Tag: daniel tular

Galian Pipa di Lahendong, Dangkal

Ilustrasi pemasangan pipa di Tomohon (Foto Ist)

Ilustrasi pemasangan pipa di Tomohon (Foto Ist)

TOMOHON – Pelaksanaan pekerjaan galian pipa yang sementara dilakukan pada ruas jalan utama Lahendong Kecamatan Tomohobn Selatan, dinilai sejumlah pihak terlalu dangkal alias tidak dalam. Hal ini akan mempengaruhi ketika akan dilakukan pelebaran jalan. Pasalnya, galian yang dangkal mengakibatkan pipa terpasang hamper setinggi bibir jalan.

“Padahal, jika akan dilakukan pelebaran jalan, dipastikan area tersebut akan kena galian lebih dari 30 centimeter dan pipa tersebut akan rusak oleh pembangunan jalan,” ungkap pemerhati Kota Tomohon Daniel Tular.

Berkaitan dengan itu, pemasangan pipa yang belum diketahui peruntukannya, perlu ditinjau kembali akibat pekerjaan yang asal pasang. “Kami menyikapi hal tersebut, dikarenakan ruas jalan yang dilalui pipa dipastikan akan mendapatkan pelebaran. Karena itu, pihak yang melakukan pekerjaan pemasangan pipa diharapkan dapat mengikuti aturan dengan galian yang harus mencapai kedalamam 75 centimeter,” jelas Tular.

Dikatakannya, dengan pemasangan pipa yang asal jadi, juga akan memberikan resiko terhadap ketentraman masyarakat. “Hal ini bisa terjadi ketika akan dilakukan pelebaran jalan, ataupun galian lainnya yang bakal terkendala pipa yang hanya sedalam 15 – 20 centimeter itu. Karena itu, semua pihak yang berkompetin untuk kiranya dapat memperhatikannya , terutama pemilik pekerjaan pemasangan pipa tersebut,” papar Tular. (DavidDT)

Baliho PNS Berlogo Parpol Dibiarkan, Panwas Dituding Pilih Kasih

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

TOMOHON – Menjelang pertarungan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tomohon pada desember 2015 mendatang, sejumlah sudut dikawasan pemukinan dipenuhi berbagai baliho para figure yang berkeinginan untuk bertarung. Namun, diantaranya sangat nyata baliho dari kandidat tertentu yang hingga kini masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan logo partai politik penguasa, sehingga muncul tudingan bahwa Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada bersikap pilih kasih karena tidak ditertibkan.

Hal tersebut diungkapkan pemerhati Kota Tomohon Daniel Tular. Disampaikannya, seharusnya pihak panwas dapat melakukan tindakan tegas dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, apalagi hal tersebut melanggar undang-undang. “Jika perlu diambil dokumentasi dan diteruskan pada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birikrasi, karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran,” ujar Tular.

Pada prinsipnya, Tular berpendapat dengan didiamkannya kondisi seperti ini, sangat jelas keperpihakan pihak Panwas Pemilukada. “Sebab itu, hal seperti ini perlu dikritisi karena sangat diharapkan perjalanan pilwako di Tomohon dapat berjalan sesuai aturan dan berlaku jujur maupun bersih,” jelas Tular.

Dikatakannya, penyesalan ketika seorang personil Panwas Pemilukada Kota Tomohon mengkritisi kendaraan pribadi milik PNS yang menggunakan stiker nama bakal calon Walikota Tomohon, sebab yang bersangkutan seorang incumbent. “Padahal, justru yang wajib ditertibkan adalah baliho PNS yang menggunakan logo parpol. Ini jelas pelanggaran yang harus ditindaklanjuti, bukan didiamkan,” papar Tular.

Hal senada juga disampaikan kalangan masyarakat umum yang menilai kinerja Paswas Pemilukada Tomohon, perlu dipertegas dengan menindak para pelanggar. “Sangat disesalkan sudah terpampang sejak beberapa bulan terakhir baliho oknum PNS berlogo partai politik, namun pihak Panwas Pemilukada terus menutup mata,” ujar mereka. (davydt)

Mulai Resah, Warga Minta Polisi Razia Miras di Tomohon

Foto Kapolres Tomohon dan kantor Polres Kota Tomohon (Foto Ist)

Foto Kapolres Tomohon dan kantor Polres Kota Tomohon (Foto Ist)

TOMOHON – Maraknya gangguan stabilitas kamtibmas di Tomohon, berbagai pihak meminta Kepolisian Resor Tomohon lakukan razia terhadap peredaran minuman keras (Miras) yang kini sangat mudah didapat. Apalagi, peredaran miras jenis Cap Tikus yang bebas diperjualbelikan pada masyarakat, padahal tidak berijin dalam peredarannya.

Diungkapkan Daniel Tular tokoh masyarakat, para pedagang sudah tidak menyeleksi lagi bahwa pembeli sekaligus pemakai didominasi kalangan remaja yang masih usia sekolah.

“Kondisi ini perlu segera diantisipasi dengan razia pada sejumlah pedagang miras yang tersebar di Tomohon karena miras memicu terjadinya konflik ditengah masyarakat,” kata Tular. Ditegaskannya, akibat peredaran miras yang bebas, banyak generasi muda telah terjebak dalam keterlibatan mengkonsumsi miras jenis Cap Tikus. Karena itu, sejumlah lokasi penjualan Cap Tikus, harus dirazia kepolisian, serta melakukan penyitaan. (Davydt/Amas)

iklan1