH, Ketum AMTI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com –┬áMemprihatinkan bantuan sosial (Bansos) yang dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, utamanya dana Bansos yang bermuara dari dana rakyat. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH, mengajak semua elemen masyarakat agar ikut mengawasi secara ekstra. Terlebih Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan institusi penegak hukum agar memperhatikan adanya dugaan deviasi anggaran APBN dan APBD.

”Laporan dari masyarakat, baik di Sulawesi Utara dan beberapa Provinsi lainnya bahwa dana penanggulangan serta pencegahan Covid-19 disalahgunakan Kepala Daerah. Apalagi menjelang Pilkada, maka dengan itu AMTI mengajak sekaligus mendesak Bawaslu agar jangan diam. Lembaga penegak hukum juga secepatnya bergerak antisipasi dilapangan. Bila kedapatan ada oknum Kepala Daerah yang menggunakan dana APBN dan APBD untuk kepentingan politiknya, segera diberikan sanksi tegas,” ujar Tommy, Minggu (10/5/2020) yang mengaku kalau sudah marak terjadi praktek politisasi Bansos saat ini.

Lebih lanjut, aktivis vokal itu menambahkan soal prioritas Bansos yang perlu digenjot pemerintah. Dalam soal mempercepat eksekusi Bansos agar segera diterima masyarakat terdampak Covid-19 adalah hal penting yang diperhatikan pemerintah. Tidak hanya itu, Tommy mengingatkan agar pemerintah memperhatikan kualitas Bansos yang didistribusikan ke masyarakat. Jangan sampai ada produk atau Sembako yang diberikan kadaluarsa atau kualitas rendah.

”Ada juga dibeberapa tempat Bansos yang diberikan ke masyarakat itu prodak yang kadaluarsa. Ini menjadi catatan dan harus diperhatikan pemerintah. Selain itu kami meminta pemerintah memahami priorotas di tengah masyarakat, dimana mereka menghendaki agar Bansos segera digulirkan. Selain tepat sasaran, juga mesti cepat. Jangan berbelit-belit, sembari tetap memperhatikan ketentuan aturan yang berlaku. Bansos diduga jadi anjang kampanye para kepala dearah yang akan maju, ini pun menjadi realitas yang memprihatinkan. Praktek yang membahayakan, kami kutuk cara-cara seperti itu. Miris sekalai tidak bisa mengelak lagi setiap bantuan selalau ada logo partai, instansi berwenang tolong cepat ambil sikap. Jangan diam,” kata Tommy jebolan Fakultas Hukum Unsrat ini menutup.

(*/Bung Amas)

Mahasiswa, Pemuda Milenial dan Dunia Pendidikan Produktif

Farlan Lengkong, S.IP.,MAP (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Farlan Lengkong, S.IP.,MAP, Ketua DPD GMNI Sulut

Wabah covid-19 telah menjadi sebuah tragedi bumi yang melumpuhkan segala bidang yang ada di dunia ini, salah satunya adalah dunia pendidikan. Khususnya di Indonesia saya melihat begitu merosotnya tingkat belajar siswa maupun mahasiswa karena pengaruh wabah covid-19, tentunya efek ini akan berdampak pada keterlambatan produktivitas dunia pendidikan kita di Indonesia.

Saya pikir salah satu solusi untuk tetap menjaga stabilitas dunia pendidikan kita adalah bagaimana peranan mahasiswa dan pemuda milenial untuk turut terlibat dalam situasi ini. Yang pertama mengenai mahasiswa sebagai kaum intelektual atau pemikir muda bisa berperan sebagai agen di lingkungan atau di kampungnya atau juga keluarga terdekatnya untuk turut mensosialisasikan dan memberi pemahaman himbauan pemerintah maupun segala bentuk pencegahan yang harus masyarakat patuhi dalam menghadapi pademi ini yang pada kenyataanya masih banyak rakyat kita yang masih belum memahami betul mekanisme pencegahan memutus mata rantai covid19 ini.

Selain daripada itu juga sebagai mahasiswa yang dirumahkan bisa terus memperkaya daya intelektualitasnya dengan budayakan membaca, baik teori maupun fakta-fakta empiris sehingga bisa menjadi pedoman penulisan karya ilmiahnya, bahkan bisa lebih bagus lagi kita telah menulis atau menyelesaikan karya ilmiah kita misalnya proposal ilmiah, skripsi dan sebagainya.

