Tag: CPNS

Wali Kota Manado: Terima Kasih Kepala Badan Kepegawaian Negara Regional XI

Frans Mawitjere dan Corry Tendean saat SKD (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado, melalui Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI yang memfasilitasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Manado tahun 2018.

Hal itu dikatakan Wali Kota Vicky Lumentut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere SH, dalam pembukaan SKD melalui CAT bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Manado Tahun 2018, di ruang CAT BKN Regional XI, Mapanget, Sabtu (3/11/2018).

“Selaku pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya serta apresiasi yang tinggi kepada kepala Badan Kepegawaian Negara Regional XI, yang telah memfasilitasi dengan menyediakan tempat serta seluruh fasilitas pendukung bagi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar melalui CAT untuk pemerintah Kota Manado tahun 2018,” ujar Vicky Lumentut, seperti dikutip Asisten Mawitjere didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Manado Corry Tendean SH.

Dirinya juga berterima kasih kepada BKD Manado serta tim seleksi yang telah bekerja keras dan bekerja Cerdas untuk menyelenggarakan tahapan seleksi bagi pelamar CPNS Pemkot Manado.

“Pelaksanaan tes hari ini adalah tahapan terpenting yang menentukan langkah peserta untuk mewujudkan keinginan menjadi seorang Abdi Negara. Peserta harus optimis, karena optimisme bisa membangun kepercayaan diri dalam mengikuti tes. Kerjakan semua soal dengan fokus dan tenang dan jangan lupa satu hal yang sangat penting tetap andalkan Tuhan,” tukas Wali Kota Vicky Lumentut, seraya mengucapkan selamat mengikuti tes SKD melalui CAT kepada seluruh peserta Pelamar CPNS Pemkot Manado Tahun 2018.

Sementara itu, Kepala BKN Regional XI Wakiran SH MH mengatakan peserta yang mengikuti SKD CAT adalah mereka yang lulus pada seleksi pertama yaitu seleksi Administrasi.

“Untuk seleksi SKD ini meliputi tiga hal yang akan diujikan yakni Tes Wawasan Kebangsaan, ini harus mencapai batas Passing grade yg ditentukan adalah 75, Tes intelegensia Umum, batas Passing grade adalah 80 dan Tes Karakteristik Pribadi, nilai ambang batasnya adalah 143,” kata Wakiran.

Dirinya berharap peserta dapat memenuhi kriteria tersebut. Dan sebagaimana telah ditetapkan oleh kebijakan Pusat, untuk Passing grade ini dikecualikan bagi putra-putri terbaik, penyandang disabilitas, termasuk mereka yang melamar dari Provinsi Papua Barat maupun Papua, juga pelamar dari olahragawan berprestasi internasional termasuk tenaga guru dan tenaga medis dari eks kategori 2.

Lanjut dikatakan, pelamar Pemkot Manado yang tercatat di BKN Regional XI sebanyak 1715 memperebutkan 199 formasi yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Ke-199 formasi tersebut terdiri dari 44 guru, 102 tenaga kesehatan, dan 50 tenaga teknis lainnya, serta 3 untuk K2.

“Seleksi CPNS ini, dilaksanakan terintegrasi secara Nasional dengan menggunakan sistem CAT. Sistem ini adalah sistem yang paling transparan, akuntabel mudah memberikan akses informasi kepada berbagai pihak. Pada saat pelaksanaan seleksi ini juga sudah disediakan TV monitor di beberapa tempat yg bisa diakses oleh publik secara Real Time. Itulah prinsip transparan kami, dan dengan metode ini Pemkot Manado bisa mendapatkan putra-putri terbaik yang memiliki kualifikasi, kopetensi yang diharapkan untuk dapat membangun potensi yg ada di Pemkot Manado,” pungkas Kepala BKN Regional XI.

Formasi Tes SKD Pemkot Manado dibagi dua hari yakni Sabtu dan Minggu. Dimana tes yang dilaksanakan adalah Umum, gabungan dari semua jurusan yang diterima sesuai format penerimaan CPNS Pemkot Manado Tahun 2018. Hari Sabtu sebanyak 1000 pelamar sisanya 715 menjalani tes pada hari Minggu. Dari 1000 pelamar pada hari pertama hanya 966 yang ikut tes, dengan demikian 34 pelamar yang “bolos” sudah bisa dipastikan gugur dengan sendirinya. (*/Redaksi)

CPNS Kemenkumham Dikuliahi ‘Wanita Bertangan Besi’

Olvie Atteng ketika memberikan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Puluhan CPNS Kemenkumham RI Golongan II, Jumat (13/07/2018) mendapatkan pelajaran berharga dari sosok Wanita Bertangan Besi yang ada di jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Olvie Atteng selaku Kepala Bapenda Sulawesi Utara yang disebut Wanita Bertangan Besi karena ketegasan serta peran penting membangkitkan semangat Bapenda.

Dalam mendulang dana bagi kas daerah diberikan kesempatan untuk membekali 72 peserta studi lapangan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham di aula UPTB Manado. Dalam membekali peserta, Atteng memberikan informasi tentang pelayanan publik dengan sejumlah inovasi hebat yang telah diterapkan kurun waktu setahun terakhir dibawah kepemimpinannya.

Peserta studi lapangan antusias mendengarkan arahan Pelayanan Publik (FOTO Ist)

Peserta studi lapangan yang fasilitasi Badan Diklat Sulawesi Utara nampak bersemangat dan antusias karena diberikan kesempatan untuk berdialog dengan tim khusus Bapenda serta Kepolisian. Tak lupa, peserta pun diberi kesempatan meninjau langsung pelayanan publik di UPTB Manado.(Cat)

Gubernur Ahok Lantik Mantan Wartawan Jadi Lurah

Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Foto Ist)

Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Foto Ist)

JAKARTA – Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di DKI Jakarta oleh Basuki Tjahaja Purnama cukup menarik untuk disimak. Dari ribuan PNS yang dilantik di halaman Balai Kota, Jakarta, Ahok sapaan akrab Basuki juga melantik seorang mantan wartawan di harian Suara Pembaruan. Dia adalah Erwin Lobo yang terpilih menjadi Lurah Pondok Kopi, Jakarta Timur.

“Sebelum jadi PNS, saya wartawan dulu selama 9 tahun dari 2001 hingga 2009,” ujar Erwin ketika dihubungi merdeka.com, Jakarta, Minggu (10/1).

Kata Erwin, sebelum dirinya menjadi PNS dirinya jadi CPNS angkatan 2010 ditempatkan menjadi staf Dinbas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan DKI Jakarta. Setelah itu, lanjutnya, dirinya dipindahkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, hingga akhirnya dirinya menjadi Lurah Pondok Kopi.

“Saya ikut seleksi terbuka mas, saya lihat kriterianya masuk jadi saya coba. Saat itu ujiannya banyak lebih dari 3 kali tes. Ada tes kesehatan, psikotes dan kompetensi dan banyak lagi hingga akhirnya menjadi lurah,” katanya.

Erwin sesumbar akan memulai kebiasaan baru PNS dengan menghapus pungutan liar dan gratifikasi. “Kemudian masuk 5 itu tertib, bersih, disiplin dan itu. Arahan utama itu membersihkan tindakan gratifikasi. Kita ikutin perintah dari pimpinan dan tegas, jadi nggak takut akan tindak (bila ada yang salah). Namun melalui prosedurnya karena itu semua ada prosedurnya,” tambahnya.

Sebelum memutuskan menjadi PNS, diketahui dirinya sempat punya cita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun begitu dirinya tetap bersyukur meskipun cita-citanya pupus ketika dirinya tidak masuk dalam persyaratan.