Lewat media aplikasi online misalnya Zoom juga kita bisa saling berdiskusi dan mengajak teman kita sesama mahasiswa untuk membahas materi-materi perkuliahan sehingga dengan keterbatasan ini kita masih tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan akademik yang harus dipenuhi dalam perkuliahan. Yang kedua mengenai pemuda milenial yang disini saya kategorikan pemuda yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi tapi paham akan teknologi berdasarkan autodidak.

Kita juga sebagai pemuda milenial bisa berperan sebagai agen seperti mahasiswa yang saya maksudkan. Inisiatif gerakan yang bisa dilakukan selain melakukan sosialisasi secara masif di media sosial kita juga bisa terus membaca link-link yang bermanfaat untuk kebutuhan masa depan kita, dengan memanfaatkan teknologi kita juga bisa saling mengajak dan berdiskusi lewat media online bersama kerabat kita sesama pemuda milenial misalnya ada yang mau ke dunia bisnis bisa memperdalam ilmu bisnisnya ataupun bidang lainnya.

Nilai penting kita sebagai mahasiswa dan pemuda milenial disitu adalah tetap mau bergerak dan berinisiatif secara terus-menerus sehingga secara langsung kita telah mempraktekan pendidikan lingkungan yang tetap produktif walaupun ditengah keterbatasan situasi ini, sehingga kita secara tidak langsung juga telah mencegah kemerosotan dunia pendidikan di Indonesia yang memaksa kita dengan keterbatasan situasi ini untuk terus produktif.

Dengan inisiatif tersebut saya pikir akan menjadi faktor perangsang bagi mahasiswa dan pemuda milenial lainnya yang masih pasif untuk melakukan hal yang sama sehingga semakin banyak pemuda milenial yang punya inisiatif maka akan semakin produktif. Senada dengan itu, maka kita telah membantu negeri ini khususnya dalam bidang pendidikan agar tetap produktif dan stabil, sehingga efek dari pademi covid19 tidak akan terlalu berpengaruh buruk terhadap kemajuan bangsa kita kedepan, karena salah satu faktor kemajuan bangsa terletak pada dunia pendidikan.

HUT ke 11, Friends Entertainment Berbagi Kasih di 11 Kota

Pemberian bantuan sosial di Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Friends Entertainment mengadakan kegiatan berbagi kasih bagi warga yang terdampak dari COVID-19 atau virus corona. Kali ini, sumbangan berupa sembako untuk warga miskin itu dilaksanakan di 11 Kota mulai dari Aceh sampai Monokwari. Tak ketinggalan pula, Kota Manado masuk salah satu Kota yang disalurkan bantuan.

“Kegiatan ini rangkaian HUT ke 11 Friends Entertainment. Sehingga kami sasar 11 Kota di Tanah Air termasuk Manado, karena Manado dapat kepercayaan dari friends entertainment kepada Yulitha dan Friends,” kata Yulita Kalesaran selaku Koordinator Kegiatan, Kamis (30/04/2020).

Sementara dikatakan Hesi Lamasuge, pembagian sembako di Kota Manado berlokasi di daerah Taas, Paal 2, Perkamil, Bahu dan Malalayang.

“Friends Entertainment milik artis Teuku Zacky ini adalah salah satu adalah Event Organizer (EO) besar di Indonesia yang bernaung pada PT. Kwartet Vaganza Indonesia,” terang dia.

Kebersamaan menuju pembagian bantuan (Foto Istimewa)

Hesi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada sponsor pendukung, yaitu Jie Decor Sinar Event Management Co Lens, JNE Expres, Pertamina foundation, Sucofindo, Surveyor Indonesia yang sudah membantu sehingga terlaksananya kegiatan berbagi kasih.

“Sukses buat friends entertainment dan semoga semakin berkarya lebih luar biasa lagi,” tandas Hesi Lamasuge.