“Dulu sebenarnya waktu kecil saya ingin tentara mas. Namun enggak lulus karena ya kaca mata ini. Ini semua pilihan hidup, karena pilihan karir. Saya tetap bersyukur saya menjadi lurah,” pungkasnya. (Mrdk/ST)

Belanja Pegawai Kuras Anggaran Pembangunan Sulut

PNS Manado usai mengikuti Apel perdana (Foto Ist)

Ilustrasi PNS di Sulut (Foto Ist)

MANADO – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulut benar-benar ‘disedot’ gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Betapa tidak, komposisi total APBD pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Sulut, lebih dari setengahnya habis untuk belanja pegawai. Evaluasi dari Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas RI, belanja pegawai Sulut menghambat pembangunan.

Dana APBD Sulut banyak digunakan untuk belanja pegawai. Yaitu 50,74%. Sedangkan belanja barang jasa (17,41%). Sedangkan, porsi belanja modal yang merupakan investasi publik, masih rendah. Hanya sekira 22,89%. Padahal, porsi itu krusial membangun daerah. Masih rendahnya porsi belanja modal yang merupakan investasi publik menjadi tantangan pembangunan di Sulut. nilainya.

Pemprov Sulut sendiri butuh anggaran lebih untuk membangun. Namun di sisi lain, perlu juga penambahan PNS. Menurut Sekretaris BKD Sulut Drs Lucky Taju MSi, perlu ada kajian lebih dalam lagi soal penambahan PNS.

”Karena tergantung kebutuhan daerah. Memang kalau dilihat ada yang kabupaten/kota yang kelebihan dan kekurangan PNS,” ujarnya.

Tak serta merta, kata dia, karena serapan belanja pegawai sangat tinggi, kemudian tak bisa diadakan penambahan PNS. ”Karena ada beberapa kabupaten di Sulut yang memang kekurangan PNS. Makanya, harus ada analisis jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK),” jelasnya.

Pemprov Sulut, tambah dia, tetap akan mengusulkan penerimaan CPNS tahun ini. ”Karena ada beberapa SKPD yang kekurangan PNS dan harus ditambah. Namun kita prioritaskan tenaga honorer,” jelasnya. (Fajri Syamsudin).

Sondakh Buka Diklat Prajab CPNS Tenaga Honorer

Hanny Sondakh (Foto Ist)

Hanny Sondakh (Foto Ist)

BITUNG – Bertempat Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga, Walikota Bitung Hanny Sondakh membuka Diklat prajabatan CPNS Golongan I, II dan III yang diangkat dari tenaga honorer kategori I dan II Pemerintah Kota Bitung. Sondakh dalam sambutan menyampaikan prajabatan ini merupakan suatu kewajiban dan diikuti oleh semua CPNS.

”Iini sebuah proses yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus diikuti oleh setiap CPNS sebagai salah satu persyaratan sebelum diangkat menjadi pegawai negeri sipil. oleh karenanya melalui diklat ini diharapkan dapat tercipta wadah aparatur yang memiliki sikap yang bersih dan berwibawa, bekerja efisien, efektif dan disiplin, dapat mengayomi dan meneladani, memiliki prestasi dan dedikasi serta loyalitas yang tinggi, responsif terhadap aspirasi masyarakat serta mampu memberikan pelayanan prima,” ujar Sondakh belum lama ini.

Wali Kota Bitung dua periode ini juga menyematkan kartu tanda peserta kepada perwakilan CPNS. Pelaksanaan diklat diselengarakan Pemkot Bitung pola kemitraan dengan badan diklat Provinsi Sulut selama enam hari yakni terhitung tanggal 8-13 juni 2015 dan diikuti 80 peserta CPNS.

Turut hadir dalam pembukaan Diklat Anggota DPD-RI perwakilan Provinsi Sulut Aryanti Baramuli dan Kaban Diklat Provinsi Sulut Noudy Tendean, SIP, MSI serta Kaban BKD-PP Yossy Kawengian. (Robyantoro H. Hulopi).

iklan1