(*/don)

Patungan, Brian Tulungen Cs Turun Bantu Warga Manado Terdampak Covid-19

Penyerahan bantuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penyebaran wabah Covid-19 atau yang umumnya kita sebut Virus Corona memang diakui membawa dampak tersendiri bagi masyarakat. Terlebih problem ekonomi yang kini dirasakan sebagian sebasar masyarakat Kota Manado. Pasalnya, untuk menghindari serangan penyakit menular tersebut, masyarakat diminta untuk tetap beraktivitas di rumah. Kemudian, melakukan social distancing.

Melihat kondisi masyarakat tersebut, Brian Tulungen bersama teman-temannya turun tangan. Mereka prihatin dengan situasi itu, lalu mengambil bagian berkontribusi kepada masyarakat. Kepada Suluttoday.com, Senin (20/4/2020), Brian menyampaikan pihaknya tengah melakukan bagi-bagi sembako pada masyarakat terdampak Covid-19 di seputaran Kota Manado.

”Saya bersama teman-teman tersentuh melihat situasi masyarakat Manado saat ini. Kita turun untuk membantu para warga Kota Manado dengan cara patung-patungan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Berbagi sentuh langsung kita salurkan ke Ojol dan Orang tua murid PAUD Puspa Dendang Dalam. Bantuan ini berupa makanan siap saji dan sembako,” ujar Brian.

Ia juga menambahkan, kegiatan sosial tersebut dilaksanakan selama 3 hari. Pelaksanaannya mulai dari tanggal 13 April sampai, Senin 20 April 2020, dalam proses pembagian makanan siap saji didata dan ditinjau langsung Christifel Kansil dan juga Chris Kanine yang rela turun lapangan agar tidak salah sasaran bantuan disalurkan. Penyaluran sembako tetap pada aturan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu juga disampaikan Koordinator, Muhammad Natsir.

(*/Ran)

Bicara COVID-19, Ketum LPK Khaira Ummah Ingatkan Masyarakat Sulut

Sahrir A Bafagih, SIP (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Umum (Ketum) Lembaga Pemberdayaan Keumatan (LPK) Khaira Ummah, Sahrir A Bafagih, SIP, diminta soal bicara terkait strategi mencegahan dan penanganan Virus Corona (COVID-19). Aktivis vokal itu menilai usaha pemerintah yang sedang giat-giatnya memerangi penyebaran COVID-19 harus disupport.

“Kita melihat Pak Presiden dan Wapres begitu total memerangi penyebaran COVID-19. Komponen rakyat harus ikutan mendukung ini. Apalagi penyebaran wabah ini begitu cepat, sehingga perlu kekompakan mengantisipasinya,” ujar Sahrir, Jumat (17/4/2020) saat diwawancarai wartawan Suluttoday.com.

Selain mengajak publik bersama perang melawan COVID-19, Ketum Sahrir juga menuturkan bahwa kondisi darurat COVID-19 tidak sertamerta membuat masyarakat saling memutus hubungan sosialnya. Silaturahmi dan kebersamaan juga perlu dirajut masyarakat.

“Kita diminta menjaga jarak sosial atau social distancing, terutama warga Sulawesi Utara mari kita patuhi. Selain itu, bukan lantas alasan itu kita memutuskan hubungan sosial. Bagi saya, silaturahmi teruslah dirajut. Ditengah situasi ini kita sangat butuh kekuatan kolektif,” kata aktivis muda NU ini.

Sahrir yang juga Ketua DPW HPN (Himpunan Pengusaha Nadhiyin) Sulawesi Utara menuturkan pula bahwa gerakan memutus mata rantai percepatan penyebaran COVID-19 perlu terus-menerus disosialisasikan ke masyarakat. Selain itu, para tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 untuk mewasdiri sambil tetap bekerja profesional. Sahrir juga memberi perhatiannya kepada para pekerja media.

“Memang virus ini mengalami mutasi yang cepat. Tapi juga kita meminta, mengajak dan mengingatkan para petugas medis untuk membuka data ke publik secara baik dan benar. Ini bermaksud menghindari kemanikan rakyat. Tidak hanya itu, menaruh hormat dan mendukung kerja para tenaga medis ini. Tetaplah waspada, bekerja profesional,” ujar Sahrir, jebolan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado ini.

Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini mengharapkan semua eleman rakyat mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Sembari tidak ikut-ikutan menyebar informasi hoax ke masyarakat maupun melalui media sosial.

(*/Bung Ams)

iklan1